Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Studi Literatur: Audit Tata Kelola Teknologi Informasi Berbasis Framework Cobit 5 Afandi Afandi; Kartika Pradana Suryatimur; Masculine Muhammad Muqorobin
Jurnal Akuntan Publik Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Akuntan Publik
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jap-widyakarya.v2i2.3481

Abstract

The advancement of information technology in the era of society 5.0 has made it an inseparable thing, including in an organization. In reality, organizations in implementing information technology still experience many problems, such as lack of information technology governance measurement, low risk management, and vulnerabilities in system security. Therefore, making various organizations compete to provide optimal services so that it is necessary to conduct an information technology governance audit as evaluation material. Framework COBIT 5 is one of the frameworks that can be used to conduct an organizational information technology governance audit. The writing method used is literature review both from books and journals related to the COBIT 5 framework. The purpose of this writing is to provide an overview and show the advantages and disadvantages of the COBIT 5 framework. Based on the results of the analysis carried out, it is necessary to make improvements to information technology governance in each organization to achieve the desired capabilities. An information technology governance audit of the organization can provide evaluations and recommendations for improvement so that it can improve information services from the organization.
Studi Literatur: Urgensi Efektivitas Peran Audit Internal dalam Upaya Pendeteksian dan Pencegahan Fraud Pada Perbankan Afandi Afandi; Masculine Muhammad Muqorobin; Kartika Pradana Suryatimur
Jurnal Akuntan Publik Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Akuntan Publik
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jap-widyakarya.v2i2.3615

Abstract

This study aims to determine the urgency of the effectiveness of the role of internal audit as an effort to detect and prevent fraud in banking in Indonesia. This research was also conducted to determine the stages of implementing internal audit effectively with the aim of minimizing or as a form of fraud prevention and knowing things that can increase the effectiveness of internal audit. The writing method used is literature review both from books and journals related to the topic of discussion. The data source used is secondary data that is analyzed which is developed to explain the research topic. Based on the results of the research analysis, there are several stages carried out by internal audit to detect and prevent fraud in banking. In addition, internal audits can pay attention to several things that are crucial in improving banking effectiveness. The existence of a high level of effectiveness can create an independent internal audit department in banking, so that it can make a milestone of the company's strength by having expert, professional, and high-integrity resources.
DESKRIPSI KESALAHAN KONSEP SISWA PADA STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN Rini Silvia; Asriah Nurdini; Afandi Afandi
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v10i2.1811

Abstract

Abstrak: Ketidaksesuaian pemahaman konsep siswa dengan konsepsi ilmiah para ahli disuatu bidang disebut miskonsepsi. Pada siswa sekolah menengah, miskonsepsi dapat timbul akibat kesalahan peserta didik dalam menginterpretasi penjelasan guru atau buku teks. Akibatnya, pemahaman peserta didik tentang konsep-konsep saintifik tidak lengkap. Supaya dapat segera diberikan solusi, dibutuhkan identifikasi kesalahpahaman konsep siswa. Metode asesmen Certainty Of Response Index (CRI) memungkinkan identifikasi miskonsepsi secara akurat dalam waktu singkat. Memerlukan alat seperti gambar untuk divisualisasikan atau mikroskop dan memiliki konsep-konsep yang abstrak, pada proses mengkonstruksi pengetahuan konsep struktur dan fungsi jaringan tumbuhan rentan terjadi miskonsepsi, sehingga perlu tindakan penyelidikan konsep yang salah. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas XI IPA SMAN 10 Pontianak sebanyak 75 orang. Hasil riset menunjukkan 29% terjadi miskonsepsi siswa pada materi yang diselidiki, 35% tergolong dalam kategori paham konsep dan 36% kategori tidak tahu konsep. Miskonsepsi terbesar tentang struktur dan fungsi jaringan tumbuhan adalah pada sub materi jenis-jenis jaringan tumbuhan, sedangkan yang terendah pada materi kultur jaringan. Konsep yang banyak disalahpahami peserta didik berupa jaringan vaskuler (xilem dan floem) yang dianggap hanya terdapat pada salah satu bagian organ tumbuhan saja seperti batang dan akar.
Pelatihan Penerapan Microlearning Berbasis Artificial Intelligence Bagi Guru Sekolah Menengah Kabupaten Landak Reni Marlina; Hamdani Hamdani; Afandi Afandi; Eko Sri Wahyuni; Isyatirradiyah Isyatirradiyah
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i2.8003

Abstract

Kemajuan teknologi digital menuntut guru untuk mampu beradaptasi dan mengembangkan strategi pembelajaran inovatif. Hasil survei awal menunjukkan bahwa tingkat literasi digital guru di Kabupaten Landak tergolong masih rendah. Dari 29 guru, hanya 35% yang memiliki akses perangkat digital dan 40% mampu mengoperasikan platform pembelajaran. Hal ini menunjukkan urgensi dalam penguatan kompetensi dan akses teknologi bagi guru. Salah satu pendekatan yang relevan adalah microlearning berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan penyampaian materi secara ringkas, adaptif, dan efisien. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru sekolah menengah di Kabupaten Landak dalam memahami, merancang, dan menerapkan microlearning berbasis AI. Kegiatan mencakup pelatihan, workshop, pendampingan intensif dan evaluasi keberhasilan model Kirkpatrick. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat reaksi peserta melalui angket peningkatan kompetensi dan produk yang dihasilkan, yaitu modul serta kuis adaptif. Luaran program berupa modul ajar berbasis live worksheet dan artikel publikasi ilmiah. Hasil menunjukkan adanya (1) peningkatan kompetensi guru sebesar 30%, (2) respons guru setelah diadakannya pelatihan juga meningkat dari 40% menjadi 58%, dan (3) dihasilkannya produk berupa modul microlearning dengan tingkat kelayakan 62,1%. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menciptakan ekosistem pendidikan inovatif yang mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Landak