Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Anti-Inflammatory Test of Topical Cream Preparations from Ethyl Acetate Fraction of Johar Leaves (Cassia siamea L.) in White Mice Audri Nandia Apriyanti; Diah Pratimasari; Eka Wisnu Kusuma
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v12i1.223

Abstract

Johar leaves contain chemical compounds, there are alkaloids, saponins, tannins, flavonoids, barracol, sitosterol. This study aims to determine the anti-inflammatory effect of the johar leaf ethyl acetate fraction topically, to determine the optimum concentration of johar leaf ethyl acetate fraction in cream preparations, and to determine the physical properties of the johar cream and cream stability. The leaves of johar (Cassia siamea L.) were extracted using the maceration method with 70% ethanol. The ethanol extract of johar leaves was fractionated with water, n-hexane and ethyl acetate as solvents. The ethyl acetate fraction of johar leaves was made cream with a concentration of 2.5%, 5% and 10%. The basis and the three formulas were tested for the physical quality of the cream including the organoleptic test, homogeneity, viscosity, spreadability, adhesion, cream type, pH and cream stability. The anti-inflammatory effect was determined by measuring the thickness of the back skin of the mice. The data obtained were analyzed statistically One Way Anova with a confidence level of 95% to determine that there were significant differences between treatment groups. The results showed that the leaf ethyl acetate fraction cream could provide topical anti-inflammatory effects on carrageenan-induced white mice with an effective concentration of 5% with (% PI) of 36.67%. The ethyl acetate fraction of johar leaves with a concentration of 2.5% and 5% fulfilled the requirements for the physical properties of the cream, but the cream with a concentration of 10% did not meet the requirements in the pH test. And the ethyl acetate fraction cream of johar leaves was stable in 1 month storage
Toksisitas Akut Koro Benguk (Mucuna Pruriens L.) Pada Mencit Putih Jantan Linda Nur Febriani; Eka Wisnu Kusuma
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koro benguk merupakan tanaman pangan yang berpotensi membantu pengobatan. Koro benguk mempunyai aktivitas dapat meningkatkan antioksidan, antidiabetes dan antikanker. Data ilmiah mengenai tingkat keamanannya belum banyak ditemukan, salah satunya dengan uji toksisitas akut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai LD50 dan gejala toksik ekstrak etanol koro benguk yang diberikan pada mencit putih jantan dengan uji toksisitas akut. Metode penelitian hewan uji dibagi dalam 4 perlakuan, kelompok I diberi CMC Na 0,5%, kelompok II, III,dan IV diberi ekstrak etanol koro benguk dosis 2000 mg/kgBB, 2500 mg/KgBB dan 3200 mg/KgBB secara peroral. Pengamatan dilakukan secara intensif 30 menit pertama, 4 jam, dan dilanjutkan 1 hari setelah uji dengan melihat jumlah hewan percobaan yang mati dan gejala toksik yang tampak seperti perubahan berat badan, perubahan warna bulu dan kulit, perubahan tingkah laku, tremor, salivasi, dan feses. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol koro benguk positif mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, dan triterpenoid. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dosis 2000, 2500, dan 3200 mg/KgBB ekstrak etanol koro benguk (Mucuna pruriens L.) menimbulkan efek toksik pada hewan uji dengan gejala toksik berupa tremor, pasif, feses berwarna kekuningan dan lembek, sehingga ekstrak etanol koro benguk memiliki potensi menyebabkan toksisitas akut terhadap mencit putih jantan.
Pengetahuan Konsumen Tentang Gastritis Di Apotek Kimia Farma Kadipiro eka wisnu kusuma eka wisnu kusuma; Merlin Agustina Saleh
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan inflamasi yang terjadi pada mukosa lambung. Salah satu faktor pemicu adalah penggunaan obat penekan rasa nyeri golongan Non Steroid Antiinflamasi Drugs ( NSAIDs) secaraberlebihan yang dapat mengiritasi dinding lambung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambarantingkat pengetahuan konsumen tentang gastritis dan pengobatannya di Apotek Kimia Farma KadipiroSurakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan instrumen berupakuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 110konsumen yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuankonsumen tentang gastritis dan pengobatannya di Apotek Kimia Farma Kadipiro Surakarta adalah kurang (2,73%), cukup (20,91%), dan baik (76,36%). Tingkat pengetahuan dalam upaya pencegahandan pengobatan diperlukan untuk mencegah terjadinya gastritis
PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK AIR BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava Linn) Aulia Nur Rahmawati; Eka Wisnu Kusuma; Dwi Saryanti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5746

Abstract

Buah jambu biji merah (Psidium guajava Linn) memiliki kandungan metabolit sekunder yang melimpah, namun penentuan parameter ekstrak dengan pelarut air masih belum dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total dari ekstrak air buah jambu biji merah sebagai bagian kecil dari proses standarisasi ekstrak air buah jambu biji merah. Metode yang digunakan adalah metode Wilstater “cyanidin” untuk pengujian flavonoid secara kualitatif dan metode kolorimetri alumunium klorida (AlCl3) untuk pengujian secara kuantitatif. Penentuan panjang gelombang maksimal, operating time, kurva baku kuersetin dan penetapan kadar flavonoid sampel dilaksanakan menggunakan spektrofotometer Uv-Vis. Hasil pengujian kualitatif menunjukkan terjadinya perubahan warna menjadi oranye kekuningan, sementara hasil pengujian kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid ekstrak air buah jambu biji merah dapat diukur menggunakan kurva baku quercetin dengan panjang gelombang 350-500 dan operating time selama 30 menit Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak air buah jambu biji merah terdeteksi mengandung flavonoid dengan kadar sebesar 3,293±0,155 mgQE/g.