Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AGRIEKSTENSIA

PENGEMBANGAN PELATIHAN BERBASIS INSTRUCTIONAL SISTEM DEVELOPMENT MODEL (ISD) BAGI PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DI KABUPATEN MALANG Wahyu Windari; Gunawan Gunawan
AGRIEKSTENSIA Vol 18 No 1 (2019): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.042 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v18i1.28

Abstract

Studi literatur ini ditulis dalam rangka merancang penelitian berbasis ISD untuk mewujudkan perencanaan pelatihan yang baik yang diharapkan dapat menghasilkan kompetensi sesuai yang diinginkan. Tulisan ini didasarkan pada permasalah penyuluh yang sangat antusias terhadap pendekatan penyuluhan partisipatif dan memahami pentingnya perlibatan masyarakat petani dalam kegiatan penyuluhan, namun demikian penyuluh merasa bahwa penerapan partisipasi dalam kegiatan penyuluhan tidak terjadi. Hal ini dikarenakan petani tidak merasa perlu untuk berpartisipasi dan menganggap partisipasi yang dilakukan membuang waktu mereka. Penyuluh merasa kurang mempunyai ketrampilan dalam berkomunikasi untuk meyakinkan petani akan pentingnya partisipasi dalam proses penyuluhan. Untuk meningkatkan kompetensi tersebut perlu disusun model pelatihan berbasis ADDIE. Model ini dipilih karena mempunyai langkah yang sederhana, mudah diterapkan tetapi mewakili keseluruhan proses system pembelajaran. Model pengembangan model pembelajaranADDIE dari lima fase yaitu, Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Keseluruhan tahapan yang ada pada model ADDIE dapat di implementasikan atau digunakan dalam program pelatihan untuk upaya meningkatkan ketrampilan komunikasi dan teknik fasilitasi yang dirasakan kurang bagi PPL di Kabupaten untuk meyakinkan petani akan pentingnya partisipasi petani dalam proses penyuluhan.
STRATEGI PEMBERDAYAAN USAHA AYAM JOPER PADA PROGRAM BEKERJA DI KECAMATAN PLOSOKLATEN KABUPATEN KEDIRI Nugraha, Yoga Prasetya; Windari, Wahyu; Kristanti, Novita Dewi
AGRIEKSTENSIA Vol 19 No 2 (2020): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.836 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v19i2.944

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan merumuskan strategi pemberdayaan kelompok tani melalui usaha peternakan ayam joper pada program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model PPE (Planning, Production, evaluation). Populasi dalam penelitian adalah 60 orang anggota kelompok tani “Tani Jaya” dan Tani Maju” Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Sampel penelitian adalah 60 orang yang ditentukan dengan tenik total sampling atau sensus. Hasil penelitian dari aspek planning menggunakan analisis SWOT didapatkan 15 alternatif strategi pemberdayaan. Aspek production menggunakan analisis QSPM diperoleh 15 alternatif strategi yang telah diprioritaskan. Aspek evaluation melalui expert judgment didapatkan 11 strategi pemberdayaan yang telah tervalidasi. Prioritas utama dari 11 strategi pemberdayaan adalah meningkatkan pengetahuan kelompok tani tentang teknis budidaya ayam joper. Kata kunci: ayam joper, planning, production, evaluation, strategi ABSTRACT This research aims to compile and formulate a strategy for empowering farmer groups through chicken Joper Farms' business on the "Bedah Kemskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA)" program. This research uses the Research and Development (R&D) method with PPE (Planning, Production, evaluation) model. The study population was 60 members of "Tani Jaya" and Tani Maju" farmer group in Plosoklaten subdistrict of Kediri Regency. The research sample is 60 persons determined by total sampling techniques or census. The research results from the planning aspect using SWOT analysis gained 15 alternative empowerment strategies. Aspect production using QSPM analysis obtained 15 alternative strategies that have been prioritized. The evaluation aspect through expert judgment acquired 11 validated empowerment strategies. The top priority of 11 empowerment strategies is raising the farmer's knowledge about technical cultivation of Joper Chicken. Keyword: Joper Chicken, planning, production, evaluation, strategy
Model Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Pembangunan Ekonomi Lokal Berbasis Produksi Di Pedesaan Windari, Wahyu
AGRIEKSTENSIA Vol 20 No 1 (2021): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.83 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v20i1.1506

Abstract

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah membuat model pemberdayaan masyarakat dalam upaya pembangunan ekonomi lokal berbasis produksi di pedesaan. Dasar dari pembuatan model adalah telaah UU Desa No 6 Tahun 2015 dan Rencana Strategi Kemendes Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Tahun 2015 – 2019 serta PP tentang Dana Desa No 50 Tahun 2015. Dalam Renstra Kemendes PDTT terdapat 4 strategi yang ditetapkan oleh kementerian perdesaan, dan dari ke-4 strategi tersebut yang dianggap penting dan bersinggungan langsung dengan masyarakat desa dalam pemenuhan pangan adalah strategi ke-3 yaitu upaya pembangunan ekonomi lokal berbasis produksi di pedesaan. Analisis kebijakan digunakan model Pearson untuk mencari solusi terhadap kesenjangan antara tujuan dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hasil akhir dari analisis kebijakan yang dilakukan adalah diusulkan model pemberdayaan dalam upaya meningkatkan pendapatan petani melalui penguatan kelembagaan, dan pembentukan desa mandiri spesifik lokalita melalui pendampingan. Kata Kunci: Analysis Kebijakan, Desa Mandiri, Spesifik Lokalit, Pemberdayaan ABSTRACT This paper aims to create a model of community empowerment to develop a local economy based on production in rural areas. The basis of modelling is Law No. 6 of 2015 and The Strategic Plan of Ministry of Rural Development of Disadvantaged Regions and Transmigration Year 2015 – 2019. Also, Government regulation on Village Fund No. 50 the Year 2015. The rural ministry establishes four strategies. The four strategies that are considered essential and in direct contact with the villagers in the fulfilment of food is the 3rd strategy that is local economic development efforts based on production in the countryside. Policy analysis used the Pearson model to find solutions to the gap between the objectives and the constraints faced in improving the community's welfare. The final result of the policy analysis is the proposed empowerment model to increase farmers' income through institutional strengthening and the establishment of specific villages localities through assistance. Keywords: Policy Analysis, Mandiri Village, Locality Specific, empowerment