Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Keperawatan Pada Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Nainggolan, Mutiara Sandayani Priti; Rantung, Jeanny
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1294

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami masalah stres seperti tugas kuliah yang sulit, ujian, masalah adaptasi, perbedaan bahasa, biaya kuliah, dan perkiraan waktu penyelesaian tugas akhir. Stres adalah salah satu penyebab kualitas tidur siswa yang buruk. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur mahasiswa keperawatan yang sedang menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif analitik dengan total 47 responden. Pengukuran tingkat stres dilakukan menggunakan Depression Anxiety Stress Scales (DASS) dan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami stres berat (40,4%) dan sebagian besar memiliki kualitas tidur buruk (97,9%). Namun, uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur (r = -0.25; p = 0.09). Hasil ini menunjukkan bahwa faktor lain mungkin lebih mempengaruhi kualitas tidur mahasiswa keperawatan seperti edukasi manajemen stres, dan gaya hidup sehat. Senior year students often experience stress problems such as difficult assignments, exams, tuition fees, and estimated time to complete the final assignment. Stress is one of the causes of poor sleep quality in students. This study aims to determine the relationship between stress levels and sleep quality of nursing students who are preparing Scientific Paper Research (KTI). This study used analytic descriptive quantitative method with a total of 47 respondents. Measurement of stress levels was carried out using the Depression Anxiety Stress Scales (DASS) and sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). The results showed that the majority of students experienced severe stress (40.4%) and most had poor sleep quality (97.9%). However, Pearson correlation test showed no significant relationship between stress level and sleep quality (r = -0.25; p = 0.09). These results suggest that other factors may have more influence on the sleep quality of nursing students such as stress management education and a healthy lifestyle.
Hubungan Persepsi Mahasiswa Keperawatan dengan Sikap Penggunaan Chat GPT Hutapea, Grace Laura; Rantung, Jeanny
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 2 (2024): JUPIN Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.350

Abstract

Hadirnya Chat GPT di dalam dunia pendidikan, terutama perguruan tinggi merupakan sebuah fenomena yang dapat menjadi revolusi dalam sistem pendidikan. Di dalam dunia keperawatan pengalaman menggunakan Chat GPT sangat bervariasi. Melalui Chat GPT mahasiswa bisa mendapatkan informasi mengenai berbagai topik sehingga dapat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi mahasiswa keperawatan dengan sikap penggunaan Chat GPT. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan dengan jumlah sample sebanyak 73 orang. Untuk mendapatkan data primer, instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian yang diperoleh dari 73 responden didapati bahwa variabel Persepsi, nilai rata-rata tertinggi adalah Indikator PEOU/Persepsi Terhadap Kemudahan sebesar 4,33, dan nilai rata-rata terendah adalah indikator PU/Persepsi terhadap manfaat, sebesar 3,96. Hasil perhitungan variabel Sikap, nilai rata-rata tertinggi adalah Indikator ATU/Sikap terhadap penggunaan sebesar 3,95, dan nilai rata-rata terendah adalah indikator BI/Niat terhadap penggunaan, sebesar 3,89. Melalui Analisa koefisien korelasi Pearson, antara variabel persepsi dengan variabel sikap penggunaan menunjukan hubungan signifikan kuat dengan interval p = 0.60-0.799, dimana p value 0.721.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Tingkat Stres Mahasiswa Keperawatan Yang Menjalani PKL Di Rumah Sakit Advent Bandung Peranginangin, Miliyanti Cindy Lowsa; Rantung, Jeanny
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14295

Abstract

Nursing students of Universitas Advent Indonesia are required to participate in Field Work Practice. Where this activity requires students to be able to work and meet academic demands, this provides changes in student activates and has an impact on their sleep quality. This study was conducted on 71 nursing students who had participate Field Work Practice at the Rumah Sakit Advent Bandung (RSAB) starting from level 2 students to professions. This study used a descriptive analysis research method and a Cross Sectional method to measure both variables. With a questionnaire measuring instrument to determine whether there is a relationship between sleep quality and stress level of nursing students undergoing Field Work Practice at Rumah Sakit Advent Bandung (RSAB). The results of this study found that most students had poor sleep quality and experienced low stress levels with a figure of 97.2%. However, there was no relationship between sleep quality and stress levels experienced by nursing students of Universitas Advent Indonesia who underwent Field Work Practice at the Rumah Sakit Advent Bandung (RSAB).
The Relationship Between Family Support and Quality of Life in Diabetes Patients At Parongpong Community Health Cen-ter Sally Kunu; Jeanny Rantung
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 3 (2025): November : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i3.6276

