Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Ditinjau Dari Disposisi Matematis Getari Ratna Pertiwi; Yanti Mulyanti; Pujia Siti Balkist
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2022): Equals: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/equals.v5i2.1388

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan hal yang harus dimiliki peserta didik. Dalam belajar matematika peserta didik sering kali mengalami kesulitan ketika menyelesaikan soal yang berbeda dengan contoh yang diberikan guru. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa ditinjau dari disposisi matematis. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan desain penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini berjumlah 3 orang yang masing-masing diambil dari hasil angket disposisi matematis pada kategori tinggi, sedang, dan rendah Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket, tes, dan wawancara. hasil penelitian ini, yaitu: 1) siswa yang memiliki disposisi matematis tinggi berada pada kemampuan pemecahan masalah kategori tinggi, 2) siswa yang memiliki disposisi matematis sedang berada pada kemampuan pemecahan masalah kategori sedang, 3) siswa yang memiliki disposisi matematis rendah berada pada kemampuan pemecahan masalah kategori rendah.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa MTs Menggunakan Soal Cerita Islami Rida Misbah; Yanti Mulyanti; Pujia Siti Balkist
PRISMA Vol 11, No 2 (2022): PRISMA Volume 11, No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v11i2.2438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis menggunakan soal cerita islami. Subjek penelitian yang digunakan yaitu 3 orang siswa kelas VII-B Mts Tarbiyatul Falah yang berada di Selabintana dan sudah mempelajari materi perbandingan. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif dengan instrumen utama adalah peneliti sendiri dan didukung instrumen tes satu butir soal uraian dan wawancara. Soal uraian tersebut akan mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan indikator pemecahan masalah menurut Polya dan didukung kesimpulan hasil wawancara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes dan wawancara kepada subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi mampu memenuhi keempat tahapan polya dalam menyelesaikan soal cerita islami, yaitu: memahami masalah, menyusun rencana, menyelesaikan perencanaan, dan memeriksa kembali. (2) Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis sedang mampu memenuhi ketiga tahapan polya dalam menyelesaikan soal cerita islami, yaitu: memahami masalah, menyelesaikan perencanaan, dan memeriksa kembali. (3) Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis rendah mampu memenuhi kedua tahapan polya dalam menyelesaikan soal cerita islami, yaitu: memahami masalah dan menyelesaikan perencanaan.
Analisis Kemampuan Metakognisi Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Iryani Dinar Dinar; Yanti Mulyanti; Hamidah Suryani Lukman
De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the metacognitive ability and level of metacognition of class XII SMK students in the process of solving mathematical problems. Metacognition ability in solving the problem in question is the awareness of thinking by involving the planning process, monitoring/monitoring process and evaluation process at Polya's steps, namely the stages of understanding the problem, planning, completing and re-examination. This study uses a descriptive approach. This research was conducted at SMK Negeri 3 Sukabumi with subjects from class XII Catering 4 consisting of three students as representatives of the high, medium and low problem solving groups. Data collection using test and interview methods. The test instruments used are three explanations of problem solving material limits on algebraic functions. The data analysis process in this study includes data reduction, data presentation and conclusion drawing. Based on the results of data analysis, it was found that the dominant metacognitive ability possessed by high subjects was the process of planning, monitoring and evaluation at the stage of understanding and planning for completion. Meanwhile, the metacognitive abilities of the moderate and low groups were dominantly not seen as complete and fulfilled in every step of problem solving. The metacognition level of the high group students was at the level of strategic use, the middle group students was at the level of aware use and the low group students was at the level of tacit use.
Analisis Kognitif Siswa dalam Pembelajaran Matematika Ditinjau dari Self Confidence Santi Yakpi; Novi Andri Nurcahyono; Yanti Mulyanti
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.6013

Abstract

Self confidence merupakan aspek penting dalam belajar matematika. Kurangnya rasa percaya diri dapat membuat siswa merasa tidak mampu menyelesaikan masalah dan dapat menjadi salah satu penyebab kesulitan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kognitif siswa dalam pembelajaran matematika yang ditinjau dari self confidence pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif jenis studi kasus. Instrument yang digunakan yaitu tes dan non-tes. Subjek penelitian adalah kelas VIII di MTs Al-Kholil yang berjumlah 24 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) siswa yang memiliki self confidence yang tinggi memiliki kemampuan kognitif yang baik pada tahap mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi. (2) siswa yang memiliki self confidence yang sedang maka tidak bisa dikatakan memiliki kemampuan kognitif yang baik atau cukup. Hal ini karena siwa tidak bisa menerapkan konsep atau rumus yang diingat dengan baik sehingga nilai yang didaptkan siswa kurang tepat. (3) siswa dengan tingkat self confidence rendah memiliki kemampuan kognitif yang rendah. Hal tersebut dikarenakan siswa tidak sampai pada tahap memahami. Kemampuan kognitif yang ditinjau oleh self confidence sangatlah penting dan saling berkaitan.
Analisis Kemampuan Berpikir Komputasi Ditinjau dari Kemandirian Belajar Siswa Kelas X SMK Firni Nuraini; Nur Agustiani; Yanti Mulyanti
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2672

Abstract

Keterampilan berpikir komputasi adalah rangkaian pola seseorang dalam berpikir dalam memecahkan permasalahan dengan penggunaan proses yang sistematis serta didasari data yang telah didapati untuk mencapai tujuan dalam mendapatkan pemecahan maksimal. Penelitian yang dilakukan bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa yaitu berpikir komputasi yang ditintaju dari tinggi, sedang, dan rendahnya kemandirian belajar. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan jenis deskriptif kualitatif di SMK Pembangunan Cibadak Kelas X OTKP. Subyek penelitian meliputi 6 orang dari kelas X OTKP dimana setiap dua subjek mewakili setiap kategori. Instrument yang digunakan yaitu angket, tes, wawancara, dan dokumentasi sedangkan teknik dalam pengumpulan data yaitu angket, tes, wawancara, dan dokumentasi. Triangulasi yang digunakan meripakan triangulasi teknik. Hasil yang telah didapatkan dalam penelitian yaitu subjek dengan kategori kemandirian belajar yang rendah hanya memenuhi satu indicator yaitu dekomposisi. Kemudian subjek dengan kategori kemandirian belajar sedang hanya dua indicator yang terpenuhi yaitu dekomposisi dan pengenalan pola. Sedangkan subjek dengan kategori kemandirian belajar tinggi dapat memenuhi semua indicator yang ada.
PEMANFAATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI PEMETAAN KOMPETENSI TIK GURU DALAM MENGUKUR TINGKAT KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA SE-KOTA SUKABUMI: PEMANFAATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI PEMETAAN KOMPETENSI TIK GURU DALAM MENGUKUR TINGKAT KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA SE-KOTA SUKABUMI Dyah Vitalocca; Yanti Mulyanti
Jurnal MEKOM : Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan Volume 2, Issue 1, Februari 2015
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi pedagogik dan profesional guru rendah karena kompetensi TIK yang lebih rendah dari guru, itu diperparah oleh sistem sertifikasi guru yang tidak termasuk kemampuan di bidang ICT. Akibatnya, deklarasi 2013 kurikulum diletakkan ICT sebagai salah satu elemen inti dari belajar menjadi sulit untuk mencapai maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang akurat tentang tingkat kompetensi ICT guru melalui penerapan sistem informasi berbasis web pemetaan kompetensi ICT. Desain penelitian studi ini adalah pre eksperimental dengan R dan D. Subyek adalah guru keahlian SMK Teknologi Informasi di seluruh kota Sukabumi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan mengisi pemetaan sistem informasi aplikasi kompetensi ICT guru. Dalam penelitian ini guru penjelasan pemetaan aplikasi sistem informasi menggunakan guru TIK. Tingkat kompetensi guru akan muncul secara otomatis setelah guru menyelesaikan isian yang terdapat dalam halaman web.
Pengaruh Pembelajaran Discovery Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Ditinjau dari Motivasi Belajar Elga Azmala Putri; Yanti Mulyanti; Aritsya Imswatama
Jurnal Tadris Matematika Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2018.1.2.167-174

Abstract

This study’s aim is to find out experimentation of discovery learning model and direct learning model to critical thinking ability in terms of learning motivation of learners in quadrilateral and triangle mater. The method used in this study is quantitative in the form of quasi experiments. Instruments in this study are critical thinking skills tests presented in the form of post-test, learning motivation questionnaire and observation sheet. Hypothesis test analysis in this research is anava test of two cell road is not equal to the significant level α = 5%. Based on the research results can be concluded that: (1) There is a difference of critical thinking ability between learners using discovery learning model with learners using direct learning model; (2) There is a difference of critical thinking ability of learners who have high learning motivation with learners who have low learning motivation.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Project Based Learning Bermuatan Islami dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Febi Febriyani; Yanti Mulyanti; Hamidah Suryani Lukman
Jurnal Tadris Matematika Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2018.1.2.185-192

Abstract

This study’s is the result of research that aims to develop the Student Worksheet Project Based Learning based Islamic charged in enhancing the ability of understanding the concept. The research was conducted by the Research and Development (R & D) was applied in 10 stages of research. Data collection instruments were used expert assessment form to determine the product validation, evaluation sheets and questionnaires student's teacher to determine the practicality of the product, as well as a test sheet to determine the ability of understanding the concept of product effectiveness. The results of the data analysis Student Worksheet validation assessment by experts to get an average score of 4.29 with high decent criteria. The results of the data analysis Student Worksheet practicability assessment by the teacher to get a score of 4.4 with the criteria very decent and student questionnaire on a small scale and large scale each get a score of 3.33 to 4.06 with the criterion of good and very good criteria. The results of the assessment of effectiveness of data analysis Student Worksheet tests are divided into two groups, namely small-scale test with 20 students and a large-scale test with 40 students. The results of two tests to get a score each, which is the average value of small-scale student 73.44 and an average value of large-scale student 73.75. The average value of student test small scale and large-scale use of the above KKM school is 70.