Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Potensi Sosial Budaya dalam Program Penjangkauan Layanan VCT dan pendampingan Ibu Hamil di Wilayah Perdesaan Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Arrum Firda Ayu Machfiroh; Dian Anandari; Elviera Gamelia
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5188

Abstract

Ibu rumah tangga merupakan penderita HIV/AIDS tertinggi berdasarkan jenis pekerjaan di Kabupaten Banyumas. Penjangkauan ibu hamil dalam pemanfaatkan tes HIV merupakan target cakupan program penangunggulangan HIV/AIDS yang diprioritaskan. Penjangkauan layanan VCT membutuhkan peran stakeholder di perdesaan sebagai upaya deteksi dini terhadap penyebaran HIV/AIDS. Tujuan penelitian mendeskripsikan potensi sosial budaya dalam program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi di wilayah perdesaan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Instrumen penelitian menggunakan wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah meliputi, warga peduli AIDS, bidan desa, kepala desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan dan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan potensi budaya yang dapat menjadi media promosi tentang penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi adalah calungan, wayang, kuda kepang, mitoni, ngupati, mitoni, hadroh, perjanjen dan sholawat. Potensi sosial yang dapat menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi melalui berbagai kumpulan yang ada di desa. Dana Desa dialokasikan untuk bidang kesehatan namun belum dikhususkan untuk pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi. Peraturan desa menjadi potensi kebijakan lokal untuk menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINDAKAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN COVID-19 DI KABUPATEN BANYUMAS Aviva Anggraeni; Aisyah Apriciciliana Aryani; Dian Anandari
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5242

Abstract

Background : Covid-19 is an infectious disease and has been declared a global pandemic. The spread of Covid-19 in Banyumas Regency is increasingly widespread. Precautions were taken to reduce Covid-19 cases. This study aims to know the factors that influence community actions in preventing Covid-19 using logistic regression analysis. Method : Cross-sectional design with a sample of 188 people obtained by incidental sampling method. The questionnaire instrument used a google form questionnaire. The analysis was carried out until the logistic regression test stage. Result : From 188 people who were the respondent of research were people with the adult age category of 95.2%, female sex 81.4%, high school education 69.7%, employment as a student status 65.4%, sources of information obtained from mass media 53.2%. Good knowledge 62.8%, positive attitude 51.1%, supportive family support 51.6%, good preventive action 63.3%. The results of the logistic regression analysis show that the factors that influence the Covid-19 prevention measures are family support (p-value = 0.000, OR = 10,776, 95% Cl = 4,782-24,282). Conclusion : Age, occupation, and sources of information have no relationship with Covid-19 prevention measures. However, gender, education, knowledge, attitudes, and family support have a relationship with Covid-19 prevention measures. Family support is the factor that most influences Covid-19 prevention measures.
Analisis Potensi Sosial Budaya dalam Program Penjangkauan Layanan VCT dan pendampingan Ibu Hamil di Wilayah Perdesaan Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Arrum Firda Ayu Machfiroh; Dian Anandari; Elviera Gamelia
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5188

Abstract

Ibu rumah tangga merupakan penderita HIV/AIDS tertinggi berdasarkan jenis pekerjaan di Kabupaten Banyumas. Penjangkauan ibu hamil dalam pemanfaatkan tes HIV merupakan target cakupan program penangunggulangan HIV/AIDS yang diprioritaskan. Penjangkauan layanan VCT membutuhkan peran stakeholder di perdesaan sebagai upaya deteksi dini terhadap penyebaran HIV/AIDS. Tujuan penelitian mendeskripsikan potensi sosial budaya dalam program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi di wilayah perdesaan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Instrumen penelitian menggunakan wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah meliputi, warga peduli AIDS, bidan desa, kepala desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan dan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan potensi budaya yang dapat menjadi media promosi tentang penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi adalah calungan, wayang, kuda kepang, mitoni, ngupati, mitoni, hadroh, perjanjen dan sholawat. Potensi sosial yang dapat menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi melalui berbagai kumpulan yang ada di desa. Dana Desa dialokasikan untuk bidang kesehatan namun belum dikhususkan untuk pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi. Peraturan desa menjadi potensi kebijakan lokal untuk menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi
Pendidikan dan Pelatihan Keselamatan Kerja untuk Produktivitas pada Masyarakat Kutaliman Damairia Hayu Parmasari; Suryanto Suryanto; Dian Anandari
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 6 NOMOR 2 SEPTEMBER 2022 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.21 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v6i2.8657

Abstract

Desa Kutaliman, Kabupaten Banyumas merupakan salah satu wilayah yang sudah memiliki Forum Kesehatan Desa (FKD). Akan tetapi FKD yang ada di Desa Kutaliman hanya memiliki program dalam bidang pengendalian kependudukan, Keluarga Berencana (KB), dan Keluarga Sejahtera (KS) serta pembinaan Posyandu balita. Sumber Daya Manusia (SDM) yang membantu melaksanakan program FKD adalah koordinator FKD. Program yang dilaksanakan oleh FKD belum menyangkut keselamatan kerja. Selain itu, masyarakat Desa Kutaliman belum paham tentang keselamatan kerja, Oleh sebab itu, perlu dilakukan pendidikan dan pelatihan agar masyarakat dapat meningkatkan produktivitas kerja demi kesehatan dan kesejahteraan lebih baik. Metode yang digunakan dalam pendidikan dan pelatihan adalah presentasi dari narasumber dan Focus Group Discussion (FGD). Sebelum dilakukan presentasi materi oleh narasumber, diadakan pre test melalui beberapa pertanyaan dan post test setelah pendidikan dan pelatihan. Hasil kegiatan adalah peningkatan rata-rata dari skor pre test ke post test pada pengetahuan dan sikap tentang keselamatan kerja serta produktivitas kerja. Nilai pre test adalah 46,79 untuk sikap keselamatan kerja, 4,52 untuk pengetahuan keselamatan kerja, dan 31,21 untuk produktivitas kerja. Nilai post test adalah 51,64 untuk sikap keselamatan kerja, 4,55 untuk pengetahuan keselamatan kerja, dan 34,57 untuk produktivitas kerja. Hasil pengabdian ini penting untuk mengukur sejauh mana perubahan sikap dan pengetahuan masyarakat tentang keselamatan kerja demi meningkatknya produktivitas kerja.
Daya Tolak Ekstrak Daun Duku (Lansium domesticum Corr.) Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti Dian Anandari
Kesmas Indonesia Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2023.15.1.594

Abstract

Penelitian terkait alternatif bahan penolak nyamuk sebagai upaya penurunan kasus penyakit menular melalui vektor nyamuk perlu dilakukan. Ekstrak daun duku (Lansium domesticum Corr.) diketahui mengandung senyawa aktif dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai bahan penolak nyamuk atau insektisida. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan menggunakan posttest-only control group design. Penelitian dilakukan dengan membandingkan daya tolak losion anti nyamuk berbahan ekstrak daun duku dengan konsentrasi sebesar 35%, 40%, 45%, 50% dan 55%. Analisis data yang dilakukan menggunakan general linear model repeated measures. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak daun duku memiliki daya tolak terhadap nyamuk Aedes aegypti ditunjukkan dengan adanya perbedaan jumlah nyamuk yang hinggap antara kulit yang diberi perlakuan dengan kontrol pada berbagai tingkat konsentrasi (p=0,035). Losion ekstrak daun duku yang paling tinggi daya tolaknya adalah pada konsentrasi 50%.
Mental Health Status and its Determinants Among Older People in Rural Area in the District of Banyumas Central Java Budi Aji; Siti Masfiah; Siwi Pramatama Mars Wijayanti; Dian Anandari; Chalermpol Chamchan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2023.14.1.88-97

Abstract

Elderly people experience several health problems due to their vulnerability to many diseases, which may affect their mental health. This study aims to assess mental health status among older people and its determinants in rural areas. It is a cross-sectional study design and involves 412 respondents from 9 villages in the district of Banyumas, Central Java, Indonesia. The data was analyzed by using a logistic regression model. The findings showed that older people with a large number of family members were four times more likely to have a mental health problem than those with a small number. Older people with a history of chronic disease had a threefold greater risk of experiencing mental health problems than older people without chronic disease. Three times as many elderly people with middle economic status reported having mental health issues. Older people with lower education have fewer mental health problems compared to older people who graduated from higher education levels. Health check-up was discovered to influence mental health problems, with older people who did checkups even if irregularly having fewer mental health problems than older people who never did. The study concludes that family size, chronic disease history, economic condition, education, and health check-up are determinants of mental health problems in rural Indonesia.
Utilization of Preventive Health Check-Ups Among Older People in Rural Indonesia Aji, Budi; Anandari, Dian; Masfiah, Siti; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Chamchan, Chalermpol
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.275 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i1.464

Abstract

The use of preventive health check-ups among older people was driven by health status and socioeconomic factors. This present study identified the determinants of preventive health check-up utilization among older people in rural Indonesia. This study had been conducted in rural areas in the district of Banyumas, Central Java, Indonesia. A cross-sectional survey had been carried out and a total of 412 older people were selected by using multistage sampling. Logistic regression determined the predictors of preventive health check-up utilization. The majority of the older people were female (75.5%) with low levels of educational attainments (56.3%). Factors including chronic illnesses and uneducated were associated with preventive health check-ups among older people. Older people with chronic illnesses (p less than 0.05, OR = 6.276) were more likely to use preventive health check-ups. Further, uneducated older people (p less than 0.05, OR = 12.562) were less likely to use preventive health check-ups in rural areas. Health status becomes a prominent factor that influences health care utilization among older people. Health interventions targeting identified at-risk subgroups are potential for fulfilling the demand for health care among older people who live in the community, particularly in rural areas. Health promotion for enhancing health literacy among older people would improve the utilization of preventive health check-ups among older adults. Abstrak: Pemanfaatan layanan pemeriksaan kesehatan untuk lansia ditentukan oleh kondisi kesehatan dan faktor sosialekonominya. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor determinan pemanfaatan pemeriksaan kesehatan pada lansia di wilayah pedesaan. Kajian ini dilaksanakan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Survei dilakukan dengan menggunakan pendekatan belah lintang dan multistage random sampling terhadap 412 lansia. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (75,5%) lansia adalah perempuan dengan tingkat pendidikan yang rendah (56,3). Status penyakit kronis dan tidak berpendidikan pada lansia berpengaruh signifikan secara statistik dengan pemanfaatan pemeriksaan kesehatan. Lansia yang memiliki penyakit kronis (p kurang dari 0,05, OR = 6,276) cenderung lebih memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan, sedangkan lansia yang tidak berpendidikan (p kurang dari 0,05, OR = 12,562) cenderung kurang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut. KOndisi status kesehatan menjadi faktor utama yang mempengaruhi lansia untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan. Oleh karena itu intervensi kesehatan yang sesuai untuk kelompok usia berisiko tersebut pontensial untuk dapat memenuhi harapan bagi lansia yang tinggal di daerah pedesaan. Promosi kesehatan untuk meningkatan tingkat literasi terhadap pentingnya layanan kesehatan bagi lansia akan dapat meningkatkan pemanfaatan layanan kesehatan tersebut.
APLIKASI TEHNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENINGKATKAN SISTEM SURVEILANS PENYAKIT MENULAR DI KABUPATEN BANYUMAS Siwi Pramatama Mars Wijayanti; Devi Octaviana; Dian Anandari
Jurnal Abdimas Vol 22, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v22i2.15780

