Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM MAKASSAR TIDAK RANTASA (MTR) DI KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR MUH. KHAEDIR; SANGKALA IBSIK
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 3, September 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.486 KB)

Abstract

ABSTRAK: Metode penelitian ini termasuk penelitian Deskriptif Kualitatif. Tujuannya adalah (1) Untuk mengetahui program makassar tidak rantasa di kecamatan tamalate. (2) Untuk mengetahui implementasi program makassar tidak rantasa di kecematan tamalate. (3 Untuk mengetahui apa yang menjadi kendala masyarakat kecematan tamalate dalam memaksimalkan program Makassarta Tidak Rantasa. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan sampel sebanyak 30 RT (informan) yang ditarik secara purposive sampling yaitu penarikan sampel yang dilakukan secara sengaja dengan kriteria tertentu. Pengumpulan data dilakukuan dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa. (1) Program makassar tidak rantasa (MTR) yang dicanangkan Wali Kota Makassar sudah terlaksana tetapi belum maksimal khususnya yang ada di kelurahan mannuruki. Program MTR meliputi, Lihat Sampah Ambil (LISA), Lorong Gardeng (LONGGAR), kerja bakti massal, sampah tukar beras, aku dan sekolahku tidak rantasa. (2) Implementasi program makassar ta tidak rantasa yang ada di kelurahan mannuruki yaitu: Kerja bakti massal, sampah tukar beras, aku dan sekolahku tidak rantasa. (3) Kendala dalam pengimplementasian program makassar tidak rantasa di kelurahan mannuruki dapat dilihat dari segi faktor kesadaran masyarakat yang masih kurang, kurangnya fasilitas pengangkut sampah (gerobak sampah), sempitnya pekarangan maupun lahan kosong, kurangnya  tempat sampah sementara, dan drainase.Kata Kunci: Program Makassar Tidak Rantasa ABSTRACT: This research method including qualitative descriptive study. The aim is (1) To determine the program in the district of Makassar not rantasa Tamalate. (2) To determine the program implementation makassar not rantasa in Kecematan Tamalate. (3 To find out what the problem is society Kecematan Tamalate in maximizing program Makassarta Not Rantasa. This research is descriptive and qualitative sample of 30 RT (informer) drawn by purposive sampling, that the sampling is done intentionally by certain criteria. The data collection dilakukuan with depth interview, observation and documentation. the results showed that, (1) Program makassar not rantasa (MTR) launched by the Mayor of Makassar has been implemented but not maximum, especially in villages mannuruki. Program MTR covers, See Garbage Grab ( LISA), Lorong Gardeng (LOOSE), community service bulk, garbage exchange rice, I and my school does not rantasa. (2) the program implementation makassar ta not rantasa in villages mannuruki namely: work devotion bulk, garbage exchange rice, I and my school not rantasa. (3) Constraints in the implementation of the program makassar not rantasa in villages mannuruki can be seen in terms of factors of public awareness is still lacking, a lack of facilities of garbage (garbage carts), the narrowness of the yard or vacant land, the lack of trash while, and drainage.Keywords: Program Makassar Not Rantasa 
Pancasila Sebagai Dasar Etika Ilmiah Membangun Kesadaran Nilai Dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Andi Aco Agus; Muh. Khaedir; Fediyatun Muntazarah
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-63 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat membawa dampak yang sangat signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Mulai dari cara kita berkomunikasi, bekerja, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Namun, di balik kemajuan teknologi yang pesat, terdapat tantangan besar yang perlu dihadapi, yaitu bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan dan lingkungan. Pada penelitian ini digunakan jenis metode penelitian dengan menggunakan tinjauan pustaka yang memiliki keterkaitan dengan permasalahan yang telah diteliti. Referensi yang digunakan oleh penulis dalam tinjauan pustaka adalah sumber-sumber penelitian terdahulu berupa jurnal-jurnal yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dan penulis juga menggali konsep ataupun teori yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Penyusunan artikel didasarkan pada pendekatan kualitatif. Perubahan adalah proses beralihnya sesuatu keadaan dari yang sebelumnya hingga sekarang. Setiap hal pasti akan mengalami perubahan kerena perubahan tidak dapat kita hindari dan akan terus terjadi seiring dengan perkembangan masa. Salah satu bentuk perubahan yang paling nyata adalah globalisasi. Interaksi yang terjadi antarindividu, antarkelompok, hingga antarbangsa terjadi dengan mudah dan cepat. Dunia terhubung dengan akses yang sangat mudah dan hanya disekat oleh batas maya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia memberikan dampak negatif seperti dapat menyebabkan turunnya kepribadian yang mencerminkan warga yang berbangsa dan bernegara Indonesia. peranan Pancasila sangat dibutuhkan untuk melestarikan serta memelihara eksistensi kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila merupakan ideologi negara yang diwarisi dari para pendiri negara. Pentingnya Pancasila dalam menjadi ideologi negara yaitu untuk membimbing moral dalam kehidupan sebagai warga negara.
Bimtek Pendidikan Karakter Membentuk Masa Depan Generasi Emas Anak Indonesia Agus, Andi Aco; Rivai, Andi Muhammad; Satrul, Hairul Saleh; Muh. Khaedir
Celebes Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): June - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v4i2.3094

