Articles
MEDIA SOSIAL DAN KEGUNAANNYA BAGI REMAJA DI RW 07 DESA JATIMUKTI KECAMATAN JATINANGOR SUMEDANG
Trulline, Putri
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (513.146 KB)
Kegiatan Pengabdian Pada Masayarakat Priorotas OKK (PPMP OKK) ini berjudul Media dan Kegunaannya Bagi Remaja di RW 07 Desa Jatimukti Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang untuk.Kabupaten Sumedang merupakan kabupaten yang memiliki angka IPM cukup tinggi di Provinsi Jawa Barat, dengan Kecamatan Jatinangor sebagai pemegang angka IPM tertinggi di dalamnya. Data tersebut menunjukkan bahwa Kecamatan Jatinangor merupakan kecamatan dengan perolehan angka IPM tinggi di Jawa Barat. Perolehan nilai IPM sendiri mencakup 3 tiga bidang pembangunan manusia yang diangap paling mendasar, yaitu angka harapan hidup, pengetahuan, dan hidup layak. Remaja sebagai salah satu penggerak pembangunan, yang terterpa banyak informasi dari berbagai media, salah satunya adalah media sosial. Banyak informasi yang dapat diperoleh dengan mudah melalui internet, bahkan untuk informasi-informasi yang sebenarnya tidak baik atau dilarang untuk dikonsumsi oleh remaja. Tetapi kemudahan mengakses dan ketidaktahuan remaja akan penggunaan media yang baik dan benar menjadikan mereka tidak selektif dalam meneirma informasi dari media tersebut. Hal tersebut akan berpegaruh pada kualitas dan mutu dari remaja tersebut. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan dan pemahaman mengenai literasi media dan kegunaan media sosial, yang dapat diperoleh salah satunya melalui pelatihan tentang kegunaan media sosial di kalangan remaja RW 07 Desa Jatimukti Kecamatan Jatinangor yang akan diadakan oleh tim Pengabdian Pada Masyarakat Priorotas (PPMP OKK) Fakultas Ilmu Komunikasi Fikom Unpad. Tujuan kegiatan pelatihan ini sendiri adalah untuk memberikan kesadaran, pengetahuan dan kemampuan para remaja tentang media sosial dan kegunaannya. Sasaran utamanya adalah pelajar Remaja di Kecamatan Jatimukti Kabupaten Sumedang. Metode pendekatan yang digunakan dalam pelatihan mencakup Ceramah dan tanya jawab, brainstorming dan diskusi, serta peragaan dan tindakan baik secara individu maupun kelompok. Hasilnya menunjukkan bahwa para remaja di RW 07 Desa Jatimukti Kecamatan Jatinangor mereka dapat memanfaatkan media sosial sebagai ajang promosi misalnya mereka menjadi seorang food blogger kemudian mereka melakukan posting foto makanan tersebut lalu melakukan review makanan tersebut dan memberikan rekomendasi kepada para followersnya maka dengan begitu semakin sering melakukan riview makanan tempat atau apapun dapat menjadi sarana promosi sehingga menghasilkan income bahkan merekomendasikan potensi alam yang ada di desa mereka sehingga lokasi tersebut menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi selain itu mereka dapat memanfaatkan media sosial ini untuk membantu orang tua dalam memasarkan hasil pertaniannya.Â
PEMANFAATAN MEDIA DALAM PENCARIAN INFORMASI MENGENAI PROGRAM STUDI DI PERGURUAN TINGGI NEGERI
Trulline, Putri;
Mulyana, Slamet;
Octavianti, Meria
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.807 KB)
Setiap siswa SMA yang akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri harus
melakukan persiapan yang baik agar dapat lulus di program studi yang diinginkan.
