Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Edukasi Dampak Rokok Terhadap Kesehatan Remaja di Kabupaten Kolaka Muhdar Muhdar; Grace Tedy Tulak; Bangu Bangu; Rosmiati Rosmiati; Iis Afrianty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5272

Abstract

ABSTRAK Merokok merupakan salah satu perilaku yang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Perilaku merokok ditemukan pada berbagai tingkat usia termasuk diantaranya kelompok usia remaja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan edukasi kepada remaja terkait dampak rokok terhadap kesehatan. Edukasi dilaksanakan di sekolah setingkat SMP san SMA di Kabupaten kolaka yang diikuti oleh 122 siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2020 yang dibagi dalam 5 kali kegiatan. Para siswa secara antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan edukasi dengan baik dan pada sesi diskusi terdapat 4 orang siswa yang mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan. Kegiatan ini berjalan dengan baik karena didukung oleh kepala sekolah dan pihak puskesmas Kolaka. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan setiap semester di sekolah untuk mengurangi jumlah siswa yang merokok. Kata Kunci: Edukasi, dampak rokok  ABSTRACT Smoking is a behavior that can cause various diseases. Smoking behavior is found at various age levels including the adolescent age group. This service activity aims to educate adolescents regarding the impact of smoking on health. The education was carried out in schools at the level of SMP and SMA in Kolaka Regency which was attended by 122 students. This activity was carried out from November to December 2020 which was divided into 5 activities. The students enthusiastically participated in all series of educational activities well and in the discussion session, there were 4 students who asked questions related to the material presented. This activity went well because it was supported by the principal and the Kolaka puskesmas. This activity is expected to be carried out every semester in schools to reduce the number of students who smoke. Keywords: Education, the impact of smoking
TINGKAT KECEMASAN PETUGAS KESEHATAN MENJALANI RAPID TEST MENDETEKSI DINI COVID 19 Evodius Nasus; Grace Tedy Tulak; Bangu Bangu
Jurnal Endurance Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.368 KB) | DOI: 10.22216/jen.v6i1.144

Abstract

Covid 19 telah ditetapkan oleh WHO sebagai penyakit pandemi sejak tanggal 11 Maret 2020. Setiap hari jumlah penderita semakin meningkat bahkan banyak diantara yang mengalami kematian. Petugas kesehatan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada penderita covid 19 juga tidak luput dari infeksi penyakit ini bahkan sampai meninggal dunia. Hal ini menimbulkan kecemasan kepada sebagian besar petugas kesehatan yang sampai saat ini masih aktif melakukan perawatan kepada masyarakat yang menderita covid 19. Pemerintah Kabupaten Kolaka melakukan screening awal infeksi covid 19 dengan melakukan rapid test bagi petugas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Kolaka . Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi tingkat kecemasan petugas kesehatan yang akan menjalani rapid test. Studi ini dilakukan secara kuantitatif dengan metode deskriptif untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan petugas kesehatan berdasarkan jenis kelamin, usia,dan tingkat pendidikan. Instrument penelitian menggunakan kuesioner HARS kemudian dilakukan analisis secara univariat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar perempuan mengalami kecemasan berat (56.8 %), sebagian besar usia dewasa awal mengalami kecemasan berat (42.0 %) dan sebagian besar pendidikan vokasi mengalami kecemasan berat (37 %)
Pemahaman Pendidikan Seks Usia Dini melalui Pendidikan Kesehatan Bestfy Anitasari; Grace Tedy Tulak
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8213

Abstract

ABSTRAK Tindakan kekerasan seksual pada anak mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada dasarnya anak terlindungi oleh adanya undang-undang tentang perlindungan anak, akan tetapi kelompok ini tetap saja rentan mengalami pelecehan seksual. Hal yang miris bahwa pelaku tindak kkekerasan seksual tersebut tidak lain adalah orang terdekat si anak.  Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi seksual pada anak sehingga anak memiliki pemahaman dan mampu untuk menjaga dirinya dari tindak kekerasan seksual. Pendidikan kesehatan dilaksanakan dengan menggunakan slide powerpoint, dilengkapi dengan video dan lagu tentang sentuhan boleh dan sentuhan tidak boleh. Adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang organ reproduksi, cara merawat diri dan menghindari tindak kekerasan seksual. Pendidikan kesehatan dengan mengkombinasikan beberapa media edukasi akan efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta. Kata Kunci: Pendidikan Seksual, Anak Usia Sekolah  ABSTRACT Sexual violence against children has increased every year. Basically children are protected by the law on child protection, but this group is still vulnerable to sexual harassment. The sad thing is that the perpetrator of the sexual violence is none other than the closest person to the child. This activity aims to provide sexual education to children so that children have an understanding and are able to protect themselves from sexual violence. Health education is carried out using powerpoint slides, equipped with videos and songs about touching allowed and touching. There is an increase in participants' knowledge about reproductive organs, how to take care of themselves and avoid acts of sexual violence. Health education by combining several educational media will be effective in increasing participants' knowledge and understanding Keywords: Sexual Education, School Age Children
TINGKAT KECEMASAN PETUGAS KESEHATAN MENJALANI RAPID TEST MENDETEKSI DINI COVID 19 Evodius Nasus; Grace Tedy Tulak; Bangu Bangu
Jurnal Endurance Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.368 KB) | DOI: 10.22216/jen.v6i1.144

