Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Penilaian HOTS Materi Virus untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Putri Amalia Salsabila; Guntur Trimulyono
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v12n2.p287-297

Abstract

Abad 21 menuntut siswa untuk dapat mempunyai keterampilan dalam berpikir, keterampilan dalam berperan, serta keterampilan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu keterampilan yang harus dipunyai oleh siswa yaitu keterampilan dalam berpikir tingkat tinggi (Higher order thinking skills). Higher Order Thinking Skills merupakan suatu proses berpikir dalam level kognitif yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan validitas, reliabilitas, tingkat kemampuan berpikir kritis siswa, dan respon siswa terkait dengan instrumen penilaian HOTS materi virus. Metode penelitian pengembangan ini menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop dan Disseminate) tanpa tahap Disseminate. Validasi instrumen penilaian HOTS dilakukan baik secara teoritis maupun empiris. Validasi teoritis dilaksanakan oleh dosen ahli pendidikan, dosen ahli materi dan guru biologi. Hasil validitas teoritis diperoleh nilai sebesar 95,61% dengan kategori sangat valid. Validasi empiris dilaksanakan dengan melakukan uji coba terbatas terhadap 24 siswa. Hasil validitas empiris dari 15 butir soal HOTS 10 soal dinyatakan valid dengan nilai R hitung > 0.404. Hasil uji reliabilitas diperoleh nilai sebesar 0,732 dengan kategori reliabel. Tingkat kemampuan berpikir kritis siswa mendapatkan rata-rata nilai sebesar 55,31% dengan kategori cukup kritis. Respon siswa terhadap instrumen penilaian mendapatkan rata-rata nilai sebesar 85,60% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produk instrumen penilaian HOTS pada materi virus telah dinyatakan valid, reliabel, dan dapat mengukur kemampuan berpikir kritis siswa serta merupakan kategori soal sangat baik berdasarkan respon siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah agar instrumen penilaian ini dapat membantu dalam melatihkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA.
The Development of Electronic Student Worksheet Based on Multiple Intelligences on Human Heredity Materials to Increase Learning Outcomes for 12th Grade Students Wahyu sifasari; Guntur Trimulyono
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v12n2.p388-402

Abstract

Human heredity material is difficult for some students because it is invisible and complex. Understanding difficulties can make students' experience in learning outcomes decreased. Therefore, learning media needed to increase motivation and adaptable to students' learning styles, such as the electronic student worksheet (Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik/ e-LKPD) based on Multiple Intelligences. This study aimed to produce Multiple Intelligences e-LKPD on human heredity material, which is feasible in validity, practicality, and effectiveness to improve student learning outcomes. This study used 4D methods and tested on 20 students of 12th of SMAN 8 Surabaya students. The data was analyzed through the quantitative- descriptive technique. The research results got a very valid category with a 3.86 score for product validation and a 100% very valid category for the suitability of the material with the selected type of intelligence. The practical aspect got a very practical category with a 97.3% score. On the aspect of effectiveness, it is reviewed from four things, namely the N-gain test, the sensitivity of items, the completeness of multiple intelligences, and the students' response, with a score of 0.92, 0.66, 91.25%, and 99%, each categorized as high, sensitive, very high, and very effective category respectively. Thus, this e-LKPD can be used in the current learning process based on the students' specific multiple intelligence abilities and as an additional reference for teachers to teach human heredity material.
Profil Miskonsepsi Siswa pada Materi Virus Menggunakan Four-Tier Multiple Choice Diagnostic Test Isyatul Silvana; Guntur Trimulyono
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v12n2.p432-439