Salah satu masalah yang umum dialami siswa yang baru lulus dari sekolah menengah
atas. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk mencari tahu bagaimana perilaku
pencarian informasi mengenai program studi pada Jenjang Sarjana oleh siswa SMA
Negeri Kelas XXI yang akan melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi Negeri di
Indonesia. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik survey.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara khusus, media yang dimanfaatkan oleh
siswa SMA dalam pencarian informasi mengenai program studi adalah website.
Website dianggap sebagai media yang terpercaya dalam memberikan informasi yang
tepat dan lengkap mengenai program studi yang akan dipilih oleh siswa SMA saat
mereka akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tetapi secara
umum, media interpersonal memberikan kontribusi yang besar dalam pencarian
informasi program studi. Teman dan alumni adalah dua pihak yang dianggap mampu
memberikan informasi tambahan yang dapat memperkuat informasi yang telah
diperoleh melalui website. Orang tua dan guru dianggap sebagai pihak yang mampu
memberikan keyakinan mengenai program studi yang akan dipilih oleh siswa SMA.
Kata kunci :pemanfaatan media, pencarian informasi, program studi, perguruan
tinggi negeri
PELATIHAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI PEMASARAN INDUSTRI PARIWISATA MELALUI PRODUK INOVATIF KREATIF DI KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN
Iwan Koswara;
Putri Trulline;
Dedi Rumawan Erlandia
Dharmakarya Vol 8, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.877 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i3.19941
Tujuan dari kegiatan PPM ini adalah untuk: (1) Memberikan pengetahuan dasar atas manfaat dan pentingnya komunikasi pemasaran bagi usaha kecil/industri kecil, dan menengah serta masyarakat pada umumnya, (2) Memberikan pengetahuan mengenai konsep pemasaran produk lokal orisinal, serta (3) Memberikan keterampilan praktis tentang pemilihan media komunikasi pemasaran (promosi) bagi pemasaran hasil industri produksi produk/jasa lokal. Peserta pelatihan ini adalah para usaha kecil, menengah, karang taruna/pemuda, serta masyarakat Desa Ciliang, Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Adapun metode pelaksanaan PPM ini, melalui penyuluhan, dialog, dan diskusi, serta simulasi praktek langsung kegiatan komunikasi pemasaran industri pariwisata. Kegiatan PPM ini diharapkan akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Desa Ciliang Kecamatan Parigi Khususnya, dan masyarakat Kabupaten Pangandaran pada umumnya, terutama para pelaku usaha kecil dan menengah. Kemampuan dan Keterampilan ini selanjutnya diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan diri dan menjadi wirausahawan sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupannya.Adapun target yang menjadi indikator pencapaian tujuan dari kegiatan PPM ini: Secara Kualitatif meningkatnya pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi daerahnya dalam melakukan pemasaran industri pariwisata barang/jasa melalui produk inovatif kreatif; Secara Kuantitatif meningkatnya aktivitas kegiatan komunikasi pemasaran pariwisata dalam menunjang peningkatan perekonomian masyarakat, melalui penciptaan wirausaha baru yang kreatif dan inovatif, dengan sumber daya lokal dari masyarakat Kabupaten Pangandaran
MEDIA SOSIAL DAN KEGUNAANNYA BAGI REMAJA DI RW 07 DESA JATIMUKTI KECAMATAN JATINANGOR SUMEDANG
Putri Trulline
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (513.146 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i1.14822
