Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Kulit Bawang Merah Sebagai Keripik Untuk Menambah Nilai Ekonomi Masyarakat Keluruhan Air Kuti Kecamatan Lubuk Linggau I Reny Dwi Riastuti; Nopa Nopiyanti; yulfi yulfi; Yuli Febrianti
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 1 No. 02 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.925 KB) | DOI: 10.46772/jamu.v1i02.353

Abstract

Di dalam kulit bawang merah terdapat berbagai senyawa kimia yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, diantaranya flavanoid, tanin, saponin, dan glikosida. Setiap senyawa tersebut memiliki manfaat yang berbeda, seperti Flavonoid yang dapat menghasilkan aktivitas antioksidan antidermatosis, kemopreventif, antikanker, serta memiliki sifat fotoprotektif sehingga diyakini mampu menyerap sinar ultraviolet. Banyaknya jenis kandungan senyawa kimia tersebut, menjadikan kulit bawang merah dapat diolah menjadi makanan yang sehat dan tinggi gizi. Salah satu produk makanan yang dibuat dari kulit bawang merah adalah keripik. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan produk keripik kulit bawang merah kepada ibu-ibu PKK di kelurahan Air Kuti Lubuklinggau Timur I. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini adalah pelatihan yang dimulai dari tahap sosialisasi, tahap pemberian pengetahuan, dan tahap pelatihan. Lokasi Pelaksanaan program PKM ini adalah di kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1, Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan. Hasil dari kegiatan ini adalah: 1) ibu ibu PKK kelurahan Air Kuti setelah mengikuti pelatihan menjadi tau akan kandungan dalam kulit bawang merah, 2) Ibu ibu PKK kelurahan Air Kuti setelah mengikuti pelatihan menjadi bisa mengolah dan membuat kulit bawang merah menjadi kerikpik kulit bawang merah, 3) Bertambahnya variasi makanan, yaitu keripik kulit bawang merah dengan berbagai rasa pada industri rumah tangga di daerah Mitra
Pemanfaatan Organ Tumbuhan sebagai Obat yang Diolah secara Tradisional di Desa Wukirsari Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Nopa Nopiyanti; Andung Eliska; Intan Nuryani; Yuli Febrianti
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 6 No 1 (2023): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v6i1.5317

Abstract

Traditional medicinal plants are ingredients or natural ingredients derived from plants that have been used for generations for treatment based on experience. The use of plants as medicine has been around for a long time. Knowledge of medicinal plants is a national heritage based on experiences that have been passed down from generation to generation. Inheritance of knowledge about traditional medicine from generation to generation in society is the cause of the extinction of this knowledge. The knowledge possessed by traditional communities in the village is rarely written down, mostly only known by those who are old. Meanwhile, the younger generation, especially those who have integrated into modern life, rarely care about the knowledge that society has. This study aims to collect information from the public regarding the use of plant organs as traditional medicine in Wukirsari Village, Tugumulyo District, Musi Rawas Regency. This research is a descriptive study using interviews, observation, and literature studies. From the research results, it was found that the types of plants that have been used as medicinal plants in Wukirsari village, Tugumulyo district, Musirawas district totaled 17 species from 13 families and the parts of the plants used were 46.6% leaves, 26.6% rhizomes, 16.6% fruit, and 10% bark/stem. Keywords: Traditional Medicine, Utilization, Medicinal Plants
Respon Keterlaksanaan E-Book Ilmu Lingkungan Berorientasi Conceptual Change Yuli Febrianti; Endang Suswati; Nopa Nopiyanti
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 1 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i1.7653

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis keterlaksanaan e-book ilmu lingkungan berorientasi conceptual change. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui lembar keterlaksanaan e-book ilmu lingkungan berorientasi conceptual change. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner (angket) berbentuk kuesioner tertutup yang berisikan tentang aspek pengamatan yang diberikan kepada pengamat untuk mengetahui sejauh mana keterlaksanaan e-book ilmu lingkungan berorientasi conceptual change yang dibuat oleh peneliti. Adapun teknik analisis data digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh melalui kuesioner (angket) yang telah dinilai oleh pengamat. Analisis data yang digunakan dengan cara mengelompokkan informasi dari data hasil kualitatif yang berupa tanggapan dan hal-hal lain yang ditemukan selama pengamatan. Adapun analisis data dijadikan acuan untuk memperbaiki atau merefisi produk. Data yang diperoleh dianalisis dan diukur persentase respon pengamat melalui pedoman skor penilaian respon pengamat terhadap keterlaksanaan e-book ilmu lingkungan berorientasi conceptual change. Hasil penelitian ini adalah perolehan skor angket yang disi oleh pengamat diperoleh jumlah skor angket 38 dan dihitung menggunakan rumus diperoleh hasil yaitu 95%. Simpulan dalam penelitian ini adalah respon yang positif dari pengamat terhadap keterlaksanaan e-book ilmu lingkungan berorientasi conceptual change sehingga layak digunakan sebagai sumber belajar mandiri. Kata Kunci—Conceptual Change, E-Book, Ilmu Lingkungan, Kuesioner (Angket), Respon Keterlaksanaan.
PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK PEPAYA BERANEKA RASA (PIYA BERAS) KHAS DESA TRIKOYO KECAMATAN TUGUMULYO Yuli Febrianti; Dian Samitra; Fitria Lestari; Reny Dwi Riastuti; Nopa Nopiyanti; Endang Suswati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16399