Abstract

  Kemampuan analisis dan penyajian data dari petugas surveilans merupakan hal yang sangat penting untuk memaksimalkan tugasnya. Kebanyakan petugas surveilans masih menggunakan analisis data sederhana seperti excell untuk analisis data. Padahal dengan tehnologi sistem informasi geografis, petugas surveilans dapat menganalisis dan menyajikan data penyakit di lapangan dalam bentuk yang lebih menarik dan variatif seperti peta. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian ini, dilakukan pelatihan Geographic Information System (GIS) dengan software ArcGIS 10.2. Pelatihan diisi oleh trainer profesional selama 1 hari dengan 33 orang peserta yakni petugas surveilans se Kabupaten Banyumas. Materi yang diberikan seperti penggunaan software untuk membuat peta, pemanfaatan HP android untuk membuat titik koordinat. Peserta mempraktikan sendiri penggunaan software di laptop laptop masing masing dengan  harapan segera dapat diterapkan untuk pekerjaannya sebagai petugas surveilans. Saran ke depan, petugas surveilans harus memanfaatkan tehnologi seperti GIS untuk menambah kompetensinya untuk meningkatan kualitas sistem surveilans.   
Does Covid-19 pandemic influence the sustainability of health insurance membership among informal workers in Indonesia? Aji, Budi; Rachmatika, Hasna Tri; Maharani, Afrina; Intiasari, Arih Diyaning; Anandari, Dian; Malik, Ahmad Azam
Insights in Public Health Journal Vol 4 No 2 (2023): Insights in Public Health Journal
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2023.4.2.8909

Abstract

Background This study aims to find out the impact felt by informal sector workers due to the Covid-19 pandemic and their efforts to maintain the membership of the NHI program. Methods This was qualitative research with a case study approach. Eight study participants had been selected for this study. All interviews then transcribing verbatim for further data analysis. The analysis was conducted by using thematic networks approach. Results There were four themes emerged from the analysis. The themes covering issue about: i) the influence of the Covid-19 pandemic on the informal sector; ii) coping strategies for maintaining NHI premium payment; iii) the role of social capital for supporting informal workers during Covid-19 pandemic; and iv) policy recommendation for protecting the informal sector for maintaining NHI membership. Conclusions This study highlights the strategic position of cooperatives in supporting their members from the burden of NHI premium payment. Government is needed to support the informal workers product so can improve the economic condition these such population.
Upaya Pengendalian Hipertensi pada Petani di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Anandari, Dian; Nurlaela, Sri
Jurnal of Community Health Development Vol 5 No 1 (2024): Journal Of Community Health Development
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2024.5.1.9940

