Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Fon

PENGGUNAAN METODE SETIA (FAITHFUL) DALAM MENERJEMAHKAN KARYA SASTRA BERUPA CERITA PENDEK Muhammad Aprianto Budie Nugroho
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/gq927r71

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan bagaimana mahasiswa menggunakan metode penerjemahan Setia ( Faithful) dalam menerjemahkan karya sastra berupa cerita pendek berjudul “Blunder” karya Anton Chekov dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Di dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dalam mengumpulkan data dan menganalisis data yang didapat dari hasil terjemahan Inggris-Indonesia dari mahasiswa tingkat tiga. Penulis menggunakan teori-teori penerjemahan dari Newmark dalam menganalisa metode apa yang digunakan oleh para mahasiswa dan Baker untuk menganalisis kesetaraan dalam penerjemahan. Berdasarkan hasil analisa dari hasil penterjemahan yang di lakukan oleh mahasiswa bisa di ambil sebuah kesimpulan bahwa hampir semua mahasiswa menggunakan metode Faithful dalam menenerjemahkan cerita pendek tersebut. Metode penerjemahan Faithful sering digunakan oleh mahasiswa, karena mahasiswa mencoba menerjemahkan secara persis makna kontekstual dari bahasa sumber. Selain itu ditemukan kesetaraan dalam penerjemahan yang dilakukan oleh para mahasiswa yaitu persamaan gramatikal.
ANALISIS PENERJEMAHAN KATA-KATA SLANG DALAM HASIL PENERJEMAHAN FILM “AUSTIN POWER; THE SPY WHO SHAGGED ME” Muhammad Aprianto Budie Nugroho
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/64wxar15

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerjemahan kata-kata slang dan kesetaraan penerjemahan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menerjemahan karya sastra berupa film berjudul, “Austin Powers; The Spy who Shagged Me”. Peneliti menggunakan metode qualitatif. Peneliti menggunakan beberapa langkah dalam penelitian mulai dari pengumpulan yaitu berupa observasi data dan menganalisis dokumen data. Dalam menganalisis penerjemahan yang dilakukan oleh mahasiswa peneliti menggunakan teori Newman dan dalam menganalisis kesetaraan dalam penerjemahan peneliti menggunakan teori Baker. Dalam penelitian ini diketemukan fakta bahwa mahasiswa mampu menerjemahkan 6 kata slang dari 12 kata slang yang terdapat dalam film berjudul, “Austin Power; The Spy Who Shagged Me”, sedangkan dalam kesetaraan penerjemahan terdapat 3 kesetaraan yang digunakan dalam menerjemahkan dari 3 jenis kesetaraan yang ada.
ANALISIS HASIL PENERJEMAHAN KATA SLANG DALAM DIALOG FILM DEADPOOL 2 BERDASARKAN GENDER PENERJEMAH Muhammad Aprianto Budie Nugroho
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/z7w3yf05

Abstract

Didalam penelitian ini peneliti fokus dalam menganalisis perbedaan dalam hasil penerjemahan kata slang terdapat pada dialog fim Deadpool 2 yang dilakukan oleh para partisipan yang dibedakan berdasarkan gender para penerjemah. Selain hal tersebut peneliti juga berusaha mencari tahu kesetaraan makna yang terdapat dalam hasil penerjemahan yang dilakukan oleh para partisipan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Partisipan yang terlibat dama penelitian ini adalah mahasiswa pria dan wanita dari tingkat 3 pada semester 5. Data penelitian adalah berupa dokumen penerjemahan yang dilakukan oleh para partisipan. Hasil dari penelitian tersebut adalah hasil penerjemahan kata slang yang dilakukan oleh partisipan pria total terdapat 37 persamaan dari 4 partisipan dalam menerjemahkan kata slang, dan yang diterjemahkan berbeda oleh 4 partisipan terdapat total 28 perbedaan, sedangkan pada hasil penerjemahan 4 partisipan wanita terdapat 40 persamaan dalam menerjemahkan 18 kata slang, dan terdapat 27 perbedaan dalam menerjemahkan kata-kata tersebut. Sedangkan untuk kesetaraan baik dalam kata, gramatikal, tekstual dan pragmatik, baik partisipan pria maupun partisipan wanita dalam menerjemahkan hampir semua mencapai partisipan telah mencapai kesetaran/kesepadanan baik pada tingkat kata, gramatikal, tekstual, dan pragmatik. Dalam kesetaraan kata totalnya adalah 52 kesetaraan dari total 8 partisipan. Sedangkan untuk kesetaraan gramatikal total kesetaraannya terdapat 44 kesetaraan/kesepadanan dari total 8 partisipan pria dan wanita. Untuk kesetaraan tekstual terdapat 51 kesetaraan dari 8 partisipan pria dan wanita. Sedangkan untuk kesetaraan pragmatik terdapat 50 kesetaraan dari total 8 partisipan pria dan wanita.
ANALISIS TERJEMAHAN UJARAN SEKSISME DAN PELECEHAN SEKSUAL DALAM SUBTITLE BAHASA INDONESIA DI DALAM FILM RED SPARROW Muhammad Aprianto Budie Nugroho; Yudi Rahman
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/vcfqyk11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ujaran seksisme dan pelecehan seksual yang terdapat dalam hasil terjemahan subtitle film Red Sparrow yang diterjemahkan oleh penerjemah tidak resmi yaitu Pein Akatsuki. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, teori Analisi Wacana Kritis atau AWK dari Sarah Mills digunakan dalam mengklasifikasi data dan menganalisis data ujaran-ujaran yang bersifat seksisme dan pelecehan seksual yang terdapat dalam hasil penerjemahan subtitle yang dilakukan oeh penerjemah tidak resmi Pein Akatsuki. Hasil penelitian ini menunjukan dari 20 data dialog dalam hasil terjemahan subtitle terdapat 13 ujaran yang mengandung seksisme dan pelecehan seksual terhadap para wanita yang bekerja sebagai agen pipit dalam film Red Sparrow.