Abstract

Miskonsepsi adalah perbedaan konsep yang tidak sesuai dengan para ahli. Konsep yang kurang sesuai ini akan ditanam terus pada pengetahuan kognitif siswa jika tidak diubah, oleh karena itu perlunya identifikasi untuk mengetahui asal miskonsepsi tersebut berasal. Tes diagnostik digunakan untuk mengetahui miskonsepsi yang dialami oleh siswa menggunakan instrumen Four-Tier Multiple Choice Diagnostic Test untuk menemukan faktor penghambat dan solusi pembelajaran yang cocok untuk siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil miskonsepsi yang terjadi pada siswa pada materi virus kelas X. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi profil miskonsepsi materi virus dengan menggunakan Four-Tier Multiple Choice Diagnostic Test sebagai instrumennya. Sasaran pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Surabaya yang berjumlah 70 siswa yang telah menerima topik materi virus. Instrumen soal Four-Tier Multiple Choice Diagnostic Test materi virus terdiri dari 20 butir. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata miskonsepsi yang dialami siswa sebesar 29,31%. Persentase miskonsepsi siswa paling tinggi yaitu pada pokok bahasan sejarah penemuan virus sebesar 60% dan miskonsepsi terendah yaitu pada pokok bahasan peran menguntungkan virus sebesar 10%. Faktor terjadinya miskonsepsi pada siswa yaitu siswa itu sendiri, buku ajar yang kurang lengkap, sumber belajar siswa dan keterbatasan cara mengajar guru pada masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan informasi untuk mengurangi terjadinya miskonsepsi pada siswa saat pembelajaran. Kata Kunci: miskonsepsi, four-tier test, tes diagnostik, virus
The Validity of Debate-Based Students Worksheets on Evolution Submaterial to Train Scientific Argumentation Skills Mas Fathimah Azzahrah; Guntur Trimulyono; Dwi Anngorowati Rahayu
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v12n2.p554-563

Abstract

Partnership for 21st century learning (P21) requires students to have life and career skills, learning and innovation skills, and information media and technology skills. The curriculum of 2013 is related todemands of 21st century learning, namely the ability to think critically, communicate, collaborate and to be creative. The strategy can be used to achieve these demands is to train students with scientificargumentation. The ability of arguing students must be able to understand the evidence used to relate the theory, and assess the feasibility between data and arguments. One method that can be used to practice scientific argumentation is debate. Therefore, this study was developed a debate-based worksheet with components that include four main stages, namely constructive speech I, constructive speech II, crossexamination, and conclusion. The assessment of scientific argumentation refers to Toulmin's Argument Pattern (TAP). This study aimed to describe the validity of debate-based worksheets to train students’ scientific argumentation skills on the evolution subject, sub-material the origin of living things and theory of evolution based on the results of validation by experts. This research was development of Fenrich Instructional Cycle model which include several phases consists of (analysis, planning, design, development, implementation, evaluation, and revision) with modification without the implementation phase due to the Covid-19 pandemic condition. The results of the study showed that the validity of debatebased worksheets to train scientific argumentation skills was very valid. The average score of validation was 3.72 based on the feasibility of presentation, content, language, characteristics of the worksheet to train science argumentation skills and characteristics of debate-oriented worksheet. Thus, this research will be used as the basic for further research on the practicality and effectiveness of worksheet to train students’ scientific argumentation skills.Keywords: worksheet, debate, scientific argumentation, evolution.
Pengembangan E-Book Ispring Interaktif Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Fungi untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik SMA Yusi Sofia Valentina; Guntur Trimulyono
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v12n3.p786-799

Abstract

Keterampilan berpikir kritis penting dimiliki oleh peserta didik Sekolah Menengah Atas karena untuk memenuhi standar kelulusan di Kurikulum Merdeka pada materi fungi (keanekaragaman dan peranannya) sesuai capaian pembelajaran (fase E). Namun kenyataannya, keterampilan berpikir kritis peserta didik masih lemah. Berdasarkan penyebaran angket diketahui bahwa materi Fungi memiliki cakupan materi luas dan cara pengajarannya kurang diajak praktikum. Dengan demikian, solusi atas permasalahan tersebut yaitu membuat e-book ispring interaktif berbasis inkuiri terbimbing guna membantu melatihkan keterampilan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan e-book ispring interaktif yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Parameter penelitian ini yaitu validitas e-book yang ditelaah oleh 2 dosen ahli dan 1 guru biologi SMA, kepraktisan e-book dinilai berdasarkan aspek keterbacaan dan angket respon, serta keefektifan e-book dinilai dari hasil belajar untuk mengukur ketercapaian keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi e-book mendapatkan persentase sebesar 89,5% (sangat valid). Hasil keterbacaan e-book tersebut memperoleh level keterbacaan yaitu level 10 dan persentase angket respon sebesar 97,5% (sangat praktis). E-book dinyatakan efektif berdasarkan ketuntasan hasil belajar peserta didik yang memperoleh nilai rata-rata yakni 84,1 (tuntas). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa e-book ispring interaktif layak digunakan dalam pembelajaran.
Pengaruh Ekstrak Kulit Durian (Durio zibethinus) terhadap Pertumbuhan Jamur Patogen pada tanaman Kentang (Phytophthora infestans) Secara In Vitro Lailatus Sa'diyah; Rizki Dwi Putri; Alfina Zahwa; Guntur Trimulyono
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 3 No. 2 (2019): Biotropic, Volume 3 Nomor 2, 2019
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/biotropic.2019.3.2.129-134

