Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DENGAN PRAKTIK PELAKSANAAN SDIDTK (STIMULASI, DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG)DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUMIJAWA KABUPATEN TEGAL Ike Putri Setyatama; Nur Laela
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data bahwa 0,4 juta (16%) balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan, baik perkembangan motorik halus maupun motorik kasar, gangguan pendengaran, kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara. Upaya pemerintah Indonesia untuk mengetahui tumbuh kembang balita secara optimal maka diadakanlah program SDIDTK. Salah satu pelaksana program SDIDTK adalah seorang bidan. Selain pengetahuan, sikap bidan mempunyai pengaruh terhadap pelaksanaan SDIDTK .Berdasarkan data SDIDTK dari dinas kesehatan provinsi Jawa Tengah, bahwa persentase anak balita pada tahun 2014 yang mendapatkan pelayanan SDIDTK sebesar 86,9%. Cakupan ini meningkat dibandingkan cakupan tahun 2013 (83,07%). Di Puskesmas Bumijawa dari yang awalnya 96,4% di tahun 2015 menjadi 75,0% di tahun 2016. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap bidan dengan pelaksanaan program SDIDTK. Subjek dan Metode: Jenis penelitian yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian adalah 30 bidan pelaksana SDIDTK, tempat penelitian di Puskesmas Bumijawa kabupaten Tegal. Hasil: Sebagian besar pengetahuan-sikap bidan terhadap program SDIDTK dikategorikan baik (70%). Pelaksanaan SDIDTK oleh bidan yang bekerja di wilayah puskesmas Bumijawa sebagian sudah melakukan program SDIDTK dengan baik (53,33%). Berdasarkan perhitungan Kendal-Tau dengan p<0,010 dan diperoleh hasil nilai p sebesar 0,002 sehingga menunjukkan hasil pengujian statistik signifikan (Ho ditolak) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara pengetahuan sikap dengan praktik pelaksanaan SDIDK. Kesimpulan: Hasil analisis bivariat dengan menggunakan Kendal-Tau, menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan sikap dengan praktik pelaksanaan SDIDTK. Diperlukan upaya peningkatan pengetahuan tentang SDIDTK khususnya bagi bidan, dapat melalui pendidikan formal dan non formal, serta penyediaan sarana prasarana untuk melaksanakan program SDIDTK.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN PRAKTIK PAPSMEAR DI YONIF 407 TEGAL Ike Putri Setyatama; Siti Erniyati Berkah Pamuji; Tri Agustina Hadiningsih
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker Leher Rahim (kanker serviks) merupakan sebuah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks. Kanker serviks ini sering muncul pada perempuan usia 35-55 tahun. Tingginya tingkat kematian akibat kanker terutama di Indonesia antara lain disebabkan karena terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya kanker, faktor-faktor resiko terkena kanker, cara penanggulangannya secara benar serta membiasakan diri dengan pola hidup sehat. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Batalyon TNI AD 407 melibatkan Persit (Persatuan Istri Prajurit) Kartika Chandra Kirana. Hasil survei awal yang dilakukan peneliti pada Persit Kartika Chandra Kirana Batalyon TNI AD 407 Tegal, banyak yang belum mengetahui tentang kanker serviks, berada di lingkungan perokok aktif, dan banyak yang mengalami keputihan, serta berada diusia yang rentan terkena kanker serviks, dimana hal-hal tersebut merupakan faktor risiko terjadinya kanker serviks. Jenis penelitian survey pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 40. Analisis data secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden berdasarkan umur responden paling banyak berusia antara 20-35 tahun yaitu 87,5%. Pendidikan terakhir responden yang paling banyak adalah tamat SMA/Sederajat 75%. Paritas responden sebagian besar adalah primipara 52,5%. Sebagian besar pengetahuan responden tentang kanker servik dikategorikan baik. Pelaksanaan papsmear oleh ibu-ibu Persatuan Istri Tentara Batalyon Infanteri Angkatan Darat 407 Tegal menunjukkan bahwa sebagian besar ibu-ibu Persit telah melakukan papsmear. Hasil analisis bivariat dengan Chi Square, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan praktik pelaksanaan papsmear.
HUBUNGAN SENAM HAMIL TERHADAP KEJADIAN LASERASI PERINEUM DI DESA GEMBONG KECAMATAN TALANG KABUPATEN TEGAL Ika Esti Anggraeni; Ike Putri Setyatama
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laserasi perineum merupakan salah satu penyebab dari perdarahan yang mengakibatkan kematian. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Talang pada bulan Januari dan Februari tahun 2017, dari 60 ibu bersalin 20 ibu mengalami Laserasi perineum derajat 1 dan 2. Metode alternatif untuk mengurangi ruptur perineum yang dilakukan saat persalinan antara lain metode akupuntur, lamaze, dick read dan water birth senam hamil (senam kegel), yoga prenatal dan perineum massage. Rumusan masalah dalam penelitian adalah Bagaimana Pengaruh Senam Hamil Terhadap Kejadian Laserasi Perineum Pada Ibu Bersalin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Senam Hamil Terhadap Kejadian Laserasi Perineum Pada Ibu Bersalin di Desa Gembong Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Desain penelitian: survey deskriptif, dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Talang Kabupaten Tegal periode bulan Juli-Desember tahun 2017 yaitu sebesar 74, dan sampel yang digunakan adalah ibu bersalin primigravida yaitu sebesar 46. Berdasarkan perhitungan Chi Square dengan α=0,05 diperoleh nilai p sebesar 0,04. Karena nilai p < α berarti secara statistik hasil pengujian signifikan, atau menolak Ho, yang berarti ada hubungan antara variabel, dan hasil uji statistik pengaruh dengan Regresi Logistik, diperoleh nilai Sig. 0,56, Hal tersebut berarti tidak ada pengaruh antara variabel. Maka kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan diantara kedua variabel, namun tidak ada pengaruh antara senam hamil terhadap kejadian laserasi perineum di Desa Gembong Kecamatan Talang Kabupaten Tegal.
Pengaruh Peran Aktif Kader Kesehatan Terhadap Kunjungan Neonatus Lengkap Di Posyandu Desa Timbangreja Wilayah Kerja Puskesmas Lebaksiu Kabupaten Tegal Ike Putri Setyatama
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v10i1.116

Abstract

Di Kabupaten Tegal pada tahun 2017 terjadi 171 kematian neonatal dan puskesmasyang paling rendah cakupan kunjungan neonatus lengkapnya adalah puskesmas Lebaksiu,dimana tahun 2015 kunjungan neonatus lengkap 96,7%, di tahun 2016 kunjungan neonatuslengkap 96,2% dan pada tahun 2017 terjadi angka penurunan kunjungan neonatus lengkapyaitu 77,7% dimana target dari kunjungan neonatus lengkap yaitu 88% (Dinkes KabTegal,2017). Di Puskesmas Lebaksiu jumlah kader kesehatan seluruhnya ada 285 orang tetapiyang aktif hanya 243 orang (85%) dan terdapat satu desa dengan keaktifan kader paling rendahadalah desa Timbangreja dengan 67%, dimana kader terbilang aktif jika memenuhi target 80%sehingga hasil tersebut belum mencapai cakupan keaktifan kader.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Peran Aktif Kader KesehatanTerhadap Kunjungan Neonatus Lengkap Di Posyandu Desa Timbangreja Wilayah KerjaPuskesmas Lebaksiu Kabupaten Tegal Tahun 2018. Desain penelitian: penelitian kuantitatifdengan metode survey, dan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah30 orang, yaitu kader kesehatan yang bertugas di desa Timbangreja wilayah kerja PuskesmasLebaksiu. Penelitian ini mengunakan total samplimg, sehingga seluruh populasi merupakansampel penelitian. Data yang digunakan adalah data sekunder jumlah kehadiran kaderkesehatan dan jumlah kunjungan neonatus dalam setahun.Berdasarkan perhitungan Kendall’stau dengan α = 0,05 diperoleh nilai p sebesar 0,04,koefisiensi korelasi 0,536; artinyaHubungan peran aktif kader dengan kunjungan neonatuslengkap adalah signifikan, kuat dan searah. Hasil uji statistik pengaruh dengan RegresiLogistik, diperoleh nilai Sig. 0,007, hal tersebut berarti ada pengaruh peran aktif kaderkesehatan terhadap kunjungan neonatus lengkap di Posyandu Desa Timbangreja wilayah kerjaPuskesmas Lebaksiu Kabupaten Tegal tahun 2018, dan kedua varibel tersebut salingmempengaruhi, dengan nilai B sebesar 12,6 yang berarti bahwa kader yang aktif akanberpengaruh 12,6 kali lebih besar terhadap kelengkapan kunjungan neonatus.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil dalam mengkonsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia Ika Esti Anggraeni; Siswati .; Ike Putri Setyatama
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah keadaan dimana tubuh memiliki jumlah sel darah merah kurang dari10,00 gr%. Program pemerintah dalam mencegah anemia ibu hamil, wajib mendapatkan tabletFe sebanyak 90 tablet. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Slawi di tahun 2016 jumlah ibuhamil yang menderita anemia 30 jiwa (7,1%). 63% dari penderita anemia terdapat di desaKalisapu sebanyak 19 ibu hamil. Capaian pemberian tablet Fe pada ibu hamil di PuskesmasSlawi pada tahun 2016 sebesar 75%. Rumusan masalah dalam penelitian : bagaimanahubungan Kepatuhan Ibu Hamil dalam mengkonsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia diDesa Kalisapu Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal Tahun 2016. Tujuan penelitian ini untukmengetahui hubungan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe dengan KejadianAnemia di Desa Kalisapu Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal Tahun 2016. Desain penelitian:survey deskriptif, populasi semua ibu hamil di desa Kalisapu Kecamatan Slawi KabupatenTegal pada bulan April Tahun 2016 menggunakan teknik total sampling sebanyak 30responden. Data primer: kuesioner tentang kepatuhan ibu hamil dalam konsumsi tablet Fe,hasil pemeriksaan kadar Hb ibu hamil. Hasil penelitian menunjukan karakteristik respondenberdasarkan usia reproduksi yaitu 21-34 tahun sebanyak 21 responden (70%), berdasarkanparitas 17 responden (57%) primigravida, tingkat pendidikan SMA 21 responden (70%),tingkat kepatuhan 23 responden (76,7%) memiliki kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe20responden (66,7%) tidak mengalami anemia. Hasil Chi square dengan α = 0,05 diperoleh nilaip sebesar 0,001, disimpulkan ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengankejadian anemia pada ibu hamil di wilayah desa Kalisapu Kecamatan Slawi Kabupaten TegalTahun 2016
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI Ika Esti Anggraeni; Ike Putri Setyatama; Siswati Siswati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v11i2.238

Abstract

Upaya pemerintah dalam penurunan AKB dan AKN sejalan dengan tujuan SDG’s yaitu masalah kesehatan, dimana menyusui dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Presentase pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan Kab.Tegal merupakan urutan 8 terendah dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Cakupan ASI eksklusif Kab.Tegal tahun 2018 sebesar 51,45% dan cakupan terendah di Puskesmas Kaladawa sebesar 0,06% sedangkan target nasional yang ditetapkan adalah 80%. Berdasarkan penelitian faktor dominan yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI Eksklusif di Desa Pacul Kecamatan Kaladawa Kab.Tegal. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas dengan bayi usia 0-6 bulan sejumlah 40 responden. Dukungan keluarga dalam penelitian ini adalah dari suami, orang tua dan mertua. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan uji statistik Chi Square. Sebagian besar responden memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya hingga bayi berusia 6 bulan dan keluarga responden mendukung dalam pemberian ASI Eksklusif. Bentuk dukungan keluarga yang diberikan berupa dukungan informasi, penilaian, instrumental dan emosional, dan bentuk dukungan terbesar berupa dukungan instrumental. Berdasarkan perhitungan Chi Square dengan p value 0,110 disimpulkan bahwa tidak ada hubungan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI Eksklusif di Desa Pacul Kecamatan Kaladawa Kab.Tegal.
Sikap Orang Tua terhadap Perilaku Pencegahan Penularan Covid-19 pada Anak Prasekolah di Desa Kalisapu Tegal Ike Putri Setyatama; Nila Talia Tri Ana
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3042.372 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.853

Abstract

AbstrakKesehatan merupakan salah satu aspek yang menentukan status kesejahteraan suatu negara. Di Indonesia, angka kesehatan masyarakat menurun salah satunya karena pandemi Covid-19. Di Indonesia kasus Covid-19 per 5 April 2021, jumlah kasus positif sebanyak 1.537.967 orang. Jumlah kasus kumulatif tertinggi di Kabupaten Tegal per Januari 2022 terdapat di Kecamatan Slawi, dengan jumlah 1512 kasus. Jumlah kumulatif balita di Kabupaten Tegal yang terkonfirmasi Covid-19 sejumlah 327 kasus, dimana terdapat kasus pada anak di Desa Kalisapu. Peran orangtua dalam mengenalkan Covid-19, diperlukan untuk mendukung perilaku pencegahan Covid-19 pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap orang tua terhadap perilaku pencegahan penularan Covid-19 pada anak. Penelitian kuantitatif ini merupakan penelitian korelatif, dengan metode Cross Sectional, bertempat di Desa Kalisapu, Kec.Slawi, Kab.Tegal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki anak usia prasekolah di Desa Kalisapu, Slawi, Tegal tahun 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak prasekolah, yaitu usia 3-5 tahun di Desa Kalisapu, besar sampel sejumlah 70 orang, dengan menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data primer menggunakan teknik observasi menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Kendall Tau. Hasil penelitian terdapat hubungan antara sikap orang tua terhadap perilaku pencegahan penularan Covid-19 pada anak, dengan nilai p = 0,0001Kata kunci: Sikap, Perilaku, Pencegahan, Covid-19, Anak Parents’ Attitudes Against the Behavior of Preventing the Transmission of Covid-19in Preschool Children in Kalisapu Village Tegal AbstractHealth is one aspect that determines the welfare status of a country. In Indonesia, public health numbers have declined, one of which is due to the Covid-19 pandemic. In Indonesia, with Covid-19 cases as of April 5, 2021, positive cases were 1,537,967 people. The highest cumulative number of cases in Tegal Regency as of January 2022 is in Slawi District, with 1512 cases. The cumulative number of children under five in Tegal Regency who have confirmed Covid-19 is 327 cases, of which there were cases in children in Kalisapu Village. The role of parents in introducing Covid-19 is needed to support Covid-19 prevention behavior in children. This study aims to analyze the influence of parents‘ attitudes on preventing the transmission of Covid-19 in children. This quantitative research uses the Cross-Sectional method, located in Kalisapu Village, Slawi District, Tegal Regency. The population in this study were all parents who had preschool children in Kalisapu Village, Slawi, Tegal, in 2021. The sample in this study were parents who had preschool children aged 3-5 years in Kalisapu Village. The sample size was 70 people. By using purposive sampling. Primary data collection using observationtechniques using a questionnaire. Bivariate analysis using the Kendall Tau test. The results of the study showed that there was a relationship between the attitudes of parents towards the behavior of preventing the transmission of Covid-19 in children, with a p-value = 0.0001Keywords: Attitude, Behavior, Prevention, Covid-19, Children
Pemberian KIE Tanda Bahaya Masa Nifas Pada Ibu Masa Nifas dan Menyusui Adrestia Rifki Naharani; Rina Febri Wahyuningsih; Ike Putri Setyatama; Siswati
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i4.2192

Abstract

Asuhan masa nifas pada ibu bayi setelah melahirkan membutuhkan perawatan khusus yang ditentukan berdasarkan adanya komplikasi pada masa nifas, tingkat pendidikan ibu, maupun pekerjaan ibu nifas. Tanda bahaya masa nifas merupakan suatu tanda abnormal yang mengindikasikan adanya bahaya atau komplikasi yang dapat terjadi selama masa nifas, apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. Pemberin KIE tentang tanda bahaya masa nifas bertujuan memberikan edukasi kepada ibu nifas sehingga ibu nifas dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami salah satu tanda bahaya nifas tersebut.Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Harjosari Kidul diikuti oleh 15 ibu nifas. Setelah diberikan KIE tentang tanda bahaya ibu nifas didapatkan evaluasi bahwa ibu nifas sudah mengetahui dan memahami apa saja yang termasuk tanda bahaya ibu nifas beserta tanda dan gejalanya dan bersedia untuk ke tenaga kesehatan jika mengalaminya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DENGAN PRAKTIK PELAKSANAAN SDIDTK (STIMULASI, DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG)DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUMIJAWA KABUPATEN TEGAL Ike Putri Setyatama; Nur Laela
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data bahwa 0,4 juta (16%) balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan, baik perkembangan motorik halus maupun motorik kasar, gangguan pendengaran, kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara. Upaya pemerintah Indonesia untuk mengetahui tumbuh kembang balita secara optimal maka diadakanlah program SDIDTK. Salah satu pelaksana program SDIDTK adalah seorang bidan. Selain pengetahuan, sikap bidan mempunyai pengaruh terhadap pelaksanaan SDIDTK .Berdasarkan data SDIDTK dari dinas kesehatan provinsi Jawa Tengah, bahwa persentase anak balita pada tahun 2014 yang mendapatkan pelayanan SDIDTK sebesar 86,9%. Cakupan ini meningkat dibandingkan cakupan tahun 2013 (83,07%). Di Puskesmas Bumijawa dari yang awalnya 96,4% di tahun 2015 menjadi 75,0% di tahun 2016. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap bidan dengan pelaksanaan program SDIDTK. Subjek dan Metode: Jenis penelitian yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian adalah 30 bidan pelaksana SDIDTK, tempat penelitian di Puskesmas Bumijawa kabupaten Tegal. Hasil: Sebagian besar pengetahuan-sikap bidan terhadap program SDIDTK dikategorikan baik (70%). Pelaksanaan SDIDTK oleh bidan yang bekerja di wilayah puskesmas Bumijawa sebagian sudah melakukan program SDIDTK dengan baik (53,33%). Berdasarkan perhitungan Kendal-Tau dengan p<0,010 dan diperoleh hasil nilai p sebesar 0,002 sehingga menunjukkan hasil pengujian statistik signifikan (Ho ditolak) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara pengetahuan sikap dengan praktik pelaksanaan SDIDK. Kesimpulan: Hasil analisis bivariat dengan menggunakan Kendal-Tau, menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan sikap dengan praktik pelaksanaan SDIDTK. Diperlukan upaya peningkatan pengetahuan tentang SDIDTK khususnya bagi bidan, dapat melalui pendidikan formal dan non formal, serta penyediaan sarana prasarana untuk melaksanakan program SDIDTK.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN PRAKTIK PAPSMEAR DI YONIF 407 TEGAL Ike Putri Setyatama; Siti Erniyati Berkah Pamuji; Tri Agustina Hadiningsih
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker Leher Rahim (kanker serviks) merupakan sebuah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks. Kanker serviks ini sering muncul pada perempuan usia 35-55 tahun. Tingginya tingkat kematian akibat kanker terutama di Indonesia antara lain disebabkan karena terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya kanker, faktor-faktor resiko terkena kanker, cara penanggulangannya secara benar serta membiasakan diri dengan pola hidup sehat. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Batalyon TNI AD 407 melibatkan Persit (Persatuan Istri Prajurit) Kartika Chandra Kirana. Hasil survei awal yang dilakukan peneliti pada Persit Kartika Chandra Kirana Batalyon TNI AD 407 Tegal, banyak yang belum mengetahui tentang kanker serviks, berada di lingkungan perokok aktif, dan banyak yang mengalami keputihan, serta berada diusia yang rentan terkena kanker serviks, dimana hal-hal tersebut merupakan faktor risiko terjadinya kanker serviks. Jenis penelitian survey pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 40. Analisis data secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden berdasarkan umur responden paling banyak berusia antara 20-35 tahun yaitu 87,5%. Pendidikan terakhir responden yang paling banyak adalah tamat SMA/Sederajat 75%. Paritas responden sebagian besar adalah primipara 52,5%. Sebagian besar pengetahuan responden tentang kanker servik dikategorikan baik. Pelaksanaan papsmear oleh ibu-ibu Persatuan Istri Tentara Batalyon Infanteri Angkatan Darat 407 Tegal menunjukkan bahwa sebagian besar ibu-ibu Persit telah melakukan papsmear. Hasil analisis bivariat dengan Chi Square, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan praktik pelaksanaan papsmear.