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan dan memperkuat pendidikan karakter bagi anak-anak Panti Asuhan Mattampawalie, Kota Makassar. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada pentingnya pendidikan karakter sebagai pondasi dalam membentuk generasi emas Indonesia yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan memiliki kepribadian tangguh. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berupa ceramah interaktif, diskusi, permainan edukatif, serta sesi refleksi nilai-nilai Pancasila yang mencakup kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong royong, serta kepedulian sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak-anak panti terhadap pentingnya nilai moral dan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak terlihat lebih berani mengemukakan pendapat, aktif dalam bertanya, serta menunjukkan antusiasme dalam mengaitkan nilai Pancasila dengan pengalaman mereka. Meskipun terdapat hambatan berupa keterbatasan sarana dan perbedaan latar belakang anak, hal tersebut dapat diatasi melalui metode penyampaian yang sederhana, kreatif, dan sesuai dengan konteks kehidupan mereka. kegiatan PKM ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan karakter anak-anak panti, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi emas Indonesia.
E-POSTER AUDIO HANDEP HAPAKAT: THE EXISTENCE OF DAYAK CULTURE IN STRENGTHENING CULTURAL LITERACY AND CITIZENSHIP OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Mustika, Maryam; Munandar, Aris; Muh. Khaedir
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 1 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v6i1.17261

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini kepada pengembangan E-Poster Audio yang merupakan salah satu media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran sebagai sarana untuk mengangkat eksistensi budaya Dayak dalam menguatkan literasi budaya dan kewargaan siswa SMP. Eksistensi budaya local merupakan salah satu factor dalam pendidikan yang dapat memperkuat identitas dan rasa kebangsaan pada generasi muda. Literasi budaya dan kewarganegaraan yang tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penjagaan terhadap keberagaman identias bangsa, tetapi juga memberikan benteng pertahanan terhadap potensi disintegrasi sosial diakibatkan oleh intoleransi dan ketidak pahaman terhadap perbedaan. Pemahaman akan literasi menjadi kunci dalam menghadirkan Masyarakat yang berbudaya, beradab, dan aktif dalam mengembangkan kesejahteraan ditingkat internasional dan memajukan tatanan Masyarakat secara global. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Pengembangan Model PIE dengan tahapan terdiri dari Perencanaan (Plan), Implementasi (Implementation), dan Evaluasi (Evaluation). Poster yang dihasilkan berupa e-poster audio Budaya Handep Hapakat denga nisi meliputi pengenalan Sejarah, Konsep Budaya Handep Hapakat, Kegiatan-kegiatan yang mengarah ke budaya Handep Hapakat, wujud Handep Hapakat dan nilai-nilai yang diwariskan dalam Budaya Handep Hapakat. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa E-Poster Audio Handep Hapakat memberikan manfaat sebagai media pembelajaran yang layak dan menguatkan literasi budaya dan kewargaan siswa SMP.
PENGUATAN KARAKTER BERLANDASKAN PANCASILA PADA PESERTA DIDIK DALAM MENYONGSONG GENERASI EMAS INDONESIA Muh. Khaedir; Muhtar; Firmansyah; Irfan Syafar; Aina Nurdiyanti
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Nomor 01 (November 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v3i01.482

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan menanamkan sekaligus memperkuat pendidikan karakter bagi peserta didik di SMA 12 Makassar. Program ini dilatarbelakangi oleh urgensi pendidikan karakter yang berlandaskan pancasila sebagai fondasi utama dalam membangun generasi emas Indonesia yang berakhlak, kompetitif, serta memiliki ketangguhan pribadi. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, permainan edukatif, serta sesi refleksi nilai-nilai Pancasila, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kepedulian sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak-anak panti mengenai pentingnya nilai moral dan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tampak lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, aktif bertanya, dan antusias menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan pengalaman pribadi. Kendati terdapat kendala seperti keterbatasan fasilitas dan beragamnya latar belakang peserta, hambatan tersebut dapat diatasi melalui penyampaian materi yang sederhana, kreatif, dan relevan dengan kondisi mereka. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berkontribusi positif dalam memperkuat karakter anak panti, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia.