Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JE-Unisla

Pengaplikasian Sistem IOT Pada Alat Penyiram Tanaman Otomatis Berbasis Arduino Nano Mohammad Yusuf Ridwan; Lela Nurpulaela; Insani Abdi Bangsa
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je-unisla.v7i1.766

Abstract

Tanaman merupakan makhluk hidup yang dapat tumbuh dan berkembang tergantung pada perawatan dan penyiramannya, pada umumnya penyiraman tanaman dilakukan dengan cara manual, akan tetapi petani tidak punya cukup waktu untuk menyiram tanaman serta kurang mengetahui berapa banyak air yang dibutuhkan oleh tanaman, seiring dengan berkembangnya zaman pemanfaatan teknologi otomatis sudah diterapkan dalam berbagai jenis kegiatan manusia oleh karena itu dibuatlah sistem penyiraman tanaman otomatis untuk mempermudah pekerjaan petani tanpa mengganggu akrivitas lainnya, alat penyiram otomatis dapat dikembangkan dengan memanfaatkan sistem IOT, pembuatan alat penyiram tanaman ini dapat memonitoring tanaman secara merata dan dapat mengatur penyiraman tanaman hanya menggunakan smartphone yang dapat dikoneksikan ke beberapa sistem di alat penyiram tanaman, sepertI kelembaban tanah (soil moisture sensor YL-39) guna memantau jumlah kadar air dan intensitas cahaya (ligt intensity sensor GY-302) guna mengontrol pencahayaan yang cukup pada tanaman, tombol on dan off di layar smartphone untuk menyalakan dan menghidupkan alat penyiraman tanpa harus datang secara langsung dan tanpa batasan jarak, sehingga petani dapat mengurangi pekerjaan dan mendapatkan waktu yang efesien.
Implementasi Penyiraman Otomatis dengan Sensor Gy-302 dan Yl-69 pada Alat Penyiram Tanaman Muhammad Fadhel Satria Munandar; Lela Nurpulaela; Insani Abdi Bangsa
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je-unisla.v7i1.750

Abstract

Perkembangan pada zaman ini semakin meningkat, manusia mengharapkan sebuah alat atau teknologi yang dapat membantu pekerjaan manusia, sehingga teknologi menjadi kebutuhan manusia. Alat penyiram tanaman otomatis bertujuan untuk menggantikan penyiraman manual menjadi otomatis sesuai waktu yang diinginkan oleh pengguna, adapun manfaat yang didapatkan dari alat ini adalah dapat mempermudah pekerjaan manusia dalam penyiraman. Alat ini menggunakan RTC (Real Time Clock) DS3231 yang berfungsi mengatur waktu yang diinginkan untuk melakukan penyiraman, sensor soil moisture yang berfungsi mendeteksi tingkat kelembaban tanah, sensor cahaya GY-302 yang berfungsi mengukur tingkat intensitas cahaya matahari lalu mengirim perintah kepada Arduino Nano untuk menghidupkan relay agar pompa dapat menyiram air sesuai kebutuhan tanah secara otomatis tanpa perlu melakukan penyiraman secara manual. Kata Kunci: Arduino Nano, RTC DS3231, Sensor Soil Moisture, Sensor GY-302
Pengujian Tahanan Kontak Pemutus Tenaga 70 KV Di Gardu Induk Rengas Dengklok Karawang Muhammad Mursal Fikri; Insani Abdi Bangsa; Ulul Ilmi
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je-unisla.v6i2.688

Abstract

The increasing demand for electric power every year demands to provide reliable electric power. One of the important parts to support the reliability of the electric power system is the substation. Substation is a subsystem of the electric powerdistribution system. One of the materials from the substation is a Circuit Breaker (CB) which is a switch that is used to open or close an electrical circuit under load conditions, and is able to connect or disconnect electrical circuits during normal conditions or when a fault current occurs. The CB needs to be maintained to maintain the reliability of CB. This research aims to determine the value of contact resistance in CB. In this research, data were collected from the last 2 periods of maintenancecarried out at the Rengas Dengklok Substation, PT. PLN (Persero) Karawang.Overall with the maintenance and testing of CB contact resistance, the reliability ofthe CB is maintained and can work normally
ANALISIS SISTEM PROTEKSI OVERFLUXING PADA SINKRONISASI GENERATOR DI PLTSA BANTARGEBANG Mulia Agustiani; Insani Abdi Bangsa
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 7, No 2 (2022): JE-UNISLA
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je-unisla.v7i2.786

Abstract

Generator merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Penggunaan generator banyak digunakan pada sistem pembangkit termasuk pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Bantargebang. Dalam membangkitkan listrik, pastilah melalui skema pembangkitan. Seperti pembakaran, konversi uap panas menjadi listrik dll. Dalam hal ini, Micom P342 berperan sebagai proteksi atau pelindung dari generator untuk meminimalisir bahkan menghindarkan dari kerusakan alat pada saat pembangkitan listrik. Proteksi ini berperan dengan cara mendeteksi, memberi alarm hingga mematikan semua sistem ketika nilai yang diproteksi yaitu tegangan, arus, fluks  (overfluxing) melebihi atau kurang dari batas yang telah disetting. Pada penelitian kali ini dilakukan analisis mengenai kegagalan overfluxing pada sinkronisasi generator dan mengetahui analisis setting waktu bekerjanya relay proteksi overfluxing di PLTSa Bantargebang. Analisis karakteristik gangguan kegagalan overfluxing yang dilakukan dengan cara perhitungan standar overvoltage, perhitungan kinerja relay berdasarkan frekuensi tetap dan frekuensi tidak tetap serta identifikasi karakteristik gangguan overfluxing dengan data record pada bulan Juni 2021. Adapun perhitungan setting waktu bekerjanya relay proteksi overfluxing di PLTSa Bantargebang dilakukan dengan cara menghitung kecepatan delay dengan tegangan dan frekuensi yang ditetapkan di PLTSa Bantar gebang. Hasil analisis mengenai karakteristik proteksi relay overfluxing selalu bekerja dibawah rentang nilai setting trip atau alarm yang diterapkan namun nilai setting waktu bekerjanya proteksi overfluxing sudah sesuai dengan Standar Internasional Commission (IEC) 60038 Dan dan buku panduan relay proteksi generator micom P342 yang digunakan. 
ANALISIS PENGENDALIAN ARUS DAN KARAKTERISTIK DARI REFLOW SOLDERING Dian Anjarwati; Insani Abdi Bangsa
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je-unisla.v8i1.822

Abstract

Solder is a tool that serves to solder electronic components. Each electronic component has its own resistance, one of which is resistance to high temperatures. Of the types of electronic components that tend to have the lowest resistance to high temperature, SMD components are needed so that soldering tool is needed that is able to control the temperature according to the characteristics of the electronic components. In its design,this tools uses an Arduino Uno ATMega328 microcontroller as a system controller as well as several other supporting components such as aK-Type Thermocouple sensor and a relay as a temperature controller that is generated for soldering. The working system of this tool can be adjusted through the set point as the input given to the tool. The input is the carried out by the microcontroller and he instructs the sensor to start flowing heat according to the input value given. In this study, the maximum temperature reached to start heating is 11.5 C and the lowest temperature is 32.5 C, the difference between to the temperatures is 79 C and the resolution in the calculating of the measurement is 100 ms. In the results of temperature control, the smaller the delay value given, the greater the risetime value.