Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : gema kesehatan

EFEKTIFITAS SENAM DISMINORE DAN AKUPRESUR TITIK SANYINJIAO TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMINORE PADA REMAJA DI PONPES AL ISLAH PUTRI MANGKANG SEMARANG: EFFECTIVENESS OF DISMINORE EXERCISES AND SANYINJIAO POINT ACUPRESSURE ON REDUCING DISMINORE PAIN IN ADOLESCENTS AT AL ISLAH PUTRI MANGKANG PONPES SEMARANG Vita, Vita Triani Adi Puteri; Fauziah Winda Gurnita; Bintang Anggi Atika Palupi
GEMA KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v15i2.434

Abstract

Disminore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum dialami oleh wanita dari berbagai tingkat usia dan gejala yang timbul karena adanya kelainan dalam rongga panggul yang sangat mengganggu aktivitas perempuan, bahkan sering kali mengharuskan penderita beristirahat dan meninggalkan aktifitasnya. Salah satu intervensi penanganan dismenorhea adalah dengan penatalaksanaan nonfarmakologi, seperti aplikasi senam dismenorhea dan akupreesure Teknik sanyinjiao. Berdasarkan jurnal penelitian Novadela dan Efriyanthi kedua treatment ini sangat efektif untuk menurunkan rasa nyeri karena sama-sama berfungsi untuk menghasilkan hormon endorphin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aplikasi senam disminore dan akupresur sanyinjiao terhadap penurunan nyeri disminore pada remaja diponpes Al Islah putri Mangkang Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasy experimental dengan pretest-post test with control design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang yang terbagi dalam 2 kelompok dengan diberikan perlakuan yang berbeda. Kelompok 1 diberikan perlakuan senam disminore dan Kelompok 2 diberikan perlakuan akupressure titik sanyinjiao. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon dan mann whitney. Dari uji Wilcoxon didapatkan hasil ada perbedaan efektifitas senam disminore dan akupresure titik sanyinjiao terhadap intensitas nyeri disminore sedangkan dari uji Mann Whitney didapatkan hasil perlakuan akupresure titik sanyinjiao lebih efektif dibandingkan perlakuan senam disminore dalam upaya untuk mengalihkan rasa nyeri disminore. Kata kunci: Acupressure Titik sanyinjiao, Disminore, Senam Disminore   Dysmenorrhea is one of the most common gynecological problems experienced by women of all ages. Symptoms arise due to abnormalities in the pelvic cavity, which significantly interfere with women's activities and often require sufferers to rest and leave their activities. One of the interventions for treating dysmenorrhea is non-pharmacological management, such as the application of dysmenorrhea exercises and the Sanyinjiao technique of acupressure. Based on the research journal Novadela and Efriyanthi, these two treatments are very effective for reducing pain because they both function to produce endorphins. This study aimed to determine the application of dysmenorrhea and sanyinjiao acupressure to reduce dysmenorrhea pain in adolescents at Al Islah Putri Mangkang Islamic Boarding School, Semarang. The research design used was quasi-experimental research with pretest-posttest with control design. The sample in this study amounted to 32 people who were divided into two groups with different treatments. Group 1 was given the dysmenorrhea exercise treatment, and Group 2 was given the sanyinjiao point acupressure treatment. This study used the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. From the Wilcoxon test, the results showed that there was a difference in the effectiveness of Lismore exercise and sanyinjiao point acupressure on dysmenorrhea pain intensity, while from the Mann-Whitney test, it was found that the sanyinjiao point acupressure treatment was more effective than the dysmenorrhea exercise treatment to divert dysmenorrhea pain. Keywords: Dysmenorrhea; Dysmenorrhea exercise; Sanyinjiao point acupressure  
KOMBINASI MASSAGE EFFLEURAGE DAN MUSIK KLASIK TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA 1: THE EFFECT OF EFFLEURAGE MASSAGE AND CLASSICAL MUSIC ON FIRST-STAGE LABOR PAIN Vita Triani Adi Puteri Vita; Lestari Puji Asuti; Asih Nur A.T
GEMA KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v17i2.510

Abstract

Nyeri persalinan adalah kejadian sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks, serta penurunan janin selama persalinan. Nyeri persalinan mulai muncul pada persalinan kala I fase laten saat pembukaan 0-3 cm, nyeri tersebut menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, saat pembukaan 4-7 cm yang dirasakan nyeri agak menusuk dan saat pembukaan 7-10 cm yang dirasakan nyeri menjadi lebih hebat, menusuk dan kaku. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan dalam mengurangi nyeri persalinan yaitu massage effleurage dan musik klasik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kombinasi Massage Effleurage Dan Musik Klasik Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Di Puskesmas Kandeman Kabupaten Batang. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasy experimental dengan one group pretest posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang diberikan perlakuan massage effleurage dan terapi musik klasik. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon. Dari uji Wilcoxon didapatkan hasil ada pengaruh kombinasi massage effleurage dan musik klasik terhadap nyeri persalinan kala I. Dalam penelitian ini rata-rata nilai pre test nyeri persalinan adalah 5 dan rata-rata nilai post test nyeri persalinan adalah 3 sedangkan nilai p value nya adalah 0,000. Sehingga hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kombinasi massage effluerage dan musik klasik terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di Puskesmas Kandeman Kabupaten Batang. Kata kunci: Nyeri Persalinan, Massage Effleurage, Musik Llasik   Labor pain is a physiological response associated with uterine contractions, cervical dilation and effacement, and fetal descent during childbirth. Pain typically begins in the latent phase of the first stage of labor at cervical dilation of 0–3 cm and progressively intensifies as dilation increases. During the active phase (4–7 cm), pain is perceived as sharper, and it becomes more intense and rigid at dilation of 7–10 cm. One non-pharmacological approach to reduce labor pain is the combination of effleurage massage and classical music therapy. This study aimed to examine the effect of combining effleurage massage and classical music on labor pain during the first stage of labor at Kandeman Community Health Center, Batang Regency. A quasi-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted. The sample consisted of 30 women in labor who received effleurage massage combined with classical music therapy. Labor pain intensity was measured before and after the intervention and analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The results showed a significant reduction in labor pain following the intervention. The mean pain score decreased from 5 in the pretest to 3 in the posttest, with a statistically significant difference (p < 0.001). In conclusion, the combination of effleurage massage and classical music therapy has a significant effect in reducing labor pain during the active phase of the first stage of labor at Kandeman Community Health Center, Batang Regency. Keywords: Classical Music, Effleurage Massage, Labor Pain