Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

ZONA PELAPUKAN SEBAGAI PENGONTROL LONGSORAN DI DAERAH JINGKANG DAN SEKITARNYA, PURBALINGGA Indra Permanajati; Sachrul Iswahyudi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.128 KB)

Abstract

Longsoran merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh turunnya material tanah, regolith, dan batu dari atas bukit karena gravitasi. Peristiwa ini seringkali menimbulkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan ketika harus berinteraksi dengan kehidupan manusia, seperti yang terjadi di desa Jingkang. Longsoran di desa Jingkang terjadi pada bangunan publik yaitu SD Jingkang dan TK Jingkang. Longsoran ini menjadi kajian penelitian karena tejadi pada zona tertentu dalam tingkat pelapukan batuan. Metode yang digunakan adalah deskripsi tingkat pelapukan dengan metode British Standard BS EN ISO 14689-1 pada daerah longsoran, kemudian pemetaan geologi teknik, dan identifikasi anatomi longsor. Hasil yang didapatkan bidang gelincir terdapat pada tingkat lapuk batulempung formasi Halang. Batulempung ini menempel di atas batuan basalt anggota formasi Halang. Tingkat lapuk 4 mempunyai ciri – ciri di lapangan yaitu terdapat material tanah dengan proporsi material tanah lebih besar dari batuan dan struktur batuan masih teramati di lapangan. Batulempung ini mempunyai kemiringan dip relatif ke arah barat (sungai), sehingga daerah ini sangat rawan terjadinya longsor. Terbukti di beberapa tempat sudah terjadi longsor dan beberapa lokasi mengalami retakan dan pergeseran. Saran penanggulangan adalah dengan relokasi bangunan karena kondisi lokasi sudah tidak memungkinkan dikarenakan kondisi geologi yang sangat rentan longsoran
ZONA PELAPUKAN SEBAGAI PENGONTROL LONGSORAN DI DAERAH JINGKANG DAN SEKITARNYA, PURBALINGGA Permanajati, Indra; Iswahyudi, Sachrul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Longsoran merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh turunnya material tanah, regolith, dan batu dari atas bukit karena gravitasi. Peristiwa ini seringkali menimbulkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan ketika harus berinteraksi dengan kehidupan manusia, seperti yang terjadi di desa Jingkang. Longsoran di desa Jingkang terjadi pada bangunan publik yaitu SD Jingkang dan TK Jingkang. Longsoran ini menjadi kajian penelitian karena tejadi pada zona tertentu dalam tingkat pelapukan batuan. Metode yang digunakan adalah deskripsi tingkat pelapukan dengan metode British Standard BS EN ISO 14689-1 pada daerah longsoran, kemudian pemetaan geologi teknik, dan identifikasi anatomi longsor. Hasil yang didapatkan bidang gelincir terdapat pada tingkat lapuk batulempung formasi Halang. Batulempung ini menempel di atas batuan basalt anggota formasi Halang. Tingkat lapuk 4 mempunyai ciri – ciri di lapangan yaitu terdapat material tanah dengan proporsi material tanah lebih besar dari batuan dan struktur batuan masih teramati di lapangan. Batulempung ini mempunyai kemiringan dip relatif ke arah barat (sungai), sehingga daerah ini sangat rawan terjadinya longsor. Terbukti di beberapa tempat sudah terjadi longsor dan beberapa lokasi mengalami retakan dan pergeseran. Saran penanggulangan adalah dengan relokasi bangunan karena kondisi lokasi sudah tidak memungkinkan dikarenakan kondisi geologi yang sangat rentan longsoran