Kegiatan Pengabdian Pada Masayarakat Priorotas OKK (PPMP OKK) ini berjudul Media dan Kegunaannya Bagi Remaja di RW 07 Desa Jatimukti Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang untuk.Kabupaten Sumedang merupakan kabupaten yang memiliki angka IPM cukup tinggi di Provinsi Jawa Barat, dengan Kecamatan Jatinangor sebagai pemegang angka IPM tertinggi di dalamnya. Data tersebut menunjukkan bahwa Kecamatan Jatinangor merupakan kecamatan dengan perolehan angka IPM tinggi di Jawa Barat. Perolehan nilai IPM sendiri mencakup 3 tiga bidang pembangunan manusia yang diangap paling mendasar, yaitu angka harapan hidup, pengetahuan, dan hidup layak. Remaja sebagai salah satu penggerak pembangunan, yang terterpa banyak informasi dari berbagai media, salah satunya adalah media sosial. Banyak informasi yang dapat diperoleh dengan mudah melalui internet, bahkan untuk informasi-informasi yang sebenarnya tidak baik atau dilarang untuk dikonsumsi oleh remaja. Tetapi kemudahan mengakses dan ketidaktahuan remaja akan penggunaan media yang baik dan benar menjadikan mereka tidak selektif dalam meneirma informasi dari media tersebut. Hal tersebut akan berpegaruh pada kualitas dan mutu dari remaja tersebut. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan dan pemahaman mengenai literasi media dan kegunaan media sosial, yang dapat diperoleh salah satunya melalui pelatihan tentang kegunaan media sosial di kalangan remaja RW 07 Desa Jatimukti Kecamatan Jatinangor yang akan diadakan oleh tim Pengabdian Pada Masyarakat Priorotas (PPMP OKK) Fakultas Ilmu Komunikasi Fikom Unpad. Tujuan kegiatan pelatihan ini sendiri adalah untuk memberikan kesadaran, pengetahuan dan kemampuan para remaja tentang media sosial dan kegunaannya. Sasaran utamanya adalah pelajar Remaja di Kecamatan Jatimukti Kabupaten Sumedang. Metode pendekatan yang digunakan dalam pelatihan mencakup Ceramah dan tanya jawab, brainstorming dan diskusi, serta peragaan dan tindakan baik secara individu maupun kelompok. Hasilnya menunjukkan bahwa para remaja di RW 07 Desa Jatimukti Kecamatan Jatinangor mereka dapat memanfaatkan media sosial sebagai ajang promosi misalnya mereka menjadi seorang food blogger kemudian mereka melakukan posting foto makanan tersebut lalu melakukan review makanan tersebut dan memberikan rekomendasi kepada para followersnya maka dengan begitu semakin sering melakukan riview makanan tempat atau apapun dapat menjadi sarana promosi sehingga menghasilkan income bahkan merekomendasikan potensi alam yang ada di desa mereka sehingga lokasi tersebut menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi selain itu mereka dapat memanfaatkan media sosial ini untuk membantu orang tua dalam memasarkan hasil pertaniannya.
SOSIALISASI KEBIJAKAN KEBIJAKAN MEA BAGI PELAKU INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN BANDUNG BARAT
Putri Trulline
Dharmakarya Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (242.089 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i2.20085
Pemerintah daerah harus ikut menyiapkan diri dalam menghadapi MEA, karena sebagai kebijakan internasional yang lahir dari sebuah bentuk perjanjian internasional, keberadaan MEA akan berdampak bagi kehidupan masyarakat negara anggota perjanjian tersebut. Pemerintah KBB sudah selayaknya mengantisipasi dampak ini, salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan yang berlandaskan pada kebijakan pemerintah pusat terkait MEA. Idealnya, segera setelah kebijakan dibuat, maka pemerintah daerah perlu menyosialisasikannya kepada seluruh stakeholders termasuk kepada masyarakat luas guna menyiapkan masyarakat dalam menghadapi fase baru kehidupan perekonomian negara Indonesia di tingkat kawasan. Di sinilah letak pentingnya peran komunikasi politik dalam penetapan kebijakan baru. Dalam hal ini, merujuk pada kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maka pemerintah daerah KBB yang merupakan salah sau dari 27 kota kabupaten di Jawa Barat, perlu mengeluarkan kebijakan komunikasi politik tertentu dalam rangka menyosialisasikan pemberlakuan MEA guna menyiapkan seluruh stakeholders terutama masyarakat awam dalam menghadapi fase baru tatanan perekonomian bangsa saat ini. Hal ini sangat perlu dilakukan mengingat kebijakan internasional dalam tingkatan regional senantiasa berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat awam. Dengan adanya sosialisasi yang dilakukan oleh tim PPM Unpad bekerjasama dengan Disperindag terkait kebijakan kebijakan MEA bagi para pelaku industri kecil dan menengah di Kabupaten Bandung Barat diharapkan dapat membantu para UKM mempersiapkan kehadiaran MEA.
