Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA MUHAMMADIYAH KOTA SURABAYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI Naning Sugiharti; Yuni Gayatri
Pedago Biologi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v9i1.12414

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, 1) Hasil validasi instrumen tes kemampuan berpikir kritits kelas XI yang dikembangkan pada materi sistem pernapasan manusia, 2) Profil Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Muhammadiyah Kota Surabaya Pada Pembelajaran Biologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di 3 SMA Muhammadiyah yang ada di Kota Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di 3 SMA Muhammadiyah yang ada di Kota Surabaya sejumlah 199 siswa. Pengambilan sampel menggunakan metode Random Purposive Sampling dari SMA Muhammadiyah 1, 2 dan 9 yang berjumlah 63 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode uji soal yaitu dengan menggunakan lembar instrumen tes. Teknik analisis data secara deskriptif kuantitatif. Simpulan penelitian ini bahwa hasil validasi instrumen tes kemampuan berpikir kritis materi sistem pernapasan manusia kelas XI diperoleh nilai 3,6  dengan kategori sangat valid, artinya instrumen tes tersebut  layak digunakan. Kemampuan berpikir kritis siswa SMA Muhammadiyah Kota Surabaya pada pembelajaran biologi mencapai nilai 51,85 dengan kategori rendah.
IMPLEMENTASI PENGAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI: CONTOH PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN YUNI GAYATRI
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.398 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i2.258

Abstract

ABSTRAKHasil belajar psikomotorik belum mendapat perhatian yangproporsional untuk banyak mata pelajaran. Keterampilanpsikomotorik memiliki karakteristik yaitu: melibatkan koordinasiotot dan indera, dapat diamati, dapat diukur secara langsung, danmengikuti prosedur tertentu. Berdasarkan karakteristik keterampilanpsikomotor tersebut, pengajaran psikomotorik harus dilakukandengan contoh (modeling), memberi latihan yang terbatas, memberibalikan, dan akhirnya memberi kesempatan latihan yang lebih luas.Untuk mencapai tujuan pembelajaran seperti yang diharapkan, telahdikembangkan model pembelajaran yang dapat mengakomodasikarakteristik keterampilan psikomotor tersebut, yaitu PengajaranLangsung (Direct Instruction).Pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yangdirancang untuk mengajarkan pengetahuan deklaratif danpengetahuan prosedural yang diajarkan setahap demi setahap. Cirikhas pembelajaran ini adalah adanya modeling, yaitu suatu fasedimana guru memodelkan atau mencontohkan melalui demonstrasibagaimana suatu keterampilan itu dilakukan.Pengajaran langsung dapat digunakan bila guru ingin: (1).Mengajarkan keterampilan psikomotorik (pengetahuan prosedural),contoh: penggunaan alat, mendemonstrasikan gerakan tertentu; (2).Mengajarkan pengetahuan yang terstruktur dengan baik dandiajarkan setahap demi setahap (pengetahuan deklaratif), contoh:metode ilmiah.Sintaks pembelajaran ini merupakan kegiatan belajar mengajaryang dapat dirancang guru pada saat menyusun RencanaPelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam pelaksanaannya, selainRPP dikembangkan pula perangkat yang lain yang akan digunakanmisalnya lembar pengamatan keterampilan psikomotorik yang akandi evaluasi.
COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM GAME TOURNAMENTS (TGT) SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN BIOLOGI Yuni Gayatri
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.571 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i3.249

Abstract

ABSTRAKDalam pencapaian tujuan pembelajaran, ada tiga struktur yang biasa ditemukan yaitu individualistik, kompetitif, dan kooperatif. Pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) merupakan suatu strategi pembelajaran dimana siswa bersama dalam kelompok-kelompokkecil yang memiliki tingkat kemampuan akademik yang berbeda dan saling membantu satu sama lainnya. Tujuan pembentukan kelompok kooperatif adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa terlibat secara aktif dalam proses berfikir dalam kegiatan belajarnya Pembelajaran kooperatif tipe Team Game Turnament (TGT) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Model pembelajaran kooperatif tipe TGT INI memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a) Siswa Bekerja dalam Kelompok-kelompok Kecil; b) Games tournament; c) Penghargaan Kelompok. Ada pun manfaat yang diperoleh, diantaranya adalah dapatmeningkatkan keaktifan siswa sehingga lebih dominan dalam kegiatan pembelajaran, dapat meningkatkan rasa menghormati dan menghargai orang lain, dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran yang sedang berlangsung.Menurut Slavin (1995), pembelajaran kooperatif tipe TGT terdiri dari 5 langkah tahapan yaitu: 1). Tahapan penyajian kelas (class precentation); 2). Tahapan belajar dalam kelompok (teams;3). Tahapan permainan (games); 4). Tahapan pertandingan (class precentation); dan 5). Tahapan penghargaan kelompok (team recognition). Dalam turnamen itu siswa bertanding mewakilikelompoknya dengan anggota dari kelompok lain memiliki kesetaraan dalam kemampuan akademik. Dalam TGT ada tahap game (permainan) sehingga menimbulkan suasana kegembiraan. Pada kegiatan kelompok siswa saling membantu menyiapkan LKS serta saling menjelaskan masalah-masalah yang muncul, namun ketika siswa sedang bertanding, teman sesama kelompok tidak dapat membantunya dan merupakan tanggungjawab individual. Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama gurumembagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Empat siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja A, empat siswa selanjutnya pada meja B dan seterusnya. Untuk melaksanakan turnamen, perlu diperhatikan beberapa hal yiatu: 1). membentuk meja turnamen,disesuaikan dengan banyaknya siswa pada setiap kelompok; 2). menentukan rangking (berdasarkan kemampuan) setiap siswa masing-masing kelompok; 3). menempatkan siswa yang memiliki kemampuan yang sama pada meja yang sama, misalnya siswa pandai (IA, IIA,IIIA, dan seterusnya) ditempatkan pada meja A, dan seterusnya; 4). masing-masing siswa pada meja turnamen bertanding untuk mendapatkan skor sebanyak-banyaknya; 5). Skor siswa darimasing-masing kelompok yang memiliki jumlah komulatif tertinggi ditentukan sebagai pemenang pertandingan.
PENINGKATAN BUDAYA KOLABORASI DAN KOLEGIALITAS MELALUI LESSON STUDY Gunawan -; Yuni Gayatri; Dwijani Ratnadewi; Yarno -; Chusnal Ainy
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.37 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v15i2.77

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memaparkan peningkatan budaya kolaborasi dan kolegialitas melalui Lesson Study (LS) di UMSurabaya. Subyek penelitiannya adalah para dosen FKIP UMSurabaya dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika dan PendidikanAnak Usia Dini, Ketua masing-masing program studi dan Dekan FKIP UMSurabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dan metode yang digunakan adalah metode survei. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, wawancara dan kuesioner.Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk memberikan gambaran pelaksanaan LS, dan statistik deskriptif untuk analisis kuesioner.Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya kolaborasi dan kolegialitas nampak padakegiatanplan, do dansee (refleksi). Secara kolaborasi merefleksikan efektivitas pembelajaran dan saling belajar antara anggota Kelompok BidangKeahlian (KBK). Dosen model lebih banyak berperan untuk melakukan refleksi diri dan mendiskusikan usulan anggota KBK lainnya.Fokus pembicaraan lebih pada materi pembelajaran, metode penyampaiannya.kondisi dan keterlibatan mahasiswa ketika belajar.Semua anggota KBK memaparkan fakta, ide dan saran-saran secara solutif dan konstruktif untuk pengembangan desain mengajar yang lebih baik. Program studi mendukung keterlibatan semua dosen di kegiatan LS dengan cara membentuk tim KBK baru tiap semester dan mengundang semua dosen terkait untuk menjadi observer. Peran LS dalam pembinaandosen cukup berdampak signifikan terlebih dalam membina dosen baru, menumbuhkan budaya kolaboratif sehingga dosen lebih memperhatikan kualitas perangkat pembelajarannya.
IMPLEMENTASI MONITORING DAN EVALUASI PROSES LESSON STUDY DI FKIP UM SURABAYA Gunawan -; Yuni Gayatri; Dwijani Ratna Dewi; Chusnal Ainy; Yarno -
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 15, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.038 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v15i3.73