Abstract

Diabetes mellitus constitutes a chronic pathological condition that necessitates continuous therapeutic management throughout a patient’s lifetime and has been widely recognized as a major factor contributing to the deterioration of patients’ physical, psychological, and social well-being, thereby reducing their overall quality of life. Within this context, familial support emerges as a pivotal determinant that not only facilitates patients’ psychosocial adaptation to their illness but also enhances adherence to treatment regimens and coping mechanisms in daily life. Hence, the present study was conducted with the objective of elucidating the relationship between family support and the quality of life among individuals diagnosed with diabetes mellitus who receive treatment at Parongpong Public Health Center. This investigation employed a descriptive correlational research design with a cross-sectional orientation, encompassing a total of 34 respondents who were carefully selected through purposive sampling techniques based on predetermined inclusion criteria. The collected data were subjected to statistical analysis using the Pearson Product Moment correlation test to determine the strength and significance of the association between the studied variables. The findings revealed a statistically significant correlation between family support and quality of life (p = 0.009; r = 0.440), indicating a moderate positive relationship, wherein higher levels of family support corresponded to better perceived quality of life among patients. In light of these findings, it can be inferred that the presence of consistent and meaningful familial involvement contributes substantially to the enhancement of the overall quality of life in diabetes mellitus patients at Parongpong Public Health Center.
Hubungan Self Care dan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Advent Bandung Ably Eunike Grace Sianturi; Jeanny Rantung
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44494

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh tingginya kadar glukosa dalam darah, yang disebabkan oleh gangguan dalam sekresi insulin, atau kombinasi dari keduanya. DM merupakan masalah metabolisme yang terjadi akibat kekurangan hormon insulin, yang mengakibatkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Penurunan sekresi insulin oleh sel-sel beta pankreas menjadi penyebab utama terjadinya gangguan dalam pengeluaran insulin, yang dapat mengakibatkan resistensi insulin atau kombinasi dari kedua kondisi tersebut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi, dengan populasi yang terdiri dari pasien rawat jalan penderita diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Advent Bandung. Sampel diambil melalui metode purposive sampling, dan variabel yang diteliti mencakup self-care serta kualitas hidup. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner SDSCA dan DQOL, sementara analisis data dilakukan dengan pendekatan univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 64,4 tahun, dengan 63,6% tidak mengalami komplikasi. Rata-rata penghasilan responden mencapai Rp. 3.800.000, dan lama menderita diabetes rata-rata 5,5 tahun. Rata-rata self-care responden adalah 4,5 hari per minggu, sedangkan kualitas hidup mencapai 4,3, menunjukkan tingkat kepuasan yang baik. Namun, analisis bivariat dengan uji Spearman Rho menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara self-care dan kualitas hidup (Sig = 0,293). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun self-care penting, faktor lain seperti kondisi psikologis dan komplikasi kesehatan juga perlu diperhatikan dalam meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes. Kata Kunci: Diabetes Melitus tipe 2, kualitas hidup, perawatan diri Abstract Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by high blood glucose levels, caused by disorders in insulin secretion, or a combination of both. DM is a metabolic problem that occurs due to a deficiency of the hormone insulin, which results in increased blood glucose levels (hyperglycemia). Decreased insulin secretion by pancreatic beta cells is the main cause of disorders in insulin secretion, which can result in insulin resistance or a combination of both conditions. This study used a descriptive correlation design, with a population consisting of outpatients with type 2 diabetes mellitus at the Adventist Hospital in Bandung. Samples were taken using a purposive sampling method, and the variables studied included self-care and quality of life. Data collection was carried out using the SDSCA and DQOL questionnaires, while data analysis was carried out using univariate and bivariate approaches. The results showed that the average age of respondents was 64.4 years, with 63.6% having no complications. The average income of respondents reached IDR 3,800,000, and the average duration of diabetes was 5.5 years. The average self-care of respondents was 4.5 days per week, while the quality of life reached 4.3, indicating a good level of satisfaction. However, bivariate analysis with the Spearman Rho test showed no significant relationship between self-care and quality of life (Sig = 0.293). This study concluded that although self-care is important, other factors such as psychological conditions and health complications also need to be considered in improving the quality of life of people with diabetes. Keywords: content, formatting, article.
Hubungan Penggunaan Media Sosial terhadap Perilaku Cyberbullying Pada Siswa SMK Perjuangan Parongpong Rachel Theresia Manurung; Jeanny Rantung
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51846

Abstract

Kajian ini bertujuan menelaah secara kuantitatif keterkaitan antara frekuensi penggunaan media sosial dengan tindakan penindasan dunia maya (cyberbullying) di kalangan pelajar remaja SMK Perjuangan Parongpong. Penelitian korelasional ini melibatkan 57responden yang dipilih melalui teknik total sampling dari total populasi 101 siswa kelas X hingga XII. Data dikumpulkan menggunakan angket cyberbullying dan penggunaan media sosial yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman rho. Hasilnya secara signifikan memperlihatkan adanya hubungan kuat (p < 0,05) yang berarti bahwa peningkatan intensitas remaja dalam mengakses media sosial secara langsung berkorelasi dengan tingginya kecenderungan mereka untuk terlibat dalam perilaku cyberbullying. Temuan ini memberikan penegasan akan pentingnya inisiatif edukasi digital yang komprehensif serta pengawasan yang ketat terhadap aktivitas daring para remaja sebagai langkah pencegahan.