Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit Putih Curcuma Zedoaria (Christm.) Roscoe Firmansyah, Tiar; Jawa La, Elisabeth Oriana
Acta Holistica Pharmaciana Vol 4 No 1 (2022): Acta Holistica Pharmaciana
Publisher : School of Pharmacy Mahaganesha (Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62857/ahp.v4i1.49

Abstract

Intisari Kunyit putih (Curcuma zedoaria) merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena kandungan metabolit sekundernya yang banyak seperti alkaloid, saponin, terpenoid, flavonoid dan tanin. Kunyit putih secara farmakologi digunakan untuk antibakteri, antioksidan dan anti hepatotoksik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak etanol rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria) dengan menggunakan skrining fitokimia. Skrining fitokimia yang dilakukan meliputi identifikasi alkaloid, saponin, terpenoid, flavonoid dan tanin. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria) mengandung golongan alkaloid, saponin, terpenoid, steroid, flavonoid dan tanin. Kata kunci: ekstrak, kunyit putih, skrining fitokimia
Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Resep Racikan Pada Apotek “X” Gianyar Bali Yuliawati, Agustina Nila; Jawa La, Elisabeth Oriana; Sastrawan, I Ketut Putra
Acta Holistica Pharmaciana Vol 4 No 1 (2022): Acta Holistica Pharmaciana
Publisher : School of Pharmacy Mahaganesha (Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62857/ahp.v4i1.61

Abstract

Intisari Dalam praktik kefarmasian, waktu tunggu pelayanan resep menjadi salah satu masalah yang sering terjadi karena menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien. Waktu tunggu tersebut menjadi salah satu indikator yang potensial untuk mengukur mutu pelayanan suatu sarana kefarmasian seperti apotek seperti yang tertuang dalam Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan resep racikan dan faktor yang mempengaruhinya pada salah satu apotek di Gianyar, Bali. Penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional ini menggunakan data sekunder dengan jumlah sampel sebanyak 154 lembar resep racikan yang diperoleh selama bulan April-Mei 2020. Selanjutnya, data dianalisis secara sederhana dalam bentuk persentase dan rerata untuk menggambarkan karakteristik sosiodemografi dan waktu tunggu pelayanan resep racikan, sedangkan perbedaan waktu tunggu pada setiap tahapan pengerjaan resep dan standarnya dianalisis dengan uji statistika Kruskall Waliis dan Mann-Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama waktu tunggu pelayanan resep racikan di apotek “X” Gianyar adalah 9,62 menit. Waktu tersebut jauh lebih cepat dari SPO apotek dan standar pelayanan kefarmasian di apotek (p<0,05). Selain itu, di antara tahapan pelayanan resep, didapatkan bahwa tahapan peracikan memiliki waktu yang paling panjang dibandingkan tahapan lainnya (p<0,05). Demi menjaga konsistensi mutu pelayanan kefarmasian tetap baik, maka faktor lainnya seperti evaluasi SPO secara berkala, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dan obat, sarana dan prasarana apotek yang memadai dibutuhkan dalam upaya menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan resep.
EFEK EKSTRAK ETANOL AKAR CAKAR SETAN (Martynia annua L) TERHADAP AKTIVITAS SGPT DAN SGOT PADA TIKUS YANG DIINDUKSI CCl4 Elisabeth Oriana Jawa La; Repining Tiyas Sawiji; Ni Ketut Esati
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v7i1.414

Abstract

SGPT and SGOT activity from ethanol extract of cakar setan root (Martynia annua L) was investigated. Phytochemical screening was carried out on ethanol extract of cakar setan root (Martynia annua L). The animals were grouped into five groups which consist of 5 rats for each group. The normal/healthy group was only given food and drink the negative control group was given an aqueous suspension of 1 % CMC , the positif control group was given tablets Curcuma at a dose of 200 mg/Kg BB, the group ethanol extract Martynia annua L were each given extract at a dose of 200 mg/Kg BB and 400 mg/Kg BB. All groups were treated for 21 days orally. On day 22 were given injection of CCl4 1.0 mL/kg intraperitoneally except healthy group. The rats blood was taken and analyzed through eye orbitalis sinus AST and ALT activities. The result were statistically analyzed using One Way ANOVA test followed by LSD test. Phytochemical screening ethanolic extract of Martynia annua L root positively contains flavonoids, alkaloids, tannin, phenolic, and terpenoids. The result study that ethanol extract of cakar setan root (Martynia annua L) has hepatoprotective effect of being able to reduce activities of SGPT and SGOT in CCl4 induce white rats.
Formulasi dan Uji Aktivitas Sediaan Gel Anti Jerawat Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L) Elisabeth Oriana Jawa La; Repining Tiyas Sawiji
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 01 Juli 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v21i1.15680

Abstract

Acne vulgaris merupakan masalah kulit yang multifaktorial, salah satu penyebabnya adalah bakteri Propionibacterium acnes. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) disinyalir memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Kandungan senyawa aktifnya diduga mampu menghambat perkembangan Propionibacterium acnes. Sediaan gel lebih sering digunakan untuk penggunaan topikal pada penderita jerawat dengan tipe kulit berminyak. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi stabilitas fisik sediaan gel dan menguji aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes dari sediaan gel. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan pembuatan formula gel antiacne bunga telang dengan berbagai formula yaitu FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%), kontrol positif dan kontrol negatif. Uji aktivitas bakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil berupa zona bening yang terbentuk disekitar cakram diukur sebagai zona hambat dilanjutkan analisis statistik. Gel ekstrak etanol bunga telang telah memenuhi syarat mutu sediaan gel dari organoleptis, homogenitas, pH dan viskositas.  Pengujian aktivitas bakteri menunjukkan semua formula memberikan daya hambat bakteri Propionibacterium acnes dengan adanya zona hambat yang muncul disetiap formula serta kontrol positif.
Antipyretic Activity Test of 70% Ethanol Extract of Red Andong Leaves (Cordyline fruticosa (L) A. Chev) in Male Wistar Rats (Rattus norvegicus) Jawa La, Elisabeth Oriana; Salma, Cut Asyifa Baezura Mangkurat; Ni Ketut Esati; Repining Tiyas Sawiji
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/cjzzj881

Abstract

Introduction: Fever is a common health problem that can cause discomfort and may lead to serious complications. One alternative treatment for fever is the use of herbal plants that have been proven to possess antipyretic effects, such as red to plant leaves (Cordyline fruticosa (L.) A. Chev). Objective: To evaluate the secondary metabolite content and assess the antipyretic activity of 70% ethanol extract of red ti plant leaves in male Wistar rats induced with fever using 5% peptone. Methodology: This research used a completely randomized design (CRD) with five treatment groups: a negative control group (1% Na-CMC), a positive control group (paracetamol at a dose of 500 mg/kgBW), and three test groups receiving 70% ethanol extract of red ti plant leaves at doses of 1,200 mg/kgBW, 1,800 mg/kgBW, and 2,400 mg/kgBW. Antipyretic activity was assessed by measuring the reduction in body temperature of the test animals, expressed as a percentage of antipyretic power, and statistically analyzed to evaluate the antipyretic effect of the extract. Results: The study showed that the 70% ethanol extract of red to plant leaves tested positive for flavonoids, tannins, and saponins, which are potential antipyretic compounds. Additionally, the extract demonstrated significant antipyretic activity, as indicated by a notable reduction in the body temperature of the test animals. All three doses of the extract resulted in a temperature decrease, with the 2,400 mg/kgBW dose showing the most optimal antipyretic effect, approaching the effectiveness of paracetamol as the positive control. Conclusion: The 70% ethanol extract of red ti plant leaves has been proven to exhibit antipyretic activity, with the 2,400 mg/kgBW dose demonstrating an effect comparable to paracetamol. The extract also contains secondary metabolites such as flavonoids, tannins, phenol, terpenoids and saponins.