Model strategi komunikasi politik sosialisasi kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN di Bandung Barat
Benazir Bona Pratamawaty;
Evie Ariadne Shinta Dewi;
Putri Trulline
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.121 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v7i2.23362
Sejak tahun 2016, Indonesia memasuki fase baru tatanan kehidupan bermasyarakat dalam lingkup kawasan ASEAN yakni dengan mulai efektifnya ASEAN Economic Community (AEC) atau yang lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Konsekuensinya, Indonesia harus membuka perdagangan barang, jasa, dan pasar tenaga kerja dengan negara ASEAN lainnya. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, perlu menyosialisasikan kebijakan terkait MEA kepada seluruh stakeholders termasuk kepada masyarakat luas guna menyiapkan masyarakat menghadapi fase baru kehidupan perekonomian nasional akibat pemberlakuan MEA. Studi ini bertujuan untuk mengetahui model ideal strategi komunikasi politik bagi pemerintah daerah Kabupaten Bandung Barat dalam menyiapkan masyarakat menghadapi pemberlakuan MEA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara mendalam dan studi literatur. Pendekatan kualitatif dipandang relevan karena peneliti ingin mengkaji dan menganalisis secara mendalam strategi komunikasi politik pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam menyiapkan masyarakatnya menghadapi MEA. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa model strategi komunikasi politik yang ideal bagi pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam mengkomunikasikan kebijakan terkait MEA harus dimulai dari komunikasi politik internal pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam rangka menyamakan persepsi dan menciptakan kesepahaman akan visi pemerintah terkait kebijakan-kebijakan MEA. Dengan demikian, komunikasi politik pemerintah kepada masyarakat pun dapat dilakukan secara lebih terarah dan terprogram melalui koordinasi dan kerjasama dinas-dinas dan badan-badan terkait pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
PERAN ULAMA SEBAGAI OPINION LEADER DI PEDESAAN DALAM MENGHADAPI INFORMASI HOAKS
Dadang Sugiana;
Ira Mirawati;
Putri Trulline
Avant Garde Vol 7, No 1 (2019): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/avg.v7i1.848
Ulama is one of the opinion leaders in rural areas. Based on Two Step Flow Communication theory, they should be the information disseminator and legitimator for the community. However, is they still conduct that role in this digital era? Can Ulamas provide true information and play a role in counteracting hoaxes circulating through digital media? This study used descriptive methods with interviews as a data collection tool. The research informants were 17 Ulamas, 30-78 years old in Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. The results shows that the majority of Ulamas over 50 years old do not have a smartphone, only a few of them have smartphones and have WhatsApp features as well as Facebook. They are not active in using it and are not at the forefront of knowing the latest issues circulating on social media. Communities in rural areas still make Ulamas as opinion leaders but not on news that develops on social media. Therefore, Ulama still have an important role in confirming hoax circulating on social media but their source of knowledge is not the internet but still guided by the Qur'an and printed holy books. These Ulamas argue that if the truth and benefits are unclear, they may not disseminate a message obtained from the internet. Ulama realize that information technology has developed greatly, but they argue that they do not need to preach about it. The problem of the community around them is the real problem that the solution is also through real discussion and communication.
