Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Bergerak First Aid Pocket Guide Ardiansyah, Avif; Ramdhani, M Kausar; Suranto, Beni
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) 2014: Prosiding SNIMED 2014
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Kecelakaan merupakan suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diharapkan olehsemua orang, bisa terjadi kapan dan dimana saja. Pertolongan pertama yang cepat pada korbankecelakaan sangat lah penting. Terkadang dalam hal – hal genting seperti ini, membutuhkaninformasi yang cepat dan akurat. Dengan adanya aplikasi First Aid Pocket Guide berbasis Android, semua itu bisa dengan mudah teratasi karena aplikasi ini memberikan informasi – informasi lengkap seputar jenis – jenis kecelakaan beserta tindakan untuk memberikan pertolonganpertama yang cepat dan akurat. Aplikasi ini juga memberikan informasi tentang rumah sakitterdekat dari lokasi kejadian dan informasi secara detail tentang rumah sakit tersebut. Kelebihan lain dari aplikasi ini adalah pengguna dapat mengetahui rute dari lokasi kejadian hinggarumah sakit terdekat yang pengguna pilih. Fitur pendukung lain dari aplikasi First Aid PocketGuide yaitu menyediakan berbagai macam artikel tentang kesehatan. Kelebihan lain dari aplikasi ini adalah pada fitur pencarian atau search yang menggunakan teknologi pengenal suarauntuk melakukan pencarian (voice search).Keywords: aplikasi bergerak, panduan, First Aid Kit, Android
AUDIT SISTEM INFORMASI RSUD SLEMAN UNTUK MONITORING DAN EVALUASI KINERJA SISTEM Suranto, Beni; Hanum, Farah Fauziyah; Haryono, Kholid
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) 2014: Prosiding SNIMED 2014
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman berperan sebagai pusat pelayanankesehatan bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Seman. Dalam proses pelayanan, RSUDSleman telah menggunakan sistem infromasi. Hal tersebut dilakukan untuk membantumemudahkan dan meringankan kinerja karyawan. Selain itu, dengan menggunakan sisteminformasi diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pasien atas pelayanan. Pengambilandata yang dilakukan di RSUD Sleman dilakukan dengan cara observasi, pembagian kuesionerkepada karyawan dan pasien, serta wawancara kepada Kepala Instalasi IT dan Direktur RSUDSleman. Audit ini bertujuan untuk menilai proses monitoring dan evaluasi sistem informasi,menilai efektifitas, efisiensi, dan keandalan sistem informasi, menilai kepuasan pasien, dan jugamenilai kesesuaian sistem dengan kebutuhan yang ada di RSUD Sleman. Dalam proses auditsistem informasi ini, peneliti menggunakan standar COBIT 5 pada domain Monitor, Evaluate,and Assess.Keywords: audit, sistem informasi, rumah sakit, COBIT
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEUANGAN PUSKESMAS (SIMK-Pus) (Studi Kasus: Puskesmas Pituruh, Kab. Purworejo) Suranto, Beni; Kurniati, Dwi Setiyo
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) 2014: Prosiding SNIMED 2014
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SIKDA dan PCARE merupakan sistem informasi manajemen berbasis website, yang digunakan untuk membantu Puskesmas dalam mengelola data terkait dengan pelayanan keseha-tan kepada masyarakat. Puskesmas Pituruh termasuk dalam salah satu Puskesmas di Kabupaten Purworejo yang diberi wewenang untuk menggunakan SIKDA dan PCARE. Namun, dalam penggunaanya, masih terdapat banyak kendala yang ditemui. Diantaranya, SIKDA dan PCARE tidak menangani masalah keuangan khususnya dibagian rawat inap.Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi manajemen keuangan puskesmas (SIMK-Pus) guna membantu pegawai puskesmas dalam mengelola data pembayaran rawat inap. SIMPus dirancang menggunakan metode terstruktur dengan notasi perancangan berupa Data Flow Diagram (DFD). Sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan MySQL sebagai Database Management System (DBMS).Pada sistem yang sudah berhasil dikembangkan, pengguna yang memiliki hak akses sebagai Admin dapat melakukan pengelolaan data harga dan tarif serta mengelola data pengguna. Pengguna dengan hak akses petugas loket dapat melakukan pengelolaan data pasien, sedangkan hak akses bendahara dapat membuat bukti pembayaran rawat inap beserta laporannya. Hak akses manajemen hanya dapat mengakses bukti pembayaran untuk mengawasi traksaksi pem-bayaran. Dari hasil pengujian di Puskesmas Pituruh di Purworejo, SIMK-Pus dinilai sudah mampu meningkatkan kualitas pengelolaan data untuk kebutuhan proses bisnis terkait pelaya-nan kesehatan yang dilakukan, khususnya layanan rawat inap.
Penerapan Metode Simple Additive Weighting Pada Aplikasi Placeplus Untuk Mencari Coworking Space Irawan, Aditya Putra; Paputungan, Irving Vitra; Suranto, Beni
Syntax Idea Vol 2 No 7 (2020): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-idea.v2i7.439

Abstract

Pencarian coworking space kadangkala menjadi sebuah permasalahan di kalangan para penggunanya. Ada beberapa pertimbangan sampai pada akhirnya menentukan salah satu dari beberapa pilihan yang tersedia. Artikel ini menyajikan penerapan Simple Additive Weighting (SAW) sebagai metode pendukung keputusan pencarian coworking space. Metode SAW akan melakukan proses perangkingan keputusan dari beberapa alternatif. Kriteria yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan yaitu kenyamanan tempat, kestrategisan lokasi, pelayanan/service, fasilitas, dan luas tempat parkir. Beberapa rekomendasi coworking space akan diurutkan berdasarkan bobot akhir yang didapat. Metode SAW ini diterapkan pada aplikasi PlacePlus yang dijalankan pada sistem operasi web. Hasil eksperimen menunjukkan Sinergi Cowork and Network Space berada pada urutan pertama coworking space yang paling direkomendasikan kepada calon pengguna.
EVALUATING TRUSTWORTHINESS OF SOFTWARE COMPONENT Beni Suranto
Teknoin Vol. 21 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/.v21i1.3692

Abstract

Makalah ini membahas tentang konsep keterpercayaan komponen perangkat lunak yang merupakan salah satu pertimbangan utama bagi pengembang perangkat lunak dalam mengimplementasikan metode pengembangan perangkat lunak berbasis komponen. Pada bagian awal makalah, penulis menjelaskan mengenai konsep penggunaan ulang perangkat lunak dan kaitannya dengan keterpercayaan komponen perangkat lunak. Selanjutnya, bagian inti makalah membahas secara detail mengenai metode pengujian komponen perangkat lunak dan 4 (empat) metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi tingkat keterpercayaan dari komponen perangkat lunak. Di akhir makalah, penulis memberi gambaran mengenai proses seleksi komponen perangkat lunak pada domain industri.
PSP AND PQI: HOW DO THEY IMPROVE INDIVIDUAL SOFTWARE PROCESS Beni Suranto
Teknoin Vol. 20 No. 4 (2014)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/.v20i4.7445

Abstract

Dalam proses pengembangan perangkat lunak, setiap pengembang baik tim maupun perorangan bertujuan untuk dapat menghasilkan produk perangkat lunak yang berkualitas tinggi. Salah satu kriteria penting dari kualitas perangkat lunak adalah jumlah kesalahan (defect) yang ditemukan pada perangkat lunak tersebut. Perangkat lunak yang berkualitas tinggi harus memiliki jumlah defect yang minimal sehingga mampu menyediakan fungsionalitas bagi pengguna dengan tingkat usabilitas yang tinggi. Salah satu faktor penting yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas produk perangkat lunak adalah kualitas software process yang dijalankan. Hal ini berlaku untuk proses pengembangan oleh tim maupun proses pengembangan yang dilakukan oleh software engineer perorangan. Software Engineering Institue (SEI) di Carnegie Mellon University (Amerika Serikat) telah mengembangkan metode Personal Software Process (PSP) untuk membantu para software engineer meningkatkan kualitas software process yang mereka jalankan. Selain itu, SEI juga mengembangkan Process Quality Index (PQI) yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas software process yang dilakukan oleh para software engineer.  PSP membantu software engineer meningkatkan kualitas software process mereka melalui praktek – praktek yang mendukung  proses identifikasi dan perbaikan defect pada perangkat lunak sedini mungkin. Selain itu, PSP memberikan motivasi yang besar bagi software engineer untuk dapat lebih disiplin pada setiap tahapan software process yang mereka jalankan. PQI mengukur kualitas software process dengan menggunakan indikator berupa perbandingan lama waktu penyelesaian serta jumlah defect yang ditemukan pada setiap tahapan software process.
Perancangan dan Implementasi Sistem Aplikasi Integrated Mapping Berbasis Mapinfo untuk Perencanaan Sel dalam Optimisasi Jaringan Seluler Beni Suranto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran mengenai perancangan dan implementasi sistem aplikasi integrated mapping berbasisMapInfo ini bermula pada masalah yang dialami oleh para network engineer di bidang optimisasi jaringanseluler dalam menganalisis data-data terkait dengan prosedur perencanaan sel. Berlandaskan pada hasilanalisis dan pengamatan di lapangan, dilakukanlah pengembangan suatu aplikasi yang dapatmentransformasikan data-data text ke dalam bentuk tampilan yang memudahkan network engineer dalammenjalankan prosedur perencanaan sel.Implementasi sistem aplikasi memanfaatkan konsep pemrograman visual dengan Visual Basic sertakonsep integrated mapping melalui koneksi OLE Automation menggunakan kode-kode MapBasic untukmemanggil fungsi-fungsi pemetaan yang dimiliki oleh aplikasi MapInfo.Sistem aplikasi yang dikembangkan telah dapat memetakan data-data Site dan Carrier sebagairepresentasi sel dalam jaringan seluler. Dalam kaitannya dengan prosedur perencanaan sel, sistem aplikasimemiliki fitur-fitur berupa pengelolaan data Site dan Carrier serta mampu menampilkan interferensi dan sel-selyang bertetangga dalam jaringan. Sistem aplikasi yang dibuat masih sangat terbuka untuk pengembangan lebihlanjut.Keywords : integrated mapping, MapInfo, MapBasic, Visual Basic, OLE Automation, perencanaan sel
Virtual Classroom: Strategi Pembelajaran Berbasis Synchronous E-Learning Beni Suranto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Synchronous learning adalah interaksi yang berorientasi pada pembelajaran dan difasilitasi denganintruksi-intruksi secara langsung, real-time dan biasanya terjadwal. Synchronous learning berbeda dengankuliah biasa, demo atau penawaran suatu produk, dan aktivitas-aktivitas penyampaian informasi yang lainnya.Synchronous e-Learning adalah Synchronous learning yang dilaksanakan dengan memanfaatkan perangkatelektronik, khususnya komputer dan Internet. Synchronous e-Learning dapat dilaksanakan dengan berbagaimacam strategi, salah satunya adalah dengan mengimplementasikan konsep Virtual Classroom (VC).Kata Kunci: synchronous e-Learning, virtual classroom
Rancang Bangun Aplikasi Berbasis Augmented Reality untuk Virtual Fitting Room Frame Kacamata Muhamad Riadi Almasyariqi; Septia Rani; Beni Suranto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2018
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas mengenai pengembangan aplikasi mobile untuk virtual fitting room frame kacamata berbasis augmented reality (AR). Pada umumnya, calon pembeli frame kacamata harus datang langsung ke toko frame kacamata untuk mencoba frame yang diinginkan. Cara ini tentu saja membuat waktu konsumen menjadi kurang efisien. Selain itu, mencoba frame kacamata asli juga memiliki resiko menyebabkan kerusakan pada frame saat mencobanya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka aplikasi mobile berbasis AR dapat menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk virtual fitting room frame kacamata. Aplikasi yang dikembangkan pada penelitian ini berbasis Android dan bekerja dengan cara menggabungkan model frame kacamata dalam dunia virtual dengan wajah pengguna pada dunia nyata yang ditangkap oleh kamera depan smartphone pengguna. Pembangunan aplikasi dilakukan dengan metode face tracking agar model frame kacamata dapat ditampilkan tepat pada wajah pengguna. Agar dapat mencapai hasil yang optimal, maka dilakukan pengujian kompatibilitas aplikasi dan User Acceptance Testing (UAT). Dari hasil pengujian diperoleh kesimpulan bahwa telah dihasilkan aplikasi mobile berbasis AR untuk mencoba frame kacamata melalui smartphone Android yang memiliki kompatibilitas baik pada berbagai macam perangkat Android yang berbeda. Selain itu aplikasi juga dapat diterima dengan persentase sebesar 85.05% dari segi manfaat dan 85.05% dari segi tampilan berdasarkan UAT.
Penerapan Metode Simple Additive Weighting Pada Aplikasi Placeplus Untuk Mencari Coworking Space Aditya Putra Irawan; Irving Vitra Paputungan; Beni Suranto
Syntax Idea Vol 2 No 7 (2020): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v2i7.439

Abstract

Pencarian coworking space kadangkala menjadi sebuah permasalahan di kalangan para penggunanya. Ada beberapa pertimbangan sampai pada akhirnya menentukan salah satu dari beberapa pilihan yang tersedia. Artikel ini menyajikan penerapan Simple Additive Weighting (SAW) sebagai metode pendukung keputusan pencarian coworking space. Metode SAW akan melakukan proses perangkingan keputusan dari beberapa alternatif. Kriteria yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan yaitu kenyamanan tempat, kestrategisan lokasi, pelayanan/service, fasilitas, dan luas tempat parkir. Beberapa rekomendasi coworking space akan diurutkan berdasarkan bobot akhir yang didapat. Metode SAW ini diterapkan pada aplikasi PlacePlus yang dijalankan pada sistem operasi web. Hasil eksperimen menunjukkan Sinergi Cowork and Network Space berada pada urutan pertama coworking space yang paling direkomendasikan kepada calon pengguna.