Deddy Erdiono
Jurusan Arsitektur, FT-UNSRAT

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PUSAT REHABILITASI PENDERITA HIV/AIDS DI MANADO Pengembangan Konsep ‘CONNECTED ISOLATION’ Dari Thom Mayne Untuk Strategi Desain Arsitektur Soleman, Petika P.; Erdiono, Deddy; Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ODHA adalah sebutan yang diberikan pada orang dengan HIV/AIDS. Dengan adanya stigma negatif hingga sikap diskriminatif dari masyarakat lain terhadap penyakitnya membuat ODHA mengalami perasaan tidak tenang karena ada rasa takut, malu, marah dan kecewa. Untuk merespon rasa tidak senang tersebut, maka ODHA harus dikenalkan terhadap perubahan, dimana untuk mencapainya perlu 3 aspek yaitu rasa percaya diri, rasa fleksibel dan rasa ingin tahu. Tema perancangan yang digunakan yaitu Pengembangan Konsep CONNECTED ISOLATION dari Thom Mayne Untuk Strategi Desain Arsitektur. Penerapan tema parancangan tersebut dapat dicapai melalui sebuah program rehabilitasi social merupakan wadah kegiatan pelayanan program rehabilitasi bagi ODHA.   Kata Kunci : ODHA, HIV/AIDS, Rehabilitasi, Connected Isolation, Manado
MUSEUM SENI KONTEMPORER DI MANADO (EMOTIONAL ARCHITECTURE WITHIN SPACE AND LIGHT) Mantiri, Hyginus J.; Makainas, Indradjaja; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dalam berbagai bidang dan aspek kehidupan yang terjadi secara pesat sejak akhir Perang Dunia II telah melahirkan suatu era baru dalam dunia seni. Contemporary art, atau “seni kontemporer” dalam bahasa Indonesia, muncul sebagai suatu fenomena yang memberi warna baru pada kanvas peradaban umat manusia. Seni kontemporer lahir dari semangat untuk meninggalkan doktrin-doktrin lama dalam bidang seni yang dianggap sudah usang. Jika dipandang dari konteks kata pembentuknya, seni kontemporer dapat dijelaskan secara etimologis sebagai suatu refleksi dari waktu yang sedang berjalan. Kota Manado tidak luput dari fenomena seni kontemporer yang sedang terjadi. Oleh karena itu kita membutuhkan suatu sarana publik dengan fungsi utama untuk mengumpulkan, merawat, mengapresiasi, dan mempublikasikan karya-karya seni kontemporer yang ada di Kota Manado dan sekitarnya. Dalam hal inilah perancangan “Museum Seni Kontemporer di Manado” akan memegang peranan. Adapun tema yang dipergunakan dalam perancangan ini adalah “Emotional Architecture Within Space and Light” dengan tujuan untuk menciptakan suatu objek arsitektural yang mampu mempengaruhi sisi psikologis manusia sebagai subjek yang akan berinteraksi dengan objek perancangan. Kata kunci: Seni kontemporer, museum, emotional architecture
MULTIMEDIA TECHNO PARK DI MANADO. Optimalisasi Ilusi Audio Visual dalam Arsitektur. Kaligis, Sharon D.; Makaianas, Idradjaja; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi multimedia di era digital ini semakin pesat. Disadari bahwa perkembangan teknologi menjadi salah satu indikator penentu meningkatnya daya saing daerah, namun harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusianya sehingga dibutuhkan fasilitas yang dapat mewadahi pengembangan teknologi sekaligus sumber daya manusia yang ada. Hal tersebut sejalan dengan arahan pemerintah RI untuk membangun 100 Science dan techno park di daerah-daerah di Indonesia. Techno park merupakan suatu wadah pengembangan technology dan sumber daya manusia dengan focus pengembangan bidang