Abstract

Hipertensi ini sebagai penyebab utama kematian di seluruh dunia. Jika tidak terkontrol hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi jantung, stroke, penyakit ginjal, retinopati dan gangguan saraf. Kajian hipertensi di wilayah pedesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas hampir sama persentasenya yaitu kisaran 40%. Di Pedesaan dimana mata pencaharian sebagai petani merupakan pekerjaan yang dominan, didapatkan sebanyak 63% petani mengalami hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah mencegah dan mengendalikan hipertensi pada petani di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dengan model manajemen terpadu. Kegiatan yang dilakukan selama 3 tahun, meliputi kegiatan sosialisasi, pendidikan kesehatan, pelatihan, pendampingan, revitalisasi Posyandu Lansia, peningkatan sarana prasarana, KIE (Komunikasi, Edukasi dan Informasi) dan kemitraan. Bentuk kegiatan meliputi ceramah, diskusi, tanyajawab, roleplay, FGD, studi kasus, pendampingan dan lain-lain. Pada tahun tahun pertama kegiatan yang dilakukan meliputi 1) Sosialisasi program 2) Peningkatan pengetahun petani mengenai hipertensi dan faktor risikonya 3) Peningkatkan ketrampilan petani mengenai manajemen diri hipertensi 4) Penyediakan media informasi berupa buku pencegahan hipertensi bagi petani 5)Penyediaan sarana pengukuran tekanan darah bagi petani 6) Pendampingan. Kegiatan dilakukan di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Sosialisasi program dilakukan pada perangkat desa untuk memberikan pemahaman pentingnya kegiatan dilakukan. Peningkatan pengetahuan dilakukan dengan ceramah dan diskusi pada petani di Desa Linggasari. Peningkatan ketrampilan dilakukan dengan FGD pada petani untuk merumuskan manajemen diri yang baik bagi petani yang hipertensi. Penyediaan media dengan membuat buku yang diberikan kepada petani mengenai hipertensi dan pengendaliaanya. Pendampingan dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan petani dan juga pihak Puskesmas untuk kegiatan pengendalian hipertensi pada petani. Hasil kegiatan Pendidikan Kesehatan menunjukkan rata-rata skor pengetahuan responden tentang hipertensi sesudah kegiatan meningkat sebesar 34,78% dari skor sebelumnya, yaitu dari 63,89 menjadi 86,11. Kedua skor tersebut dinyatakan berbeda secara signifikan berdasarkan hasil uji t berpasangan dengan nilai p=0,000 (< α 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan kesehatan berhasil meningkatkan pengetahuan petani tentang hipertensi. ertensi ini sebagai penyebab utama kematian di seluruh dunia. Jika tidak terkontrol hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi jantung, stroke, penyakit ginjal, retinopati dan gangguan saraf. Kajian hipertensi di wilayah pedesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas hampir sama persentasenya yaitu kisaran 40%. Di Pedesaan dimana mata pencaharian sebagai petani merupakan pekerjaan yang dominan, didapatkan sebanyak 63% petani mengalami hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah mencegah dan mengendalikan hipertensi pada petani di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dengan model manajemen terpadu. Kegiatan yang dilakukan selama 3 tahun, meliputi kegiatan sosialisasi, pendidikan kesehatan, pelatihan, pendampingan, revitalisasi Posyandu Lansia, peningkatan sarana prasarana, KIE (Komunikasi, Edukasi dan Informasi) dan kemitraan. Bentuk kegiatan meliputi ceramah, diskusi, tanyajawab, roleplay, FGD, studi kasus, pendampingan dan lain-lain. Pada tahun tahun pertama kegiatan yang dilakukan meliputi 1) Sosialisasi program 2) Peningkatan pengetahun petani mengenai hipertensi dan faktor risikonya 3) Peningkatkan ketrampilan petani mengenai manajemen diri hipertensi 4) Penyediakan media informasi berupa buku pencegahan hipertensi bagi petani 5)Penyediaan sarana pengukuran tekanan darah bagi petani 6) Pendampingan. Kegiatan dilakukan di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Sosialisasi program dilakukan pada perangkat desa untuk memberikan pemahaman pentingnya kegiatan dilakukan. Peningkatan pengetahuan dilakukan dengan ceramah dan diskusi pada petani di Desa Linggasari. Peningkatan ketrampilan dilakukan dengan FGD pada petani untuk merumuskan manajemen diri yang baik bagi petani yang hipertensi. Penyediaan media dengan membuat buku yang diberikan kepada petani mengenai hipertensi dan pengendaliaanya. Pendampingan dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan petani dan juga pihak Puskesmas untuk kegiatan pengendalian hipertensi pada petani. Hasil kegiatan Pendidikan Kesehatan menunjukkan rata-rata skor pengetahuan responden tentang hipertensi sesudah kegiatan meningkat sebesar 34,78% dari skor sebelumnya, yaitu dari 63,89 menjadi 86,11. Kedua skor tersebut dinyatakan berbeda secara signifikan berdasarkan hasil uji t berpasangan dengan nilai p=0,000 (< α 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan kesehatan berhasil meningkatkan pengetahuan petani tentang hipertensi.