Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH PP (POLY PROPYLENE) DAN GERUSAN BATU BATA DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK Wahyu Seno Aji; Anis Rakhmawati; Yudhi Arnandha
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Sipil Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.157 KB) | DOI: 10.31002/.v1i1.2231

Abstract

Paving block digunakan untuk perkerasan jalan seperti trotoar, parkiran, komplek perumahan, dan taman. Limbah sampah plastik memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan tidak dapat terurai. Limbah plastik PP (Poly Propylene) dipilih sebagai bahan utama pembuatan paving block dengan menggunakan campuran gerusan batu bata, dengan komposisi 50%:50%, 60%:40%, 70%:30%, 80%:20%, 90%:10%, 100%:0%. Pengujian dilaksanakan di Laboratorium Universitas Tidar, meliputi pengujian kuat tekan, daya serap, ketahanan aus dan ketahanan terhadap natrium sulfat. Kuat tekan rata-rata tertinggi yang didapat dari paving block PP (Poly Propylene) pada campuran benda uji Y dengan nilai kuat tekan rata-rata 23,112 MPa. Nilai daya serap tertinggi pada benda uji W dengan nilai daya serap rata-rata 0,23964 %. Nilai Tingkat keausan tertinggi paving block terdapat pada variasi campuran benda uji W yakni sebesar 0,06324 mm/menit. Sedangkan untuk hasil pengujian ketahanan terhadap natrium sulfat paving block PP (Poly Propylene) ini di anggap baik karena tidak terjadi retakan dan kerusakan pada fisik paving block.
EVALUASI LAJUR TRANSPORTASI TAK BERMOTOR DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (AHP) DI KOTA MAGELANG Moch Choerul Iman; Anis Rakhmawati; Woro Partini Maryunani
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Sipil Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.571 KB) | DOI: 10.31002/.v1i1.2227

Abstract

Transportasi merupakan komponen utama dalam sistem kehidupan, sistem pemerintah, dan sistem kemasyarakatan. Kondisi sosial demografis wilayah memiliki pengaruh terhadap kinerja transportasi di wilayah tersebut. Tingkat kepadatan penduduk akan memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan transportasi dalam melayani kebutuhan masyarakat. Permasalahan yang ada membuktikan bahwa transportasi yang berkesinambungan menjadi kebutuhan penting Kota Magelang, untuk itu infrastruktur kota untuk pejalan kaki dan pesepeda harus disediakan, dan  perlu dilakukan upaya yang sistematis dan terstruktur. Dengan mengevalusi lajur transportasi tak bermotor dan mengetahui prioritas utama pengambilan keputusan untuk pengembangan lajur yang ada di Kota Magalang.  Guna mendapatkan solusi dari masalah diatas perlulah dilakukan sebuah penelitian. Penelitian ini dilakukan secara pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode Analytical Hierarcy Process (AHP). Analitycal Hierarchy Process (AHP) adalah metode untuk memecahkan suatu situasi yang komplek tidak terstruktur kedalam beberapa komponen dalam susunan yang hirarki, dengan memberi nilai subjektif tentang pentingnya setiap variabel secara relatif, dan menetapkan variabel mana yang memiliki prioritas paling tinggi guna mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Adapun untuk kriteria yang digunakan adalah kenyamanan, keamanan, keterjangkauan, dan ketercukupan. Sebagai hasil Analisa AHP, responden di Kota Magelang menganggap faktor keamanan sebagai prioritas utama, yaitu 33,3 %, sedangkan prioritas ke dua adalah kenyamanan. Kemudian disusul keterjangkauan dan ketercukupan yang mempunyai bobot sama,yaitu 18,6% sebagai prioritas terakhir. Sedangkan yang menjadi prioritas utama pemilihan akses alternatif yang harus dikembangkan  dalam lajur transportasi tak bermotor adalah kualitas, yaitu sebesar 13%.
Tahanan Lateral pada Sistem Komposit LVL Kayu Sengon dan WPC Ali Murtopo; Anis Rakhmawati; Yudhi Arnandha; Achmad Rafi'ud Darajat; Ayu Pusdikawarsi Narendrani Istiqomah
Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2022.29.3.6

Abstract

Abstrak Pemanfaatan produk turunan kayu Laminated Veneer Lumber (LVL) Kayu Sengon dan Wood plastic composites (WPC) Jati sebagai bahan konstruksi perlu dikaji lebh lanjut. Penelitian membahas tentang kinerja sambungan kedua bahan tersebut untuk mendapatkan kapasitas sambungan, nilai tahanan lateral serta pola kegagalan pada sistem komposit LVL Kayu Sengon dan WPC akibat dari penggunaan sambungan baut dengan variasi diameter yang berbeda. Benda uji merupakan balok LVL kayu sengon dan WPC yang disambung dengan baut dalam sistem satu bidang geser. Variasi diameter baut yaitu 6 mm, 8 mm, 10 mm dan 12 mm. Pengujian mengacu pada ASTM D 5652-95. Pengujian dilakukan secara analitis sebagai prediksi kekuatan sambungan dan pola kegagalan dan secara eksperimental di laboratorium. Kegagalan sambungan dilihat dari kegagalan yang terjadi pada kuat tumpu kayu dan kegagalan baut. Hasil penelitian menunjukkan nilai kapasitas sambungan baut 6 mm, 8 mm, 10 mm dan 12 mm berturut-turut sebesar 5453,887 N; 5420,986 N; 9200,262 N; 10207,340 N. Sambungan baut 6 mm membentuk pola kegagalan berupa terbentuknya dua sendi plastis pada alat penyambung dalam satu bidang geser sedangkan sambungan baut 8mm, 10mm dan 12 mm terjadi pola kegagalan tumpu kayu samping disertai dengan satu sendi plastis pada alat sambung dalam satu bidang geser. Kata kunci: LVL kayu sengon, tahanan lateral, WPC, wood plastic composites. Abstrak The use of wood engineering products Laminated Veneer Lumber (LVL) of Sengon Wood and Teak Wood plastic composites (WPC) as construction materials needs further study. Research discusses about the joint performance of the two materials to obtain the connection capacity, lateral resistance value and failure patterns in the LVL Wood Sengon and WPC composite system due to the use of bolted connections with different diameter variations. The test objects are LVL beams of sengon wood and WPC which are connected by bolts in a single plane shear system. Variations in bolt diameter are 6 mm, 8 mm, 10 mm and 12 mm. Testing refers to ASTM D 5652-95. Tests were carried out analytically as a predictor of joint strength and failure patterns and experimentally in the laboratory. Connection failure is seen from the failure that occurs in the wooden support and bolt failure. The results showed that the bolt connection capacity values ​​of 6 mm, 8 mm, 10 mm and 12 mm were 5453.887 N, respectively; 5420,986 N; 9200,262 N; 10207.340 N. The 6 mm bolt connection forms a failure pattern in the form of the formation of two plastic hinges on the connecting device in one shear plane while the 8mm, 10mm and 12 mm bolt connections occur a side wood support failure pattern accompanied by one plastic hinge on the connection tool in one shear plane. Keywords: LVL sengon wood, lateral resistance, WPC, wood plastic composite.
The Impact of Settlement Growth on Food Security Vulnerability: The Mediating Role of Rice Field Conversion and the Moderating Role of Agricultural Human Resource Capacity in Central Java Anis Rakhmawati; Hanung Eka Atmaja; Kurnia Fahmy Ilmawan
International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Vol. 6 No. 6 (2025): International Journal of Economics Development Research (IJEDR)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ijedr.v6i6.10227

Abstract

Settlement growth in Central Java Province continues to increase and intensify competition for land use with agricultural land, particularly rice fields. Uncontrolled rice field conversion has the potential to weaken the food production base and increase regional food security vulnerability. This study analyses the effect of residential growth on food security vulnerability with rice field conversion as a mediating variable and agricultural human resource capacity as a moderating variable in 35 districts/cities in Central Java. The study uses an explanatory quantitative approach based on secondary panel data for the period 2010–2021 (420 observations) with saturated sampling technique. The analysis was conducted using Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM) to evaluate the measurement model, test structural relationships, estimate indirect effects, and assess moderation effects through interaction constructs. The results show that settlement growth has a positive and significant effect on rice field conversion. Rice field conversion has a positive and significant effect on food security vulnerability and significantly mediates the effect of settlement growth on food security vulnerability. In addition, agricultural human resource capacity moderates the relationship between rice field conversion and food security vulnerability with a negative moderation direction (dampening effect), so that in areas with higher human resource capacity, the impact of rice field conversion in increasing food vulnerability tends to be weaker. These findings confirm that the impact of settlement growth on food vulnerability mainly occurs through land use change and can be mitigated by strengthening agricultural human resource capacity. The policy implications emphasise the need to integrate settlement growth control, protection of productive rice fields, and strengthening of agricultural human resource capacity through improving the quality of extension services and accelerating technology adoption to maintain the resilience of the food system in Central Java.
Studi Pengaruh Variasi Tinggi Balok I-Joist Dari Kombinasi Blockboard Lokal Dan Kayu Mahoni Terhadap Kekuatan Lentur Yudhi Arnandha; Muhammad Ilham Hafidhuddin; Julian Putra Rukmana; Anis Rakhmawati; Lalu Samsul Aswadi
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1926

Abstract

Pemanfaatan blockboard untuk plat lantai di Indonesia masih terbatas, padahal Magelang memiliki potensi produksi yang baik. Penelitian ini mengevaluasi pemanfaatan blockboard sebagai web dan kayu mahoni sebagai flens pada balok penyangga plat lantai kayu berbentuk I-Joist dan untuk mengetahui nilai Modulus of Rupture (MoR) dan Modulus of Elasticity (MoE) pada balok I-Joist .Metodologi menggunakan pengujian eksperimental berdasarkan ASTM D198-2015 dengan panjang balok I-Joist 200 cm, variasi tinggi 22, 24, 26, 28, dan 30 cm, dan setiap variasi terdiri dari dua benda uji. Fabrikasi dilakukan di SMK N 1 Magelang dan pengujian di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Tidar.Hasil menunjukkan peningkatan tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan lentur. Nilai MoR: 22 cm (5,9333 MPa), 24 cm (7,2786 MPa), 26 cm (6,3287 MPa), 28 cm (6,0426 MPa), 30 cm (6,2524 MPa). Nilai MoE: 22 cm (1.545 MPa), 24 cm (1.098 MPa), 26 cm (1.140 MPa), 28 cm (1.335 MPa), 30 cm (940 MPa). Balok tinggi 24 cm menunjukkan MoR tertinggi (6,70 MPa).Secara keseluruhan, variasi tinggi 24 cm memberikan performa terbaik dengan kekuatan lentur optimal. Kombinasi blockboard-mahoni menunjukkan potensi sebagai alternatif material konstruksi ekonomis.