Abstract

ABSTRAKTim Monitoring dan evaluasi (Monev) internal secara spesifik melakukan enam tugas. Yakni, (1). Mengembangkan mekanisme pemantauan dan evaluasi; (2). Mengembangkan alat-alat pemantauan dan evaluasi yang diperlukan; (3). Melaksanakan monev dengan menggunakan mekanisme, prosedur, dan instrumen yang telah dikembangkan; (4). Mengomunikasikan temuan-temuan kepada Dekan sebagai bahan untuk pembuatan kebijakan pengendalian program. (6). Mengomunikasikan temuan-temuan monev kepada pihak pelaksana program di lapangan dalam Workshop Evaluasi. Tulisan ini berusaha (1). Memaparkan pelaksanaan Plan-Do-See Lesson Study di FKIP UMSurabaya pada semester genap tahun akademik 2013-2014; (2). Memberikan informasi tanggapan dosen, mahasiswa dan pimpinan fakultas terhadap pelaksanaan LS sebagai masukan kepada pengelola LS, pimpinan FKIP dan UMSurabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, yang memaparkan hasil penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari angket, observasi dan wawancara. Pada pelaksanaan Plan dalam LS telah nampak partisipasi, kolegalitas, kolaboratif pada dosen-dosen Kelompok Bidang Keahlian (KBK), dilihat dari kehadiran dan adanya diskusi teman sejawat dalam penyusunan perangkat pembelajaran (RPP, LKM, hand out, media). Fokus implementasi Do (pelaksanaan) dalam LS adalah aktivitas mahasiswa dan observer (pengamat). Fokus kegiatan See (Refleksi) adalah partisipasi, komunitas belajar dan kolegialitas. Hasil observasi tim dosen terfokus pada proses pembelajaran dan aktivitas mahasiswa. Dalam hal ini tetap mempertahankan prinsip kolaboratif dalam LS yakni kolegialitas, berkelanjutan, kolaboratif, mutual learning (saling belajar), pengkajian pembelajaran, pembinaan profesi, komunitas belajara. Materi sosialisasi LS memotivasi mereka mengimplementasikan LS dan meyakini dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam membelajarkan mahasiswa. Kegiatan pembelajaran memfokuskan pada permasalahan pembelajaran yang dialami mahasiswa dan telah memberikan masukan dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Kerjasama antar anggota Kelompok Bidang Keahlian (KBK) sudah cukup baik.Kata Kunci: Lesson Study, plan, do, see
PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP, KEMAMPUAN MERANCANG SKENARIO PEMBELAJARAN BIOLOGI DAN KOMUNIKASI MAHASISWA MELALUI PEMODELAN PADA PERKULIAHAN STRATEGI BELAJAR MENGAJAR Yuni Gayatri; Amiq Fiqriyati; Kamaliyah Rahmayati; Lina Listiana
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.318 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v15i2.82

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan pemodelan dalam perkuliahan strategi belajar mengajar untuk meningkatkan penguasaan konsep, kemampuan merancang skenario pembelajaran biologi dan komunikasi mahasiswa. Subyek penelitianadalah mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UMSurabaya angkatan tahun 2013 pada semester 3 tahun akademik 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan prosedur Lesson Study Cycle (Plan, Do, See) sebanyak 4 siklus. Instrumenyang digunakan adalah lembar tes tulis untuk penguasaan konsep model-model pembelajaran, lembar penilaian produk untuk kemampuan merancang skenario pembelajaran biologi dan lembar observasi untuk menilai kemampuan komunikasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa:1). Rancangan pembelajaran yangdihasilkan memuat kegiatan inti yang terdiri dari (a) tahap eksplorasi merupakan pemodelan suatu model pembelajaran tertentu yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa bertindak sebagai siswa dan sekaligus sebagai pengamat (observer). Pemodelan ini menggunakanRPP dan LKS pemodelan; (b). Tahap elaborasi di mana mahasiswa secara berkelompok berdiskusi untuk mengerjakan LKM berdasarkan hasil pengamatan mereka; (c). Pada tahap konfirmasi, dosen membimbing mahasiswa mengerjakan LKM dan melakukan diskusikelompok serta memberi umpan balik. Penggunaan pemodelan dapat meningkatkan:1). Penguasan konsep model-model pembelajaran pada mahasiswa mencapai nilai rata-rata 80,3; 2). Kemampuan mahasiswa dalam merancang skenario pembelajaran biologi, secara kelompok mencapai nilai rata-rata 82,62, sedangkan secara individu mencapai 89,15; 3). Kemampuan komunikasi mahasiswa dalam menyampaikan hasil pengamatan dan hasil rancangan dalam diskusi kelompok/kelas, serta kemampuan mahasiswa memberikan tanggapan/jawaban pertanyaan termasuk kategori baik.
Pembelajaran Modifikasi CAM (Concept Attainment Model) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Dan Motivasi Belajar Siswa Kelas X MA Al-Ishlah Sendangagung Lina Nailun Najah; Yuni Gayatri; Peni Suharti
PEDAGO BIOLOGI Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v10i2.17820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pengaruh pembelajaran modifikasi CAM (Concept Attainment Model) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas X IPA MA Al-Ishlah Sendangagung; (2) Mendeskripsikan pengaruh pembelajaran modifikasi CAM (Concept Attainment Model) terhadap motivasi belajar siswa kelas X IPA MA Al-Ishlah Sendangagung; (3) Mengetahui keterlaksanaan pembelajaran modifikasi CAM (Concept Attainment Model) keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa kelas X IPA MA Al-Ishlah Sendangagung. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan desain kelompok kontrol desain one-group pretest-posttest design. Sebagai sampel adalah siswa kelas X IPA MA Al-Ishlah Sendangagung. Teknik pengumpulan data melalui teknik tes dan observasi, menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis, lembar pengamatan motivasi belajar siswa, dan lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran modifikasi CAM (ConceptAttainment Model). Teknik analisis data secara deskriptif dan statistik uji-T. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada pengaruh pembelajaran modifikasi CAM (Concept Attainment Model) terhadap keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa kelas X MA Al-Ishlah Sendangagung. Keterlaksanaan pembelajaran modifikasi CAM (Concept Attainment Model) pada materi jamur dikategorikan sangat baik.
Isolasi Dan Karakterisasi Bakteri Termofilik Dari Oil Sludge Asal Kalimantan Timur Mulya Fitrah Juniawan; Dita Artanti; Yuni Gayatri; AINUTAJRIANI AINUTAJRIANI
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 6 No 1 (2023): The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v6i1.15898

Abstract

Oil sludge is a product of petroleum mining activities and causes environmental pollution. However, oil sludge, including hazardous and toxic waste materials (B3), has been less effective in reducing oil sludge pollution. Thus, the researcher solved the issue by using hydrocarbonoclastic. It is necessary to use hydrocarbonoclastic bacteria isolated directly from their habitat (indigenous bacteria) as hydrocarbon degrading agents. Therefore, this study aimed to isolate and identify indigenous thermophilic bacteria from East Kalimantan Oil sludge. This study is an observational study that is analyzed descriptively. Procedure for isolation and identification of thermophilic bacteria from oil sludge grow on Synthetic Mineral Water media (SMW) with and without an autoclave. The Microbact Identification System Kit GNB 24E was used to characterize colonies macroscopically, microscopically, Gram staining, physiological tests (catalase, coagulase, and motility tests), and biochemically. The bacteria that were successfully isolated were later identified with Microbact Software and Bergey's book Manual of Determinative Bacteriology Ninth Edition. The results of the isolation and identification of thermophilic Indigenous bacteria from Oil Sludge Kalimantan Timur found Pseudomonas aeruginosa species with a similarity accuracy of 98.33%. The identified bacterial isolates can later be used as bioremediation agents on soils polluted with oil sludge. Keywords : Indigenous bacteria, Oil Sludge, Pseudomonas aeruginosa.
Kebun Botani UMSurabaya Kebun Botani UMSurabaya Sebagai Sumber Belajar dalam Praktik Mencangkok Tanaman Siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya Asy'ari Asy'ari ari; Kamaliyah Rahmayati; Ruspeni Daesusi; Peni Suharti; Yuni Gayatri
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i1.11207

Abstract

Background: Pengabdian yang diimplementasikan ini merupakan kegiatan yang dilakukan secara kerjasama dengan SD Muhammadiyah 7 Surabaya sebagai bentuk dari salah satu pembuktian tri dharma perguruan tinggi UMSurabaya. Tujuan kegiatan pengabdian ini melalui pengetahuan tentang mencangkok pada siswa sekolah dasar yang diperoleh secara teoritis pada pembelajaran di kelas. Tempat pengabdian ini lakukan di Kebun Botani FKIP UMSurabaya. Kebun Botani memiliki greenhouse yang menfasilitasi mahasiswa dan dosen melakukan penelitian maupun kegiatan ekstra.  Metode: Metode yang digunakan yaitu melalui persiapan pengabdian, dilanjutkan dengan pelaksanaan pengabdian di Kebun Botani dan Evaluasi Pengabdian. Hasil: Pada kesempatan ini, rombongan belajar siswa melakukan kegiatan praktik di luar kelas dengan materi mencangkok. Prodi Pendidikan Biologi sebagai mitra mampu mewadahi kegiatan yang sudah direncanakan pihak sekolah. Praktik mencangkok yang dilakukan oleh siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya dengan pembimbingan dan pendampingan dari dosen dan mahasiswa Program Studi Biologi di Kebun Botani UMSurabaya memberikan hasil Praktik secara langsung pada lingkungan nyata memberikan efek meningkatnya motivasi siswa untuk belajar. Kesimpulan: Pengetahuan siswa terhadap materi perkembangbiakan vegetative tanaman focus mencangkok mengalami peningkatan. Kebun Botani UMSurabaya menjadi sumber belajar yang menarik dan representative pada kegiatan pembelajaran praktik mencangkok bagi siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Strategi Pengintegrasian Bentuk-Bentuk Scaffolding pada Materi Sistem Ekskresi Manusia untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Dian Qonita; Yuni Gayatri; Asyari Asyari
PEDAGO BIOLOGI Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v11i1.19369

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui validitas Lembar Kerja Siswa Berbasis Strategi Pengintegrasian Bentuk-Bentuk Scaffolding pada Materi Sistem Ekskresi Manusia untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis. Jenis penelitian ini merupakan Research and Development dengan rancangan 4-D (define, design, develop, disseminate) yang terbatas pada tahap develop yaitu validasi oleh ahli materi dan praktisi lapangan dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan tidak dapat melakukan uji coba produk. Sasaran penelitian yaitu Lembar Kerja Siswa pada materi Sistem Ekskresi Manusia untuk kelas VIII SMP/MTs. Teknik pengumpulan data melalui uji validasi menggunakan instrumen lembar validasi. Data hasil validasi dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan Lembar Kerja Siswa yang dikembangkan memperoleh nilai validitas 3,54 (valid) yang terdiri atas: (1) aspek topik dengan kriteria sangat baik; (2) aspek tujuan dengan kriteria sangat baik; (3) aspek organisasi dan isi dengan kriteria baik; (4) aspek pengintegrasian bentuk-bentuk scaffolding dengan kriteria sangat baik; (5) aspek melatihkan keterampilan berpikir kritis dengan kriteria sangat baik; (6) aspek pertanyaan dengan kriteria baik; (7) aspek kegrafisan dengan kriteria sangat baik; (8) dan aspek kebahasaan dengan kriteria baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Lembar Kerja Siswa Berbasis Strategi Pengintegrasian Bentuk-Bentuk Scaffolding pada Materi Sistem Ekskresi Manusia untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis yang dikembangkan dinyatakan “valid” atau layak diujicobakan dengan modus kriteria seluruh aspek “sangat baik”