Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU HIGIENE SANITASI DENGAN KEJADIAN SKABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN HALSALAKUM KOTA BENGKULU Alen Elita; Agus Ramon; Henni Febriawati; Hasan Husin
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 18 No. 1 (2023): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v18i1.4886

Abstract

L Latar Belakang, Scabies penyakit yang sering di jumpai di tempat padat wilayah penduduk dan tinggal secara berkelompok, kemiskinan, sanitasi dan hygine lingkungan yang kurang baik,serta perilaku hidup bersih dan sehat yang kurang, skabies banyak di jumpai di tempat tinggal dengan padat atau dalam jumlah padat dalam satu rumah seperti panti asuhan dan pondok pesantren. Metode, Jenis penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif  dengan pendekatan case control.  Penelitian ini betujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap  dan perilaku terhadap kejadian  skabies pada santri di Pondok Pesantren Halsalakum kota Bengkulu. di laksanakan pada bulan Agustus 2022 berlokasi di Pesantren Halsalakum kota Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini adalah kelompok kontrol 26 santri dan kelompok kasus sebnayak 26 santri. Pengumpulan data dilakukan langsung oleh peneliti dengan observasi menggunakan menggunakan kuesioner. Selanjutnya analisis data secara univariat dan bivariate. Hasil, hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (nilai P-Value 0,026 < 0,05) dan perilaku hygiene sanitasi (nilai P-Value 0,012 < 0,05) terhadap kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantern Harsallakum Kota Bengkulu.  Kesimpulan, bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian skabies pada santri adalah pengetahuan dan perilaku hygiene sanitasi. Saran, perlu dilakukan penyuluhan kesehatan yang berkerjasama dengan petugas kesehatan setempat mengenai skabies kepada para santri agar pengetahuan mengenai skabies meningkat.
Tingkat kemandirian pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah Hikmah Yulan Gusti; Nurhayati Nurhayati; Agus Ramon
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur merupakan angka kejadian terbesar ketiga di Indonesia setelah penyakitjantung dan tuberkulosis. Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah yang terseringmengakibatkan terjadinya fraktur sehingga menghambat kemandirian pasien. Di KotaBengkulu, angka kejadian fraktur pada ekstremitas bawah masih tinggi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian dengan post-operasi fraktur ekstremitasbawah. Penelitian ini dilakukan di salah satu rumah sakit rujukan di Kota Bengkulu denganjenis penelitian deksriptif cross-sectional study. sebanyak 35 responden berpartisispasi dalampenelitian ini. Pada hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki(68.5%) dengan fraktur femur (54.5%). Sebagian responden memiliki tingkat kemandirianberat (65.70%) hingga tingkat kemandirian sedang (34.30%). Hasil penelitian ini diharapkandapat menjadi acuan untuk perawat agar dapat memberikan latihan aktifitas fisik yang dapatmenunjang dan meningkatkan kemandirian pasien dengan masalah fraktur.
Pengetahuan Guru terhadap Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sonya Balkis; Agus Ramon; Afriyanto Afriyanto; Nopia Wati
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 7 No. 6 (2025): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/knn1qq81

Abstract

This study aims to analyze the relationship between teachers' knowledge of PHBS and its implementation at SLB Negeri 1, Bengkulu City. The research method used a quantitative approach with a cross-sectional design. The results showed that most teachers had high knowledge, and PHBS implementation was also predominantly in the high category. A bivariate test yielded a p-value of 0.002 (p < 0.05), indicating a significant relationship between knowledge level and PHBS implementation. In conclusion, the better the teachers' knowledge, the more optimal the implementation of PHBS in schools. Therefore, improving knowledge through training and providing PHBS support facilities is highly recommended to support the realization of healthy schools.   Keywords: Teachers, PHBS, Implementation, Knowledge, Healthy Schools
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN GIZI MELALUI EDUKASI PENTINGNYA SARAPAN PAGI PADA SISWA SMK NEGERI 3 KOTA BENGKULU Hasan Husin; Emi Kosvianti; Agus Ramon; Iis Suryani
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i2.9443

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sarapan sehat pada siswa SMK Negeri 3 Kota Bengkulu melalui edukasi gizi dan praktik sarapan bersama. Kegiatan ini didasarkan pada tingginya angka remaja yang melewatkan sarapan, yang berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, stamina, serta risiko gangguan kesehatan jangka panjang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, pemutaran video edukatif, serta praktik sarapan bersama sebagai bentuk experiential learning. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas X dan XI serta guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai manfaat sarapan bergizi, kemampuan mengidentifikasi menu pagi yang sehat, serta perubahan sikap positif terhadap kebiasaan sarapan sebelum berangkat sekolah. Keterlibatan guru sebagai role model dan dukungan sekolah turut memperkuat internalisasi perilaku makan sehat. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukasi gizi yang terstruktur, melibatkan pengalaman langsung, dan didukung lingkungan sekolah mampu menjadi strategi efektif dalam membentuk perilaku sarapan sehat pada remaja. Diharapkan program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas belajar siswa.
The Effect of Exclusive Breastfeeding Module Intervention on the Knowledge and Attitudes of Prospective Fathers about Breastfeeding in Bengkulu City Sabrina Sella; Riska Yanuarti; Agus Ramon; Ida Samidah; Bintang Agustina Pratiwi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5473

