Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Budidaya Terung Ungu di Pekarangan di Desa Ciawijapura Kecamatan Susukan Lebak Kabupaten Cirebon Umi Trisnaningsih; Siti Wahyuni; Wachdijono Wachdijono
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 2, No 1 (2021): April
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v2i1.49872

Abstract

Yard land can be used as a family food barn. One of the efforts to overcome the limitations of land is by cultivating in a limited place (bag culture system) such as polybags, pots or used buckets. In Ciawijapura Village, Susukan Lebak Sub-district, Cirebon Regency, purple eggplant is commonly cultivated in dry land, as well as in yards. This Community Service Program (Pengabdian Kepada Masyarakat/PKM) is aimed at increasing the knowledge of Family Welfare Building Motivation Team (Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga/TP-PKK) cadres and members of Farmer Women Group (Kelompok Wanita Tani/KWT) Al Istiqomah about cultivating purple eggplant in a bag culture system. The methods used are training and mentoring. The evaluation results showed that there was a significant increase in knowledge between before and after the training, that is, from 73% to 89% of the total expected value. The participants were able to understand the difference between cultivating purple eggplant on land and in a bag culture system.
Respon Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Beberapa Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Limbah Cair Tahu Sebagai Pupuk Organik Cair Muhamad Nizar Maulid Junaedi; Ismail Saleh; Siti Wahyuni
Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa Vol. 5 No. 2 (2021): Desember 2021 (AgroSainTa)
Publisher : Bidang Penyelenggaraan, Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan - Pusat Pelatihan Pertanian - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian - Kementerian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51589/ags.v5i2.76

Abstract

Upaya peningkatan produktivitas kacang hijau masih diperlukan karena komoditas tersebut berpotensi sebagai bahan pangan sumber protein dan karbohidrat. Salah satu upaya untuk peningkatan hasil yaitu dengan perbaikan teknik budidaya salah satunya adalah pemupukan. Penggunaan pupuk organik berbahan dasar limbah seperti limbah cair tahu perlu dipelajari mengingat limbah tersebut dapat menjadi permasalahan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasaleman, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon pada bulan Juli – Oktober 2020. Penelitian dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan merupakan kombinasi antara konsentrasi limbah cair tahu (0, 150, 300, dan 450 ml/l) dengan frekuensi pemberian limbah cair tahu (1, 2, dan 3 kali pemberian). Terdapat 10 kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi limbah cair tahu pada berbagai konsentrasi dan frekuensi pemberian hanya berpengaruh terhadap komponen pertumbuhan kacang hijau. Aplikasi limbah cair tahu cenderung menurunkan tinggi tanaman dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Pemberian limbah cair tahu sebagai pupuk organik belum dapat meningkatkan komponen pertumbuhan seperti jumlah daun dan diameter batang serta hasil tanaman kacang hijau. Sumbangan hara dari limbah cair tahu diduga belum terlalu signifikan berkontribusi terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN BIBIT TANAMAN HIAS DI DESA GESIK KABUPATEN CIREBON Umi Trisnaningsih; Siti Wahyuni; Wachijono Wachijono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.774 KB)

Abstract

Desa Gesik, terutama Blok Kembang, pernah menjadi sentra produksi bunga tabur dan ronce melati di Kabupaten Cirebon. Namun saat ini luas panennya semakin menurun demikian juga petani yang melakukan usaha tersebut. Agar para petani tersebut dapat tetap berusaha tani maka harus diupayakan diversifikasi usaha, yaitu membuat bibit tanaman hias. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani bunga tabur dalam pembuatan bibit tanaman hias, yang akan dijual sebagai tanaman utuh. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan. Pelatihan terdiri dari penyuluhan dan praktek perbanyakan tanaman secara vegetatif. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa penyuluhan dan pelatihan telah meningkatkan pengetahuan peserta tentang perbanyakan tanaman secara vegetatif. Pendampingan dilakukan terhadap petani yang berminat membuat bibit tanaman hias dari jenis soka (Ixora spp.) dan mawar (Rosa sinensis). Hasil kegiatan menunjukkan tidak semua peserta tertarik pada usahatani bibit tanaman hias. Hal ini dikarenakan usaha tersebut tidak segera dapat menambah penghasilan mereka. Namun mereka sepakat bahwa usaha tersebut dapat dijadikan sebagai usaha sampingan jangka panjang.
TEKNOLOGI BERKELANJUTAN PADA LIMBAH KULIT KOPI Wachdijono Wachdijono Wachdijono; Siti Wahyuni; Umi Trisnaningsih
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.173 KB) | DOI: 10.30997/qh.v12i3.4111

Abstract

AbstrakKopi merupakan komoditas yang sangat melimpah di Indonesia dan bernilai ekonomi tinggi. Pada umumnya kopi dijual dalam bentuk kopi biji (greenbean). Namun pada faktanya, kopi yang bernilai ekonomi tinggi tersebut telah memberikan limbah kulit kopi yang juga melimpah dan belum banyak dimanfaatkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi berkelanjutan pada  limbah kulit kopi di Desa Cibeureum  Kecamatan Cilimus  Kabupaten  Kuningan Provinsi  Jawa  Barat.  Pelaksanaan pengabdian selama bulan Februari – Maret 2021.  Sasaran pengabdian adalah anggota Kelompok Tani Sekar Manik Sejahtera Desa Cibeureum.  Metode pengabdian berupa pelatihan, diskusi dan pre-test post-test.  Hasil yang dicapai bahwa terjadi peningkatan pengetahuan anggota kelompok tani  terhadap nilai manfaat limbah kulit kopi untuk menunjang kesuburan lahan budidaya kopi dan nilai ekonominya, anggota kelompok tani bisa mempraktekkan langsung teknologi pembuatan bokhasi/kompos limbah kulit kopi dengan menggunakan bahan aktif (decomposer) EM4 dan mengetahui kandungan unsur haranya.     Pihak mitra berperan sebagai sasaran pelaksanaan kegiatan pengabdian sehingga diperlukan kerjasama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat  Universitas Swadaya Gunung Jati secara berkelanjutan. Kata kunci: Bokhasi/kompos; Kelompok Tani, Kuningan; Limbah kulit kopi; Teknologi berkelanjutan