Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Posisi Persalinan Mc.Robert Terhadap Lama Persalinan Kala II Pada Ibu Primipara Triananinsi, Nurhidayat; Kautzar, Anieq Mumthi’ah Al; Taherong, Ferawati; Husen, Fitryanti
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i1.1218

Abstract

Dalam proses persalinan kala II pengaturan posisi ikut berperan dalam membantu memperpendek lama persalinan dan meminimalkan komplikasi yang terjadi pada ibu dan janin. Posis Mc Robert yaitu posisi setengah duduk dengan hiperfleksi maksimal pada panggul dengan melibatkan fleksi maksimal kaki ibu sampai menyentuh abdomen. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh posisi persalinan Mc.Robert terhadap lama persalinan kala II pada ibu primipara di Puskesmas Batauga Kab.Buton Selatan Kota Baubau. Jenis penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang bersalin di Puskesmas Batauga pada bulan Januari-Mei 2019. Sampel penelitian berjumlah 30 resonden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data diolah dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi Square didaptkan nilai ρ = 0,023 ini berarti ρ < α (0,05) atau H0 ditolak dan Ha diterima. Berarti ada pengaruh posisi persalinan Mc.Robert terhadap lama persalin kala II pada ibu primipara. Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi proses persalinan lebih cepat adalah dengan memilih posisi persalinan yang tepat. Untuk itu diharapakan ibu dapat termotivasi dalam memilih posisi persalinan senyaman mungkin yaitu dengan memilih posisi yang berpengaruh atau paling efektif sehingga dapat mempercepat proses persalinan kala II seperti posisi persalinan Mc.Robert.
Midwifery Care Management for Pregnant Women in Mrs. “R” Gestation 20-22 Weeks With Mild Anemia At Mamajang Health Center, June 07- august 2, 2024 Yayu, Sriwahyuni; Firdayanti, Firdayanti; Taherong, Ferawati; Diarfah , Andi Dian; Andryani, Zelna Yuni
Jurnal Midwifery Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v8i1.56691

Abstract

Introduction Mild anemia in pregnant women with Hb ≥11 Gr/dl The impact of mild anemia can be moderate to severe anemia in pregnancy, can be fatal if not immediately addressed such as causing miscarriage, premature labor, uterine inertia, prolonged labor, uterine atony, and bleeding and shock. The World Health Organization (WHO) states that globally the prevalence of pregnant women who experience anemia is 83.2% while in Southeast Asia the prevalence is 97.8%. This shows that the prevalence of anemia in Southeast Asia exceeds the global prevalence value. From the data above, it indicates that anemia in pregnant women is one of the important risk factors in health. Research Methods This study aims to implement midwifery care for pregnant women in Mrs. "R" with mild anemia based on midwifery care management. The method applied in this study is using the 7-step Varney analysis. Case Study Results Mrs. "R" With mild anemia for 8 weeks, anamnesis was conducted through interviews by asking about patient complaints, monitoring vital signs, supporting Hb examinations and taking care measures by advising the mother to maintain adequate diet and rest and recommending routine consumption of iron tablets during pregnancy. The conclusion of the case study of Mrs. "R" was a visit at 8 weeks, the results showed that the mother's condition was good, with no dizziness, vital signs within normal limits and Hb within normal limits where previously 9.3 Gr / dl became 11.9 Gr / dl and no potential problems occurred. So in the documentation that has been done on Mrs. "R" there is no theoretical gap.    
Integrasi Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Ekoteologi dalam Meningkatkan Ketahanan Remaja Pesantren terhadap Risiko Pergaulan Bebas dan Pernikahan Dini Tri Wahyuningsih; Nurhidayat Triananinsi; Devian Apriani; Leli Wahyuni; Zelna Yuni Andryani; Ferawati Taherong
Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial Vol. 2 No. 01 (2026): Volume 2 Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jais.v2i01.81

Abstract

Remaja pesantren merupakan kelompok usia yang berada pada fase transisi perkembangan biologis, psikologis, dan sosial, di era digital, tantangan tersebut semakin kompleks sehingga rentan terhadap berbagai risiko kesehatan reproduksi, termasuk pergaulan bebas dan pernikahan dini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan remaja pesantren terhadap risiko pergaulan bebas dan pernikahan dini melalui integrasi edukasi kesehatan reproduksi dan pendekatan ekoteologi. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Bukit Hidayah Malino, santri sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan edukatif interaktif, diskusi partisipatif, refleksi nilai-nilai keislaman, serta aksi lingkungan berupa penanaman pohon sebagai simbol integrasi antara kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan. Evaluasi kegiatan diukur melalui indikator kualitatif berupa observasi dan diskusi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran santri mengenai kesehatan reproduksi remaja, risiko pergaulan bebas, serta dampak pernikahan dini terhadap kesehatan di masa depan dan pentingnya perilaku hidup sehat dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari nilai keislaman.
PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI MELALUI KELAS PERSIAPAN PERNIKAHAN DAN PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI PADA KELOMPOK REMAJA AKHIR Firdayanti Firdayanti; Ferawati Taherong; Nurfaizah Alza; Zelna Yuni Andryani; Anieq Mumthi’ah Al Kautzar; A. Dian Diarfah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21826

Abstract

Abstrak: Pernikahan dini merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi pada remaja dengan kejadian yang masih tinggi yaitu pada usia kurang dari 19 tahun pada tahun 2020 sebanyak 21,84% dan mulai lagi mengalami peningkatan pada masa pandemi covid-19. Tujuan kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan kepada remaja terkait kesiapan pernikahan dalam aspek islam, pendewasaan usia pernikahan dan peduli terhadap kesehatan reproduksi sekaligus membentuk kelas persiapan pernikahan dini dan peduli kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan adalah ceramah tanya jawab dan diskusi secara ofline dan online. Jumlah sasaran pada kegiatan ini adalah 17 orang. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan pengetahuan remaja antara sebelum dan setelah pemberian materi dengan dengan perubahan rata-rata 10,00 serta terbentuknya kelas persiapan pernikahan dini dan peduli kesehatan reproduksi yang akan menjadi konselor sebaya bagi remaja lainnya yang diketuai oleh bidan koordinator Puskesmas Rappocini disertai pendampingan dari tim pengabdian masyarakat.Abstract: Early marriage is one of the reproductive health problems in adolescents with a still high incidence, namely at the age of less than 19 years in 2020 at 21.84%, which began to increase again during the COVID-19 pandemic. The aim of this service activity is to increase knowledge among teenagers regarding marriage readiness in Islamic aspects, maturing the age of marriage, and caring for reproductive health, as well as forming early marriage preparation classes and caring for reproductive health. The methods used are question-and-answer lectures and offline and online discussions. The number of targets for this activity was 17 people. The results obtained were an increase in teenagers' knowledge between before and after giving the material, with an average change of 10.00 as well as the formation of an early marriage preparation and reproductive health care class which will become peer counselors for other teenagers, headed by the Rappocini Community Health Center coordinator midwife accompanied by assistance from community service team.