Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU HIGIENE SANITASI DENGAN KEJADIAN SKABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN HALSALAKUM KOTA BENGKULU Alen Elita; Agus Ramon; Henni Febriawati; Hasan Husin
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 18 No. 1 (2023): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v18i1.4886

Abstract

L Latar Belakang, Scabies penyakit yang sering di jumpai di tempat padat wilayah penduduk dan tinggal secara berkelompok, kemiskinan, sanitasi dan hygine lingkungan yang kurang baik,serta perilaku hidup bersih dan sehat yang kurang, skabies banyak di jumpai di tempat tinggal dengan padat atau dalam jumlah padat dalam satu rumah seperti panti asuhan dan pondok pesantren. Metode, Jenis penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif  dengan pendekatan case control.  Penelitian ini betujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap  dan perilaku terhadap kejadian  skabies pada santri di Pondok Pesantren Halsalakum kota Bengkulu. di laksanakan pada bulan Agustus 2022 berlokasi di Pesantren Halsalakum kota Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini adalah kelompok kontrol 26 santri dan kelompok kasus sebnayak 26 santri. Pengumpulan data dilakukan langsung oleh peneliti dengan observasi menggunakan menggunakan kuesioner. Selanjutnya analisis data secara univariat dan bivariate. Hasil, hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (nilai P-Value 0,026 < 0,05) dan perilaku hygiene sanitasi (nilai P-Value 0,012 < 0,05) terhadap kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantern Harsallakum Kota Bengkulu.  Kesimpulan, bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian skabies pada santri adalah pengetahuan dan perilaku hygiene sanitasi. Saran, perlu dilakukan penyuluhan kesehatan yang berkerjasama dengan petugas kesehatan setempat mengenai skabies kepada para santri agar pengetahuan mengenai skabies meningkat.
Tingkat kemandirian pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah Hikmah Yulan Gusti; Nurhayati Nurhayati; Agus Ramon
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur merupakan angka kejadian terbesar ketiga di Indonesia setelah penyakitjantung dan tuberkulosis. Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah yang terseringmengakibatkan terjadinya fraktur sehingga menghambat kemandirian pasien. Di KotaBengkulu, angka kejadian fraktur pada ekstremitas bawah masih tinggi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian dengan post-operasi fraktur ekstremitasbawah. Penelitian ini dilakukan di salah satu rumah sakit rujukan di Kota Bengkulu denganjenis penelitian deksriptif cross-sectional study. sebanyak 35 responden berpartisispasi dalampenelitian ini. Pada hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki(68.5%) dengan fraktur femur (54.5%). Sebagian responden memiliki tingkat kemandirianberat (65.70%) hingga tingkat kemandirian sedang (34.30%). Hasil penelitian ini diharapkandapat menjadi acuan untuk perawat agar dapat memberikan latihan aktifitas fisik yang dapatmenunjang dan meningkatkan kemandirian pasien dengan masalah fraktur.
Pengetahuan Guru terhadap Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sonya Balkis; Agus Ramon; Afriyanto Afriyanto; Nopia Wati
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 7 No. 6 (2025): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/knn1qq81

Abstract

This study aims to analyze the relationship between teachers' knowledge of PHBS and its implementation at SLB Negeri 1, Bengkulu City. The research method used a quantitative approach with a cross-sectional design. The results showed that most teachers had high knowledge, and PHBS implementation was also predominantly in the high category. A bivariate test yielded a p-value of 0.002 (p < 0.05), indicating a significant relationship between knowledge level and PHBS implementation. In conclusion, the better the teachers' knowledge, the more optimal the implementation of PHBS in schools. Therefore, improving knowledge through training and providing PHBS support facilities is highly recommended to support the realization of healthy schools.   Keywords: Teachers, PHBS, Implementation, Knowledge, Healthy Schools