teknologi tertentu. Objek techno park dengan basis teknologi multimedia sangat potensial untuk dihadirkan di suatu daerah melihat permintaan akan produknya yang semakin pesat dan mencakup berbagai bidang. Lokasi objek yang dipilih adalah di Kota Manado. Sebagai kota yang telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi kota digital (cyber city), Keberadaan Multimedia Techno Park dapat memperkuat identitas kota manado untuk menjadi cyber city sekaligus dapat membuka lapangan kerja baru bagi para lulusan IT dari perguruan-perguruan Tinggi di Sulawesi Utara serta mempermudah pemenuhan kebutuhan akan produk multimedia yang semakin meningkat. Untuk mendukung objek rancangan dipilih tema yang mengoptimalkan teknik ilusi audio dan visual untuk diimplementasikan dalam perancangan karena dianggap mampu merepresentasikan fungsi serta karakteristik objek. Penyajian Ilusi Audio menggunakan teknik Ilusi Audio yang difokuskan pada teori psychoacoustic tricks (Trik Psikologi Akustik), sedangkan untuk Ilusi visual menggunakan teknik visualisasi yang diadaptasi dari teori Ilusi Optis.  Kata Kunci : Multimedia, Techno Park, Ilusi Audio, Ilusi Visual, Manado
AQUATIC SPORT & LEISURE CENTER DI TALAWAAN, MINAHASA UTARA “WATERSCAPE ARCHITECTURE” Junus, Mohamad H; Erdiono, Deddy; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga merupakan kegiatan peningkatan kesehatan yang rekreatif sebagai bagian dari pendidikan menuju sportivitas, disiplin dan prestasi. Melalui prestasi olahraga dapat dilihat citra bangsa yang positif. Olahraga juga sangat penting bagi perkembangan fisik maupun mental masyarakat. Memadukan kegiatan olahraga, rekreasi dan komersial merupakan suatu yang positif untuk mendukung perkembangan kehidupan olahraga yang modern. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia yang terus berkembang, banyak kegiatan olahraga yang disempurnakan dan diperlombakan sebagai kegiatan pemersatu masyarakat baik lokal maupun internasional, salah satunya olahraga air, Oleh karena itu perlu dihadirkannya gedung Aquatic Sport and Leisure Center, Yang bisa memadukan kegiatan olahraga air, rekreasi dan komersial.Dalam perencanaan sebuah gedung Aquatic Sport and Leisure Center, harus benar benar direncanakan secara matang, dan disesuaikan dengan tuntutan olahraga masyarakat modern sekarang ini. Pendekatan dalam perancangan arsitektur, sebuah konsep bangunan gedung Aquatic Sport and Leisure Center merujuk pada pertimbangan kondisi lingkungan dan fungsi bangunan dengan maksud memberikan wadah yang layak untuk menampung kegiatan penggunanya. Kota Manado yang berada di pinggiran pantai sekaligus terletak di kawasan hilir dari 4 sungai besar yang membelah 6 wilayah kota Manado, sangat memungkinkan untuk diterapkannya tema Waterscape Architecture.Manado sebagai sebuah Ibukota Propinsi Sulawesi Utara dengan prestasi olahraga yang cukup baik dan menjadi tolak ukur serta acuan kemajuan perkembangan olahraga khususnya olahraga air di belahan timur Indonesia. Untuk itu demi meningkatkan amino masyarakat akan olahraga air, maka Tuntutan untuk penyediaan fasilitas olahraga air yang representatif dan modern sangatlah diperlukan. Penyediaan sebuah sarana olahraga berupa Gedung Aquatic Sport and Leisure Center sangatlah tepat menjawab tuntutan tersebut.  Kata Kunci : Aquatic Sport & leisure, Waterscape Architecture.
