Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Karakteristik Luas Penampang Biosorben Bonggol Pisang Klutuk (Musa balbisiana Colla) Dengan Metilen Biru Ni Luh Utari Sumadewi; Dylla Hanggaeni Dwi Puspaningrum; I Made Gde Sudyadnyana Sandhika
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 5 (2022): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.435 KB)

Abstract

ABSTRAKLuas permukaan biosorben bonggol pisang klutuk (Musa balbisiana Colla) menjadi salah satu karakter fisik yang sangat penting dalam suatu proses adsorpsi. Semakin banyaknya adsorbat yang dapat teradsorpsi dipengaruhi oleh luas penampang suatu biosorben. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menhetahui seberapa besar luas penampang pada biosorben bonggol pisang klutuk dengan metilen biru. Metode yang digunakan adalah mengukur absorbansi metilen biru menggunakan Spektrofotometer Uv-vis. Hasil yang didapatkan yaitu berupa absorbansi kemudian dimasukan dalam persamaan regresi linier metilen biru. Setelah itu didapatkanlah konsentrasi metilen biru yang teradsorpsi. Kemudian luas permukaan biosorben dihitung dengan rumus sehingga diperoleh nilai luas permukaan. Hasil perhitungan didapatkan luas permukaan biosorben bonggol pisang klutuk sebesar 40,48 m2/mg.Kata kunci: biosorben, luas permukaan, metilen biru, Musa balbisiana Colla.
IDENTIFIKASI SENYAWA SAPONIN EKSTRAK METANOL BUNGA KAMBOJA PUTIH (Plumeria acuminata) Ni Kadek Yunita Sari; Ni Luh Utari Sumadewi
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKamboja putih merupakan salah satu jenis tumbuhan dari anggota famili Apocynaceaeyang diketahui mempunyai berbagai khasiat sebagai tumbuhan obat. Tanaman kamboja putihbanyak dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional karena diketahui mengandung senyawametabolit sekunder seperti saponin, alkaloid dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengidentifikasi senyawa saponin pada ekstrak metanol bunga kamboja putih. Metode penelitiandilakukan dengan cara maserasi simplisia bunga kamboja putih yang sudah kering denganmenggunakan metanol, dilanjutkan dengan rotari evaporator untuk mendapatkan ekstrak kental.Ekstrak bunga kamboja putih yang didapatkan dilakukan identifikasi menggunakan uji busa dan ujispektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan identifikasi dengan uji busa pada ekstrakmetanol bunga kamboja putih mengandung saponin ditandai dengan terbentuknya busa setinggi 1cm sedangkan uji spektrofotometri UV-Vis didapatkan panjang gelombang 360 nm sebagaipanjang gelombang maksimal dan memiliki nilai absorbansi 3,736.Kata kunci: Saponin, bunga kamboja putih, uji busa, Spektrofotometri UV-Vis
Pelatihan Prinsip Hygiene dan Sanitasi Pengolahan Abon Ikan pada Kelompok Amertha Segara Tanjong Benoa Ni Luh Utari Sumadewi; Dylla Hanggaeni Dwi Puspaningrum; Eka Putri Suryantari
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.992 KB)

Abstract

ABSTRAKKelompok Amertha Segara merupakan salah satu kelompok pengolahan ikan yang berasal dari Tanjung Benoa, Bali. Produk olahan ikan yang dihasilkan adalah abon ikan. Hygiene dan sanitasi dalam pengolahan sangat penting agar produk yang dihasilkan bersih dari cemaran. Pelatihan ini sangat diperlukan untuk menjamin mutu produk yang dihasilkan. Pada pengabdian ini kami menggunakan cara sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Beberapa Langkah yang dilakukan yaitu, 1) persiapan, 2) pre test, 3) pelaksanaan, dan 4) evaluasi kegiatan dengan melaksanakan post test. Pemahaman mitra setelah dilakukan pelatihan meningkat mencapai 95%, dan mitra memahami bahwa hygiene dan sanitasi saling terkait satu dengan lainnya. Sanitasi lingkungan sangat dibutuhkan sebagai pelengkap terlaksananya kegiatan hygiene sanitasi dalam produksi abon ikan tuna ini.Kata kunci: abon ikan, Hygiene, sanitasi, Amertha Segara, Tanjung Benoa
Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan Tuna Pada Kelompok Amertha Segara Tanjong Benoa Ni Luh Utari Sumadewi; Dylla Hanggaeni Dwi Puspaningrum; I Gst Ayu Ika Monika P
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.558 KB)

