Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN PRAKTIK PAPSMEAR DI YONIF 407 TEGAL Ike Putri Setyatama; Siti Erniyati Berkah Pamuji; Tri Agustina Hadiningsih
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker Leher Rahim (kanker serviks) merupakan sebuah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks. Kanker serviks ini sering muncul pada perempuan usia 35-55 tahun. Tingginya tingkat kematian akibat kanker terutama di Indonesia antara lain disebabkan karena terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya kanker, faktor-faktor resiko terkena kanker, cara penanggulangannya secara benar serta membiasakan diri dengan pola hidup sehat. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Batalyon TNI AD 407 melibatkan Persit (Persatuan Istri Prajurit) Kartika Chandra Kirana. Hasil survei awal yang dilakukan peneliti pada Persit Kartika Chandra Kirana Batalyon TNI AD 407 Tegal, banyak yang belum mengetahui tentang kanker serviks, berada di lingkungan perokok aktif, dan banyak yang mengalami keputihan, serta berada diusia yang rentan terkena kanker serviks, dimana hal-hal tersebut merupakan faktor risiko terjadinya kanker serviks. Jenis penelitian survey pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 40. Analisis data secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden berdasarkan umur responden paling banyak berusia antara 20-35 tahun yaitu 87,5%. Pendidikan terakhir responden yang paling banyak adalah tamat SMA/Sederajat 75%. Paritas responden sebagian besar adalah primipara 52,5%. Sebagian besar pengetahuan responden tentang kanker servik dikategorikan baik. Pelaksanaan papsmear oleh ibu-ibu Persatuan Istri Tentara Batalyon Infanteri Angkatan Darat 407 Tegal menunjukkan bahwa sebagian besar ibu-ibu Persit telah melakukan papsmear. Hasil analisis bivariat dengan Chi Square, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan praktik pelaksanaan papsmear.
PERAN KADER KESEHATAN TERHADAP PELAKSANAAN IMUNISASI DASAR PADA BALITA DI DESA GROBOG WETAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGKAH 2014 Tri Agustina Hadiningsih
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kader kesehatan mempunyai peran penting dalam mengudang dan menggerakkan masyarakat untuk datang ke posyandu. Terutama bagi ibu – ibu yang memiliki Balita. Kader kesehatan dapat memberikan motivasi kepada ibu – ibu yang memiliki Balita untuk memeriksakan Balitanya ke posyandu dan membantu tenaga kesehatan untuk memastikan Balita mendapatkan imunisasi dasar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran kader kesehatan terhadap pelaksanaan imunisasi dasar pada ibu balita di desa Grobog Wetan wilayah kerja Puskesmas Pangkah? Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh ibu yang memiliki bayi yang berusia 11 - 12 bulan dan jumlah responden sebanyak 10 orang kader kesehatan. Sebagai informan triangulasi adalah kader sebanyak 3 orang. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer melalui wawancara mendalam dan data sekunder melalui telaah dokumen, data dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menyatakan bahwa peran kader di desa Grobog Wetan dalam melakukan tindak lanjut terhadap sasaran imunisasi yang tidak datang pada saat posyandu dan memobilisasi masyarakat dengan menggunakan metode dan pesan yang tepat masih kurang. Peran kader di desa Grobog Wetan dalam memotivasi kelompok sasaran agar berkunjung ke posyandu saat hari buka sudah baik. Peran kader dalam memberikan pendidikan kesehatan lanjutan kepada orang tua mengenai imunisasi masih kurang. Peran kader dalam melakukan kunjungan tatap muka pada tokoh masyarakat, menghadiri pertemuan rutin kelompok masyarakat sebagai upaya membangun dukungan masyarakat untuk pelayanan imunisasi serta membangun kerjasama dengan tenaga kesehatan sudah baik. Dari hasil penelitian ini diharapkan dari semua pihak yang terkait terutama bagi tenaga kesehatan dapat bekerjasama lebih baik dengan warga masyarakat setempat dengan mengadakan pelatihan kader dan sebagai upaya untuk penggerak masyarakat, upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi serta peningkatan wawasan bagi kader kesehatan.
PENGARUH HYPNOLACTATION TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI GRIYA HAMIL SEHAT MEJASEM KABUPATEN TEGAL Siti Erniyati Berkah Pamuji; Tri Agustina Hadiningsih
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI selama 6 bulan tanpa tambahan makanan apapun atau lazim disebut ASI eksklusif terbukti dapat meningkatkan perlindungan terhadap infeksi sampai beberapa tahun setelah penghentian menyusui. Studi kohort selama 14 tahun menunjukkan semakin lama bayi menyusu, semakin berkurang gangguan mental pada anak dan remaja. Gangguan pada pemberian ASI terjadi karena berbagai faktor diantaranya faktor bayi, ibu dan lingkungan. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan pada pekan ASI tahun 2013 cakupan ASI eksklusif di Indonesia pada tahun 2010 adalah 61,3%, meningkat menjadi 61,5%, pada tahun 2011 dan mengalami penurunan pada tahun 2012 menjadi 61,1%, sedangkan target nasional cakupan ASI Eksklusif pada tahun 2012 yaitu 80%. Di Propinsi Jawa Tengah cakupan pemberian ASI Eksklusif tahun 2012 hanya 49,46%, sedangkan di Kabupaten Tegal 67%. Untuk mencegah dan menangani masalah pemberian ASI/ laktasi tersebut, maka dimungkinkan sebuah intervensi yaitu metode hypnolactation. Metode ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan refleks prolaktin dan refleks oksitosin (let down refleks). Metode ini adalah metode terbaru yang sangat baik untuk membangun niat positif dan motivasi dalam menyusui serta mampu memaksimalkan kuantitas dan kualitas ASI. Jadi, proses menyusui dapat berlangsung nyaman karena ibu merekam pikiran bawah sadar bahwa menyusui adalah proses alamiah dan nyaman. Sehingga, dasar dalam melakukan hypno-lactation adalah relaksasi yang dicapai bila jiwa raga berada dalam kondisi tenang. Dari hasil penelitian ini, diketahui ada perbedaan pengaruh hypnolactation terhadap pemberian ASI eksklusif pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p value (0,004) < α (0,05)).
TINGKAT KECEMASAN REMAJA PUTRI TERHADAP KEJADIAN DISMENORHEA PRIMER Tri Agustina Hadiningsih; Natiqotul Fatkhiyah; Iis Annisa M
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea adalah nyeri pada daearah panggul akibat menstruasi dan produksi zatprostaglandin. Nyeri menstruasi cenderung terjadi lebih sering dan lebih hebat, pada gadis remajayang mengalami kegelisahan, ketegangan dan kecemasan. Dismenorhea terjadi karena perbedaanambang rangsang nyeri pada setiap orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui mengetahui tingkatkecemasan remaja putri terhadap kejadian dismenorhea primer Jenis dan desain penelitian adalahkuantitatif jenis deskriptif, teknik sampel menggunakan teknik menggunakan teknik samplingjenuh, yaitu bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel yaitu sejumlah 53 remaja putri.Data primer didapatkan dari pengisian kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisisdistribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kecemasan remaja putri terhadapkejadian dismenorhea primer adalah sebagian besar mengalami kecemasan sedang (47,2%),terbanyak tingkat kecemasan sedang dengan umur 15 tahun (52%) dan dengan sumber informasidari orang tua (33,3%).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL DALAM KEHAMILAN DENGAN AKTIVITAS HUBUNGAN SEKSUAL DI RB TIARA DESA HARJAWINANGUN KECAMATAN BALAPULANG KABUPATEN TEGAL TAHUN 2010 Tri Agustina Hadiningsih; Edy Sucipto; Rina Febri Wahyuningsih
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 1 No 1 (2010)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu hamil pada waktu memeriksakan kehamilannya di RB Tiara, disamping memeriksakan kehamilan juga konsultasi dengan tenaga kesehatan tidak terkecuali masalah aktivitas hubungan seksual pada waktu hamil, banyak mitos yang melarang hubungan seksual pada waktu hamil karena dapat mengakibatkan bayi cidera dan bisa keguguran, sedangkan satu sisi jika aktivitas seksual tidak dilakukan maka dapat mengakibatkan suami akan selingkuh. Studi pendahuluan di RB Tiara bahwa pada bulan Desember 2009 dari 10 ibu hamil, 7 ibu hamil (70 %) yang terdiri atas TMI 4, TMII 2 dan TMIII 1 ibu hamil merasa takut untuk melakukan hubungan seksual pada waktu hamil karena dapat mempengaruhi kehamilannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan aktivitas hubungan seksual di RB Tiara Desa Harjawinangun Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal tahun 2010?. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan aktivitas hubungan seksual selama kehamilan. Jenis dan Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik secara cross sectional pada ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di RB Tiara pada bulan Maret 2010, teknik pengambilan sampel nonprobability sampling secara aksidental, berjumlah 30 responden. Pengumpulan data dilakukan dari pengisian kuesioner, analisa univariat dengan distribusi frekuensi, analisa bivariat dengan uji corealsi chi square.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan cukup tentang hubungan seksual pada waktu hamil kategori (76,7%), melakukan hubungan seksual selama kehamilan ≤1x per minggu (73,3%). Uji korelasi dengan chi square diperoleh x2 hitung = 6,607, df = 1 dan nilai kemaknaan 0,05, yang berarti x2 hitung lebih besar dari x2 tabel ( x2 tabel = 3,841) serta p value = 0,01 yang berarti < 0,05). Hal ini menunjukan adaya hubungan yang bermakna antara hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan aktivitas hubungan seksual selama hamil. Disarankan agar meningkatkan pengetahuan tentang hal-hal yang menggangu kehamilan, sehingga dapat menjaga kehamilan salah satunya menentukan kapan waktu yang tepat melakukan aktivitas seksual yang dapat mengganggu kehamilan dan janin.
PENILAIAN STATUS GIZI PADA BALITA UMUR 13-60 BULAN DI DESA BOGARES KIDUL KECAMATAN PANGKAH KABUPATEN TEGAL TAHUN 2009 Aprillia Nurul Baety; Tri Agustina Hadiningsih; Tri Jaka Kartana
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 1 No 1 (2010)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia telah melaksanakan Pemantauan Status Gizi, suatu kegiatan untuk memantau penyediaan data dan informasi status gizi nasional sejak pelita IV. Pada krisis seperti ini masalah gizi, khususnya gizi kurang muncul karena masalah pokok yaitu kemiskinan dari masyarakat. Pokok bahasannya adalah “Bagaimana Penilaian Status Gizi Balita, Khusunya Umur 13–60 Bulan di Desa Bogares Kidul Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Tahun 2009?”.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi balita, umur 13-60 bulan di Desa Bogares Kidul Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal.Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu bilamana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel sebanyak 124 balita. Hasil penelitian ini menunjukkan penilai status gizi pada balita umur 13-60 bulan berdasarkan Baku Antropometri WHO-NCHS, berdasarkan TB/U 67,7%, KRP Ringan 22,65%, KEP Sedang 9,7%. Berdasarkan BB/U Gizi baik 66,9%, KEP Ringan 20,2% dan KEP Sedang 12,9%. Disarankan bagi masyarakat hendaknya lebih aktif mengunjungi posyandu dan menghadiri acara penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan.
HUBUNGAN IBU BERSALIN TERKONFIRMASI COVID -19 DENGAN JENIS PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SLAWI Ika Esti Anggraeni; Tri Agustina Hadiningsih; Rina Febri
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v13i2.402

Abstract

Derajat kesehatan masyarakat Indonesia terlihat dari Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. AKI dan AKB tersebut digunakan sebagai indicator pelayanan kesehatan Ibu dan Bayi. Prevalensi AKI di Kabupaten Tegal Tahun 2021 sebesar 30 orang. Penyebab AKI tersebut dikarenakan Covid-19 (40%), Pre Eklampsia Berat (30%), Perdarahan (20%), lain-lain (10%) (Dinkes Kabupaten Tegal, 2021). Berdasarkan data di Puskesmas Slawi Tahun 2021 terdapat 350 ibu yang melahirkan di Puskesmas Slawi. Dari 350 ibu bersalin terdapat 2.6% ibu bersalin yang terkonfirmasi COVID-19. Dilihat dari jenis persalinan, 40% jenis persalinan dilakukan dengan tindakan (rujuk) dan 60% dengan persalinan spontan.Metode penelitian adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Dilaksanakan di Puskesmas Slawi pada bulan Januari – Mei 2022, sampel yang digunakan adalah 130 ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi, menggunakan data sekunder dengan uji statistik Chi-square. Hasil: berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p sebesar 0.266 sehingga dapat disimpulkan Tidak Terdapat Hubungan Ibu Bersalin Terkonfirmasi COVID-19 dengan Jenis Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Slawi Kabupaten Tegal.
PENDIDIKAN KESEHATAN TANDA BAHAYA MASA NIFAS DI DESA KALISAPU KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL Adrestia Rifki Naharani; Siti Erniyati Berkah Pamuji; Tri Agustina Hadiningsih
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.296

Abstract

Masa nifas merupakan masa yang beresiko terjadi kematian pada ibu, sekitar 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan hampir 50% dari kematian pada masa nifas terjadi pada 24 jam pertama setelah persalinan. Penyebab kematian ibu dalam masa nifas diantaranya disebabkan oleh adanya komplikasi masa nifas. Penyebab tidak diketahuinya masalah bahaya masa nifas yaitu kurangnya pengetahuan ibu nifas, sehingga ibu nifas tidak menyadari jika mengalami tanda bahaya pada masa nifas (Setyoningsih, 2020). Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pemgetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas. Pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 16 sampai18 September 2020 di Desa Kalisapu Kec. Slawi Kab. Tegal sebanyak 30 ibu nifas dengan metode pemberian pendidikan kesehatan. Hasil dari pengabdian adalah ibu nifas mengetahui dan paham apa saja tanda bahaya masa nifas dan bersedia memeriksakan diri ke petugas kesehatan jika mengalami salah satu dari tanda bahaya masa nifas dengan alat bantu leafleat. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Tanda Bahaya Masa Nifas, Ibu Nifas
EDUKASI KESEHATAN TENTANG KB SUNTIK PADA WANITA USIA SUBUR DI MASA PANDEMI Ika Esti Anggraeni; Tri Agustina Hadiningsih
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v3i1.395

Abstract

Percepatan laju penduduk meningkat sebesar 1.25. Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (2019), jumlah PUS tahun 2019 sebanyak 6.652.451 pasang. Dari seluruh jumlah PUS yang ada, sebanyak 4.024.430 orang (73,5%) adalah peserta KB aktif dengan penggunaan kontrassepsi Suntik 2.320.430 orang (58,4%). Pada masa pandemi COVID-19, pembatasan aktivitas warga dan pembatasan layanan umum seperti puskesmas berdampak pada menurunnya keituksertaan masayarakat dalam penggunaan KB. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 1 Juni 2021 di Desa Kalisapu Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal pada 10 Wanita Usia Subur bahwa mereka enggan untuk melakukan kunjungan suntik ulang KB walaupun sudah masuk jadwal suntik ulang, hal tersebut karena mereka merasa takut terinfeksi COVID-19, ataupun mereka merasa takut untuk dilakukan skrening awal covid -19 saat menuju ke pusat layanan kesehatan publik seperti RS. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pemgetahuan ibu tentang KB Suntik. Pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 16 sampai18 September 2020 di Desa Kalisapu Kec. Slawi Kab. Tegal sebanyak 30 wanita usia subur dengan metode pemberian pendidikan kesehatan. Hasil dari pengabdian adalah wanita usia subur sangat antusias dan respon positif terkait informasi KB Suntik dengan alat bantu booklet.
Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang Senam Hamil dalam Upaya Pencegahan Rupture Perineum pada Ibu Hamil di Desa Bengle Wilayah Kerja Puskesmas Kaladawa Kabupaten Tegal: Educational Information Communication (IEC) about Pregnancy Gymnastics in The Effort To Prevent Perineal Rupture in Pregnant Women in Bengle Village Kaladawa Puskesmas Work Area Tegal District Ika Esti Anggraeni; Tri Agustina Hadiningsih
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 2 No. 2 (2023): Juni: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v2i2.714

Abstract

Senam hamil merupakan terapi latihan gerak dan salah satu kegiatan dalam pelayanan selama kehamilan atau prenatal care yang bertujuan untuk mempersiapkan ibu hamil secara fisik dan mental saat menghadapi persalinan agar persalinan normal dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan spontan. Kelenturan otot – otot dinding perut dan dasar panggul dapat mengurangi risiko ruptur (robekan) perineum. Ruptur perineum merupakan perlukaan pada jalan lahir yang terjadi pada proses persalinan pervaginam, ruptur perineum ini disebabkan pada saat persalinan perineum mengalami tekanan yang kuat dan mengalami peregangan yang dapat menyebabkan terjadinya ruptur perineum yang disertai dengan adanya perlukaan vagina dengan derajat ruptur yang bervariasi (Syamsiah dan Rosita Malinda, 2018). Berdasarkan data yang diperoleh di Puskesmas Talang Kabupaten Tegal jumlah persalinan pada bulan Januari – Oktober 2022 adalah sebanyak 121 orang dan 34 (28%) ibu bersalin mengalami ruptur perineum pada saat persalinan pervaginam. Berdasarkan hasil studi pendahuluan dengan metode wawancara pada tanggal 01 Maret 2023 dengan 10 ibu hamil di Desa Bengle Wilayah Kerja Puskesmas Kaladawa Kabupaten Tegal menyatakan bahwa keseluruhan ibu hamil 100% belum pernah melakukan senam hamil selama kehamilan dan saat posyandu tidak di ajarkan senam hamil. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil. Pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 06 Maret 2023 di Balai Desa Bengle Wilayah Kerja Puskesmas Kaladawa Kabupaten Tegal sebanyak 30 ibu hamil dengan metode demonstrasi dan penyuluhan terkait senam hamil. Hasil dari pengabdian adalah ibu hamil sangat antusias dan memberikan respon positif terkait informasi senam hamil dengan alat bantu lembar balik dan leafleat.