Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERAN KADER DASA WISMA DALAM APLIKASI PHBS, GEMAS DAN ANTISEPTIK PADA PENGASUHAN KELUARGA BALITA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RT VII KELURAHAN GONDORIYO SEMARANG Tri Sakti Widyaningsih; Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.51

Abstract

Latar belakang: Tingginya angka kematian balita di Masa Pandemi Covid-19 perlu adanya perhatian khusus dalam menerapkan protokol kesehatan. Kader Dasa Wisma merupakan lingkup terkecil dari kelompok kader yang terlibat dalam penyebaran informasi kesehatan dan aktif dalam penanggulangan masalah kesehatan, dimana kelompok tersebut adalah lingkungan terdekat dalam pengasuhan keluarga di lingkup RT khususnya keluarga yang memiliki balita. Terdapat 26 balita di RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang yang bermain bersama tanpa memperhatikan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19.Tujuan: Tujuan PKM ini adalah upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan peran kader Dasa Wisma serta perubahan perilaku pengasuhan keluarga yang memiliki balita RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang selama Masa Pandemi Covid-19 untuk mencegah penularan virus corona.Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan metode 1) Pemberian pendidikan kesehatan tentang PHBS, Gemas, dan penggunaan Antiseptik, 2) Pendampingan Kader Dasa Wisma dalam aplikasi PHBS, Gemas, dan penggunaan Antiseptik di masyarakat, 3) Sosialisasi protokol kesehatan kepada pengasuhan keluarga yang memiliki balita dalam praktik PHBS, Gemas, dan penggunaan Antiseptik, 4) Evaluasi kemampuan dan pemahaman kader dan keluarga balita.Waktu Pelaksanaan: Kegiatan PKM dilaksanakan pada bulan September 2020 - April 2021.Hasil kegiatan: Seluruh rencana kegiatan terlaksana dengan baik. Terlatih 6 kader kesehatan RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang; pengetahuan dan keterampilan kader meningkat. Hasil edukasi dan pendampingan kader Dasa Wisma berhasil meningkat hingga 90% dalam melakukan pengasuhan keluarga balita dan mengaplikasikan perilaku hidup bersih sehat, menggunakan masker dan antiseptik dalam setiap kegiatan di lingkungan tersebut.Implikasi Keperawatan: Pemberdayaan dan Pengasuhan Keluarga balita dilibatkan dalam setiap kegiatan di lingkungan RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, supaya dapat secara aktif dilakukan monitoring evaluasi serta tetap berperan aktif menerapkan PHBS, Gerakan menggunakan masker dan penggunaan antiseptik.Kata Kunci: Pendampingan Kader Dasa Wisma, PHBS, Gemas, Antiseptik, Pengasuhan Keluarga Balita
PKM PENYULUHAN KELILING MENGHADAPI NEW NORMAL COVID 19 DAN PEMBAGIAN MASKER PADA KELOMPOK IBU PKK DI RW X DAN XI KELURAHAN TAMBAK AJI” maulidta karunianingtyas wirawati; Dyah Restuning Prihati; Endang Supriyanti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i2.33

Abstract

ABSTRAKCoronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan SarsCoV-2. COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19. Peningkatan kasus covid tersebut disebabkan karena karena adanya Kebijakan kenormalan baru. Kebijakan kenormalan baru berdampak pada menggeliatnya aktivitas masyarakat. New normal adalah perubahan perilaku atau kebiasaan untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.  Dikelurahan Tambak aji Kecamatan Ngaliyan Semarang, angka kasus Covid 19 semakin meningkat. Kelurahan tambakaji mempunyai jarak 4 km dengan Univeritas Widya Husada Semarang. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat penyuluhan keliling dengan media booklet dan pembagian masker di wilayah mitra berdampak pada peningkatan pengetahuan yang diikuti adanya peningkatan pemahaman ,kesadaran, dan perilaku masyarakat dalam beraktivitas kondisi new normal dalam pencegahan penyebaran virus corona. Kata Kunci : penyuluhan keliling, covid 19, New Normal
Implementasi Self Healing Untuk Mengatasi Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa di Rs Permata Medika Semarang Dwi Nur Aini; Maulidta Karunianingtyas Wirawati; Menik Kustriyani; Arifianto Arifianto; Mariyati Mariyati; Mohammad Arifin Noor; Desi Ramadhani; Muhammad Azkanni’am
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 3 (2023): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i3.1951

Abstract

HD room nurses are health workers who play an active role in managing nursing care starting from assessment, both physically and psychologically. Determine nursing problems that arise in patients based on the results of the assessment, determine interventions, carry out implementation according to the plans that have been determined and evaluate the actions / implementations that have been carried out. In accordance with the problems experienced by these partners, the efforts made include implementing self-healing in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy who experience anxiety. The specific target of this PKM activity is to teach self-healing therapy in the prevention and treatment of anxiety, especially in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy at Permata Medika Hospital, Semarang. Teaching chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy how to do self-healing. Demonstration of self-healing therapy according to SOP. The result of this service activity is that the level of knowledge of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy at Permata Medika Hospital in Semarang increases after being given material on self-healing management with five finger hypnosis, besides that the patient is able to carry out a simulation on how to reduce anxiety with five finger hypnosis.
Perbedaan Kualitas Hidup Pada Pasien TB Paru Dengan Gangguan Depresi dan Tanpa Gangguan Depresi Dwi Nur Aini; Maulidta Karunianingtyas Wirawati; Mohammad Arifin Noor; Desi Ramadhani; Muhammad Azkanni’am
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31194

Abstract

Tuberkulosis paru (TB Paru) merupakan suatu penyakit yang menular dan disebabkan oleh disebabkan Mycobacterium tuberculosis (M.tb)  yang menyerang saluran pernafasan bagian bawah. Bakteri ini, sebagian besar masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer. Pengobatan TB Paru yang membutuhkan waktu lama dan seringkali menimbulkan efek samping dapat menimbulkan masalah psikologis seperti stress atau depresi, sehingga tidak jarang pasien dengan penyakit TB mempunyai nilai kualitas hidup yang rendah dikarenakan depresi yang dialami pasien. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui Perbedaan Kualitas Hidup  Pada Pasien TB Paru Dengan Gangguan Depresi dan Tanpa Gangguan Depresi. Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dangan Uji Mann-Whitney. teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling.Sampel dalam penelitian ini adalah pasien TB Paru di Rumah Sakit Permata Medika Semarang yang berjumlah 32 Responden yang terbagi 16 Pasien TB Paru dengan Depresi dan 16 Pasien TB Paru tanpa Depresi. Instrument yang dipakai dalam penelitian ini Zung Self-rating Depression Scale (ZSDS) dan European Organization for the Research and Threatment of Cancer Quality of Life Quistionnaire C30 (EORTC QLQ –C30). Terdapat perbedaan kualitas hidup pada pasien TB Paru dengan depresi dan pasien TB Paru tanpa depresi. Pasien TB Paru dengan depresi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih rendah dibandingkan pasien TB Paru tanpa depresi
Pengaruh Edukasi Triase Dengan Booklet Terhadap Kecemasan Keluarga Pasien di IGD Maulidta Karunianingtyas Wirawati; Dwi Nur Aini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31722

Abstract

Triase adalah cara pengelompokan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan. Proses triage dipengaruhi jumlah pasien yang datang ke IGD, kondisi kegawatan pasien, kemampuan dari tenaga medis, alat dan ruangan yang tersedia. Kondisi instalasi gawat darurat sering menimbulkan kecemasan, tidak hanya terjadi pada pasien namun juga terjadi kepada keluarga pasien. Kecemasan ini dapat mempengaruhi emosi sehingga dapat menimbulkan perasaan gelisah, khawatir dan takut yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui edukasi triase dengan booklet terhadap kecemasan keluarga pasien di IGD RS Permata Medika Semarang. Metode Penelitian Telaah eksperimen memakai metode kuantitatif dengan desain Purposive Sampling melalui pendekatan onegroup pre-test dan post-test design. Jumlah Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang berarti terhadap penurunan kecemasan keluarga pasien diruang IGD dengan nilai p value 0,00. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh edukasi triase dengan booklet terhadap penurunan kecemasan keluarga pasien diruang IGD.