Abstract

Bengkulu City has experienced a decline in exclusive breastfeeding coverage over the past three years (2020-2022). Research related to education for prospective fathers in Bengkulu City has not been widely implemented. This study aims to analyze the effect of exclusive breastfeeding module interventions on the knowledge and attitudes of prospective fathers about breastfeeding in Bengkulu City. A quasi-experimental study was conducted in April-September 2024 with a population of prospective fathers who have wives with a gestational age of more than 27 weeks or the third trimester. The sample consisted of 15 people in the control group and 15 people in the intervention group. The sampling method used purposive sampling. The research variables include the knowledge and attitudes of prospective fathers about breastfeeding, as well as the exclusive breastfeeding module. The instrument used was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out univariately and bivariately. There were insignificant results from the knowledge variable between the two groups, both pre-test (p = 0.074) and post-test (0.546). While on the attitude variable, significant results were obtained between the two groups, both pre-test (0.001) and post-test (0.044). The exclusive breastfeeding module intervention only affected the attitude variable of prospective fathers about breastfeeding between the intervention group and the control group, both before and after the intervention. While on the knowledge variable of prospective fathers about exclusive breastfeeding, there was no effect between the two groups, both pre-test and post-test.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkolusis Paru Utari Ulandari; Agus Ramon; Eva Oktavidiati; Nopia Wati
Jurnal Kesmas Asclepius Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/fmhq3612

Abstract

This study aims to identify factors associated with medication adherence among pulmonary TB patients in the Telaga Dewa Public Health Center (Puskesmas) service area in Bengkulu City. This is a quantitative study with a cross-sectional design, conducted in May–June 2025. The sample size was 45 respondents, selected using random sampling from a total of 80 patients. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. The results showed a significant association between knowledge (p=1,000), attitude (p=0.01), and family support (p=0.04) with medication adherence among pulmonary TB patients. The conclusion of this study is that the level of knowledge, positive attitude, and strong family support play an important role in improving patient compliance with treatment. Keywords: Attitude, Knowledge, Support, Tuberculosis
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT FILTER IPAL KOMUNAL DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK Nopia Wati; Hasan Husin; Andri Kusuma Wijaya; Agus Ramon
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini di latar belakangi oleh limbah botol plastik yang semakin menumpuk. Limbah botol plastik masih dianggap kurang bermanfaat. Padahal limbah botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi beraneka ragam bentuk. Dalam proses daur ulang limbah botol plastik diperlukan beberapa proses agar daur ulang limbah botol plastik dapat dimanfaatkan. Sebelum didaur ulang perlu adanya proses pencucian agar kotoran padat maupun kimia yang terkandung pada limbah botol plastik dapat diminimalisir.Permasalahan mitra yaitu masyarakatnya memiliki ekonomi rendah dan sebagian warganya bekerja di tempat pembuangan akhir sampah di Air Sebakul, untuk memenuhi kebutuhan vital mereka sehari-hari menjadi pemulung sampah. Walaupun pekerjaan mereka bergelut dibidang persampahan, tetapi mereka tidak memahami bagaimana cara mengelolah sampah tersebut supaya dapat dijadikan sebagai penambah perekonomian keluarganya. Masyarakat sekitar juga.banyak yang belum mengetahui dampak yang ditimbulkan jika limbah botol plastic ini tidak dikelolah dengan baik. Masyarakat juga belum belum mengetahui bagaimana cara pemanfaatan limbah botol plastic ini sebagai filter untuk IPAL .Pada kegaiatan ini masyarakat diberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pembuatan filter IPAL dengan memanfaatkan limbah botol plastik yang mudh didapatkan oleh masyarakat sekitar. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian ini dapat menambah pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengelolah sampah plastic botol bekas, dan dapat dijadikan sebagai peluang usaha untuk menambah perekonomian keluarga.Kata Kunci: Pelatihan, Filter IPAL, Botol Plastik
PENINGKATAN PEMAHAMAN WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANGGUT ATAS KOTA BENGKULU Riska Yanuarti; Henni Febriawati; Agus Ramon; Wulan Angraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara di Indonesia merupakan penyebab kematian nomor dua setelah kanker mulut rahim, kanker payudara banyak menyerang wanita yang telah berumur lebih dari 40 tahun. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kota Bengkulu menempati urutan kedua kasus tumor/benjolan di area payudara yakni sebanyak 0,61% dari 326 orang WUS yang melakukan pemeriksaan. Wilayah kerja Puskesmas Anggut Atas dipilih sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat karena menjadi wilayah dengan jumlah Wanita Usia Subur (WUS) 211 orang dari 1.477 WUS yang cukup banyak melakukan pemeriksaan leher rahim dan payudara. Keadaan ini dapat dijadikan sasaran pencegahan kanker payudara namun ternyata belum ada pernah dilakukan edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya wanita usia subur tentang pemeriksaan payudara sendiri yang bermanfaat dalam mencegah kanker payudara. Kelompok sasaran adalah wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Anggut Atas Kota Bengkulu. Kegiatan ini dilakukan dari rumah ke rumah dengan menemui langsung sasaran dengan metode video dan demonstrasi. Metode ini di anggap lebih efektif karena peserta dapat memahami penjelasaan tim melalui media audio visual, yang berisi penjelasan tentang kanker payudara dan cara pemeriksaan payudara sendiri. Untuk mengetahui pemahaman peserta dilakukan pretest dan posttest. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adanya peningkatan pemahaman masyarakat khususnya wanita usia subur tentang pemeriksaan payudara sendiri melalui metode video dan demonstrasi. Kesimpulan wanita ssia subur memiliki keahlian dan kemampuan melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur dan mandiri.Kata Kunci: Kanker, Payudara, SADARI