Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS WILAYAH SURABAYA TIMUR DAN PUSAT Athijah, Umi; Wijaya, I Nyoman; Soemiati, .; Faturrohmah, Azza; Sulistyarini, Arie; Nugraheni, Gesnita; Setiawan, Catur Dian; Rofiah, .; Rahmah, Lidya
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 4 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to know the profile of drug storage in Primary Health Center of East and Central Surabaya. Descriptive study was done to all Primary Health Centre, using a validated structured questionaire and a check list. There were 20 store rooms and pharmacy rooms observed at the Primary Health Centre and their staff was interviewed. The result showed that 40% (8/20) of store rooms and 35% (7/20) of pharmacy rooms met qualification, the door in 95% (19/20) of store rooms and 90% (18/20) of pharmacy rooms were locked when not in use. In arranging activity, there was 25% (5/20) of store rooms arranged the drug according to therapeutic categories, dosage forms, and alphabetics. Fourty five percent (9/20) of store rooms use FIFO and FEFO systems in stock rotation. In monitoring of physical quality of drugs, 25% (5/20) of store rooms and 35% (7/20) of pharmacy rooms monitored the physical stability of drugs by identifying the change of color, smell, purity, and form. To conclude, drug storage activities was established but they still need some improvements to reach the optimal drug storage especially in arranging the drugs and monitoring the quality of drugs. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat di puskesmas wilayah Surabaya Timur dan Pusat. Penelitian bersifat deskriptif, dengan seluruh populasi sebagai sampel penelitian, menggunakan instrumen berupa kuesioner dan check list. Sebanyak 20 puskesmas diobservasi dan penanggung jawab pengelolaan obat diwawancara. Dari data pengaturan ruangan didapatkan bahwa luas gudang obat yang sudah memenuhi persyaratan Departemen Kesehatan RI sebesar 40% (8/20). Dalam rangka penjaminan keamanan obat yang disimpan didapatkan bahwa sebanyak 95% (19/20) gudang obat dan 90% (18/20) kamar obat selalu terkunci apabila tidak digunakan. Dari kegiatan penyusunan obat didapatkan penyusunan berdasarkan kelas terapi, bentuk sediaan, dan alfabetis hanya ada pada 25% (5/20) gudang obat dan 15% (3/20) kamar obat. Selain itu, 45% (9/20) puskesmas menerapkan sistem FIFO dan FEFO. Pengamatan mutu fisik obat dilakukan oleh  25% (5/20) gudang obat dan 35% (7/20) kamar obat. Penyimpanan obat telah diselenggarakan namun masih harus dilakukan perbaikan khususnya dalam penyusunan dan pengamatan mutu fisik obat. Apabila penyimpanan obat dilakukan dengan tepat sesuai standar maka mutu obat akan terjamin sehingga efektivitas terapi menjadi optimal dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DASAR PADA BALITA Chininta Amadea Wibowo; Umi Salmah Ashila; I Gede Yoga Aditya; Anita Probo; Syafira Widya Karima; Setyo Andah Rino; Jeny Rosaningrum; Ni Wayan Krisnayanti; Nurullia Tanjung; Meliyana Hutasuhut; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.016 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v7i1.21659

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi salah satu penyebab kematian pada bayi dan anak, padahal pemerintah Indonesia telah menggalakkan program imunisasi untuk mencegah penyakit infeksi yang dapat berakibat fatal seperti TBC dan difteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap imunisasi dasar serta kelengkapan imunisasi dasar balita pada saat usia 0-9 bulan di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Malang, Jawa Timur pada September 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain studi cross sectional. Kriteria responden adalah ibu yang memiliki anak usia dibawah 5 tahun. Dari 91 responden diketahui 64 (70,3% ) responden berpengetahuan baik dan 92,4% bersikap mendukung pelaksanaan imunisasi dasar. Dari penelitian ini diketahui bahwa 94 (92,2%) balita telah melakukan imunisasi dasar secara lengkap dan 8 (7,8%) sisanya belum melaksanakan imunisasi dengan lengkap.
Profil Pengetahuan Wanita Menikah Usia Subur tentang Kontrasepsi Oral Charolyn Menaisa Sembiring; Diah Ayu Laraswati; Fakhma Ainuliza; Jovangga Dwika Pradarma; Mazhar Ardhina Silmi; Mirza Aprilia; Nadya Khadijah Wibowo; Ni Putu Cintyadewi; Nimas Rizqi Firdausy Haq; Qothrin Nada; Rizki Amalia Arifiani; Wanda Brillianty Putri; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.903 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v9i1.24134

