Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS HASIL PENERJEMAHAN KATA SLANG DALAM DIALOG FILM DEADPOOL 2 BERDASARKAN GENDER PENERJEMAH Muhammad Aprianto Budie Nugroho
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/z7w3yf05

Abstract

Didalam penelitian ini peneliti fokus dalam menganalisis perbedaan dalam hasil penerjemahan kata slang terdapat pada dialog fim Deadpool 2 yang dilakukan oleh para partisipan yang dibedakan berdasarkan gender para penerjemah. Selain hal tersebut peneliti juga berusaha mencari tahu kesetaraan makna yang terdapat dalam hasil penerjemahan yang dilakukan oleh para partisipan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Partisipan yang terlibat dama penelitian ini adalah mahasiswa pria dan wanita dari tingkat 3 pada semester 5. Data penelitian adalah berupa dokumen penerjemahan yang dilakukan oleh para partisipan. Hasil dari penelitian tersebut adalah hasil penerjemahan kata slang yang dilakukan oleh partisipan pria total terdapat 37 persamaan dari 4 partisipan dalam menerjemahkan kata slang, dan yang diterjemahkan berbeda oleh 4 partisipan terdapat total 28 perbedaan, sedangkan pada hasil penerjemahan 4 partisipan wanita terdapat 40 persamaan dalam menerjemahkan 18 kata slang, dan terdapat 27 perbedaan dalam menerjemahkan kata-kata tersebut. Sedangkan untuk kesetaraan baik dalam kata, gramatikal, tekstual dan pragmatik, baik partisipan pria maupun partisipan wanita dalam menerjemahkan hampir semua mencapai partisipan telah mencapai kesetaran/kesepadanan baik pada tingkat kata, gramatikal, tekstual, dan pragmatik. Dalam kesetaraan kata totalnya adalah 52 kesetaraan dari total 8 partisipan. Sedangkan untuk kesetaraan gramatikal total kesetaraannya terdapat 44 kesetaraan/kesepadanan dari total 8 partisipan pria dan wanita. Untuk kesetaraan tekstual terdapat 51 kesetaraan dari 8 partisipan pria dan wanita. Sedangkan untuk kesetaraan pragmatik terdapat 50 kesetaraan dari total 8 partisipan pria dan wanita.
ANALISIS TERJEMAHAN UJARAN SEKSISME DAN PELECEHAN SEKSUAL DALAM SUBTITLE BAHASA INDONESIA DI DALAM FILM RED SPARROW Muhammad Aprianto Budie Nugroho; Yudi Rahman
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/vcfqyk11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ujaran seksisme dan pelecehan seksual yang terdapat dalam hasil terjemahan subtitle film Red Sparrow yang diterjemahkan oleh penerjemah tidak resmi yaitu Pein Akatsuki. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, teori Analisi Wacana Kritis atau AWK dari Sarah Mills digunakan dalam mengklasifikasi data dan menganalisis data ujaran-ujaran yang bersifat seksisme dan pelecehan seksual yang terdapat dalam hasil penerjemahan subtitle yang dilakukan oeh penerjemah tidak resmi Pein Akatsuki. Hasil penelitian ini menunjukan dari 20 data dialog dalam hasil terjemahan subtitle terdapat 13 ujaran yang mengandung seksisme dan pelecehan seksual terhadap para wanita yang bekerja sebagai agen pipit dalam film Red Sparrow.
Digital Reading bagi Anak-Anak di Rumah Cerdas di Desa Kalimanggis Wetan, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan Muhammad Aprianto Budie Nugroho; Vina Agustiana; Erwin Oktoma; Arya Linggar Bunaya
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2355

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam rangka pengabdian masyarakat dengan tujuan meningkatkan minat belajar bahasa Inggris terutama dalam bidang literasi. Dalam pengabdian masyarakat ini penulis beserta tim melaksanakan pengabdian dengan pengenanalan digital reading kepada anak-anak yang tergabung di dalam Rumah Cerdas yang terletak di Desa Kalimanggis Wetan, Kecamatan Kalimanggis. Kabupaten Kuningan. Setelah pelaksanaan program ini yaitu peningkatan literasi melalui digital reading terlihat kemajuan dalam minat anak-anak dalam belajar bahasa Inggris melalui digital reading yang bergabung dalam pengabdian ini,selain hal tersebut para orang tua anak-anak menyatakan kepuasannya dalam program ini karena anak-anak mereka sangat antusias dalam mengikuti program ini, serta meminta penulis dan tim untuk memperpanjang durasi dari pengabdian masyarakat ini.
Optimizing the Use of Instagram Captions as a Teaching Medium to Enhance Students' Descriptive Writing Skills Erwin Oktoma; Muhammad Aprianto Budie Nugroho; Yayan Suryana; Mujtaba Jamal
Script Journal: Journal of Linguistics and English Teaching Vol. 10 No. 1 (2025): April
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/sj.v10i1.2007

Abstract

Background: Instagram captions play an important role in digital communication and can be used as an innovative tool in writing instruction. By encouraging creativity and clarity, captions help students practice meaningful writing through a familiar platform. This study aims to examine the implementation of Instagram captions in teaching descriptive texts and assess their impact on students' writing skills and motivation.Methodology:This research employed classroom action research (CAR) design, conducted in two cycles, each consisting of five meetings, with the aim of improving tenth-grade students' descriptive writing skills using Instagram as a teaching media. In the planning phase, lesson plans were developed incorporating Instagram post caption activities. During the implementation phase, students were engaged in writing descriptive texts by creating captions for photos on Instagram. Observations were made throughout the teaching process, with field notes documenting the students' participation and enthusiasm. Data were collected through pre-test and post-test assessments to measure students' writing skills, and qualitative data from observations were analyzed to assess classroom dynamics. Findings:The findings of this research indicate a significant improvement in students' descriptive writing skills after the implementation of Instagram post captions as a teaching media. In the pre-test, the mean score was 75.94, with only 50% of students meeting the minimum achievement criteria (KKM). However, after the intervention, the post-test mean score increased to 80.16, with 100% of students achieving the KKM. This demonstrates a 55.57% improvement in students' writing abilities. Additionally, observations during the lessons revealed that students were more engaged and enthusiastic throughout the process, suggesting that Instagram captions effectively captured their interest and contributed to a more active and interactive classroom environment. Conclusion:In conclusion, the use of Instagram post captions as a teaching media has proven to be an effective strategy for improving students' descriptive writing skills in the tenth grade at SMAN 3 Kuningan. The research demonstrated a significant improvement in students' writing performance, with all students meeting the minimum achievement criteria by the end of the study. The integration of Instagram into the learning process not only enhanced students' writing skills but also increased their engagement and enthusiasm during lessons. Therefore, Instagram post captioning can be considered a valuable and innovative tool for teaching writing, particularly in descriptive text, and can be applied in similar educational settings to foster student creativity and motivation in writing.Originality:This study offers an original approach by utilizing Instagram post captions to improve students' descriptive writing skills, integrating social media as an effective tool in enhancing language learning outcomes.