Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Historia

PENDIRIAN MASJID CHENG HO: SEBUAH SIMBOL IDENTITAS CINA MUSLIM DAN KOMODITAS WISATA RELIGIUS DI SURABAYA eko crys endrayadi
Historia Vol 2 No 1 (2019): Historia : Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.432 KB)

Abstract

This article discusses the establishment of the Cheng Ho Mosque as a Muslim Chinese identity symbol and religious tourism site in Surabaya. Cheng Ho Mosque is a representation of Muslim Chinese’s dream of having a place of worship. The difficult position of the Muslim Chinese in Indonesian society due to the discrimination in the New Order period began to change along with the multiculturalism political policy in the Reformation era which gave space to all ethnic communities to carry out the appreciation of their cultural identity. An appreciation for cultural identity of Muslim Chinese is carried out through the establishment of Cheng Ho mosque, which is not just a place of worship, but a unique and distinctive aesthetical mosque building as an identity symbol for Muslim Chinese in Surabaya, as well as an attractive place for religious tourists.
Eksistensi Kelompok Ludruk Merdeka di Kecamatan Kencong Kabupaten Jember Tahun 1975–2020 Rozi, Fathur; Endrayadi, Eko Crys
Historia Vol 5 No 1 (2022): Historia : Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : History Department, Faculty of Humanities, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhist.v4i2.25552

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Eksistensi Kelompok Ludruk Merdeka di Kecamatan Kencong Kabupaten Jember Tahun 1975-2020. Landasan teori yang digunakan adalah teori kebudayaan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana proses berdirinya Kelompok Ludruk Merdeka, (2) Usaha apa saja yang dilakukan Kelompok Ludruk Merdeka dalam mempertahankan eksistensinya, (3) Bagaimana bentuk dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap Kelompok Ludruk Merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan tahapan pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, historiografi. Hasil penelitian menunjukkan cikal bakal berdirinya Kelompok Ludruk Merdeka dimulai dari berdirinya Kelompok Ludruk Tanpa Nama yang berada di bawah pimpinan Sudiryo dengan tujuan untuk menghibur masyarakat. Pada tahun 1975 Kelompok Ludruk Merdeka berada di bawah pimpinan Agus Salim dan mulai terdaftar secara resmi dalam buku induk kesenian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pada tanggal 6 Juni 2001 Agus Salim meninggal dunia, sehingga digantikan oleh Harlilik. Usaha yang dilakukan Kelompok Ludruk Merdeka dalam mempertahankan eksistensinya yaitu melakukan regenerasi pemimpin, perbaikan properti, lakon atau cerita, kesejahteraan pemain dan mengikuti berbagai festival atau lomba. Dukungan pemerintah terhadap Kelompok Ludruk Merdeka, antara lain: (1) Melindungi kelompok kesenian dengan memberikan Kartu Nomor Induk Kesenian (KNIK). (2) Menampilkan Kelompok Ludruk Merdeka dalam acara pemerintahan. (3) Memberikan pembinaan dengan mengundang seniman di Kabupaten Jember. (4) Pemerintah Kabupaten Jember memberikan dukungan dan apresiasi terhadap seniman yang berprestasi. (5) Bantuan selama pandemi covid-19. Dukungan masyarakat dalam pertunjukan ludruk terdiri penanggap dan penonton.