MENGUNGKAP MAKNA METAFORIK KARYA TADAO ANDO : AUDITORIUM ‘TELUR’ INAMORI, UNIVERSITAS KAGOSHIMA – JEPANG Erdiono, Deddy
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembacaan ekspresi metaforik karya arsitektur dapat dilakukan oleh setiap orang dengan latar belakang yang berbeda, sesukanya sesuai dengan pengalaman masing-masing. Sehingga makna metaforik yang diperolehnyapun menjadi variatif, sekalipun tidak sama dengan makna yang ingin disampaikan oleh arsiteknya (Charles Jencks : ‘The Language of Post Modern’, 1991). Ekspresi metaforik karya arsitektur yang terlalu formal dan eksplisit dalam pengungkapan maknanya, seringkali dianggap dangkal, karena sangat jelas dan mudah dibaca oleh setiap orang. Sifatnya yang langsung seakan tidak perlu melalui proses pemikiran lebih lanjut, sehingga yang demikian ini dianggap tidak menyisakan ruang bagi imajinasi untuk berkembang (Robert Venturi : ‘Complexity and Contradiction in Architecture, 1966). Oleh karenanya, pembacaan dan pencarian makna metaforik suatu karya arsitektur harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya dilacak dari tampilan visual yang kasat mata saja, tetapi juga dari ‘passion of design’ sang arsitek yang sifatnya non fisik/abstrak. Kata kunci : ekspresi metaforik, makna metaforik, ‘passion of design’.
IMPLEMENTASI KONSEP ‘AMBIGUITAS’, ‘BOTH-AND’ DAN ‘DIFFERANCE’ DALAM RANCANGAN BANGUNAN MASJID DI INDONESIA Erdiono, Deddy
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 3 (2011)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK“Dan carilah uapa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuatlah baik (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang berbuat kerusakan.”( Surat Al-Qashash ayat 77 )Secara eksplisit Surat Al-Qashash ayat 77 tersebut di atas merupakan wanti-wanti Allah kepada kita (manusia) sebagai umat-Nya, agar dapat memelihara dan menjaga kehidupan akhirat dan duniawi sebaik mungkin (Hablum minallah, hablum minannas). Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling mulia. Manusia adalah makhluk Allah yang tidak diciptakan di muka bumi ini kecuali untuk menyembah kepada-Nya (Q. Adz-Dzaariyaat : 56). Kemudian kepada manusia juga dimintakan untuk menciptakan keselarasan hubungan antar sesama, hidup berdampingan penuh kasih sayang. Dengan demikian, hubungan antara manusia dengan Tuhannya tidak harus mengenyampingkan hubungan manusia terhadap sesama, atau sebaliknya. Secara implisit, nampaknya hal tersebut di atas seperti sesuatu yang bersifat ‘binari oposisi’, yakni dua hal yang saling berlawanan satu sama lain secara hirarkis seperti pemahaman surat tersebut di atas antara ke-Tuhan-an atau kemanusiaan, kesucian atau ketidak sucian (najis), akhirat atau dunia, surga atau neraka, sakral atau profan, vertikal atau horisontal….. dan seterusnya. Namun setelah dipahami dengan seksama dan mendalam, ternyata maknanya adalah sesuatu yang bersifat ‘both-and’, seperti masalah ke-Tuhan-an dan kemanusiaan, kesucian dan ketidak sucian, akhirat dan dunia, surga dan neraka, sakral dan profan, vertikal dan horisontal. Both-and juga dapat diartikan tentang keselarasan, keserasian dan keseimbangan, bahkan dalam konteks tertentu bermakna kesetaraan (kedua-duanya, either…….or, neither……..nor / Ventury,1966). Both-and tidak akan menjadi sesuatu yang ‘ambigu’, karena sesuatu yang bersifat ambigu itu artinya adalah mendua,meleburnya dua hal menjadi satu, memunculkan genre baru dengan sifat keduaan.Kata kunci : binari oposisi; ambigu; keduaan
STUDI PENGAMATAN TERJADINYA POLA PERGESERAN FUNGSI RUANG PADA BANGUNAN RUMAH-TOKO DI MANADO Erdiono, Deddy; Karonkong, Hendriek H.; Siregar, Frits O.P.
