Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Tamalatea Kabupaten Jeneponto ( Studi pada Materi Pokok Reaksi Reduksi Oksidasi ) St. Sulaeha; Muhammad Danial; Mohammad Wijaya
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.41 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v17i2.4689

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Desain penelitian Posttest-Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 1 Tamalatea yang terdiri dari 6 kelas yang mana kelas X-1 sebagai kelas Eksperimen dan X-4 sebagai kelas Kontrol. Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 61,8529 dan kelas kontrol sebesar 55,4117 dengan standar deviasi berturut-turut adalah 13,5778 dan 13,3805 dengan ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 35,29% untuk kelas eksperimen dan 23,52% untuk kelas kontrol. Hasil pengujian hipotesis dengan uji-t pada taraf signifikan, α = 0,05 diperoleh nilai t hitung (1,97) > t tabel (1,66) menunjukkan hipotesis diterima.Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, reduksi dan oksidasiABSTRACTThis study was a quasi-experimental. The research design is Posttest - Only Control Design. The population was class X SMA Negeri Negeri 1 Tamalatea consisted of 6 classes, the smaple of this research consisted of two classes namely X-1 as an experimental class and Class X-4 as a control class. The results of descriptive analyzed showed that the average score of experimental class is 61,8529 and control class is 55,4117 with standard deviation are 13,5778 and 13,3805 while completeness is 35,29% for experimental class and 23,52% for control class. The results of hypothesis testing using t-test at significance level, α = 0,05 was obtained tcount = 1,97 > ttable = 1,66 suggests the hypothesis is accepted.Keyword: problem based learning, reduction and oxidation
Fermentasi Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) menggunakan Aspergillus niger dalam Upaya Menurunkan Kandungan Kafein A.Mughni Sani; Andi Sukainah; Mohammad Wijaya
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 9, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v9i1.32772

Abstract

Kopi adalah komoditas pertanian yang diminati masyarakat, namun kopi mengandung kafein yang kurang baik bagi kesehatan. Pengurangan kandungan kafein dalam biji kopi dapat dilakukan melalui proses fermentasi.  Tujuan penelitian ini yaitu menurunkan kandungan kafein pada biji kopi dengan cara fermentasi menggunakan A. niger. Sistem yang diterapkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri antara lain menambahkan A.niger sebanyak 1%, 2%, 3%, 4%, 5% dan 0% sebagai kontrol. Pengamatan dilakukan saat fermentasi dengan melakukan analisis angka lempeng total (ALT), total asam tertitrasi dan pH cairan fermentasi, sedangkan biji kopi yang telah dikeringkan dianalisis kadar air dan kadar kafein. Analisis data memanfaatkan aplikasi SPSS Versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi A. niger berpengaruh nyata terhadap ALT cairan fermentasi, nilai pH cairan fermentasi dan kadar kafein. Perlakuan terbaik yaitu dengan penambahan A. niger konsentrasi 5% dengan nilai ALT 10.8 Log cfu/ml, nilai pH 5.25 dan kadar kafein sebesar 2,77%.Coffee is an agricultural commodity that people are interested in, but coffee contains caffeine which is not good for health. Reducing the caffeine content in coffee beans can be done through the fermentation process. The purpose of this study was to reduce the caffeine content in coffee beans by fermentation using A. niger. The system applied was a Completely Randomized Design (CRD) which consisted of adding A.niger as much as 1%, 2%, 3%, 4%, 5% and 0% as a control. Observations were made during fermentation by analyzing the total plate number (ALT), total titrated acid and pH of the fermented liquid, while the dried coffee beans were analyzed for water content and caffeine content. Data analysis used SPSS Version 22 application. The results showed that the addition of A.niger concentration significantly affected the ALT of the fermented liquid, the pH value of the fermented liquid and the caffeine content. The best treatment was the addition of A.niger with a concentration of 5% with an ALT value of 10.8 Log cfu/ml, a pH value of 5.25 and a caffeine content of 2.77%.
Pengaruh Model Pembelajaran Differentiated Science Inquiry terhadap Hasil Belajar Kimia Peserta Didik Pince Salempa; Muhammad Danial; Mohammad Wijaya; Army Auliah
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen (quasi experiment) yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan ada tidaknya pengaruh model differentiated science inquiry terhadap hasil belajar peserta didik kelas X MIPA 1 SMAN 7 Jeneponto pada materi struktur atom dan sistem periodik unsur khususnya pada topik bahasan konfigurasi elektron dan bagaimanakah pengaruh model tersebut terhadap hasil belajar peserta didik. Desain penelitian ini menggunakan pretest-posttest control group design. Hasil analisis deskripsi diperoleh bahwa rata-rata nilai hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing sebesar 83,33 dan 73,067 dengan standar deviasi masing-masing sebesar 5,86 dan 11,55. Ketuntasan belajar kelas eksperimen mencapai 100% sedangkan kelas kontrol hanya sebesar 66,67%. Perbedaan nilai kategori N-Gain juga terjadi dimana kelas eksperimen berkategori tinggi dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,763 sedangkan kelas kontrol berkategori sedang dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,597. Perbedaan nilai N-Gain pada tiap tingkatan inkuiri pun juga terjadi dimana peserta didik pada tingkat demonstrated inquiry, structured inquiry, dan guided inquiry masing-masing berata-rata sebesar 0,788; 0,753; dan 0,744. Pencapaian indikator kompetensi pada kelas eksperimen berkategori tuntas adalah sebesar 77,78% sedangkan kelas kontrol sebesar 11,11%.   Rata-rata hasil belajar peserta didik yang dibelajarkan dengan menggunakan model DSI lebih tinggi dibanding dengan model pembelajaran langsung. Hasil pengujian hipotesis dengan uji Mann Whitney pada taraf signifikan, α = 0,05 diperoleh signifikansi (0,000<0,05), menunjukkan hipotesis diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model DSI terhadap hasil belajar peserta didik. Kata Kunci: Model Differentiated Science Inquiry; Hasil Belajar; Sistem dan Keperiodikan Unsur