Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

STUDI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH BERPERSPEKTIF GENDER DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Ari Darmastuti; Endry Fatimaningsih; Teuku Fahmi
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 14 No 1 (2012): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v14i1.106

Abstract

The purpose of this study to identify barriers and opportunities in the implementation of gender mainstreaming in strategic developmentof Central Lampung regency. The approach used is a qualitative approach, using in-depth interviews, questionnaires, review of documentation, and focus group discussion (FGD). The study revealed,: (1) the implementation of the legal framework is still limited; (2) lack of commitment on the implementation of gender mainstreaming in individual and institutional levels; (3) Working Group and gender focal points have not been functioning optimally; (4) there is no gender disaggregated data as well as the mechanism of action has not been established to formulate gender- disaggregated data; (5) gender analysis tools is used on a limited basis by the Badan PP dan KB, while other agencies have not implemented this analysis tool . In addition, the study also found several factors driving the implementation of Gender Mainstreaming in Central Lampung regency, (1) the readiness of human resources to carry out gender mainstreaming in the planning, implementation ,monitoring and evaluation of development; (2) the encouragement of civil society to the government in the planning, implementation, monitoring and evaluation of development and the establishment of mechanisms to ensure the delivery of gender issues.
PEMIKIRAN POLITIK FEMINISME DALAM SERIAL DRAMATHE KING TWO HEARTS Putri Wahyu Amar Pratiwi; Dwi Wahyu Handayani; Ari Darmastuti
Metakom Vol 4 No 2 (2020): 8th Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/metakom.v4i2.97

Abstract

Feminism campaigns have been done through various media, one of which is audiovisual media. The audio-visual media has asignificant influence in constructing the mindset of communitymembers, especially women. This study aims to analyze the content of feminist political thought in an audio-visual media. This research describes the feminist political thinking contained in The King Two Hearts Drama Series through the characterization of Kim Hang-Ah. The King Two Hearts Drama Series was chosen because of the high interest of Indonesian women in the South Korean drama series. This studyappliedthe theory of semiotics with descriptive qualitative research methods. The study found three important aspects that illustrate the feminist political thinking in The King Two Hearts Drama Series, those are: 1) Kim Hang Ah as a rational, physically and mentallystrong, inteligence and a high self-confidentwoman; 2) Kim Hang-Ah's decision-making ability as asubject, rational and common good oriented; 3) Kim Hang-Ah's ability to dominate others and willing to be dominated for common good. In addition, this drama series alsofunctions as acampaign of feminism against patriarchal culture through the content it presents. Thisdrama seriesportrays aPostmodern Feminismschool of thought.
Disrupsi Politik: Peluang dan Tantangan Partai Politik Baru Jelang Pemilu 2024 Fitria Barokah; Tabah Maryanah; Ari Darmastuti; Hertanto Hertanto
Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 21 No 1 (2022)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/njip.v21i1.273

Abstract

In 2024, there will be a grand election based on the decision of the Indonesian KPU No. 21 of 2022, there are six newcomer parties that have already pocketed a ratification decree from the Legal Entity and the Ministry of Law and Human Rights and are ready to develop a strategy to participate in the contestation. This article discusses the opportunities and challenges of the emergence of new parties faced in the era of disruption by utilizing information technology in facing the 2024 election competition. The writing method uses a literature review and data that will be obtained through literature studies, such as books, scientific journals, websites, and other things. Things that are relevant to the problem under study. The results and analysis in this paper indicate that the presence of a new party in the upcoming 2024 elections will be political years that are on the verge of vulnerability and division, while a powerful strategy to minimize divisions is to instill an internal party democracy system, so that internal conflicts between members in the party does not happen again. Another challenge is that disruption will hijack the role of political parties if political parties are reluctant to follow the flow of disruption. In the era of disruption, the emergence of political parties provides opportunities for mass mobilization during campaigns using social media which is considered more effective and has a broad and equitable reach. In addition, disruption can be used by political parties for party branding strategies. However, the bad impact of this disruption can lead to social media wars between political parties on various social media pages such as the spread of hoax news.
KEPEMIMPINAN PEREMPUAN SEBAGAI PEMIMPIN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG Prilia Ristanti; Ari Darmastuti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 3 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i3.2023.1218-1233

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran sifat kepemimpinan yang dimiliki oleh perempuan, terdiri dari faktor the mother, the pet, the sex dan the iron maiden dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Organisasi Perangkat Daerah. Metode Penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pemaparan deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara semi-terstruktur dan studi kepustakaan. Hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan yakni keempat faktor tersebut terdapat pada kepemimpinan Kepala Organisasi Perangkat Daerah perempuan namun masing-masing memiliki salah satu faktor yang dominan. Hambatan yang ditemui adalah pandangan negatif terhadap pemimpin perempuan, diskriminasi permasalahan pribadi kepada pemimpin perempuan serta kurangnya kedisiplinan pegawai. Dalam mengatasi hambatan tersebut Pemerintah Provinsi Lampung berupaya menghimbau pegawai dalam meningkatkan toleransi, peningkatan penerapan Pengarusutamaan Gender serta meningkatkan keteladanan pemimpin.
PROSES PENGEMBANGAN INOVASI PELAYANAN PUBLIK TERPADU PROGRAM "RONDA" DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Marsha Dhita Pytaloka; Ari Darmastuti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 3 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i3.2023.1197-1208

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis proses pengembangan inovasi pelayanan publik terpadu dalam program "Ronda" dengan menggunakan innovation development process theory yang dikemukakan oleh Everett M. Rogers. Teori tersebut terdiri dari enam tahapan proses yaitu recognizing a problem or need, basic and applied research, development, commercialization, diffusion and adaoption, and consequences. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pertama untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan telah menunjukkan bahwa masalah yang diangkat dalam program inovasi ini merupakan masalah yang nyata ada di wilayah Lampung Tengah dan sangat penting untuk dicarikan solusinya melalui inovasi. Proses basic and Applied Research, menunjukkan bahwa penyelesaian masalah dilaksanakan melalui inovasi pelayanan publik pada dua bidang yang saling terpadu yakni keamanan dengan melakukan ronda masyarakat dan pelayanan dengan menghadirkan pelayanan ditengah masyarakat. Proses development dilaksanakan dengan tiga sumberdaya yakni sumberdaya manusia, anggaran dan teknis. Proses commercialization dilaksanakan baik secara online melalui media sosial, maupun promosi offline dalam tahap display Laboraturium Inovasi Daerah. Proses diffusion and adoption menunjukkan bahwa kenaikan partisipan secara signifikan terjadi pada bidang pertanian. Proses terakhir consequences menunjukkan bahwa masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah belum merasakan pentingnya inovasi ini karena belum sepenuhnya mampu membantu mengatasi dasar permasalahan diadakannya inovasi ini
Collaborative Governance Penanganan Orang Dengan Ganggunan Jiwa (ODGJ) di Kota Bandar Lampung Nadia Khumairatun Nisa; Hertanto Hertanto; Ari Darmastuti; Pitojo Budiono
PERSPEKTIF Vol. 12 No. 3 (2023): PERSPEKTIF, July
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v12i3.9545

Abstract

This article aims to examine Collaborative Governance for Handling People with Mental Disorders (ODGJ) in the City of Bandar Lampung. The problem is focused on the process and success of Collaboration. To approach this problem, Emerson et al., (2012) used collaborative governance theory as a reference. Data was collected through a literature study and analyzed qualitatively. This study concludes that Collaborative Governance for Handling People with Mental Disorders (ODGJ) in Bandar Lampung City is carried out by the Bandar Lampung City Government through the Social Service, Satpol PP, District-level Government (Camat) and Kelurahan (Lurah and RT/RW), Community, The Aulia Rahmah Foundation Social Institution, and Srikandi in Central Lampung. The process of collaboration has not gone well. This can be seen from the collaboration component which was carried out only in collaborative actions including complaints, raids, and submissions, although this implementation was not preceded by good collaboration dynamics. The components of the dynamics of collaboration are not implemented properly and the impact of collaboration tends to be dominated by negative results and no adaptation has been made by collaboration actors.
EVALUASI PROGRAM RUMAH SAKIT KELILING DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN DI PROVINSI LAMPUNG Putri Handayani; Ari Darmastuti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3613-3622

Abstract

Tidak adanya rumah sakit di Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang Barat dan Pesisir Barat mendasari Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Kesehatan  membuat program rumah sakit keliling. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program rumah sakit keliling di Provinsi Lampung. Penelitian kualitatif ini menggunakan enam  indikator menurut, William N. Dunn yang terdiri atas efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas dan ketepatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sedangkan teknik keabsahan data yang peneliti gunakan adalah triangulasi sumber dan teknik.Berdasarkan hasil penelitian bahwa rumah sakit keliling yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung secara keseluruhan tidak berjalan dengan baik. Terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program seperti biaya operasioanal yang besar tidak dibarengi oleh jumlah pasien yang dilayani, efisiensi anggaran, dan perjalanan jarak jauh yang harus melewati jalan – jalan rusak dan kurangnya sumber daya manusia dalam hal ini pengemudi bis rumah sakit keliling. Untuk itu perlu adanya pemangkasan biaya – biaya yang kurang efektif untuk meminimalisir biaya operasional atau dengan menghibahkan rumah sakit keliling.
PENERAPAN GOOD GOVERNACE BIROKRASI DI BALAI PEMERINTAHAN DESA DI LAMPUNG, KEMENTERIAN DALAM NEGERI Shofarani Nurul Khotimah; Ari Darmastuti; Tabah Maryanah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 8 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i8.2023.3767-3780

Abstract

Birokrasi merupakan bagian pentinng baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk melakukan pelanyanan publik pada masyarakat. Terlebih sudah dilakukannya Reformasi Birokrasi setelah Indonesia mengalami Reformasi tahun 1997 setelahnya banyak perbaikan Birokrasi yang harus dilakukan. Birokrasi tidak hanya menjadi patron pada Orde Baru saja tapi memang harus bekerja sesuai tupoksi yang dimiliki. Begitu juga instansi yang dipilih peneliti yaitu Balai Pemerintahan Desa di Lampung. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan nilai-nilai good governace yang ada di Balai Pemerintahan Desa di Lampung, metode penelitian dengan menggunakan kualitatif untuk menjelaskan fenomena. Hasil yang didapatkan penerepan good governance sudah dilakukan dalam menjalankan program maupun kegiatan. Bisa dikatakan baik tapi dalam pertanggung jawaban membuat laporan, baik laporan keuangan atau laporan kegiatan banyak yang harus diperbaiki. Belum tepat waktu dan kelengkapan isi laporan yang belum lengkap menjadi kekurangan Balai Pemdes di Lampung yang kedepannya harus diperbaiki. Mengingat tugas birokrasi sekarang yang harus bisa efektif, mandiri, dan bisa menjalankan nilai- nilai good governance. Bukan hanya sekadar datang dikantor untuk menghabiskan waktu atau melakukan hal yang penting, kedepannya Birokrasi harus berdaya guna, efektif dan bisa melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik.