Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Hubungan Kualitas Lingkungan Keluarga dengan Karakter Anak Usia Dini Vivi Irzalinda; Ari Sofia; Gian Fitria Anggraini
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 01 (2019): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/paud-lectura.v3i01.3352

Abstract

Keutamaan penelitian ini adalah upaya menyusun instrumen karakter anak usia dini dan kualitas lingkungan keluarga. Sehingga diharapkan dapat berkontribusi dalam mengatasi isu rendahnya kualitas SDM pada sebagian generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kualitas lingkungan keluarga terhadap karakter anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian cross sectional study. Lokasi penelitian dilaksanakan di TK Kota Bandar Lampung. Metode pengambilan sampel sekolah menggunakan metode cluster random sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Total sampel sebanyak 30 keluarga. Metode analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan positif antara kualitas lingkungan keluarga dengan karakter anak usia dini (r=0,275, p=0,003).
Building The Bridge for Teacher-Parents Collaboration in Enhancing Children Critical Literacy Skills: A Systematic Literature Review Anggraini, Gian Fitria; Sunendar, Dadang; Damayanti, Vismaia S.; Musthafa, Bachrudin
Proceedings International Conference on Education Innovation and Social Science 2024: Proceedings International Conference on Education Innovation and Social Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the impact of collaboration between teachers and parents on enhancing students' critical reading abilities. It examines existing literature on the collaboration between teachers and parents in primary schools, particularly emphasizing critical reading proficiency. A systematic search was conducted across five databases using specific criteria to select studies for further analysis. The findings suggest that collaborative efforts between teachers and parents significantly contribute to advancing and diversifying students' critical reading skills. Various strategies can be employed to facilitate this collaboration. Moreover, teachers and parents alike must enhance their knowledge not only on methods to improve children's critical reading skills but also on understanding each other's perspectives and backgrounds. Further research is essential to grasp these factors comprehensively and to develop and assess the impact of parental or teacher beliefs on children's critical reading abilities. Notwithstanding the existing disparities, the outcomes of this review underscore the potential of teacher-parent collaboration in enriching children's critical reading capability.
Enhancing Students' Critical Reading Skills through the Integration of Critical Literacy Pedagogy and Teacher-Parent Collaboration Program Anggraini, Gian Fitria; Sunendar, Dadang; Damayanti, Vismaia S; Musthafa, Bachrudin
Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) Vol. 8, No. 1, January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ijolae.v8i1.13366

Abstract

This study investigates the effectiveness of an innovative instructional model that integrates critical literacy pedagogy with structured teacher–parent collaboration to enhance elementary students’ advanced critical reading skills. Grounded in the principles of critical literacy, the model extends literacy learning beyond the classroom by aligning school-based instruction with guided home literacy practices. The study responds to the urgent need to strengthen Indonesian students’ higher-order reading abilities in the context of information overload and persistent low literacy achievement. A quasi-experimental pre-test–post-test control group design was employed involving 37 fourth-grade students from a public elementary school in West Bandung Regency. The experimental group (n = 21) participated in the innovative collaborative literacy model, while the control group (n = 16) received conventional language instruction. The intervention was implemented through three stages problematization, cultural discussion, and social action—using thematic texts on bullying and environmental issues. Students’ critical reading was measured across six dimensions: interpretation, analysis, inference, evaluation, explanation, and self-regulation. Data were analyzed using independent sample t-tests. Results showed no significant pre-test differences between groups. However, post-test findings revealed a statistically significant improvement in the experimental group (p < 0.05) with medium normalized gain scores. Teachers demonstrated high pedagogical understanding, and parents showed adequate readiness, supporting effective implementation. These findings indicate that innovative family–school literacy integration can effectively advance critical reading development and offers a scalable approach to strengthening advanced literacy in primary education.
PERMASALAHAN LITERASI AWAL: KESULITAN ANAK DALAM MEMBEDAKAN HURUF YANG MIRIP TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA Indah Nurpita Sari; Fitri Awaliyah; Dirania Gusti Lenetha; Rizka Syawal Andriyani; Rahma Yesa Mareta Zahra; Vivi Irzalinda; Gian Fitria Anggraini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46767

Abstract

Permasalahan literasi awal pada anak usia dini berkaitan dengan kemampuan mengenal dan memahami simbol bahasa. Salah satu kesulitan yang sering muncul adalah ketidakmampuan anak dalam membedakan huruf yang memiliki kemiripan bentuk visual, seperti b, d, p, serta m dan w. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesulitan anak dalam membedakan huruf yang mirip serta dampaknya terhadap perkembangan bahasa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji artikel jurnal nasional pada rentang tahun 2020–2026 yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesulitan dalam membedakan huruf berkaitan dengan kemampuan diskriminasi visual dan memori visual yang belum berkembang optimal, serta dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal seperti minat belajar, lingkungan, dan metode pembelajaran. Kesulitan tersebut berdampak pada proses membaca permulaan yang ditandai dengan kesalahan dalam pengenalan huruf, pelafalan, penggabungan bunyi, serta pemahaman kata. Dampak tersebut berlanjut pada perkembangan bahasa anak, baik dalam memahami maupun mengungkapkan bahasa, sehingga kemampuan berbahasa belum berkembang secara optimal sesuai tahap perkembangan.
DAMPAK TUNTUTAN CALISTUNG DI SEKOLAH DASAR TERHADAP PENGEMBANGAN LITERASI DAN NUMERASI ANAK USIA DINI Anjani, Ni Made Putri; Meida Anjani Anugrah Ihwanto; Kiki Indah Puspita Sari; Citra Kartikasari; Arin Rosmaliza; Vivi Irzalinda; Gian Fitria Anggraini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46881

Abstract

Sejak usia dini, literasi dan numerasi merupakan fondasi penting bagi perkembangan kognitif dan kesiapan belajar anak. Keterampilan ini mencakup lebih dari sekadar membaca, menulis, dan berhitung (kalis); keterampilan ini juga mencakup pemahaman konsep, pola, dan pemikiran logis. Namun, dalam praktiknya, keterampilan ini seringkali dipersempit menjadi penguasaan kalis, sehingga menciptakan ketidaksesuaian antara tuntutan akademis dan tahapan perkembangan anak yang masih dalam fase bermain dan eksplorasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak tuntutan kalis terhadap perkembangan literasi dan numerasi anak usia dini. Dengan menggunakan riset pustaka, data sekunder dari literatur ilmiah yang relevan dianalisis melalui analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuntutan kalis memiliki dampak yang kompleks. Meskipun pengenalan dini dapat meningkatkan kesiapan sekolah, tekanan berlebihan yang tidak sesuai dengan tahapan perkembangan anak dapat menyebabkan tekanan psikologis, stres akademis, dan penurunan minat belajar. Lebih lanjut, penekanan berlebihan pada kalis dapat menghambat perkembangan sosial-emosional dan mengurangi kesempatan untuk bermain kreatif. Oleh karena itu, pendekatan yang seimbang diperlukan untuk memastikan bahwa pengajaran tetap sesuai dengan perkembangan dan mendukung proses pembelajaran yang menyenangkan.
Mengenal Bunyi Tanpa Mengenal Bentuk Hubungan Kemampuan Pra-Membaca Anak Usia 5-6 Tahun kiptiyah; Nur Atina Safitri; Leysa Auliya Putri; Salwa Septa Nabilla; Nadelia Balqis; Vivi Irzalinda; Gian Fitria Anggraini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13167

Abstract

Keaksaraan dini merupakan landasan penting bagi keberhasilan akademis jangka panjang anak-anak, namun banyak anak berusia 5-6 tahun di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam keterampilan membaca awal, khususnya dalam mengenali huruf dan menghubungkan simbol tertulis dengan bunyinya yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian metode pengajaran yang digunakan oleh pendidik PAUD dalam pengajaran alfabet dan mengidentifikasi metode dan media yang paling efektif untuk mendukung perkembangan pra-membaca. Dengan menggunakan pendekatan Tinjauan Pustaka yang sistematis, penelitian ini mensintesis temuan dari 10 artikel peer-review yang diterbitkan antara tahun 2022-2026, dipilih melalui Google Scholar dan SINTA 2-4 jurnal terindeks menggunakan kata kunci: literasi, pra-membaca, dan PAUD. Data dianalisis melalui sintesis tematik yang melibatkan pengkodean baris demi baris, pembentukan tema deskriptif, dan pengembangan tema analitis studi silang. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa kesadaran fonologis berfungsi sebagai prasyarat paling mendasar untuk kesiapan membaca dan harus mendahului pengenalan huruf secara visual. Pendekatan fonik secara konsisten terbukti lebih efektif daripada metode konvensional, karena secara bermakna menghubungkan simbol huruf dengan suara dalam lingkungan belajar yang alami dan tidak menekan. Media interaktif seperti kartu surat, roda baca, dan alat alfabet rol secara signifikan meningkatkan motivasi anak-anak dan kemampuan mengenali huruf. Lingkungan keluarga juga muncul sebagai faktor eksternal penting yang mendukung perkembangan literasi dini. Disarankan agar pendidik memulai pengajaran literasi dari pengenalan suara sebelum memperkenalkan simbol tertulis, menggunakan media interaktif dan berbasis permainan, dan melibatkan keluarga sebagai mitra aktif dalam stimulasi literasi dini untuk memastikan pembelajaran yang holistik dan sesuai dengan perkembangan.
The Relationship Between Gadget Use And Social Interaction Skills Of Children Aged 5–6 Years At TPP Cahaya Insan Cendekia Kindergarten, Bandar Lampung Putri Maharani; Gian Fitria Anggraini; Nopiana Nopiana
Jurnal E-MAS (Edukasi dan Pembelajaran Anak Usia Dini) Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : FKIP UNSULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/e-mas.v2i2.767