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk menjadi masalah yang sedang dihadapi pemerintah Indonesia. Upaya pemerintah dalam mengatasi masalah ini adalah melalui program Keluarga Berencana (KB) dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan alat kontrasepsi. Metode kontrasepsi oral merupakan kontrasepsi yang banyak digunakan. Namun, angka kegagalan metode kontrasepsi ini tergolong tinggi. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan akseptor kontrasepsi oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengetahuan wanita menikah usia subur tentang kontrasepsi oral. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dengan metode survei. Kriteria inklusi yaitu wanita menikah usia subur yang sedang atau pernah menggunakan kontrasepsi oral di Jawa Timur. Metode sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tervalidasi berdasarkan instrumen penelitian ini yang terdiri dari pertanyaan tentang data demografi responden (usia, pendidikan, pekerjaan) dan 15 pertanyaan terkait pengetahuan tentang kontrasepsi oral. Survei diikuti oleh 70 responden. Hasil penelitian menunjukkan 42,86% responden memiliki pengetahuan baik, 48,57% responden memiliki pengetahuan sedang, dan 8,57% responden memiliki pengetahuan kurang tentang kontrasepsi oral. Edukasi tentang kontrasepsi oral masih perlu ditingkatkan terutama mengenai faktor yang menyebabkan kegagalan metode tersebut
Pengetahuan dan Perilaku Tenaga Kesehatan di Jawa Timur dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 Hanun Najwa; Risma Dama Yanti; Zahra Sania Avanti; Adelia Febriyan Sugiyanti; Farrah Yulian Listyandi; Friday Shabrina Insani; Nandini Azzahroh Aulia Ahsan; Rr. Andine Cempaka Putri Wardhani; Yasmin Soraya; Anisya Nurmaya Artanti; Arini Imandasari; Rima Hidayatul Qoiriyah; Silvika Dwi Rahmaningtyas; Tsabitah 'Afiy Arsyah; Iqbal Muhammad Iskandar; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.32917

Abstract

Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam mencegah dan menangani pandemi COVID-19. Pengetahuan dan perilaku tenaga kesehatan yang baik sangat diperlukan agar mereka dapat menjalankan tugas tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku tenaga kesehatan di Jawa Timur dalam menghadapi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan teknik non-random sampling yaitu accidental dan snowball sampling. Survei dilakukan menggunakan media lembar kuesioner dan google form. Kriteria responden yaitu seorang tenaga kesehatan di Jawa Timur dan bersedia menjadi responden. Data diolah secara deskriptif dan disajikan pada tabel distribusi frekuensi. Total responden yang diperoleh sebanyak 204 responden. Tenaga kesehatan yang menjadi responden penelitian ini sebagian besar merupakan perawat (35,3%) dan responden yang bekerja di rumah sakit (40%). Tingkat pengetahuan responden penelitian ini berkategori kurang sebanyak 19%, cukup sebanyak 62% dan baik sebanyak 19%.  Pada variable perilaku, didapatkan 0,5% berkategori kurang, 17,6% berkategori cukup , dan 81,9% berkategori baik. Mayoritas responden telah memiliki pengetahuan yang cukup namun perlu ditingkatkan terutama pada aspek waktu isolasi masyarakat yang terinfeksi dan mengenai Alat Pelindung Diri (APD) minimal yang harus dipakai pada saat praktik sehari-hari.
Pelayanan Apotek sebagai Upaya Adaptasi di Masa COVID-19 Husnia Nurul Izzati; Prisma Sari Dewi; Hanifah Yusuf Baraja; Dwi Ayu Indriani; Nathaza Berliana; Alfina Fikri Nabila; Sahnaz Sahnaz; Sinta Renita Rahmadani; Huzaifah Arofik; Wafaa Ginong Pratidina; Maheswari Nirwasita Ismanindratm; Wilya Christiane; Fakhira Tahta Shabrina; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.32920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan di apotek wilayah Pulau Jawa pada masa pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan cross-sectional melalui survei. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik non-random sampling secara accidental sampling menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden secara offline maupun online. Kriteria inklusi pada penelitian ini antara lain apoteker dan tenaga teknis kefarmasian yang bekerja di apotek di wilayah Pulau Jawa. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Dalam survei ini diperoleh 177 responden tenaga kefarmasian yang terdiri dari apoteker (40%) dan tenaga teknis kefarmasian (60%). Mayoritas responden adalah perempuan (84%) dan berusia 17-25 tahun. Lokasi apotek terbesar berada di Jawa Timur (89%) dan didominasi oleh jenis apotek mandiri (72%). Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa sebagian besar apotek telah memberikan pelayanan adaptif selama pandemi dan memberikan informasi terkait COVID-19 kepada pasien. Sebagian besar apotek (78%) telah menerapkan pelayanan berbasis online sebagai upaya adaptasi selama masa pandemi. Pelayanan kefarmasian di apotek telah beradaptasi dengan kondisi pandemic namun perlu adanya peningkatan pada aspek pemberian informasi terbaru mengenai perkembangan situasi pandemi. Apotek yang belum menerapkan layanan online diharapkan dapat meluaskan pelayanannya di bidang telefarmasi.
Bersama Apoteker, Pelajar Sekolah Menengah Atas Bijak dan Cermat dalam Menggunakan Obat Arie Sulistyarini; Ana Yuda; Andi Hermansyah; Yunita Nita; Elida Zairina
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 1 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i1.5577

Abstract

Hidup sehat perlu diterapkan bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari termasuk kepada siswa SMA. Hidup sehat salah satunya dengan cara mengetahui penggunaan obat yang benar. Selain itu siswa SMA merupakan calon mahasiswa. Penting bagi siswa tersebut untuk mengetahui tentang jurusan yang ada di suatu universitas serta salah satu profesi yang akan menjadi minat mereka bekerja, misalnya apoteker. Oleh karena itu kegiatan edukasi dilakukan untuk 109 siswa SMAN 1 Surabaya tentang Universitas Airlangga, profesi apoteker dan penggunaan obat yang benar. Pemberian materi diselingi sesi tanya jawab dan permainan yang melibatkan peserta untuk memudahkan pemahaman peserta. Kunjungan ke laboratorium di Fakultas Farmasi juga dilakukan untuk menambah wawasan siswa. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui efektifitas kegiatan ini. Hasil pretest tentang penggunaan obat bernilai rata-rata 3,4 dan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi hampir 2 kali lipat yaitu menjadi 6,3 (dengan nilai maksimal 8). Pengetahuan siswa tentang profesi apoteker dan jurusan di Unair juga terjadi perbaikan yang bermakna. Selain itu 103 dari 109 peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk diberika kepada siswa SMA dan seharusnya dilakukan secara rutin. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat yang ditujukan kepada siswa SMA perlu dilakukan agar apoteker dapat berkontribusi meningkatkan pemahaman penggunaan obat yang benar dan juga mengenalkan profesi apoteker ke masyarakat khususnya ke siswa SMA.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATKAN PEMAHAMAN KELOMPOK TANI DAN KADER TUBERCULOSIS TERHADAP PENYAKIT TUBERCULOSIS, PENGOBATAN DAN PENCEGAHANNYA Abdul Rahem; Wahyu Utami; Liza Pristianty; Andi Hermansyah; Anila Impian Sukorini; Titik Puji Rahayu; Ana Yuda; Arie Sulistyarini; I Nyoman Wijaya; Gusti Noorrizka V; Yuni Priyandani
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 3 No 1 (2023): JBN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jbn.v3i1.1359

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease which ranks second as the cause of death in the infectious disease class after infection of Human Immunodeficiency Virus. Countries contributing to the largest cases of tuberculosis starting from the highest order are India, Indonesia, China, the Philippines and Pakistan. East Java is in second place after West Java Province. Sumenep Regency, ranks first in East Java Province in 2019. Sumenep Regency, has 126 islands, of which 48 islands are inhabited by the community. In mainland Sumenep, the most cases of pulmonary tuberculosis are located in Bluto District, one of the endemic areas. Therefore, community service by a team of lecturers from the Faculty of Pharmacy, Airlangga University, Surabaya was carried out in Bluto District, Sumenep Regency. This targets four categories of Sustainable Development Goals, namely Good health and well-being; Quality education; Peace, justice and strong institutions; and Partnership for the goals. Besides that, this community service targets achievement on Key Performance Indicators 2, 3, 5 and 7. The four KPIs characterize off-campus activities and involvement with the community. Therefore, this community service formulates a comprehensive and systematic approach in responding to problems related to the TB infectious disease. The community service was carried out for two days, namely on Saturday and Sunday, September 10-11 2022 at Kampung Negara, Bungbungan Village, Bluto District, Sumenep Regency. The participants in this first year were farmer groups and health center staff, as well as pharmacists who practice in various health facilities serving TB patients. From the results of the evaluation through a questionnaire with statistical analysis, and the results of the discussion it can be concluded that this counseling is very useful for participants according to their confession and can increase participants' understanding of TB disease, its treatment and prevention.
Pelatihan Penggunaan Obat Secara Benar dan Cara Mengatasi Efek Samping Bagi Penderita Tuberculosis (TB) di Kabupaten Pamekasan Abdul Rahem; Yuni Priyandani; Arie Sulistyarini; Ana Yuda; I Nyoman Wijaya; Gusti Noorrizka Veronika Ahmad; Gesnita Nugraheni; Wahyu Utami; Umi Athiyah; Liza Pristianty; Andi Hermansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v3i1.5550

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang menjadi peringkat kedua sebagai penyebab kematian dalam golongan penyakit infeksi setelah penyakit infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus). Kabupaten Pamekasan menduduki peringkat kelima di Jatim dalam hal kasus TBC tersebut, setelah Kabupaten Sumenep, Lumajang, Kota Malang, dan Jember. Kondisi yang ada penderita TB tidak patuh menggunakan obat karena merasa tidak nyaman dan takut terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh obat TB tersebut. Sementara para pengelola TB tidak dapat memberi jalan keluar atau solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh penderita. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan berkomitmen untuk meningkatkan  pemahaman pengelola TB di Puskesmas terkait penggunaan obat yang rasional dan cara mengatasi efek samping dari semua obat TB, sehingga mereka dapat membantu para penderita menjalankan pengobatan jangka panjang tanpa merasa takut. Metode kegiatan berupa pelatihan tentang Pengobatan TB pada pengelola TB Puskesmas dan Penglola obat pada Puskesmas di Kabupaten Pamekasan. pelaksanaan kegiatan pada tanggal 16 oktober 2021 bertempat di aula Balai Redjo, di Pamekasan. Peserta sebanyak 53 orang yang terdiri dari perawat, apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Hasil evaluasi terhadap pemahaman peserta  menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman yaitu dengan nilai rata-rata 65,98 setelah pelatihan dan 45,22 sebelum pelatihan dengan p wikcoxon signed ranks test = 0,000. Kesimpulan Pelatihan berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman pengelola TB dan Penglola obat Puskesmas di Kabupaten Pamekasan terkait pengobatan TB dan cara mengatasi efek samping obat TB.
PENINGKATKAN PEMAHAMAN KELOMPOK TANI TERHADAP PENGOBATAN TUBERCULOSIS DAN PENCEGAHANNYA MELALUI FOCUS GROUP DISCUSSION Rahem, Abdul; Utami, Wahyu; Hermansyah, Andi; Sukorini, Anila Impian; Rahayu, Titik Puji; Athiyah, Umi; Yuda, Ana; Sulistyarini, Arie; Wijaya, I Nyoman; Noorrizka V, Gusti; Priyandani, Yuni; Budiatin, Aniek Setiya; Aryani, Toetik; Zulkamain, Bambang Subakti
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2024): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v9i1.1727

Abstract

Tuberculosis was a cause of global morbidity and mortality. Sumenep Regency has a high number of TBC cases, namely in 2017 were 1,627 people and 1,709 people in 2018. The difficulty in overcoming them is mainly due to the public and drug managers' understanding regarding drug side effects. Therefore, it is necessary to increase their literacy regarding this matter. This research aims to analyze the influence of Focus Group Discussions on farmer group members' understanding of the treatment and prevention of tuberculosis. It also analyzes the understanding of community health center drug managers regarding the side effects of TBC drugs and how to deal with them. A quasi-experimental design, with a pretest – posttest design, was carried out on 49 members of the Bungbungan village farmer group and 39 community health center drug managers in Sumenep. The results showed that the farmer group understanding scores before and after the intervention were as follows: 6.02±1.19 and 6.69±1.46. for drug managers were 14.67±2.41 and 18.36±1.65. Conclusion The Focus Group Discussion had an impact on increasing understanding of the treatment and prevention of tuberculosis for farmer groups, and for community health center drug managers it had an impact on understanding the side effects of TBC drugs and how to deal with them.
Tingkat Pengetahuan dan Rasionalitas Swamedikasi Obat Pereda Nyeri oleh Ibu Rumah Tangga di Surabaya Timur Mahira, Naura Shava; Nur Fauziah Ananda Putri; Mesloy, Gracella Joya; Permata, Dian; Tanjung, Cintya Syabina; Azizah, Latifatul; Putri, Nur Majid; Heidiyana, Nadia Silfa; Yuliana, Dina; Leivina Ariani Sugiharto Putri; Michaela Aspasia Trana Putri; Diva Nanda Ayana; Khaizam, Nur Nisa; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.52876

