Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Proses Manufaktur Castors untuk Kebutuhan Hospital Equipment dengan Penambahan bubuk Grafit M. Muzaini; Annisa Puspa Mustika; Dwi Rahmalina; Susanto
Jurnal Teknologika Vol 10 No 1 (2020): Jurnal teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.969 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi ketahanan material karena menghindari Pelepasan muatan Listrik Statis (ESD) pada produk kastor roda tempat tidur yang digunakan di rumah sakit, yang berdasarkan standar tahan anti statis ISO 228822: 2011 sebesar 105 Ω < 1.00 maka kemampuan proses rendah, sehingga perlu dilakukan komposisi material yang lebih optimal.Nilai kemampuan proses/Cpk = -0.49, berarti -0.49 < 1.00 maka kemampuan proses rendah, sehingga perlu dilakukan komposisi material. Sedangkan untuk penambahan serbuk karbok aktif nilai kemampuan proses /Cp = 0.16, berarti 0.16 < 1.00 maka kemampuan proses rendah, sehingga perlu dilakukan komposisi material yang lebih optimal. Nilai kemampuan proses/Cpk = -0.56, berarti -0.56 < 1.00 maka kemampuan proses rendah, sehingga perlu dilakukan komposisi material.
Optimalisasi Performa Proses Deep Drawing Material SPCD Steel dengan Metode Finite Element dan Eksperimental prawito herno; Susanto Sudiro
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 12 No 2 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i2.3611

Abstract

Deep drawing adalah salah satu proses manufaktur yang sangat penting khususnya pada proses pembentukan dengan bahan dasar metal coil. Proses deep drawing dalam pembuatan cup kebanyakan digunakan pada industri pengalengan, elektronik, mobil, kedirgantaraan. Proses deep drawing mampu menghasilkan produk dengan bentuk sangat komplek dan tingkat kepresisian dengan kapasitas yang tinggi. Parameter proses yang mempengaruhi tingkat kualitas produk antara lain gaya blank holder, bentuk dan ukuran blank, radius punch, radius die, sifat material, koefisien gesekan dan beberapa parameter lainnya. Penguasaan teknologi proses deep drawing adalah merupakan persyaratan utama untuk dapat menghasilkan produk dengan cacat minimum sekaligus mengoptimalisasi untuk menurunkan biaya produksinya. Untuk mendapatkan parameter proses yang paling dominan mempengaruhi keberhasilan proses deep drawing dilakukan analisis proses pembentukan dengan melakukan simulasi menggunakan metode elemen hingga, dan hasil analisis tersebut diverifikasi menggunakan eksperimen proses pembentukan cup menggunakan proses sebenarnya. Dari hasil simulasi finite element dan eksperimen yang dilakukan didapatkan hasil gaya blank holder/blank holder force (BHF), radius punch, radius die dan aplikasi pelumasan sangat berpengaruh terhadap hasil produk.
ANALISA KEBUTUHAN KEAMANAN SABUK PENGAMAN (SEAT BELT) KENDARAAN RODA EMPAT PENUMPANG EMPAT ORANG UNTUK LINGKUNGAN KAMPUS Moh. Azizi Hakim; Budhi M. Suyitno; Susanto
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.184 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.2.2

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyamanan dalam menggunakan sabuk pengaman dan tidak merasakan sakit atau beban yang menggangu kenyamanan saat berkendara. Metodologi yang digunakan penulis adalah dengan perhitungan awal mengkaji titik berat kendaraan, selanjutnya menghitung gaya pada roda depan (Wf = 3583,13N) dan roda belakang (Wr=5245,87 N) serta tahanan pengereman, dilanjutkan mengetahui perlambatan kendaraan (2,94 m/s2), waktu perlambatan (4,73 s), serta jarak perlambatan (32,86 m). Setelah perhitungan tersebut diketahui, maka dilanjutkan dengan menghitung kekuatan sabuk pengaman dapat menahan gaya dorong pada saat terjadi perlambatan, tabrakan serta berbelok. Kekuatan bahan sabuk pengaman dari nylon dihitung melalui perhitungan yang dilakukan penulis, untuk dengan kapasitas Lebar 65 mm dan tebal 5 mm. kapasitas bahan seat belt bisa terjadi elongation pada 9000 lbs atau 40033N dan breaking load 12000 lbs atau (52489N). Gaya maksimum yang diperoleh saat terjadi perlambatan adalah ( 1200 N) akan memperoleh tegangan jepit (0,3297 MPa), dan gaya yang diperoleh saat terjadi tabrakan adalah (530,186 N) akan memperoleh tegangan jepit (0,0146 MPa), serta gaya yang diperoleh pada saat terjadi berbelok adalah (19790,31 N) akan memeperoleh tegangan jepit (0,2718 MPa), sedangkan tenganan izin jepit sekitar (0,721 MPa). Maka σ terjadi < σ izin.
OPTIMASI PROSES PERAKITAN CAR STEREO DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM MANUFAKTUR SELULAR Dodi Mulyadi; Budhi M. Suyitno; Susanto Sudiro
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin POROS Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin POROS
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.166 KB) | DOI: 10.24912/poros.v15i2.1273

Abstract

Abstract: Today's global market competition has spurred the producers of manufactured products to perform a variety of efficiency and continuous improvement for increasing the productivity of workers and reducing the cost of manufacture. Its aim is for helping companies to survive in the global competition. Thus, the companies can sell their products with more competitive price. Changing the conventional working system with better one - using a cellular manufacturing system - is one of the efficiency that can be done by the manufacturing companies. However the firm which had changed its conventional manual assembling system into mobile (cellular) assembling system resulted the improvement of workers knowledge from 3 up to 6 grade previously, it reduced 2 workers with the same number of work stations, increased the efficiency of assembling lines as much as 7.18%, increased worker productivity as much as 14.28% with the same production capacity, reduced Not Right First Time / NRFT as much as 37.50%, increased the Value Added Per Person / VAPP as much as 12.70%, and raised the Floor Space Utilization / FSU as much as 3.17%. 
Optimasi Kapasitas Lantai Produksi Melalui Peningkatan Penerapan Preventive Maintenance Kasus Produksi Line Tile Keramik Taufik Hidayat; Susanto Sudiro
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 13 No 1 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i1.4842

Abstract

Preventive maintenance adalah suatu kegiatan pemeliharaan terhadap mesin yang dilakukan secara berkala untuk mencegah terjadinya kerusakan yang tidak terduga pada seluruh peralatan mesin produksi. Konsep smart maintenance system yang terdiri dari equipment preventive maintenance list, preventive maintenance, gemba management, on the job trainning dan autonomous maintenance. SMS merupakan suatu ide yang dapat diimplementasikan dengan tujuan untuk mengoptimalkan kegiatan perawatan mesin dan memudahkan dalam kontrol serta monitoring pemakaian biaya maintenance dan pendukungnya. Cara pandang baru untuk mengurangi durasi downtime dan defect adalah dengan melibatkan operator produksi dalam upaya merawat kondisi mesin yang dilakukan sehari-hari dan memfungsikan tim engineering maintenance sebagai tim pendukung dalam melakukan perawatan, perbaikan dan help service secara rutin. Sehingga performance mesin selalu terjaga, sehingga quantity dan quality output hasil produksi dapat terealisasi sesuai dengan target.
Automasi Sistem Load/Unload (LUL) Benda Kerja pada Proses Cold Forging Menggunakan Pendekatan Sistematik Fitra Vertikal; Susanto Sudiro
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 13 No 1 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i1.4847

Abstract

Proses load/unload (LUL) dan perpindahan benda kerja secara manual memberikan dampak perpindahan benda kerja efisien dan tepat waktu yang cukup signifikan pada produktivitas dan daya saing sistem manufaktur secara keseluruhan. Agar tercapainya peningkatan produktivitas, maka dapat dirancang dan diaplikasikan suatu sistem automasi LUL benda kerja pada proses cold forging menggunakan metode VDI 2221 (Verein Deutcher Ingenieure) yang merupakan salah satu metode untuk meneyelesaikan permasalahan dan mengoptimalkan penggunaan material, teknologi dan keadaan ekonomi. Sistem automasi ini mengintegrasikan beberapa peratalan yang terdiri dari robot beserta Griper sebanyak 2 unit, Feeding Conveyor, posisioner, Output Conveyor, mesin icheki dan mesin coining. Automasi LUL benda kerja pada mesin cold forging mempercepat cycle time produksi dari 14 detik menjadi 12 detik. Dalam peningkatan proses pada sel manufaktur dengan sistem automasi LUL benda kerja, Hasil Analisa investasi dengan menggunakan metode Net Presesnt Value (NPV), Internal Rate Return dan Periode payback menyimpulkan bahwa proyek automasi LUL benda kerja layak untuk dijalankan.
PENGURANGAN PEMBOROSAN PADA PROSES PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN WRM, WAQ DAN VALSAT PADA SISTEM LEAN MANUFAKTUR (Studi Kasus Pada Produksi Setrika Lisrik) Suharjo; Susanto Sudiro
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 8 No. 2 (2018): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v8i2.896

Abstract

Sebuah perusahaan multi nasional di pulau Batam yang memproduksi berbagai macam jenis setrika,beberapa proses produksinya masih menggunakan cara manual. Oleh karenanya masih banyak ditemukanpemborosan (waste). Proses pendinginan adalah salah satu proses yang masih banyak ditemukan waste. Untukmengurangi waste itu dilakukan dengan penerapan konsep lean manufacturing. Salah satu tool yang digunakanadalah Value Stream Mapping (VSM) yang tujuannya adalah untuk menggambarkan aliran proses dari bahanbaku sampai menjadi barang jadi. Dengan menggunakan Waste Relation Matrix (WRM) dan Waste AssessmentQuestionnaire (WAQ) dapat diketahui bahwa pemborosan (waste) yang terbesar adalah gerakan (Motion)berulang yang tidak perlu dan menunggu (waiting). Akar penyebab dari waste ini adalah oleh tata letak (lay out)stasiun kerja pendinginan yang terpisah pisah dan alur proses (process flow) yang tidak lurus. Perbaikan yangdilakukan adalah dengan merancang bangun ulang proses pendinginan menjadi menyatu dan menambah alatbantu untuk handling produk.
PENERAPAN DFMA PADA DESAIN PRODUK MOBILE FILE BERBASIS KOMPLEKSITAS PRODUK DAN PROSES Ade Aulia; Djoko Karmiadji; Susanto Sudiro
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 8 No. 1 (2018): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v8i1.904

Abstract

Pengembangan metode pemilihan material dalam penentuan indeks kompleksitas prosesassembly dari komponen sepeda motor ditahap awal proses desain merupakan tujuan dari penelitianini. Indeks kompleksitas proses assembly (CIproses assembly) dipengaruhi oleh koefisien kompleksitasrelatif dari proses assembly (Ciproduk), yang merupakan fungsi dari nilai rata-rata pembobotan faktorkompleksitas bagian perakitan (Cpart) dan presentase dari bagian yang berbeda (Xp). Faktor kesulitandalam perakitan terdiri dari kesulitan proses handling (Chf) dan kesulitan proses insertion (Cif). Nilaimaterial (Cm) yang dimasukkan ke dalam perhitungan kompleksitas akan mempengaruhi atributweight dan insertion resistance, material yang berbeda mempengaruhi tingkat kesulitan prosesperakitan. Semakin kecil indeks kompleksitas maka tingkat kerumitan untuk proses assemblysemakin kecil. Mekanisme assembling (perakitan) produk pada bagian yang berkelainan merupakansebuah proses yang sangat penting, sehingga dinegara-negara industri yang besar mereka sangatmempertimbangkan proses assembling teruatama pada industri alat berat, otomotif, kedirgantaraan,peralatan mesin, dan lain-lain sebagai sesuatu yang sangat besar pengaruhnya terhadap produkdomestik bruto mereka. Proses perakitan sendiri mengambil bagian besar 53 % dari total waktuproduksi dan 20 % dari total biaya produksi. Jika kita lebih mendalami lagi untuk permasalahanbiaya produksi maka totalnya biaya produksi terdistribusi menjadi 20 % untuk biaya prosesperakitan dan 80 % untuk biaya material dan proses lainnya.
Analisis Waktu Pekerjaan Konstruksi Pada Perluasan Ruang Lingkup Implementasi Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) Hingga Ke Lantai Produksi: Kasus Proyek Fabrikasi E-House di PT. X Setiawan Hadiswoyo; Budhi Suyitno; Susanto Sudiro
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 8 No. 1 (2018): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v8i1.906

Abstract

PT. X memutuskan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan meluaskan ruang lingkupimplementasi ERP hingga lantai produksi. Dipilih SAP untuk kepentingan integrasi aktifitas ini karena SAPsaat ini sudah digunakan di perusahaan untuk menangani aktifitas penjualan dan pengiriman. Penelitian inidimaksudkan untuk mendapatkan cara perluasan lingkup implementasi ERP SAP sehingga dapat diterapkanpada sistem manufaktur di perusahaan yang dapat menangani kegiatan project engineering. Perluasan lingkupERP ini diterapkan untuk pelaksanaan proyek fabrikasi pada kasus fabrikasi Elektrikal House (E-House).Untuk implementasi ini dipilih modul SAP antara lain Material Management (MM), Production Planning(PP), Quality Management (QM) dan Project System (PS).Pada penelitian ini dilakukan integrasi aktifitas proyek meliputi pemesanan, perencanaan, eksekusiproyek, kontrol dan penyerahan proyek dengan mengintegrasikannya pada kegiatan manufaktur denganmenggunakan tranformasi New SAP line ke sistem manufaktur. Proyek engineering ini ditangani denganpendekatan manufaktur menggunakan MES mulai dari pendefinisian project, BOM, Production schedulingand dispatching dan eksekusinya. Integrasi ERP dan MES ini mempunyai potensi dapat digunakan untukmenyelesaikan kasus project engineering E-House dengan hasil sukses sesuai lingkup pekerjaan.
OPTIMASI DESAIN KINEMATIK LINKAGE MEKANISME PENGATUR KETINGGIAN TEMPAT TIDUR PASIEN Aries Abbas; Susanto Sudiro
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 8 No. 1 (2018): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v8i1.907

Abstract

Untuk mengatur posisi ketinggian tempat tidur pasien umumnya digunakan mekanisme pengatur ketinggianyang terhubung ke aktuator untuk menghasilkan gaya dorong/torsi. Aktuator tersebut terdiri dari berbagai jenisantara lain aktuator manual, elektrik, hidraulik ataupun spring-gas. Pemilihan jenis aktuator tergantung daripilihan konsumen dikaitkan dengan keperluan penggunaanya dan harga yang dapat dibayarkan. Untukmemenuhi permintaan akan keragaman jenis tempat tidur rumah sakit maka pada penelitian ini dibuatpemodelan mekanisme pengatur posisi ketinggian tempat tidur rumah sakit serta pemilihan jenis aktuatornyayang sesuai dengan persyaratan standar keselamatan. Pada penelitian ini dimodelkan mekanisme pengaturposisi ketinggian tempat tidur dengan bentuk dasar mekanismenya adalah mekanisme kinematik linkage 4batang. Gerak pengaturan dan besar gaya aktuator untuk mengatasi beban pasien disimulasikan denganmembuat aplikasi simulasi menggunakan software matlab. Aplikasi yang dibuat berupa sebuah dasbor yangdilengkapi dengan menu simulasi gerakan dan beban, sehingga gerakan Pengatur Ketinggian dari tempat tidurmulai dari posisi terbawah hingga tertinggi dapat disimulasikan. Selain itu pada setiap kenaikan posisi tempattidur terhadap beban daripada pasien dapat juga disimulasikan besar gaya dorong aktuatornya. Denganmenggunakan pemodelan mekanisme pengatur posisi dan dasbor simulasi dapat ditetapkan harga-hargaparameter mekanisme tempat tidur yang dapat memenuhi kriteria desain.