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit buah durian terhadap pertumbuhan jamur patogen pada tanaman kentang secara in vitro. Metode yang digunakan adalah eskperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan variabel manipulasi berupa dosis ekstrak yaitu 15%, 25%, 50% dan 75%, kontrol positif menggunakan Dithane M-45 dan kontrol negatif menggunakan aquadest. Variabel respon yang diamati berupa diameter pertumbuhan jamur patogen tanaman kentang (Phytophthora infestans). Prosedur penelitian meliputi pembuatan ekstrak kulit durian dilanjutkan uji aktifitas antijamur. Data dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka daya hambat pertumbuhan jamur juga semakin besar. Daya hambat ekstrak terhadap pertumbuhan jamur pada konsentrasi ekstrak 50% merupakan yang tertinggi dibandingkan konsentrasi ekstrak lainnya yaitu sebesar 77,3%. Berdasarkan uji anova diperoleh nilai signifikasi yaitu 0,000 (<0,05) dan nilai F sebesar 570,542 artinya ada pengaruh pemberian ekstrak kulit durian terhadap pertumbuhan isolat jamur patogen pada tanaman kentang, sedangkan berdasarkan uji BNT diperoleh hasil bahwa masing-masing konsentrasi berbeda nyata dalam menghambat pertumbuhan isolat jamur patogen pada kentang. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian ekstrak kulit durian dapat menghambat pertumbuhan jamur patogen pada tanaman kentang secara in vitro.
Isolasi Dan Karakterisasi Bakteri Selulolitik Biopori Sebagai Upaya Awal Percepatan Proses Pengomposan Wardha Maulidya Pratiwi; Rana Yumna Nabila; Heliza Amalini; Guntur Trimulyono
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 4 No. 1 (2020): Biotropic, Volume 4 Nomor 1, 2020
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/biotropic.2020.4.1.48-54

Abstract

The purpose of this study was to obtain cellulolytic bacterial isolates isolated from leaf litter in absorption holes biopori FMIPA Unesa and obtain the most optimal cellulolytic bacterial isolates in cellulose degradation. This research was an observational study and the data were analyzed descriptively. Stages of the study began with bacterial isolation, cellulolytic ability testing, and characterization of cellulolytic bacterial isolates. Bacterial isolation was carried out by the pour plate method, isolation was carried out by the streak plate method, cellulolytic testing was carried out using Carboxy Methyl Cellulose media which was given Congo red 1%. While the isolation characterization was done morphologically, physiologically, and biochemically. The results obtained 15 isolates of cellulolytic bacteria that were tested for their ability to degrade cellulose. Cellulolytic test results showed that 6 isolates, namely BS1, BS7, BS10, BS11, BS14, and BS15 had a cellulolytic index of 0.8, 0.8, 0.8, 0.8, 0.8, 0.8. and 1. Isolates BS15 is the most optimal isolate in cellulose degradation with characteristics of the punctiform colony, yellow pigmentation, entire edge, convex elevation, optical opaque and smooth surface, produces catalase enzymes, is non-motile and can ferment in glucose and starch but cannot ferment lactose and also a Gram-negative