Abstract

Rasa nyeri kerap dianggap sebagai hal biasa sehingga masyarakat lebih memilih melakukan pengobatan sendiri menggunakan obat-obat penghilang rasa nyeri, berupa analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan rasionalitas terkait swamedikasi obat pereda nyeri oleh ibu rumah tangga di daerah Surabaya Timur. Penelitian cross sectional ini dilakukan dengan cara survei menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hubungan antara karakteristik sosiodemografi, skor pengetahuan, dan rasionalitas dianalisis menggunakan metode chi-square melalui SPSS. Kriteria inklusi responden adalah ibu rumah tangga yang berusia minimal 18 tahun. Dari 152 responden diketahui 48 (31,4%) responden berpengetahuan tinggi, 71 responden (46,4%) berpengetahuan sedang, 17 responden (11,1%) berpengetahuan rendah, dan 17 responden (11,1%) berpengetahuan sangat rendah. Diketahui pula 90 (58,8%) responden melaksanakan swamedikasi pereda nyeri secara rasional, sedangkan 63 (41,2%) responden lainnya tidak rasional. Diketahui bahwa tingkat pengetahuan responden memiliki pengaruh yang signifikan (p=0,010) terhadap rasionalitas swamedikasi obat pereda nyeri dimana semakin tinggi skor pengetahuan maka rasionalitas juga akan meningkat. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persentase terbesar dari tingkat pengetahuan responden adalah kategori sedang dan rasionalitas swamedikasi yang baik. Untuk itu, perlu dilaksanakan penyuluhan dan edukasi mengenai cara mendapatkan, menggunakan, dan mengelola obat pereda nyeri yang tepat agar dapat tercapai praktik swamedikasi yang rasional secara optimal.
Co-Authors Abdul Rahem Abdul Rahem Abdul Rahem, Abdul Adelia Febriyan Sugiyanti Afnan Rania Afsy Nadifa Afandi Afwan Pratama, Erpram Aisha Bella Calvina Alfina Fikri Nabila Ana Yuda Andi Hermansyah Andi Hermansyah Anisya Nurmaya Artanti Anita Probo Annisa Nur Imani Sjafik Putri Arini Imandasari Audea Fitri Anggraeni Aulia Rahma Putri Wahyudi, Ade AZIZAH, LATIFATUL Bambang Subakti Z Bambang Subakti Zulkarnain Budiatin, Aniek Setiya Butar Butar, Gracesela Charolyn Menaisa Sembiring Chininta Amadea Wibowo Chofifatus Solecha Azzahra Chrismawan Ardianto Diah Ayu Laraswati Dina Yuliana, Dina Dinda Dwi Rahmawati Diva Nanda Ayana Dwi Ayu Indriani Elida Zairina Fahmi Rizaldy, Alif Fakhira Tahta Shabrina Fakhma Ainuliza Farida Ifadotunnikmah Farrah Yulian Listyandi Faturrohmah, Azza Friday Shabrina Insani Gesnita Nugraheni Gesnita Nugraheny Gusti Noorrizka V Gusti Noorrizka V Gusti Noorrizka Veronika Achmad Gusti Noorrizka Veronika Ahmad Haidar Ainani Hisan Hanifah Yusuf Baraja Hanun Najwa Heidiyana, Nadia Silfa Hermansyah, Andi Husnia Nurul Izzati Huzaifah Arofik I Gede Yoga Aditya I Nyoman Widjaja I NYOMAN WIJAYA I Nyoman Wijaya Ibnu Nur Al Madury, Abdulloh Intan Shofiyyatul Laila Iqbal Muhammad Iskandar Jamhari Jamhari Jeny Rosaningrum Jovangga Dwika Pradarma Keisya Sanata Nadya Fatiha Khaizam, Nur Nisa Leivina Ariani Sugiharto Putri Liza Pristianty Mahardhika, Clarinna Mahardian Rahmadi Maheswari Nirwasita Ismanindratm Mahira, Naura Shava Mar'i Hendra Majid Mazhar Ardhina Silmi Meliyana Hutasuhut Mellyana, Fransisca Mesloy, Gracella Joya Michaela Aspasia Trana Putri Mirza Aprilia Mochammad Iqbal Roudlotus Salam Nadya Khadijah Wibowo Nanda Pangestuti Nandini Azzahroh Aulia Ahsan Natalia Tri Mulyani Haryanti Nathaza Berliana Nawang Brilliant Marshanda Ni Putu Cintyadewi Ni Wayan Krisnayanti Nimas Rizqi Firdausy Haq Nisrina Zakiyah Ahlam Khairunnisa Noorrizka V, Gusti Nur Fauziah Ananda Putri Nurullia Tanjung Permata, Dian Prisma Sari Dewi Purwitasari, Neny Putri Ambarwulan Putri Maharani, Chika Putri, Nur Majid Qothrin Nada Raflie Sukmawan Ragil Tri Puspitasari Rahayu, Titik Puji Rahmah, Lidya Rasyida Aditiyas Warsan, Ghiffari Rima Hidayatul Qoiriyah Risma Dama Yanti Rizki Amalia Arifiani Rizky Amalia Purnama Putri Rofiah, . Rr. Andine Cempaka Putri Wardhani Sahnaz Sahnaz SETIAWAN, Catur Dian Setyo Andah Rino Shofiyyah Azzahro Silvika Dwi Rahmaningtyas Sinta Renita Rahmadani Soemiati, . Sukorini, Anila Impian Sumarno Sumarno . Syafiqa Atthaliyah, Naura Syafira Widya Karima Syawalna Zahwa Zahir Nalacheda Tanjung, Cintya Syabina Toetik Aryani Tsabitah 'Afiy Arsyah Umi Athijah Umi Athiyah Umi Salmah Ashila Vito Ardian Siswantara Wafaa Ginong Pratidina Wahyu Utami Wahyu Utami, Wahyu Wanda Brillianty Putri Wilya Christiane Yasmin Soraya Yuliana, Khalifah Yuni Priyandani Yunita Nita Zahra Sania Avanti Zulkamain, Bambang Subakti