Abstract

ABSTRAKKelompok Pengolahan Ikan Amertha segara merupakan salah satu kelompok yang sampai sekarang masih tetap mengolah ikan. Kelompok Amertha Segara berlokasi di tanjong Benoa Nusa Dua, Bali. Kelompok ini ingin berinovasi dalam produk olahan ikan, salah satunya yang ingin dikembangkan adalah bakso ikan tuna. Tujuan dilakukannya pelatihan pembuatan bakso ini adalah agar memudahkan kelompok dalam membuat dengan cara yang sederhana dan cepat. Pelatihan ini didahului dengan kegiatan persiapan, pelatihan, pengemasan, dan evaluasi. Dari hasil pelatihan dapat dikatakan bahwa pengetahuan kelompok mitra menjadi meningkat, dari tidak tahu cara membuat dan mengemas bakso manjadi tahu cara membuat dan mengemas. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan kelompok mitra dengan penambahan variasi produk.Kata kunci: ikan tuna, bakso ikan, amertha segara, tanjong benoa
ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI ERA NORMAL BARU KELOMPOK MASYARAKAT DI DESA BONGAN TABANAN BALI Ni Luh Utari Sumadewi; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; Pande Kadek Widiastuti; I Komang Tio Marta Bagusadewa; Nyoman Ayu Wiwin Yuliastini
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 4 (2021): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.393 KB)

Abstract

ABSTRAKDesa Bongan merupakan daerah haterogen. Penduduk memiliki pekerjaan,Pendidikan dan tingkat perekonomian yang beragam. Adaptasi kebiasaan barusangat penting dilakukan guna menunjang kegiatan sehari-hari agar terhindar dariinfeksi virus covid19 dengan menerapkan perilaku pencegahan khususnya tentangcara mencuci tangan yang baik dan benar dan cara penggunaan masker yang tepat.Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini mewujudkan kesejahteraan kelompok dalambidang Kesehatan khususnya dalam protokol Kesehatan di masa normal baru.Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi ke kelompok mitra.Capaian luaran kegiatan ini adalah kelompok masyarakat mampu menerapkanprotokol Kesehatan khususnya melakukan cuci tangan dengan baik dan benar danmenggunakan masker dengan tepat.Kata kunci: adaptasi kebiasaan baru, covid19, protokol Kesehatan, cuci tangan dan pakaimasker
PEMANFAATAN SISTEM BIOFILTRASI TANAMAN DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI RUMPUT LAUT I Made Gde Sudyadnyana Sandhika; Ni Luh Utari Sumadewi; Rahmadi Prasetijo
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 6, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.123 KB)

Abstract

ABSTRAK Industri rumput laut terutama dari proses pencucian rumput laut menghasilkan jumlah air limbah yang cukup banyak dan dapat mencemari lingkungan jika langsung dibuang tanpa melakukan pengolahan. Proses pencucian rumput laut tersebut menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya bagi lingkungan sebelum rumput laut diproses lebih lanjut menjadi aneka olahan yang berbahan baku rumput laut. Kandungan BOD dan COD yang dihasilkan dari proses ini cukup tinggi sehingga perlu dilakukan suatu upaya pengolahan agar sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan. Penelitian mengenai pemanfaatan sistem biofiltrasi tanaman untuk menurunkan konsentrasi BOD dan COD dari limbah industri rumput laut telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini selain untuk menurunkan kandungan BOD dan COD juga untuk mengetahui efektivitas dan kapasitas pengolahan dari sistem biofiltrasi tanaman. Hasil menunjukkan bahwa sistem biofiltrasi tanaman mampu menurunkan konsentrasi BOD hingga 28,6 ppm dan memiliki efektivitas 87,27 % selama 48 jam pengolahan. Konsentrasi COD turun hingga 70,5 ppm dan memiliki efektivitas pengolahan sebesar 83,93 %. Kapasitas pengolahan untuk BOD dan COD secara berturut-turut sebesar 6,81 ppm/m3jam dan 12,78 ppm/m3jam. Kata kunci: Biofiltrasi, BOD, COD ABSTRACT The seaweed industry, especially from the seaweed washing process, produces a large amount of wastewater and can pollute the environment if it is directly disposed of without processing. The seaweed washing process uses chemicals that are harmful to the environment before the seaweed is further processed into various products made from seaweed. The concentrations of BOD and COD produced from this process are quite high, so it is necessary to make an effort to process them in accordance with the established quality standards. Research on the use of plant biofiltration systems to reduce BOD and COD concentrations from seaweed industrial waste has been carried out. The purpose of this study was to reduce the BOD and COD content as well as to determine the effectiveness and processing capacity of the plant biofiltration system. The results showed that the plant biofiltration system was able to reduce the concentration of BOD up to 28.6 ppm and had an effectiveness of 87.27% for 48 hours of processing. The COD concentration decreased to 70.5 ppm and had a treatment effectiveness of 83.93%. The processing capacity for BOD and COD was 6.81 ppm/m3 hour and 12.78 ppm/m3 hour, respectively. Keywords:Biofiltration, BOD, COD
Hubungan Sanitasi Lingkungan Pemukiman dan Jarak Kandang Ternak Ayam terhadap Kepadatan Lalat di Perumahan Sempalit, Sijangkung Singkawang Selatan Tahun 2022 Jois; Ni Putu Widya Astuti; Ni Luh Utari Sumadewi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i2.2596

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan adanya tingkat kepadatan lalat diperumahan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keterkaitan sanitasi lingkungan pemukiman; saran ketersediaan SPAL, saran ketersediaan tempat sampah dan jarak kandang ternak ayam terhadap angka kepadatan lalat di perumahan Sijangkung, Singkawang Selatan. Responden pada penelitian ini sebanyak 95 KK. Jenis penelitian adalah rancangan kuantitatif deskriptif. Metode untuk pengambilan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Uji analisis yang digunakan adalah Chi-Square test.Hasil penelitian menujukkan tidak adanya hubungan ketersediaan sarana SPAL terhadap tingkat kepadatan lalat (pvalue = 0.165), adanya pengaruh ketersediaan tempat sampah terhadap tingkat kepadatan lalat (p value=0.000) dan adanya keterkaitan hubungan jarak kandang ternak dengan tingkat kepadatan lalat diperumahan (p value= 0.00).
Efektifitas Kombinasi Filtrasi dan Fitoremidiasi dengan Tanaman Kangkung Air pada Limbah Tempe Tahun 2022 I Kade Fandy Rajendra Suta; Ni Luh Utari Sumadewi; Ni Putu Widya Astuti
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i2.2602

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode kombinasi filtyrasi dan fitoremediasi dengan tanaman kangkung air dalam penurunan kadar BOD dan COD dalam pengolahan limbah cair tempe. Penyajian data yang digunakan adalah data yang telah diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium dianalisis secara deskriptif kemudian dibandingkan dan disajikan dengan menggunakan tabel dan diuraikan dalam bentuk narasi. Hasil sebelum treatment BOD sebesar 3936,26 mg/L dan parameter COD sebesar 12200,0 mg/L. Treatment tanpa masker BOD sebesar 1769,05 mg/L, 1156,47 mg/L, 865,19 mg/L dan parameter COD sebesar 2789 mg/L, 1612,04 mg/L, 1426,10 mg/L dan treatment penambahan masker BOD sebesar 1276,4 mg/L, 689,56 mg/L, 498,05 mg/L dan parameter COD sebesar 2154,08 mg/L, 1219,02 mg/L, 987,20 mg/L. Efektifitas tanpa masker BOD sebesar 55%, 70%, 78% dan parameter COD sebesar 77%, 86%, 88% dan menggunakan masker BOD sebesar 67%, 82%, 87% dan parameter COD sebesar 82%, 90%, 91%. Efektivitas Presentase penurunan kadar parameter air limbah pemeriksaan pertama parameter BOD sebesar 55% dan COD sebesar 77%, pemeriksaan kedua parameter BOD 70% dan COD 86%, pemeriksaan ketiga parameter BOD 78% dan COD 88%. Presentase penurunan kadar parameter air limbah dengan menggunakan metode kombinasi filtrasi dan fitoremediasi tanaman kangkung air yaitu pemeriksaan pertama parameter BOD sebesar 67% dan COD sebesar 82%, pemeriksaan kedua parameter BOD 82% dan COD 90%, pemeriksaan ketiga parameter BOD 87% dan COD 91%.
EFEKTFITAS METODE FILTRASI KARBON AKTIF DALAM MENURUNKAN KADAR COD PADA LIMBAH CAIR LAUNDRY DI DESA TONJA KECAMATAN DENPASAR UTARA KOTA DENPASAR TAHUN 2022 Kadek Andi Dwi Saputra; Ni Luh Utari Sumadewi; Ni Putu Widya Astuti
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i2.2613

