Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Fungsi Dan Nilai Moral Dalam Film Dua Garis Biru Karya Ginatri S. Noer (Kajian Sosiologi Sastra) Ade Geby Rahayu; Sri Musdikawati; Kurnia Kurnia
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 1 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.1, Mei 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i1.2550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fungsi dan nilai-nilai moral yang terdapat dalam film Dua Garis Biru. Jenis penelitian menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Data dan sumber data adalah sebuah film dan sumber data berupa rangkaian gambar dari film “Dua Garis Biru”. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Teknik analisis data yakni menonton, memahami, dan mendaftarkan wacana-wacana yang sudah teridentifikasi dalam film sesuai fokus penelitian lalu menyimpulkan Data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi dan nilai-nilai moral yang terkandung dalam film Dua Garis Biru meliputi nilai moral manusia terhadap diri sendiri, berfungsi untuk mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri. Nilai moral manusia terhadap sesama, berfungsi untuk mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan kepada sesama. dan nilai moral manusia terhadap Tuhannya, berfungsi untuk mengingatkan manusia kepada Tuhan dan tetap berbuat kebaikan terhadap sesama.
ANALISIS PELANGGARAN KESANTUNAN BERBAHASA SISWA KELAS VIII MTS HUSNUL KHATIMAH Nur hijrah; Nur Hafsah Yunus; Kurnia Kurnia
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 2 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v7i2.6284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk pelanggaran kesantunan berbahasa yang dilakukan oleh siswa kelas VIII di MTs Husnul Khatimah. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas VIII, dan sampel yang digunakan adalah total dari seluruh populasi (sampel total). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, serta perekaman suara dan video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melakukan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kesantunan berbahasa sebagaimana dikemukakan dalam teori maksim kesantunan oleh Geoffrey Leech.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS SIMULASI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA BERITA SISWA KELAS VII MTS HUSNULKHATIMAH Andi Isnaeni; Nur Hafsah Yunus; Kurnia Kurnia
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 8, No 1 (2026): Peqguruang, Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v8i1.6296

Abstract

Studi ini menyoroti keterampilan membaca siswa, yang tercermin dalam hasil pretest yang menunjukkan bahwa mayoritas peserta berada pada kategori "Kurang". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keefektifan model pembelajaran berbasis simulasi dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas VII mts Husnul Khatimah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan eksperimen murni (pre-test–post-test design for one group). Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi, yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji statistik nonparametrik (Wilcoxon signed-rank test), mengingat data yang terkumpul tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan membaca siswa yang signifikan, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 62,35 dan skor post-test sebesar 81,18. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik. Temuan dari observasi juga mengonfirmasi bahwa siswa aktif terlibat dalam setiap tahap simulasi, mulai dari pemahaman materi, diskusi, latihan membaca teks berita, hingga melakukan presentasi dan memberikan tanggapan dengan lisan. Oleh karena itu, model pembelajaran berbasis simulasi terbukti ampuh serta mendorong partisipasi aktif, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengasah keterampilan komunikasi mereka. Dengan begitu, cara ini dapat dikatakan sebagai acuan tingkatan belajar yang kontekstual dan aplikatif untuk menambah kemampuan membaca berita siswa-siswi.
HUKUM ADAT MASYARAKAT MANDAR DALAM PEMBAGIAN HARTA WARISAN Siti Maryam; Latief Latief; Kurnia Kurnia
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 8, No 4 (2021): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v8i4.892-898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik waris adat masyarakat Mandar di kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat dan pembagian harta warisan pada masyarakat adat Mandar. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu Data yang dikumpulkan berupa pernyataan-pernyataan dari subjek tanpa menggunakan satu pun angka angka. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sistem dan praktik pembagian harta warisan yang terjadi pada masyarakat Mandar di kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) karakteristik waris adat menunjukkan bahwa sebelum pewaris meninggal dunia mereka telah membagi secara individual kepada ahli warisnya serta menetapkan anak laki-laki tertua sebagai penguasa  hingga saudaranya dapat bertanggungjawab atas warisan tersebut. Anak tertua laki-laki disini tidak hanya bertanggung jawab pada warisan yang ditinggalkan, ia bertugas menjaga, merawat dan bertanggung jawab atas kehidupan adik-adiknya yang masih kecil sampai mereka dapat berumah tangga dan berdiri sendiri  (2) Praktik pembagian harta warisan harus dalam keadaan bersih bahwa harta harus dikurangi dengan hutang pewaris yang ditinggalkan pemberian atau hibah kepada ahli waris dan juga rumah yang diperuntukkan untuk anak bungsu, bila harta dalam keadaan bersih, barulah dibagi-bagikan kepada ahli warisnya hingga terbagi habis. Adapun pembagian harta warisan pada masyarakat adat Mandar, yaitu ketika anak kehilangan hak mewaris dikarenakan perbuatannya yang bertentangan dengan hukum adat Mandar.