Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP SIKAP BELAJAR (PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK SISWA KELAS VII B) DI MTs NEGERI 1 KUANTAN SINGINGI Yusneti Yusneti; Helbi Akbar; Ikrima Mailani
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of the application of the Jigsaw Cooperative Learning Model on Learning Outcomes in Aqidah Akhlak Subjects for Class VII B students at MTs Negeri 1 Kuantan Singingi. Based on the results of data collection by means of observation, questionnaires and documentation, then the data were analyzed using the Simple Linear Analysis formula and using SPSS 21.0 data, it can be concluded that: There is an effect of the application of the Jigsaw Cooperative Learning Model on Learning Outcomes in Aqidah Akhlak Subjects Class VII B at MTs Negeri 1 Kuantan Singingi is in accordance with the coefficient of determination (R Squere) of 0.014 (is the square of the correlation coefficient, or 0.119 x 0.119 = 0.014161). The magnitude of the coefficient of determination (R Square) of 0.014 is equal to 1.4%, this number means that the application of the Jigsaw Cooperative Learning Model in Aqidah Akhlak subjects affects the learning outcomes of class VII B students by 1.4%. While the rest is influenced by other variables.
PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR BERBASIS MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 1 KUANTAN HILIR Mita Andriani; Wigati Iswandhiari; Helbi Akbar
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran multimedia adalah suatu kegiatan belajar mengajar di mana dalam penyampaian bahan pelajaran yang disajikan kepada siswa, guru menggunakan atau menerapkan berbagai perangkat media pembelajaran. Adapun media pembelajaran itu sangatlah beraneka macam, baik itu dalam bentuk media cetak, media atau alat peraga ataupun media elektronik. Pemanfaatan sumber belajar menggunakan alat bantu berbasis teknologi dengan media elektronik saat ini sangat umum digunakan di dunia pendidikan. Sedangkan minat belajar adalah sesuatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang disengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan. Sampel pada penelitian ini adalah kelas X IS1 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Kelas X IS1 diambil sebagai sampel penelitian karena kelas ini merupakan kelas awal sehingga guru perlu menerapkan alternatif proses pembelajaran yang menyenangkan untuk meningkatkan efisiensi proses pembelajaran. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap guru PAI dan siswa kelas X IS1, serta teknik dokumentasi. Sedangkan analisa data dilakukan dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 3 (tiga) siklus tindakan penelitian. Penerapan proses pembelajaran melalui pemanfaatan sumber belajar berbasis multimedia pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X IS1 SMA Negeri 1 Kuantan Hilir bahwa guru telah dapat melaksanakan pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar melalui proses-proses atau langkah-langkah pembelajaran melalui pemanfaatan sumber belajar berbasis multimedia sesuai dengan indikator-indikator penelitian. Penelitian ini dapat meningkatkan minat belajar siswa, dapat dilihat pada Pra Siklus sebanyak 56 frekuensi indikator minat belajar, Siklus II sebanyak 84 frekuensi indikator minat belajar, Siklus II sebanyak 125 frekuensi indikator minat belajar dan pada Siklus III diketahui dari hasil observasi sejumlah 143 frekuensi indikator minat belajar siswa.