Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Point Counter Point dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII A pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTS Feni Nazela; Zulhaini; Helbi Akbar
Almufi Journal of Measurement, Assessment, and Evaluation Education Vol 2 No 1: Juni (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan metode Point Counter Point pada mata pelajaran SKI di kelas VIII A MTs Negeri Sentajo Filial Singingi dan untuk mengetahui apakah metode point counter point dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII A pada mata pelajaran SKI di MTs Negeri Sentajo Filial Singingi. Metodologi penelitian terdiri dari lokasi penelitian ini di MTs Negeri Sentajo Filial Singingi Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi. Subjek penelitian ini adalah satu orang guru Sejarah Kebudayaan Islam dan seluruh siswa kelas VIII A di MTs Negeri Sentajo Filial Singingi Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi yang berjumlah 19 orang yang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Objek dalam penelitian ini adalah Penerapan Metode Point Counter Point untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas VIII A di MTs Negeri Sentajo Filial Singingi Kecamatan Singingi. Populasi dan sampel adalah 1 orang guru SKI dan 19 orang siswa. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data adalah PTK yang terdiri dari pra siklus, siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Point Counter Point  adalah di lihat dari hasil observasi Pra Siklus (sebelum penerapan metode PCP) terlihat hanya 21,04% saja siswa yang memiliki motivasi dalam mengikuti pembelajaran SKI, pada Siklus I ternyata 32,10% siswa sudah termotivasi dalam proses pembelajaran SKI, pada Siklus II ternyata sudah mencapai 46,15% dan pada Siklus III ternyata 50,52%. Hal ini membuktikan bahwa penerapan metode Point Counter Point dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
PELATIHAN P5 AKU SIAP MENJADI REMAJA DI SMP ISLAM AQZIA TELUK KUANTAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Andrizal; Bustanur; Ikrima Mailani; Alhairi; Sopiatun Nahwiyah; Helbi Akbar; Zulhaini; Mualif; Lasmiadi; Yoga Prasetiyo
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3937

Abstract

Orang tua dan guru disekolah memiliki tugas menyiapkan anak-anaknya kelak menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Anak-anak ini nantinya harus mampu mandiri secara fisik dan psikologis untuk menghadapi tantangan kehidupan. Urusan memahami anak memang gampang-gampang susah, apalagi anak masuk fase remaja yang merupakan masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Tentunya orang tua dan guru harus pandai-pandai dalam memahami karakter dan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui anak. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Kuantan Singingi hadir untuk memberikan bantuan kepada remaja untuk mengenal konsep diri yaitu, mengenai dirinya (self-image), cara remaja menghargai dirinya dibandingkan dengan orang lain (self-esteem), dan sosok ideal yang remaja ingin capai (ideal self). Untuk sampai ke titik tersebut, remaja sangat membutuhkan bantuan orang tua dan guru di sekolah serta lingkungan dengan cara, Melakukan aktivitas fisik, Cintai diri sendiri, Fokus pada kelebihan dan Membantu orang lain.
Model Optimalisasi Manajemen Strategik Berbasis Balanced Scorecard untuk Membangun Keunggulan Kompetitif di Universitas Islam Kuantan Singingi Ikrima Mailani; Zulhaini; Fitra Wahyuni
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.248

Abstract

Islamic higher education institutions in Indonesia face persistent challenges in building integrated, measurable strategic management systems that are oriented toward competitive advantage. Many institutions experience a strategy gap between institutional-level planning and unit-level implementation, with performance indicators that remain fragmented, human resource development that is reactive rather than planned, and budget allocations that are disconnected from strategic priorities. This study aims to formulate a strategic management optimization model using the Balanced Scorecard approach to build the sustainable competitive advantage of Universitas Islam Kuantan Singingi. The study employed a qualitative approach with a case study design conducted in 2025. Data were collected through in-depth semi-structured interviews with 12 informants comprising university leadership, lecturers, and administrative staff, structured observation, and document review, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through four criteria based on Lincoln and Guba standards: credibility, transferability, dependability, and confirmability. The findings reveal three key empirical gaps in the university’s strategic management: the strategic plan has not been fully internalized across faculties and work units; the performance measurement system remains partial and lacks cause-and-effect integration across perspectives; and human resource development is reactive rather than systematically anchored to institutional strategic direction. Based on these empirical findings, an optimization model comprising six interrelated stages was developed: strategic environment analysis, strategic direction formulation, Balanced Scorecard-based strategy map development, key performance indicator formulation, strategic program implementation, and continuous monitoring and evaluation. The four Balanced Scorecard perspectives; learning and growth, internal business processes, stakeholders, and financial form a value chain in which each perspective strengthens the next, collectively building institutional competitive advantage. Islamic values, including amanah, honesty, quality, and sustainability, function as an authentic layer of differentiation embedded throughout the entire model, creating institutional character that cannot be replicated through financial investment alone. This study contributes a contextual Balanced Scorecard framework that specifically integrates Islamic institutional character, governance quality, and competitive advantage-building within a single operational model addressing a gap in the existing literature on strategic management in Indonesian Islamic higher education.
Penguatan Kompetensi Guru PAUD dalam Perspektif Islam melalui Edukasi dan Pembinaan Profesional Zulhaini; Sopiatun Nahwiyah Sophie; A Mualif; Ikrima Mailani; Putra Perlianto
Mandala Bakti (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2026): MANDALA BAKTI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Januari 2026
Publisher : Yasin Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65359/mandala_bakti.v2i1.104

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi pendidik PAUD se-Kabupaten Kuantan Singingi melalui penguatan pemahaman tentang peran guru dalam perspektif Islam. Observasi awal menunjukkan beberapa permasalahan yang dihadapi guru, antara lain terbatasnya pemahaman mengenai kompetensi Islami, belum optimalnya integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran, kurangnya keterampilan pedagogik yang sesuai perkembangan anak, serta minimnya pelatihan yang mengkombinasikan pendekatan PAUD dengan nilai spiritual dan akhlak. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, dan refleksi diri, dengan fokus materi pada kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian menurut Islam. Guru juga diberi strategi penerapan nilai adab, akhlak, kasih sayang, dan keteladanan dalam kegiatan belajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep kompetensi guru dalam Islam serta kemampuan mereka mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran. Peserta mampu menerapkan praktik pembiasaan adab, storytelling Islami, dan permainan edukatif bernilai karakter. Evaluasi menunjukkan lebih dari 85% peserta menganggap kegiatan ini relevan dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan tersedianya modul, perangkat ajar, dan template RPPH Islami, kegiatan PkM ini memberikan dampak positif terhadap penguatan profesionalisme guru PAUD dan mendukung terwujudnya pendidikan anak usia dini yang berkarakter Islami.
Nilai-Nilai Pendidikan dalam Bulan Ramadhan Terhadap Pembentukan Karakter: Penelitian Zulhaini; Ikrima Mailani; Fitra Wahyuni; Irfandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6181

Abstract

Bulan Ramadhan merupakan momen yang sangat tepat untuk membentuk karakter seorang manusia. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan Ramadhan manusia berusaha untuk memaksimalkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjaga hubungan social. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap pentingnya nilai-nilai ramadhan dalam pembentukan karakter.  Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Al-Falah desa Teberau Panjang Kabupaten Kuantan Singingi. Peserta dari kegiatan ini adalah masyarakat desa teberau panjang dari berbagai kelompok usia. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari presentasi materi, diskusi, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Puasa membentuk dan melatih karakter manusida dalam aspek aspek kedisiplinan, meningkatkan Iman dan Taqwa, keperdulian sosial dan kesabaran
PELATIHAN P5 AKU SIAP MENJADI REMAJA DI SMP ISLAM AQZIA TELUK KUANTAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Andrizal; Bustanur; Ikrima Mailani; Alhairi; Sopiatun Nahwiyah; Helbi Akbar; Zulhaini; Mualif; Lasmiadi; Yoga Prasetiyo
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3937

Abstract

Orang tua dan guru disekolah memiliki tugas menyiapkan anak-anaknya kelak menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Anak-anak ini nantinya harus mampu mandiri secara fisik dan psikologis untuk menghadapi tantangan kehidupan. Urusan memahami anak memang gampang-gampang susah, apalagi anak masuk fase remaja yang merupakan masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Tentunya orang tua dan guru harus pandai-pandai dalam memahami karakter dan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui anak. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Kuantan Singingi hadir untuk memberikan bantuan kepada remaja untuk mengenal konsep diri yaitu, mengenai dirinya (self-image), cara remaja menghargai dirinya dibandingkan dengan orang lain (self-esteem), dan sosok ideal yang remaja ingin capai (ideal self). Untuk sampai ke titik tersebut, remaja sangat membutuhkan bantuan orang tua dan guru di sekolah serta lingkungan dengan cara, Melakukan aktivitas fisik, Cintai diri sendiri, Fokus pada kelebihan dan Membantu orang lain.
REAKTUALISASI PENDEKATAN DAKWAH WALISONGO DALAM PENDIDIKAN ISLAM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KEAGAMAAN PESERTA DIDIK DI ERA MODERN Sopiatun Nahwiyah Sophie; Zulhaini; Ikrima Mailani; A Mualif; Wandra Arasdi
Ruhul Tarbiyah Vol. 1 No. 2 (2025): Ruhul Tarbiyah Desember 2025
Publisher : Yasin Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65359/ruhul_tarbiyah.v1i2.102

Abstract

Reaktualisasi pendekatan dakwah walisongo dalam pendidikan Islam untuk meningkatkan pemahaman keagamaan peserta didik di era modern perlu dilakukan kajian yang mendalam dalam memecahkan permasalahan-permasalahan terkait dengan rrendahkan tingkat pemahaman keagamaan peserta didik di era modern. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library reseach. Adapaun hasil penelitian didapatkan bahwa reaktualisais pendekatan dakwah walisongo dalam pendidikan Islam untuk meningkatkan pemahaman keagamaan peserta didik di era modern tergambar kepada enam pendekatan berikut: 1) Reaktualisasi pendekatan dakwah Walisongo dengan mengintegrasikan nilai-nilai kultural. 2) Reaktualisasi pendekatan dakwah Walisongo dengan menggunakan media dan teknologi. 3) Reaktualisasi pendekatan dakwah Walisongo dengan pendekatan berbasis komunitas. 4) Reaktualisasi pendekatan dakwah Walisongo dengan mengembangkan kurikulum yang kontekstual. 5) Reaktualisasi pendekatan dakwah Walisongo dengan Menggunakan metode pembelajaran yang interaktif, dan 6) Reaktualisasi pendekatan dakwah Walisongo dengan Mengembangkan karakter dan moralitas. Dengan reaktualisai tersebut, maka dapat dijadikan masukakn kepada seluruh guru dalam meningkatkan pemahaman keagamaan peserta didik.