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 3 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah-toko (Shop house) adalah bangunan khas perkotaan dengan fungsi ganda sebagai tempat usaha (dagang) sekaligus hunian (rumah tinggal). Fungsi ini biasanya berawal pada satu kawasan pasar dengan aktivitas utama adalah dagang. Rumah dalam konteks rumah-toko (ruko) tersebut merupakan kebutuhan papan (primer) di samping aktivitas mata pencaharian utama. Jajaran ruko itu sendiri merupakan bangunan rintisan mengawali kegiatan bisnis terutama aktivitas dagang pada satu kawasan kemudian perkembangan berikutnya menjadi pusat perdagangan dan jasa dengan berbagai kesibukan bisnis yang merupakan bagian integral suatu kota. Perencanaan bangunan ruko di Manado awalnya didominasi oleh masyarakat pedagang keturunan Tionghoa (Cina) dengan rancangan ruko pada lahan yang terbatas. Fungsi rumah-toko tersebut masih seimbang antara fungsi hunian dan dagang, namun seiring dengan perkembangan jaman serta meningkatnya aktivitas berdagang daripada aktivitas berhuni, telah menyebabkan terjadinya perubahan fungsi ruang pada bangunan rumah-toko. Untuk mengetahui tentang perubahan tersebut, maka dilakukan penelitian terjadinya pergeseran fungsi ruang pada bangunan rumah-toko pada beberapa kawasan di Manado menurut urutan tahun pembangunannya. Penelitian ini dilakukan untuk: 1) Mengamati transformasi fungsi ruang pada beberapa kelompok bangunan rumah-toko di Manado secara berurut sesuai tahun pembangunannya; 2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mendominasi penyebab terjadinya perubahan fungsi ruang pada bangunan rumah-toko tersebut. Hasil dari kedua pengamatan tersebut akan dijadikan bahan dalam merumuskan tipe atau karakteristik perubahan yang terjadi pada bangunan rumah-toko di kota Manado. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Diharapkan nantinya dari proses penelitian ini diperoleh karakteristik pola transformasi fungsi ruang bangunan rumah-toko di Manado, adalah pola transformasi yang didominasi oleh penyebab yang spesifik. Kata Kunci : Rumah-toko, fungsi ruang, transformasi, pergeseran, dagang.
GRAHA KOMUNITAS FOTOGRAFI - Implementasi Konsep Disjuntion menurut Bernard Tschumi melalui Eksplorasi Ruang, Gerak dan Peristiwa Paluruan, Raynold H.; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 1, No 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GRAHA KOMUNITAS FOTOGRAFI ‘IMPLEMENTASI KONSEP DISJUNCTION MENURUT BERNARD TSCHUMI MELALUI EKSPLORASI RUANG, GERAK, DAN PERISTIWA’ Raynold Hakim Paluruan[1] Deddy Erdiono[2] ABSTRAK Fotografi sudah dikenal luas, karena fotografi ada di berbagai aspek kehidupan, terutama dalam hal – hal yang menyangkut informasi visual, surat kabar, majalah dan sebagainya sehingga fotografi merupakan salah satu kebutuhan dalam kehidupan manusia. Perkembangan fotografi di Indonesia dapat dilihat dari berkembangnya jumlah fotografer, makin majunya teknologi peralatan dan perlengkapan fotografi dan makin meningkatnya seni fotografi karya – karya fotografer Indonesia. Demikian pula  dengan perkembangan fotografi di Manado, dimana telah banyak komunitas – komunitas fotografer yang terbentuk, untuk saling berbagi info dan bertukar pikiran. Untuk mewujudkan gagasan ini, diterapkan model proses desain generasi II yang terdiri dari dua fase. Fase pertama yaitu pengembangan wawasan komprehensif dengan pendekatan konvensional berupa kajian tipologi objek serta kajian tapak dan lingkungan. Fase kedua yaitu berupa Execute Image-Present-Test Cycle. Implementasi Konsep Disjunction Menurut Bernard Tschumi Melalui Eksplorasi Ruang, Gerak, dan Peristiwa adalah tema yang digunakan pada desain Graha Komunitas Fotografi di Manado. Karakteristik dari tema ini adalah penerapan konsep pemisahan antara ruang, gerak, dan peristiwa yang dalam artian berdiri sendiri sebagai satu kesatuan. Hasil desain yang berupa penyajian gambar - gambar arsitektural, yang bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang kualitas perancangan Graha Komunitas Fotografi di Manado dengan implementasi tema konsep disjunction.   Kata kunci :    Graha Komunitas Fotografi, implementasi konsep disjunction, ruang, gerak, dan peristiwa. [1] Mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur Universitas Sam Ratulangi [2]Staf Pengajar Arsitektur Universitas Sam Ratulangi