Abstract

This study aims to determine the relationship between gadget use and social interaction skills of children aged 5–6 years. This research uses a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 62 children from three classes at TK TPP Cahaya Insan Cendekia. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and supported by observation. The results showed that gadget use was in the low category (81%), while children's social interaction skills were in the high category (90%). The Pearson Product Moment correlation test showed a correlation coefficient of –0.302 with a significance value of 0.017 (p < 0.05), indicating a significant relationship between gadget use and children's social interaction skills. Findings of the study confirm that there is a significant negative relationship between the two variables. The study concludes that the relationship is negative, meaning that higher gadget use tends to reduce children's social interaction skills. This indicates that increased exposure to gadgets may contribute to lower social interaction abilities in early childhood. Therefore, proper supervision of gadget use is necessary to support children's social development. Parental and educational control is essential to ensure balanced use of digital technology and optimal social development in children.
PENGARUH STIMULASI ORANG TUA TERHADAP LITERASI ANAK USIA 5-6 TAHUN Lintang, Lidwina; Nur Lisabella; Mutia Dwi Varens; Laili Rahmah; Feni Ria Anisa; Vivi Irzalinda; Gian Fitria Anggraini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46681

Abstract

Penelitian ini berada dalam bidang pendidikan anak usia dini yang berfokus pada pengembangan literasi anak. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh stimulasi orang tua terhadap literasi anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi literatur, menggunakan data sekunder dari jurnal, buku, dan dokumen ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar dan Google dalam lima tahun terakhir. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses seleksi dan sintesis. Hasil menunjukkan bahwa stimulasi orang tua berpengaruh signifikan terhadap perkembangan literasi anak, terutama melalui interaksi seperti membaca bersama dan komunikasi verbal. Kualitas keterlibatan orang tua lebih berpengaruh dibandingkan fasilitas literasi. Penelitian ini berkontribusi dalam menegaskan pentingnya pendekatan literasi yang interaktif dan sesuai perkembangan anak. Temuan ini penting sebagai dasar pengembangan literasi anak usia dini.
INTEGRASI PERAN KELUARGA DAN SEKOLAH DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK USIA DINI Ameily , Cantika Citra; Septiani, Dena; Hafizah, Dwi Fitri Nur; Zahra, Firra Fitria; Arianti, Sabrina; Irzalinda, Vivi; Anggraini, Gian Fitria
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48158

Abstract

Sexual violence against children is a serious issue that continues to increase and poses significant risks to children’s physical, psychological, and social development. Children are particularly vulnerable due to their limited understanding, dependence on adults, and lack of self-protection skills. Therefore, comprehensive and sustainable prevention efforts are required through the active involvement of families, schools, and the community. This paper aims to examine the forms of sexual violence against children and to analyze preventive strategies that can be implemented by the child’s immediate environment. The method used in this study is a literature review, drawing on various academic sources such as journals, books, and relevant legal regulations related to child sexual violence. The results of the review indicate that parental involvement in childcare, the provision of age-appropriate sex education from an early age, community awareness, and the role of schools in creating a safe and child-friendly environment play a crucial role in preventing sexual violence against children. The synergy between families, schools, and communities is essential to ensure that children can grow and develop optimally while being protected from sexual violence.