Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENJADWALAN PROYEK H2S GAS MONITORING SERVICES PADA INDUSTRI GEOTHERMAL DENGAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) DAN CRASHING PROJECT DI PT. DYFCO ENERGY Debbie Kemala Sari; Miftakhul Arfah Hadiani
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 2 (2013): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v2i0.678

Abstract

PT. Dyfco Energy adalah perusahaan penyedia jasa H2S Gas Monitoring yang merupakan persyaratan sebelum dilakukannya proses drilling hingga proses tersebut selesai. Proses drilling dibutuhkan pada proses eksplorasi sumber daya energi, baik di industri geothermal maupun industri minyak dan gas. Penjadwalan proyek H2S Gas Monitoring untuk setiap aktivitas sudah ditentukan oleh perusahaan geothermal maupun migas, begitu pula dengan anggarannya. Semakin banyak proyek yang dikerjakan, maka semakin kompleks pula manajemennya. Berdasarkan permasalahan tersebut, dapat dirumuskan permasalahan: bagaimana membandingkan penjadwalan proyek yang telah ditetapkan oleh perusahaan vendor geothermal (tanpa crashing project) dengan penjadwalan proyek usulan (dengan crasing project) menggunakan metode PDM dan apakah crashing project dapat menjadi solusi untuk penambahan sumberdaya dalam rangka mempercepat durasi proyek. Hasil dari penelitian ini adalah Penjadwalan proyek usulan dengan PDM dan crashing project menghasilkan durasi. Total cost dengan crashing project menjadi lebih sehingga akan menurunkan margin yang diperoleh perusahaan. Jadi sebaiknya PT Dyfco Energy tidak perlu melakukan penambahan sumber daya. Kata kunci  :  geothermal energy, H2S Gas Monitoring, Energi Panas
Pengukuran Kinerja Supply Chain UMKM Jamur Krispi Menggunakan Supply Chain Operations Reference Roaida Yanti; Jundi Nourfateha Elquthb; Prita Nurkhalisa Maradjabessy; Qurtubi; Debbie Kemala Sari
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 13 No. 3 (2023): VOLUME 13 NO 3 NOVEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v13i3.19145

Abstract

Intisari— UMKM bidang makanan dan minuman memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional sebesar 7,02%. Salah satu jenis makanan dengan prospek pasar yang sangat baik adalah produk olahan jamur krispi. Namun terdapat tantangan dalam proses pengolahan dan distribusi produk yang mempengaruhi rendahnya daya saing UMKM Jamur Krispi, maka dibutuhkanlah peningkatan kinerja supply chain dalam mengolah produk dan memenuhi permintaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja Supply Chain Management (SCM) pada UMKM Jamur Krispi agar perbaikan dengan strategi baru dapat dilakukan. Proses pengukuran performa rantai pasok menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) sebagai model konseptual yang dapat menjabarkan rantai pasok menjadi metrik agar didapatkan manajemen rantai pasok yang lebih efisien. Bobot performa dari setiap indikator akan dihitung menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) berdasarkan jawaban kuesioner perbandingan berpasangan dari pemilik UMKM yang dianalisis. Hasil penelitian ini diperoleh 23 indikator dari lima proses yaitu plan, make, source, delivery, dan return, dengan nilai akhir kinerja SCM sebesar 80,891 dan tergolong baik. Proses inti yang memiliki nilai kinerja rendah adalah plan dan return yang masing-masing sebesar 8.098 dan 9.049. Abstract— MSMEs in the food and beverage sector significantly contribute to the national economy of 7,02%. One type of food with excellent market prospects is processed crispy mushroom products. However, there are challenges in the process of making and distributing the product that affects the low competitiveness of the Crispy Mushroom SME; thus, an increase in supply chain management performance is needed in processing the product and meeting customer demand. This study aims to measure and evaluate the performance of Supply Chain Management (SCM) in the SME of Crispy Mushroom for improvements with new strategies that can be carried out. The process of measuring SCM performance uses the Supply Chain Operations Reference (SCOR) method as a conceptual model that can describe the supply chain into metrics for obtaining more efficient supply chain management. The performance weight of each indicator will be calculated using Analytical Hierarchy Process (AHP) based on the answers to questionnaires from the analyzed business owner. The results of this study obtained 23 indicators from five processes, namely plan, make, source, delivery, and return, with the final value of SCM performance being good. With the absolute value of SCM performance of 80.891 and classified as good. The core processes with low-performance values are plan and return, which are 8,098 and 9,049, respectively.