RENTAL OFFICE DI MANADO (STRATEGI DESAIN “FROEBEL BLOCK” FRANK LIOYD WRIGHT) Khomara, David B.; Poli, Hanny; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi yang pesat sehingga mendorong timbulnya Rental Office sebagai wadah interaksi bisnis dan pelayanan jasa akibat tuntutan ruang yang besar dengan lokasi yang strategis. Di lain pihak tuntutan terhadap efisiensi, efektifitas dan flesibilitas menjadi patokan terhadap perancangan objek ini dan harus bisa meningkatkan daya tarik pengunjung. Selain itu, sebagai bangunan komersial Rental Office harus selalu mempunyai penampilan yang menarik sesuai tuntutan pasar dengan dinamika perubahan yang terus meningkat. Untuk itu perlu suatu strategi khusus agar dapat mendamaikan seluruh tuntutan terhadap perancangan Rental Office ini. Maka dari itu, penulis mengangkat tema “Strategi Desain Froebel Block Frank Lioyd Wright” untuk menjadi acuan dan kendaraan perancangan untuk pengambilan keputusan desain. Penulis mengangkat tema ini karena Frank Lioyd Wright adalah arsitek idola penulis dan strategi yang dipakai menurut John Rattenbury pada telaah karya Wright adalah kolaborasi yang tepat menurut perancang karena tema ini mempunyai strategi khusus yaitu strategi The Earth Line/Horizontalisme, Interpenetrasi Bidang, The Destruction Of A Box, Continuity Space, Room Within Space To Be Lived In, Pola Hirarki dan Unitarian. Proses perancangan objek ini menggunakan proses desain generasi II menurut John Zeisel yang terdiri dua fase. Fase pertama, yaitu pengkajian terhadap tipologi objek, tapak dan lingkungan serta tema yang diangkat. Ketiga data tersebut dianalisa dan menciptakan sinkronisasi yang baik antara objek, tema dan tapak dan dilanjutkan Fase kedua yaitu siklus Image-Present-Test dimana siklus yang keluar dievaluasi berdasarkan kriteria perancangan dari teori Geofrey Broadbent kemudian berlanjut ke siklus II dan seterusnya sebagai upaya untuk menutupi kekurangan kualitas desain siklus sebelumnya. Gubahan bentuk Rental Office ini mengambil model dan prinsip Rubikal Mirrol Cube sebagai bagian dari permainan Froebel Block. Sistem modul volumetric Rubikal dicoba diterapkan pada objek ini yang juga terdiri dari organisasi modul sewa. Desain bangunan yang dibuat dinamis dan berputar secara horizontal untuk meningkatkan daya tarik terutama closed vista dari Jl. Sudirman. Kata Kunci : Rental Office, John Zeisel, Froebel Block
KOMPARASI KONSEP ARSITEKTUR HIBRID DAN ARSITEKTUR SIMBIOSIS Ningsar, _; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 1, No 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Postmodern merupakan suatu gaya desain yang kompleks dan kontradiktif dalam Arsitektur, yang menghargai adanya prulal atau keberagaman dan perbedaan sehingga muncullah tema-tema yang merupakan konsep atau metode penggabungan keberagaman atau perbedaan tersebut dalam perancangan. Diantaranya konsep Hibrid yang dikemukakan oleh Charles Jenkcs dan Simbiosis oleh Kisho Kurokawa. Hibrid merupakan percampuran atau pekawinan elemen-elemen yang saling bertentangan. Sedangkan Simbiosis merupakan perpaduan antara dua unsur yang berbeda dalam satu entitas, yang di dalamnya kedua unsur tersebut masih independen. Dengan demikian kedua metode ini, yakni Hibrid dan Simbiosis merupakan metode penggabungan dari pluralitas atau perbedaan dari suatu rangkaian kehidupan atau budaya yang beragam di era-posmodern. Kata kunci: Komparasi, Hibrid, Simbiosis