Abstract

Jasa laundry menghasilkan limbah cair laundry, bila tidak diolah dengan baik akan menghasilkan kadar BOD (Biologycal Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) yang berdampak terhadap pencemaran kualitas air. Filtrasi merupakan salah satu metode pemisahan antara partikel padat dengan fluida (dapat berupa gas atau cair) dengan menggunakan media, dengan demikian partikel padatan tersebut dapat tersuspensi pada media Parameter yang dianalisis yaitu COD (Chemical Oxygen Demand ) dengan cara menghitung kadar awal dan sesudah difiltrasi. Kadar COD ( Chemical Oxygen Demand ) yang digunakan pada penelitian ini berpatokan dengan baku mutu yang sesuai dengan Pergub Bali No 16 Tahun 2016 yaitu sebesar 50mg/L. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa efektif filtrasi yang digunakan untyuk menurunkan kadar COD dalam limbah laundry. Kadar COD( Chemical Oxygen Demand ) air limbah laundry sebelum difiltrasi rata-rata sebesar 124,95 mg/L, sedangkan kadar COD ( Chemical Oxygen Demand ) setelah dilakukan filtrasi kabon aktif rata-rata sebesar 99,75 mg/L sehingga didapatkan rata-rata persentase penurunan kadar COD ( Chemical Oxygen Demand ) sebesar 17,97%, dari hasil yang didapatkan dengan metode filtrasi kabon aktif menggunakan batu paras, pasir, serabut kelapa, sponge, tissue dan kerikil belum bisa dikatakan efektif karena belum memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Gubernur Bali No 16 Tahun 2016 .
GAMBARAN INDEKS ANGKA KUMAN BERDASARKAN SUHU DAN KELEMBABAN DI RUANG OPERASI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUP SANGLAH DENPASAR Ni Wayan Rahayuni; Ni Luh Utari Sumadewi; Ni Putu Widya Astuti
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i2.2619

Abstract

Ruang operasi perlu dijaga kualitas udaranya untuk mencegah terjadinya penularan infeksi nosokomial. Terdapat persyaratan yang harus dipenuhi sesuai dengan Permenkes no 7 tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Untuk mengontrol pertumbuhan mokroorganisme penyebab infeksi nosokomial, pemeriksaan angka kuman merupakan salah satu upaya pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran indeks angka kuman berdasarkan suhu dan kelembaban di ruang operasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian ini dilaksanaka pada bulan Juli 2022. Tempat penelitian di ruang operasi Instalasi Bedah Sentral RSUP Sanglah Denpasar. Pengambilan sampel indeks angka kuman menggunakan media nutrient agar. Hasil penelitian menunjukkan angka kuman setelah operasi tertinggi yaitu 204 CFU/m3. Jumlah angka kuman setelah setelah pembersihan tertinggi sebesar 45 CFU/m3. Hal ini belum memenuhi persyaratan sesuai dengan Permenkes no 7 tahun 2019. Hal ini dipengaruhi oleh suhu 25,9oC dan kelembaban yaitu 61%. Penurunan angka kuman terbaik yaitu sebesar 91%. Saran: pengawasan dan pemantauan lebih disiplin agar angka kuman di ruang operasi sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan.