Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Manajemen Inventaris Obat Di Puskesmas Sarwodadi Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang St. Rahmatullah; Urmatul Waznah; Yulian Wahyu Permadi; Windha Widyastuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen obat yaitu salah satu rangkaian kegiatan yang paling penting penting dan mendapatan dana dari pemerintah sebesar 40-50% dari dana alokasi kesehatan yang menyangkut aspek perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian. Manajemen obat dilakukan agar tersedianya obat setiap saat dibutuhkan baik dari jenis, jumlah maupun kualitas secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen inventaris obat di Puskesmas Sarwodadi Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang dilihat dari indikator stok mati obat, obat kadaluwarsa dan nilai stok akhir obat. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu cross sectional dan metode survai analitik dengan analisis data menggunakan Analyze frequencies (SPSS 21). Alat penelitian yang digunakan yaitu data LPLPO tahun 2021 di Puskesmas Sarwodadi Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang sebagi sumber data. Hasil persentase stok mati obat tahun 2021 sejumlah 16,7%, hasil persentase stok obat kadaluwarsa sejumlah 11,4% dan hasil persentase stok kekurangan obat 0,9% dan hasil stok berlebih sejumlah 91,3% hal ini menandakan bahwa proses manajemen obat yang dilihat dari indikator stok mati obat, obat kadaluwarsa dan nilai stok akhir obat di Puskesmas Sarwodadi Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang belum efisien.
PENINGKATAN EKONOMI DENGAN MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT MELALUI TANAMAN OBAT DAN PEMBUATAN JAMU MENUJU DESA SEHAT MANDIRI Yulian Wahyu Permadi Yulian Wahyu Permadi; Wirasti Wirasti; St. Rahmatullah
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.987

Abstract

Pemberdayaan Masyarakat adalah proses pembangunan di mana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. Pemberdayaan masyarakat akan sukses atau dapat terjadi apabila warga ikut berpartisipasi. Membangun ekonomi masyarakat pedesaan bearti pula membangun sebagian besar penduduk indonesia. Selain memiliki potensi sumber daya manusia pedesaan juga memiliki potensi sumber daya alam. Pengabdian masyarakat dosen juga bertujuan untuk memberikan/mengabdikan ilmu yang dimilikinya untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat  baik dibidang kesehatan atau di bidang ekonomi. Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah dengan memberikan informasi mengenai bagaimana meningkatkan ekonomi dengan memberdayakan masyarakat melalui tanaman obat dan pembuatan jamu menuju desa sehat mandiri. Melakukan pelatihan pembuatan jamu/ramuan obat tradisional yang berasal dari tanaman obat dengan melibatkan ahli dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kab. Pekalongan sehingga jamu tersebut aman dikomsumsi.
Indonesian anti-inflammation herbs mechanism: mini review Nuniek Nizmah. F Mochtar; Eko Mugiyanto; Wirasti wirasti; Vanesa Maharani; Novel Umarella; Hilda Fitria Wulandari; St. Rahmatullah; Widyastuti Handayani; Dwi Bagus Pambudi; Riska Kurnia Oktaviani; Achmad Vandian Nur; Yuliah Wahyu Permadi; Ainun Muthoharoh; Thanh-Hoa Vo; Muh. Nur Khoiru Wihadi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v16i2.1453

Abstract

This mini-review aims to provide an overview of some commonly used anti-inflammatory herbs in Indonesia. Inflammation is a complex physiological response that plays a role in various diseases, and herbal remedies have been used traditionally in Indonesian culture for their potential anti-inflammatory properties. We utilize Portal Garuda as the primary database for searching herbs with anti-inflammatory activity using the keyword "anti-inflamasi”. The selected herbs discussed in this review include turmeric (Curcuma longa), ginger (Zingiber officinale), clove (Syzygium aromaticum), and cinnamon (Cinnamomum sp.). These herbs have been reported to possess anti-inflammatory effects through various mechanisms, such as inhibition of pro-inflammatory enzymes and cytokines, antioxidant activity, and modulation of immune responses. Moreover, these herbs have also demonstrated safety profiles in traditional use. However, further scientific research is needed to elucidate the specific bioactive compounds responsible for their anti-inflammatory effects and to determine the optimal dosages and formulations for therapeutic use. The exploration of Indonesian anti-inflammatory herbs could contribute to the development of natural and affordable options for managing inflammatory conditions, complementing conventional treatments, and promoting overall health and well-being.
Perpesi Tentang Penggunaan Antigout Konvensional-Fitoterapi Terhadap Efektivitas Terapi Pasien Gout Arthritis di Puskesmas Kedungwuni I Sisca Windy Prastika; Wulan Agustin Ningrum; Ainun Muthoharoh; St. Rahmatullah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v16i2.1502

Abstract

Based on data from the Pekalongan District Health Office in 2022 the highest gout arthritis occurs in the Kedungwuni area. Gout arthritis patients at Kedungwuni I Public Health Center use conventional antigout-phytotherapy to treat gout arthritis. One of the factors that influence a person in solving health problems is perception. Good perception results in good therapeutic effectiveness. The purpose of this study was to determine the relationship between perceptions about the use of conventional antigout-phytotherapy on the effectiveness of therapy for gout arthritis patients at the Kedungwuni I Public Health Center. This type of research was non-experimental with an observational method. This study uses a prospective design. Sampling of 36 respondents using total sampling with purposive sampling technique. Data was collected using a validated questionnaire, consisting of statements of perceptions about the use of conventional antigout-phytotherapy. The data obtained was carried out by univariate analysis and bivariate analysis. The results of the univariate analysis showed that the majority of respondents were female (80.6%); aged 45-59 years (55.6%); work as a housewife (44.4%); graduated from elementary school (58.3%); suffer from gout arthritis for a long time (52.8%); type of conventional drug used Allopurinol (100%); The most widely used phytotherapy was soursop leaf decoction (33.3%). Most of the respondents have a good perception (52.8%); and the effectiveness of therapy is good as seen from controlled uric acid levels (66.7%). The results of bivariate analysis using the Chi Square test obtained a significance value of 0.002 (p <0.05), which means that there is a relationship between perceptions about the use of conventional antigout-phytotherapy to the effectiveness of therapy
Inventarisasi alat kesehatan di Puskesmas Purwoharjo Kabupaten Pemalang Nisa Nurkhikmah; St. Rahmatullah; Urmatul Waznah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i2.172

Abstract

Manajemen peralatan kesehatan yang terencana berperan untuk peningkatan mutu dalam pelayanan kesehatan serta berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Manajemen peralatan kesehatan dilakukan untuk memastikan peralatan yang digunakan dalam perawatan pasien harus aman, tersedia, akurat, dan terjangkau sehingga sesuai dengan ketentuan WHO mengenai manajemen peralatan kesehatan yaitu memastikan peningkatan akses dan kualitas penggunaan teknologi medis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis proses inventarisasi alat kesehatan di Puskesmas Purwoharjo Kabupaten Pemalang dengan melihat data LPLPO. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dengan analisis kuantitatif dan menggunakan indikator pehitungan stok mati peralata kesehatan, stok kadaluwarsa dan nilai stok akhir peralatan kesehatan. Hasil persentase stok mati alat kesehatan yaitu 50,6%, stok obat kadaluwarsa alat kesehatan 0% dan nilai stok kekurangan 3,6%; stok berlebih 85,5%. Hal ini menunjukan nilai stok mati alat kesehatan dan nilai stok berlebih pada alat kesehatan dan belum efisien. Kata Kunci : Manajemen peralatan kesehatan, stok mati, stok kadaluwarsa, nilai stok akhir obat, LPLPO
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN TERHADAP WAKTU KESEMBUHAN PENYAKIT SCABIES PADA SANTRI DI YAYASAN ISLAM AL-SYA’IRIYAH: THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE LEVELS AND COMPLIANCE WITH SCABIES HEALING TIME IN SANTRI AT THE AL-SYA'IRIYAH ISLAMIC khabibatul khikmah; Ainun Muthoharoh; Wulan Agustin Ningrum3; St. Rahmatullah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i1.221

Abstract

Penyakit Scabies (kudis) merupakan salah satu penyakit kulit yang sering dijumpai dan kurang diperhatikan oleh para santri di Pondok Pesantren. Mereka menganggap kebiasaan dalam menjaga kebersihan diri sudah cukup dan tidak akan menimbulkan masalah kesehatan khususnya penyakit kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan pengobatan terhadap waktu kesembuhan penyakit scabies pada santri di Yayasan Islam Al-Sya’iriyah. Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian ini menujukkan tingkat pengetahuan yang baik (74,2%) dan tingkat kepatuhan pengobatan santri yang patuh sebanyak (62,2%). Pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan waktu kesembuhan penyakit scabies dan adanya hubungan antara pengetahuan dengan waktu kesembuhan penyakit scabies dengan probilitas Chi Square sebanyak 0,000 < 0,05. Kata kunci : Kepatuhan; kesembuhan; pengetahuan