Abstract

Buah pepaya bisa langsung dimakan saat sudah matang. Masyarakat masih jarang sekali mengetahui cara membuat keripik pepaya dengan cara tradisional. Sangat jarang pepaya segar berubah tampilannya menjadi makanan ringan/cemilan keripik pepaya. Memang komposisi buah pepaya lebih banyak mengandung air, sehingga lebih nikmat dan menyegarkan jika dipadukan dengan minuman segar, seperti es campur, es buah, salad buah, manisan atau yang lainnya. Pengolahan buah pepaya menjadi makanan kuliner hanya dibatasi pada campuran rujak buah saja. Karena banyak orang yang tidak berpikir untuk mengolah buah berserat ini menjadi makanan baru, apalagi sebagai cemilan atau makanan ringan seperti keripik pepaya. Metode pelatihan dimulai dengan persiapan (survey awal, administrasi, dan koordinasi), persiapan kegiatan lapangan, pemberian materi pelatihan, praktik pembuatan PIYA BERAS (Keripik Pepaya Beraneka Rasa) sebagai cemilan sehat, observasi keterampilan pembuatan keripik pepaya, monitoring dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan PIYA BERAS (Keripik Pepaya Beraneka Rasa) khas Desa Trikoyo Kecamatan Tugumulyo diperoleh bahwa Ibu PKK mengalami peningkatan keterampilan yaitu 58,33 (nilai keterampilan awal) menjadi 83,33 (nilai keterampilan akhir) dalam memanfaatkan buah pepaya menjadi keripik pepaya sebagai cemilan yang enak dan sehat. Kesimpulan dari pelatihan ini adalah Ibu PKK mengetahui cara mengolah keripik pepaya sebagai cemilan yang enak dan sehat. Para peserta mengikuti kegiatan pelatihan dengan semangat dan motivasi yang tinggi, sehingga kegiatan berjalan baik dan lancar.
INVENTARISASI JENIS IKAN AIR TAWAR DI SUNGAI NITAP KECAMATAN RAWAS ULU, KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Yuni Sulastri; Yunita Wardianti; Nopa Nopiyanti
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 2 (2023): JSRD, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i2.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ikan yang ada di Sungai Nitap Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara dan dikembangkan dalam bentuk flipbook pada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan menggunakan metode stasiun. Hasil penelitian yang dilakukan mengenai inventarisasi jenis ikan air tawar di Sungai Nitap, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara pada tanggal 25 Mei- 25 Juni 2023 ditemukan sebanyak 15 spesies dan 15 famili. 15 spesies ikan yaitu Osteochilus sclegeli, Anabas testudineus, M. nemurus, Stolephorus tri, Cryptopterus Sp, Holeostoma temminckii, Ostheochilus vittatus, Oreochromis niloticus, Betta splendens, Trichogaster pectoralis, Puntius tetrazona, Ophiocephalic striatus, Mystus nigriceps, Cyclocheilichtys janthochir, Clarias batrachus. Faktor abiotik di Sungai Nitap, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara yaitu memiliki suhu air 25-30ºC, keasaman air 6-7 (netral), kecerahan air kecoklatan. Hasil dari jenis ikan yang ditemukan kemudian dikembangakan dalam bentuk flipbook yang berjudul jenis ikan air tawar di Sungai Nitap Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara ini di valiadasi oleh 3 validator yaitu validasi ahli bahasa, ahli media dan ahli materi. Setelah divalidasi akan diuji coba keterbacaan pada masyarakat Kecamatan Rawas Ulu. Adapun hasil persentase yang di peroleh dari validasi ahli bahasa 87%, ahli media 70%, ahli materi 90% dan uji coba keterbacaan pada masyarakat diperoleh persentase 87% yang menyatakan bahwa flipbook tersebut termasuk kedalam kategori sangat valid dan tidak perlu direvisi serta layak digunakan oleh masyarakat sebagai sumber informasi dan sumber bacaan bagi masyarakat.
Hasil Pengembangan Booklet Tumbuhan Berpotensi Anti Fertilitas Di Kecamatan Lebong Selatan Kabupaten Lebong: (Results of the development of a plant booklet with the potential for anti-fertility in South Lebong District, Lebong Regency) Erika Neti; Nopa Nopiyanti Nopa Nopiyanti; Sepriyaningsih Sepriyaningsih
BIODIK Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v9i3.27311

Abstract

This study aims to determine the results of the development of an booklet for potentially anti-fertility plants in South Lebong District which is used as a medium of information about anti-fertility plants. This research is a quantitative descriptive research. Samples were taken by exploratory or roaming methods and booklet development was made using the Borg and Gall development model. Booklet development was carried out through five stages of research and development, namely 1) Research and data collection stage 2) Planning stage, 3) Product draft development stage, 4) Initial field test stage, and 5) Revision stage of the trial results and final product. The results of the development of an exploration booklet for potentially anti-fertility plants in Lebong Selatan District were validated by 3 expert lecturers from PGRI Silampari Lubuklinggau University, namely the material expert validator with a score obtained of 85%, a media expert with a value obtained of 83%, a linguist with a value obtained of 81 %, and continued with the community readability test through trials on a small group of 12 people with a score of 90%. It can be concluded that the booklet that has been developed is valid and does not need revision and is very suitable to be used as a source of information about potentially anti-fertility plants. Key words: Booklet, Plants, Anti fertility   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengembangan booklet tumbuhan berpotensi anti fertilitas di Kecamatan Lebong Selatan yang digunakan sebagai media informasi mengenai tumbuhan anti fertilitas. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil dengan metode eksploratif atau jelajah dan pengembangan booklet dibuat dengan menggunakan model pengembangan Borg dan Gall. Pengembangan booklet dilakukan melalui lima tahap penelitian dan pengembangan yaitu 1) Tahap penelitian dan pengumpulan data 2) Tahap perencanaan, 3) Tahap pengembangan draf  produk, 4) Tahap uji lapangan awal, dan 5) Tahap revisi hasil uji coba dan produk akhir. Hasil pengembangan booklet eksplorasi tumbuhan berpotensi anti fertilitas di Kecamatan Lebong Selatan di validasi oleh 3 dosen ahli dari Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau yaitu validator ahli materi dengan nilai yang diperoleh 85%, ahli media dengan nilai yang diperoleh 83%, ahli bahasa dengan nilai yang diperoleh 81%, dan dilanjutkan uji keterbacaan masyarakat melalui uji coba kepada kelompok kecil sebanyak 12 orang dengan nilai yang diperoleh 90%. Dapat disimpulkan booklet yang telah dikembangkan valid dan tidak perlu revisi serta sangat layak digunakan sebagai sumber informasi mengenai tumbuhan berpotensi anti fertilitas. Kata kunci: Booklet, Tumbuhan, Anti fertilitas
Pengembangan Flipbook Berbasis QR Code Hasil Identifikasi Tumbuhan Obat Berdasarkan Kearifan Lokal di Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara: (Development of Flipbook Based on QR Code Identification of Medicinal Plants Based on Local Wisdom in Karang Jaya District North Musi Rawas Regency) Uswatun Hasanah; Nopa Nopiyanti; Ria Dwi Jayati
BIODIK Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v9i3.27314

Abstract

This study aims to determine the types of medicinal plants based on local wisdom, the parts of plants used as medicine, and the processing of medicinal plants by the community in Karang Jaya District, as well as to find out the results of the development of flipbooks for identifying medicinal plants based on local wisdom in Karang Jaya District. . The results of the study found 31 plant species consisting of 18 families. The part of the plant that is most widely used as medicine by the people in Karang Jaya District is the leaf (54.55%), while the other plant parts used are the root (9.09%), stem (6.06%), rhizomes (12. 12%), latex (3.03%), fruit (3.03%), and all parts (12.12%). The most widely used method of processing medicinal plants by the people in Karang Jaya District is boiling (45.46%), while other methods of processing plants are dried (6.06%), scraped (3.03%), mixed (12. 12%), smoked (12.12%), tapped (3.03%), squeezed (2.12%), and direct consumption (6.06%). The results of the development of a medicinal plant identification flipbook based on local wisdom in Karang Jaya District, which was carried out by three validators and a small group community readability questionnaire of 12 people, showed that the developed flipbook was feasible and did not need revision. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat berdasarkan kearifan lokal, bagian-bagian tumbuhan yang digunakan sebagai  obat, dan cara pengolahan tumbuhan obat oleh masyarakat di Kecamatan Karang Jaya, serta mengetahui hasil pengembangan flipbook identifikasi tumbuhan obat berdasarkan kearifan lokal di Kecamatan Karang Jaya. Hasil penelitian ditemukan 31 jenis tumbuhan yang terdiri dari 18 famili. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan sebagai obat oleh masyarakat di Kecamatan Karang Jaya yaitu daun (54,55%), sedangkan bagian tumbuhan lain yang digunakan yaitu akar (9,09%), batang (6,06%), rimpang (12,12%), getah (3,03%), buah (3,03%), dan seluruh bagian (12,12%). Cara pengolahan tumbuhan obat yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Karang Jaya yaitu direbus (45,46%), sedangkan cara pengolahan tumbuhan yang lain yaitu dikeringkan (6,06%), dikikis (3,03%), diramu (12,12%), diasap (12,12%), disadap (3,03%), diperas (2,12%), dan konsumsi langsung (6,06%). Hasil pengembangan flipbook identifikasi tumbuahan obat berdasarkan kearifan lokal di Kecamatan Karang Jaya yang dilakukan tiga validator dan angket keterbacaan masyarakat kelompok kecil sebanyak 12 orang masyarakat menunjukkan bahwa flipbook yang dikembangkan telah layak dan tidak perlu revisi.
Pelatihan Pembuatan Dodol Jagung Pada Masyarakat Desa Yudha Karya Bakti Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musi Rawas Nopa Nopiyanti; Reny Dwi Riastuti
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v1i1.86

Abstract

Yudha Karya Bakti Village has enormous potential, namely Natural Resources such as corn plants. Where this corn is usually only processed as ordinary corn food such as, boiled, corn grits to be eaten by the community. Corn dodol is a food product that is made into a special food for the people of Yudha Karya Bakti Village. All types of corn found in Yudha Karya Bakti Village can be used as ingredients for making this corn dodol. By exploiting the potential of natural resources that come from the agricultural gardens of the residents. So innovation efforts are made to take advantage of this potential to empower the community to create innovations or food products that have high selling values that reach all aspects of society. Because most of the community is a subsistence farmer, the training is expected to increase the income of the community during their free time while farming.
Jenis-Jenis Basidiomycetes di Kawasan Air Terjun Sando Kota Lubuklinggau Sepriyaningsih; Nopa Nopiyanti
Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi Vol 6 No 2 (2024): Biosilampari: Jurnal Biologi
Publisher : Universitas PGRI Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62112/biosilampari.v6i2.52

Abstract

The aim of this research is to determine the types of basidiomycetes in the Sando Waterfall Area, Lubuklinggau City. This type of research is qualitative descriptive research. The research was conducted from September to December 2023 at Sando Waterfall, West Lubuklinggau I District, Lubuklinggau City. The method used in this research is a direct survey in the field by exploring the Sando Waterfall area. Data collection have made a brief description of the species and the habitat in which they were found. Species found are photographed to the identification process and data analysis used in this research is descriptive qualitative. The species found were identified using guidebooks about mushrooms, mushroom identification websites, and journals about mushrooms. Based on the research results, 18 species of macroscopic fungi were found, i.e. Tremidis sp., Polyporus squamosus, Ganoderma lucidum, Trametes lactinea, Armillaria mellea, Ganoderma applanatum, Ceriporus squamosus, Oudemansiella mucida, Microporus xanthopus, Galiella rufa, Trametes ochracea, Trametes gibbosa, Lentinus crinitus, Schizophyllum commune, Auricularia auricula, Phycnosporus sanguineus, Coprinus plicatilis, and Hexagonia tenuis. The habitat of these fungi is most often found in plant litter.
Tumbuhan Berpotensi sebagai Pewarna Alami di Kawasan Air Terjun Sando Kota Lubuklinggau Nopa Nopiyanti; Sepriyaningsih
Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi Vol 7 No 1 (2024): Biosilampari: Jurnal Biologi
Publisher : Universitas PGRI Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62112/biosilampari.v7i1.167

Abstract

This study aim to explore the potential for using plants as natural dyes in the Sando waterfall area. This type of research is qualitative descriptive research. The method used in this research is a direct survey in the field by exploring the Sando Waterfall area. Data collection was carried out by making a brief description of the species and the habitat in which they were found. Species found are photographed to facilitate the identification process. Furthermore, the species found were identified using guidebooks, websites and journals about plants as natural dyes. From the search results, it was found that 10 types of plants have the potential to produce natural colors which are used as a source of dye for food, nail dye and fabric dye. There are 5 types of plants used as food coloring, namely guava (Psidium guajava), mulberry (Morus sp), turmeric (Curcuma domestica), telang (Clitoria ternatea), and suji (Pleomele angustifolia). One type of plant is used as a cosmetic/nail dye, i.e waru (Hibiscus tiliaceus). Meanwhile, for fabric dye, there are 5 types of plants, namely Harendong (Clidemia hirta), jengkol (Pithecellobium jiringa), papaya (Carica papaya), turmeric (Curcuma domestica), tarum (Indigofera tinctoria).