Abstract

Covid 19 telah ditetapkan oleh WHO sebagai penyakit pandemi sejak tanggal 11 Maret 2020. Setiap hari jumlah penderita semakin meningkat bahkan banyak diantara yang mengalami kematian. Petugas kesehatan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada penderita covid 19 juga tidak luput dari infeksi penyakit ini bahkan sampai meninggal dunia. Hal ini menimbulkan kecemasan kepada sebagian besar petugas kesehatan yang sampai saat ini masih aktif melakukan perawatan kepada masyarakat yang menderita covid 19. Pemerintah Kabupaten Kolaka melakukan screening awal infeksi covid 19 dengan melakukan rapid test bagi petugas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Kolaka . Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi tingkat kecemasan petugas kesehatan yang akan menjalani rapid test. Studi ini dilakukan secara kuantitatif dengan metode deskriptif untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan petugas kesehatan berdasarkan jenis kelamin, usia,dan tingkat pendidikan. Instrument penelitian menggunakan kuesioner HARS kemudian dilakukan analisis secara univariat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar perempuan mengalami kecemasan berat (56.8 %), sebagian besar usia dewasa awal mengalami kecemasan berat (42.0 %) dan sebagian besar pendidikan vokasi mengalami kecemasan berat (37 %)
Pengaruh Konflik Peran Ganda terhadap Kinerja Perawat Wanita: The Effect of Multiple Role Conflict on the Performance of Women Nurses Evodius Nasus; Ekawati Saputri; Grace Tedy Tulak
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 7: JULI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i7.3746

Abstract

Profesi keperawatan yang dianggap sebagai pekerja sosial harus memiliki kompetensi dan ketenangan dalam memberikan pengobatan kepada pasien. Namun secara psikologis perawat wanita khususnya, merasa bersalah selama melakukan asuhan keperawatan karena merasa dikucilkan oleh keluarganya. Banyak perawat yang tidak dapat mengatasi masalahnya meskipun memiliki kompetensi yang tinggi. Untuk mengurangi tingkat atrisi yang tinggi saat ini di antara perawat, rumah sakit dan manajer harus bekerja sama untuk meminimalkan konflik peran ganda atau konflik keluarga-pekerjaan bagi perawat Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis apakah konflik peran ganda berpengaruh terhadap kinerja perawat wanita di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Penelitian ini menggunakan penelitian deskripsi analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan responden menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan jumlah sampel penelitian sebanyak 75 responden. Hasil uji Spearman Rho menunjukkan bahwa ada pengaruh konflik peran ganda terhadap kinerja perawat wanita di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka (p value 0,000. Perawat wanita dapat menjalankan peran dan tanggung jawab sebagai ibu dan istri tanpa mengurangi kinerja sebagai perawat. Mayoritas perawat wanita di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka memiliki kinerja tinggi walaupun konflik peran ganda juga dirasakan tinggi.
Pelatihan Dosen Keperawatan dalam Penggunaan Aplikasi RPS Digital Risqi Wahyu Susanti; Rosani Naim; Grace Tedy Tulak; Ekawati Saputri; Muhdar Muhdar; Rosmiati Rosmiati; Abd. Gani Baeda
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 3 No 01 (2022): K2JCE: Karya Kesehatan Journal of Community Engagement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v3i01.490

Abstract

Improving the quality of learning can be done when there is a planned process that is effective, effective, and relevant. Technological innovation is indispensable in making Semester Learning Plans (RPS) with a digital system, where this digital RPS will be able to improve the quality of the learning process planning by homogenizing the format and systematics of the RPS and can make the RPS more effective and efficient, especially for Nursing lecturers. The method used in this service is guided training so that the result of this training is that nursing lecturers can use the digital RPS application and can generate RPS through the use of the digital RPS application. All training participants felt that this application made it easy to make RPS so that the lecturers chose this application in making RPS every semester.
Family Income, Mother’s Education and Number of Siblings with Toddler Growth and Development Yuhanah Yuhanah; Grace Tedy Tulak
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.579 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.971

Abstract

The toddler age is a golden period in the cycle of human growth and development. At this time there is a rapid development of the brain and intelligence of children. The role of parents in stimulating the growth and development of children in this period is very important to prevent developmental delays. This study aims to analyze the relationship between family income, maternal education and the number of siblings with the growth and development of children under five. The research was conducted at the Posyandu in the working area of the Wundulako Health Center in March 2021. The sample in this study amounted to 207 mothers of children under five who visited the posyandu at the time of the study. The data was collected primarily by using a questionnaire and then analyzed by univariate and bivariate. The results showed a significant relationship between family income and toddler growth and development (p = 0.014). Maternal education did not have a significant relationship with growth and development (p = 0.173) and the number of siblings also did not have a significant relationship with child development (p = 0.299). The results of this research are expected to provide input to the health center regarding the growth and development of children under five in their working area. It is better if cadres actively screen the growth and development of children under five every month so that the growth and development of toddlers do not experience delays. Abstrak: Usia balita merupakan periode emas dalam siklus pertumbuhan dan perkembangan manusia. Pada masa ini terjadi perkembangan yang pesat pada otak dan kecerdasan anak. Peran orang tua dalam menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak pada periode ini sangat penting untuk mencegah timbulnya keterlambatan tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendapatan keluarga, pendidikan ibu dan jumlah saudara dengan tumbuh kembang balita. Penelitian dilaksanakan di posyandu wilayah kerja Puskesmas Wundulako pada bulan Maret 2021. Sampel pada penelitian ini berjumlah 207 ibu balita yang berkunjung ke posyandu pada waktu penelitian. pengumpulan data dilakukan secara primer dengan menggunakan kuesioner kemudia dianalisis secara univariate dan bivariat. Hasil penelitian memperlihatkan signifikansi hubungan antara pendapatan keluarga dengan tumbuh kembang balita (p=0.014). Pendidikan ibu tidak memiliki hubungan signofokan dengan tumbuh kembang (p=0.173) dan jumlah saudara juga tidak memiliki signifikansi hubungan dengan tumbuh kembang balita (p=0,299). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pihak puskesmas mengenai pertumbuhan dan perkembangan balita di wilayah kerjanya. Sebaiknya kader secara aktif melakukan skrining tumbuh kembang balita setiap bulan agar pertumbuhan dan perkembangan balita tidak mengalami keterlambatan.
Determinants of Male Participation in Using Contraception Based on Transcultural Nursing Theory Bestfy Anitasari; Lestari Lorna Lolo; Grace Tedy Tulak
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.513 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i1.1538

Abstract

Culture becomes an inseparable part of the formation of a person's health behavior. One of them is participation in family planning programs. Currently, the participation of men in family planning programs is still lacking. This study aims to determine the determinants of men participating in family planning programs based on the theory of transcultural nursing. The research method is descriptive quantitative with a cross-sectional design. The number of respondents as many as 178 people obtained by purposive sampling. This study's instrument was a questionnaire adapted from the Transcultural Nursing theory assessment format and had been tested for validity and reliability before. The results of the research on technological factors have a strong relationship (p = 0.000), religious and philosophical factors have a weak relationship (p = 0.002), social factors and family attachments have a strong relationship (p = 0.001), cultural values, beliefs and lifestyle factors have a weak relationship (p = 0.001), political and legal factors have a strong relationship (p = 0.000), economic factors have a strong relationship. weak (p = 0.000), the education factor has a strong relationship (p = 0.000). The most influential factors on men's participation in family planning programs are social factors and family attachments followed by educational factors. The government and family planning field officers are expected to be more active in intensifying the promotion of family planning for both women and men directly and through print, electronic and social media. Abstrak: Kebudayaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan perilaku kesehatan seseorang. Salah satunya yaitu keikutsertaan dalam program keluarga berencana. Saat ini, partisipasi pria dalam program keluaga berencana masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan pria berpartisipasi dalam program keluarga berencana berdasarkan teori transcultural  nursing. Metode penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional. Jumlah responden sebanyak 178 orang yang didapatkan dengan purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diadaptasi dari format pengkajian teori Transkultural Nursing dan telah diuji validitas dan realibilitas sebelumnya. Hasil penelitian faktor teknologi memiliki hubungan yang kuat (p=0,000), faktor agama dan filosofi memiliki hubungan yang lemah (p= 0,002), faktor sosial dan keterikatan keluarga memiliki hubungan yang kuat (p= 0,001), faktor nilai budaya, keyakinan dan gaya hidup memiliki hubungan yang lemah (p= 0,001), faktor politik dan legal memiliki hubungan yang kuat (p= 0,000), faktor ekonomi memiliki hubungan yang lemah (p= 0,000), faktor pendidikan memiliki hubungan yang kuat (p= 0,000). Faktor yang paling berpengaruh terhadap partisipasi pria dalam program keluarga berencana adalah faktor sosial dan keterikatan keluarga diikuti faktor pendidikan. Pemerintah dan petugas lapangan keluarga berencana diharapkan semakin aktif menggencarkan promosi keluarga berencana baik bagi wanita maupun pria secara langsung maupun melalui media cetak, elekronik dan sosial.