Implementasi Green Marketing pada PT Yagi Natural Indonesia dalam Memasarkan Produk Perawatan Tubuh Ramah Lingkungan
Moza, Lygaya;
Suryana, Asep;
Trulline, Putri
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 6 No 1 (2024): Januari : Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55542/jiksohum.v6i1.949
PT Yagi Natural Indonesia (Yagi Forest) is a company that produces environmentally friendly body care products from Indonesia which produces products made from organic ingredients that do not cause environmental pollution and do not have a negative impact on humans who use them. In promoting the environmentally friendly body care products produced, Yagi Forest does this through green marketing. This research aims to determine the implementation of green marketing carried out by Yagi Forest. This research uses a qualitative method with a case study approach and uses data collection techniques using in-depth interview techniques. The main informants in this research were two employees from Yagi Forest who worked in positions responsible for product marketing activities. The results of this research show that in its implementation Yagi Forest applies the green marketing mix concept, namely green product, green price, green place and green promotion. The products produced are products made from organic ingredients that are safe for consumers and the surrounding environment. Likewise, the product packaging used can be reused or returned to the collaborating organization so that it does not become waste that can damage the environment. Then in terms of price, products from Yagi Forest are relatively more affordable when compared to body care products from competing companies. Apart from that, promotional activities carried out use four basic activities from Integrated Marketing Communication (IMC), which is direct marketing, interactive/internet marketing, sales promotion, publicity/public relations. However, the implementation of the green place aspect cannot yet be carried out efficiently so an evaluation needs to be carried out.
Pengaruh Kredibilitas Social Media Influencer Generasi Z Terhadap Minat Beli Kebaya Pada Followers Tiktok @raniaayamin
Muthia Kalita Putri;
Rd. Funny Mustikasari Elita;
Putri Trulline
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): Mei: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47861/tuturan.v2i2.925
Hadirnya internet telah membawa kemudahan luar biasa bagi masyarakat modern dalam menjalani aktivitas. Salah satu yang terdampak dari keberadaan internet adalah penggunaan media sosial. Adopsi media sosial yang masif menarik para pemasar untuk memanfaatkannya sebagai alat pemasaran melalui Influencer atau Social Media Influencer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kredibilitas kredibilitas Rania Yamin sebagai social media influencer terhadap minat beli beli kebaya pada pengikut aktif akun Tiktok @raniaayamin dengan Teori Kredibilitas Sumber yang dikemukakan oleh Carl Hovland, Janis, dan Kelly pada tahun 1953. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 97 sampel penelitian secara online dalam bentuk Google Form. Kemudian data dianalisi menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan IBM SPSS Statistic 29. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kredibilitas Rania Yamin sebagai social media influencer, meliputi expertise, trustworthiness, dan attractiveness, berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli kebaya oleh para followers.
Strategi komunikasi pemasaran digital melalui akun Instagram @Critoe_
Fiisabilillah, Arsyi Falaq;
Sugiana, Dadang;
Trulline, Putri
Comdent: Communication Student Journal Vol 1, No 1 (2023): Mei 2023 - Oktober 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/comdent.v1i1.45741
Latar Belakang: Kini pandemi telah mereda, namun bersama meredanya pandemi persaingan bisnis kedai kopi dalam strategi digital marketing nya pun semakin ketat. dibutuhkan strategi komunikasi pemasaran yang tepat hingga mencapai peningkatan, baik dalam pengenalan produk dan penjualan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran digital yang dilakukan oleh Critoe Coffee Bandung melalui akun instagramnya @Critoe_. Metode: Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian studi kasus deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah in-depth interview, studi literatur, dokumentasi dan observasi. Objek dalam penelitian ini adalah Instagram dari online shop @Critoe_. Subjek dari penelitian ini yaitu Head of Social Media Marketing @Critoe_, owner, dan social media officer @Critoe_. Hasil penelitian: Strategi komunikasi pemasaran digital yang dilakukan oleh Critoe yaitu dengan memaksimalkan pemanfaatan fitur Instagram, melakukan endorsement, melakukan analisis masalah, membuat perencanaan strategi, pelaksanaan dan evaluasi serta konsisten membuat konten dan kegiatan yang menjalin hubungan dengan konsumen dari Critoe.