Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EFEK PERASAN BUAH PIR (Pyrus communis) SEBAGAI ANTI ALERGI PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI PERASAN UDANG Riska Kurnia Oktaviani; Richa Yuswantina; Jatmiko Susilo
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alergi merupakan suatu kelainan reaksi berlebih (hipersensitivitas) system imun tubuhterhadap substansi spesifik (allergen) yang mengakibatkan kerusakan jaringan. Buah pir(Pyrus communis) mengandung quercetin yang diduga mempunyai efek anti alergi. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui efek perasan buah pir sebagai anti alergi pada tikus putihjantan galurWistar.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan desain pre and posttest control group yang terdiri dari 5 kelompok. Tikus diinduksi perasan udang pada hari ke 1dan 2, kemudian masing-masing kelompok diberi perlakuan meliputi kontrol negatif(aquadest + CMC Na 0,5%), kontrol positif (loratadine + CMC Na 0,5%), perasan buah pirkadar 7,5% v/v, 15% v/v, dan 22,5% v/v. Data dianalisa menggunakan SPSS versi 21,0 forwindows dengan uji Kruskal-Wallis taraf kepercayaan 95%.Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis selisih eosinofil dan diameter bentolan antaraperasan buah pir dan loratadine didapatkan signifikasi (p>0.05) yang berarti perasan buah pirkadar 22,5% v/v memiliki efek anti alergi yang sebanding dengan loratadine.
Indonesian anti-inflammation herbs mechanism: mini review Nuniek Nizmah. F Mochtar; Eko Mugiyanto; Wirasti wirasti; Vanesa Maharani; Novel Umarella; Hilda Fitria Wulandari; St. Rahmatullah; Widyastuti Handayani; Dwi Bagus Pambudi; Riska Kurnia Oktaviani; Achmad Vandian Nur; Yuliah Wahyu Permadi; Ainun Muthoharoh; Thanh-Hoa Vo; Muh. Nur Khoiru Wihadi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v16i2.1453

Abstract

This mini-review aims to provide an overview of some commonly used anti-inflammatory herbs in Indonesia. Inflammation is a complex physiological response that plays a role in various diseases, and herbal remedies have been used traditionally in Indonesian culture for their potential anti-inflammatory properties. We utilize Portal Garuda as the primary database for searching herbs with anti-inflammatory activity using the keyword "anti-inflamasi”. The selected herbs discussed in this review include turmeric (Curcuma longa), ginger (Zingiber officinale), clove (Syzygium aromaticum), and cinnamon (Cinnamomum sp.). These herbs have been reported to possess anti-inflammatory effects through various mechanisms, such as inhibition of pro-inflammatory enzymes and cytokines, antioxidant activity, and modulation of immune responses. Moreover, these herbs have also demonstrated safety profiles in traditional use. However, further scientific research is needed to elucidate the specific bioactive compounds responsible for their anti-inflammatory effects and to determine the optimal dosages and formulations for therapeutic use. The exploration of Indonesian anti-inflammatory herbs could contribute to the development of natural and affordable options for managing inflammatory conditions, complementing conventional treatments, and promoting overall health and well-being.
Peningkatan Peningkatan Pengetahuan Wali Murid KB-TPA Aisyiyah Tentang DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, dan Buang) Obat dengan Benar Kurnia Oktaviani, Riska
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v4i2.933

Abstract

When managing medicines at home, there are still many people who do not understand how to store and dispose of medicines. People store syrup medicine in the refrigerator in the hope that the medicine will last even though this storage is not appropriate. This ultimately also causes harm to humans themselves. One way to manage drugs well and correctly is DAGUSIBU. This method explains the procedures for managing medicines from the moment they receive them until the time they are no longer consumed and are finally thrown away. Pharmacists as a health profession who are concerned about the use of medicines in society are encouraged to continue to provide DAGUSIBU education wherever they are so that people understand the correct use of medicines so that treatment goals can be achieved and do not cause environmental damage due to incorrect disposal of medicine waste. The results of the implementation of activities to increase the knowledge of the parents of KB-TPA Aisyiyah Gumawang students about DAGUSIBU on the correct use of medication showed that the parents of KB-TPA Aisyiyah Gumawang students felt happy and satisfied with the activities provided
Aksi Sosial terhadap Lansia dan ODGJ di Rumah Perlindungan Sosial Berbasis Masyarakat (RPSBM) Kota Pekalongan Urmatul Waznah; Metha Anung Anindhita; Nunus Eka Kartikasari; Tri Wijaya Ningsih; Laula; Kurnia Oktaviani, Riska
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Desember
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v4i3.1053

Abstract

Kegiatan aksi sosial masyarakat adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan aksi soisal terhadap Lansia dan ODGJ di Rumah Perlindungan Sosial Berbasis Masyarakat (RPSBM) Kota Pekalongan ini merupakan wujud kegiatan bersama antara Farmasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, Farmasi Universitas Pekalongan, dan Tim IAI PC Kota Pekalongan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi secara langsung dengan memberiakan motivasi dan semangat hidup serta pemberian makanan berupa snack, nasi box dan pakaian bekas pakai yang masih layak untuk digunakan. Pelayanan sosial bagi lansia dan ODGJ dapat bermanfaat, khususnya dalam hal komponen psikososial. Seluruh program kerja kegiatan aksi sosial di RPSBM Kota Pekalongan telah terlaksana dan terpenuhi dengan baik sesuai dengan yang telah direncanakan sejak awal. Sehingga dengan terlaksananya kegiatan aksi sosial ini maka dianggap telah selesai dengan baik dan lancar.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Limbah Kulit Lemon untuk Meningkatkan Keterampilan dan Kemandirian Ibu-Ibu PKK di Kelurahan Krapyak Kota Pekalongan Waznah, Urmatul; Rahmasari, Khusna Santika; Ningrum, Wulan Agustin; Oktaviani, Riska Kurnia; Slamet, Slamet; Mugiyanto, Eko; Fadhilah, Isna; Ulhaq, M Daffa’ Dhiya’
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i6.2832

Abstract

Pelatihan pembuatan sabun cuci piring dari limbah kulit lemon di Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi ibu-ibu PKK serta mendukung pengelolaan limbah organik berbasis komunitas. Metode pengabdian meliputi persiapan,pelatihan  dan kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, yang tercermin dari kenaikan rata-rata nilai pre-test ke post-test. Kegiatan ini membekali ibu-ibu PKK dengan keahlian baru dalam pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus mendorong peran aktif perempuan dan penguatan ekonomi keluarga. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals pada aspek pengelolaan limbah dan pemberdayaan perempuan. Hasil evaluasi menggunakan kuesioner menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata peserta sebesar 75%. Program ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama pada aspek pengurangan limbah (SDG 12) dan pemberdayaan perempuan (SDG 5), serta berpotensi menjadi model replikasi di masyarakat lain.
Peran Dukungan Sosial Terhadap Resiliensi Pasien Tuberkulosis Dalam Mendukung Keberhasilan Terapi Obat Anti Tuberkulosis: Implikasi Bagi Pelayanan Kefarmasian St. Rahmatullah; Yulian Wahyu Permadi; Irnawati Irnawati; Riska Kurnia Oktaviani; Aniq Nanda
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 6 No. 2 (2026): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v6i2.4018

Abstract

Psychosocial factors supporting patient treatment adherence significantly determine the success rate of tuberculosis (TB) management, in addition to the utilization of effective Anti-Tuberculosis Drugs (ATDs). In this context, self-resilience and social support are identified as two pivotal determinants. This study aimed to map the correlation between social support and resilience among TB patients, while exploring its implications for the optimization of pharmaceutical care. Utilizing an analytical survey with a cross-sectional study design, this research involved 51 patient families within the working area of the Doro I Public Health Center in Pekalongan Regency, recruited via a total sampling technique. Quantitative data were collected using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) and the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), followed by analysis using the Chi-square test. Statistical analysis confirmed a significant relationship between social support and patient resilience ($p = 0.004$). This finding indicates that enhancing social support can strengthen patient resilience, which in turn promotes the effectiveness of ATD therapy. Consequently, the integration of counseling, education, and family empowerment in treatment supervision is essential to be adopted into standard pharmaceutical care.
A Design and Evaluation of a SNEDDS-Based System for Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) Extract: Enhancing Antioxidant Efficacy Using the SLD Technique Urmatul Waznah; Riska Kurnia Oktaviani Oktaviani; Shabrina Ainin; M. Iskandar Khafid; Eko Mugiyanto
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 22 No. 1: March 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v22i1.30268

Abstract

Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) is known for its strong antioxidant properties, primarily due to its bioactive compounds such as curcumin. However, these chemicals' lipophilia and instability in traditional formulations frequently limit their bioavailability. To address these challenges, a Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) was developed using the Simple Lattice Design (SLD) method to improve the chemical and physical properties of Temu Ireng extract by forming a stable nanoemulsion that is uniformly distributed in the digestive system. This study aimed to formulate and evaluate a SNEDDS of Temu Ireng extract using the SLD approach, with a focus on enhancing its antioxidant activity. The formulation involved selecting suitable oils, surfactants, and cosurfactants, followed by optimization based on solubility studies, phase diagrams, and thermodynamic stability tests. The SNEDDS was characterized for physical properties such as emulsification time, transmittance, particle size, zeta potential, and polydispersity index. The optimized SNEDDS formulation exhibited excellent characteristics, including an emulsification time of less than 1 minute, near 100% transmittance, a particle size of 9.77 ± 1.33 nm, zeta potential of 0.9 ± 0.1 mV, and a polydispersity index of 0.302 ± 0.033. Antioxidant testing using the DPPH method showed that the 0.1% SNEDDS formulation of Temu Ireng extract had an inhibition concentration (IC50) value of 58.482 mg/L, indicating strong antioxidant activity. The results suggest that the SNEDDS formulation using the SLD method could be an effective strategy to enhance the bioavailability and therapeutic efficacy of Temu Ireng extract as an antioxidant agent.
Penggunaan Smart TV sebagai Media Pembelajaran Tahfiz Juz Amma untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal Surah Pendek pada Anak Usia Dini Asfal Fuad; Muh Andi Sulaiman; Naelul Amalia Azmi; Riska Kurnia Oktaviani; Moh. Muttaqien
Belalek Vol. 4 No. 2 (2026): BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/belalek.v4i2.5663

Abstract

Learning tahfiz Al-Qur'an for early childhood requires instructional media that can enhance children's attention, motivation, and engagement according to their developmental characteristics. One potential innovation is the use of Smart TV as an audiovisual learning medium. This study aimed to analyze the effectiveness of Smart TV implementation in improving early childhood students' ability to memorize short surahs (Juz Amma). This research employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The participants consisted of 16 children from Group B at PAUD Terpadu ANNISA Pekajangan. Data were collected through classroom observations and memorization tests administered before and after the treatment. Data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed-Rank Test. The findings revealed that the implementation of Smart TV significantly improved children's ability to memorize short surahs. The mean score increased from 49.48 in the pretest to 81.25 in the posttest, with a Wilcoxon significance value of 0.012 (p < 0.05). This improvement was supported by the integration of audiovisual features, including Qur'anic text display, murattal recitation, and structured learning activities involving listening, imitation, repetition, and muroja'ah. The study concludes that Smart TV is an effective instructional medium for supporting tahfiz Al-Qur'an learning in early childhood education and offers an innovative model for technology-assisted Islamic education.
Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Skrining Kesehatan dan Edukasi Preventif Penyakit Kronis di Kabupaten Pekalongan Rizqi Aulia Rachim; Qurrata A’yun; Lukman Supriyanto; Riska Kurnia Oktaviani; Wulan Agustin Ningrum; Urmatul Waznah; Alodiah Nur Nafisah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.357

Abstract

Penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok usia lanjut. Deteksi dini melalui skrining kesehatan dan edukasi preventif merupakan strategi penting untuk mencegah komplikasi penyakit serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui skrining kesehatan dan edukasi preventif penyakit kronis di Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dilanjutkan dengan edukasi kesehatan melalui ceramah dan diskusi interaktif. Kegiatan diikuti oleh 100 peserta masyarakat umum. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung deteksi dini penyakit kronis serta meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko, pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan upaya pencegahan hipertensi dan diabetes melitus melalui penerapan gaya hidup sehat.
Edukasi Fisioterapi Ergonomi Tentang Gangguan Muskuloskeletal dan Latihan Kesegaran Jasmani Pada Anak Usia Dini: Ergonomic Physiotherapy Education on Musculoskeletal Disorders and Physical Fitness Exercises in Early Childhood Nooryana, Syavira; Riska Kurnia Oktaviani; Gilang Nuari Panggraita; Khilwa Andinia; Takhnia Fathimatuzzahra; Septi Amanah; Najmada Aliyyana Dewi
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2552

Abstract

Edukasi mengenai postur tubuh dan ergonomi sejak dini merupakan upaya penting untuk menekan risiko kelainan perkembangan fisik dan gangguan kesehatan seperti nyeri leher, bahu, dan punggung pada anak. Berbagai studi menunjukkan tingginya prevalensi nyeri muskuloskeletal pada anak akibat kebiasaan/ postur tubuh yang tidak ergonomis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait fisioterapi ergonomi, pencegahan gangguan muskuloskeletal (MSDs), dan pentingnya latihan kesegaran jasmani bagi siswa. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah interaktif, demonstrasi, tanya jawab berbasis alat bantu audio-visual (PowerPoint), serta pengenalan instrumen skrining muskuloskeletal (Nordic Questionnaire, Wong-Baker FACES Pain Scale, dan pengamatan postur). Kegiatan dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gumawang dengan sasaran 22 orang tua siswa TK ABA Aisyiyah Wiradesa. Kegiatan berjalan dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Penyampaian materi mencakup definisi MSDs, faktor penyebab (beban tas 4–12 kg, durasi gawai >6 jam/hari, dan posisi duduk diperpanjang), pengukuran intensitas nyeri, hingga panduan praktis ergonomi di rumah (seperti penggunaan ganjalan penopang dan posisi siku-lutut yang tepat). Meskipun demikian, pelaksanaan skrining fisik secara langsung pada siswa terkendala jadwal kegiatan sekolah yang berbarengan, sehingga penguatan difokuskan pada kapasitas orang tua di rumah. Kegiatan edukasi ini meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai pencegahan MSDs serta pentingnya latihan kesegaran jasmani anak. Disarankan adanya program keberlanjutan berupa pemeriksaan/skrining fisik langsung (direct screening) pada siswa secara berkala.