Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis jacq) TERHADAP INTERVAL PEMBERIAN PUPUK HAYATI Putu Wandika; Sukriming Sapareng; Sitti Maryam Yasin
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 2: DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.768 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i2.302

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui interval pemberian pupuk hayati bio nano yang terbaik pada pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan awal. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan lapangan yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu tanpa pemberian pupuk hayati, pemberian pupuk hayati tiap 1, 2, 3, dan 4 minggu. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali dan terdiri atas 3 unit satuan percobaan sehingga terdapat 45 tanaman. Pemberian pupuk hayati bio nano tiap satu minggu memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman umur 1 – 3 BST, masing-masing 18.05 cm, 26.05 cm dan 35.55 cm, jumlah daun yaitu 4,00, 5,11 dan 7,11 helai, dan diameter batang yaitu 3.88 cm, 7.33 cm dan 11.22 cm, serta bobot yaitu 7,00 gram
PENGARUH BIOAKTIVATOR DALAM PROSES PENGOMPOSAN JERAMI PADI Sitti Maryam Yasin; Niken Nur Kasim; Sukriming Sapareng; Jabal Jabal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.597 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i1.198

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis bioaktivator terhadap pembuatan kompos jerami padi.Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompokyang terdiri dari tiga perlakuan tanpa bioaktivator, Promi dan EM-4. Pengamatan dilakukan terhadap sifat fisik yaitu perubahan terhadap suhu, penyusutan volume kompos, dan kadar air, serta sifat kimia kompos berupa pH dan rasio C/N.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bioaktivator promi memberikan hasil terbaik terhadap sifat fisik kompos seperti kadar air, penyusutan, pH dan suhu. Kualitas kompos jerami padi sebagai pupuk organik dengan kadar  C/N yaitu 18,15dan sudah siap di gunakan.Disaran menggunakan bioaktivator promi dalam proses pengomposan limbah pertanian terutama jerami padi.
KARAKTERISTIK PADI LOKAL AROMATIK DI KECAMATAN SEKO Taruna Shafa Arzam AR; Sitti Maryam Yasin; Sukriming Sapareng; Rino Rino; Muh Yusuf Idris; Yasmin Yasmin
Journal TABARO Agriculture Science Vol 1, No 2: DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.684 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v1i2.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan membedakan karakter aroma padi lokal Seko yang ditanam pada dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan.  Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja setelah menilai kelayakan lokasi (Judgement Sampling). Data primer diperoleh secara langsung dari lapangan dengan mengamati dari kelima hamparan jenis padi lokal aromatik Seko. Pengujian aroma dilakukan dengan dua cara yaitu dimasak dan tabung reaksi. Pengamatan kedua terhadap karakteristik morfologi dan agronomi. Pengujian dengan metode dimasak menampilkan karakter aroma dengan golongan aromatik yang lebih banyak daripada aroma sedang, sedangkan pada pengujian metode tabung reaksi menampilkan golongan aromatik yang lebih sedikit karena faktor jumlah beras yang digunakan lebih sedikit sehingga aroma yang tercium menjadi lebih lemah. Padi lokal Seko memiliki sifat-sifat morfologis yang spesifik, mulai dari daun, batang, malai, gabah dan beras dengan rasa nasi wangi dan pulen. Dengan perbaikan teknik budidaya, potensi hasil dapat mencapai 5,2 sampai 7,0 t/ha GKP. Untuk pelestarian dan pengembangan lebih lanjut, diperlukan usaha penangkaran padi jenis ini agar tetap terjaga keberadaannya.
PENILAIAN KUALITAS KOMPOS JERAMI PADI DAN PERANAN BIODEKOMPOSER DALAM PENGOMPOSAN Idawati Idawati; Rosnina Rosnina; Jabal Jabal; Sukriming Sapareng; Yasmin Yasmin; Sitti Maryam Yasin
Journal TABARO Agriculture Science Vol 1, No 2: DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.357 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v1i2.30

Abstract

Pemberian kompos pada tanah dapat memperbaiki sifat fisik tanah seperti pembentukan agregat atau granulasi tanah serta meningkatkan permiabilitas dan porositas tanah. Karena itu, peningkatan produktivitas padi perlu dipacu dengan penambahan bahan organik seperti kompos jerami. Penelitian menggunakan 9 kotak kompos dengan menggunakan bahan jerami padi. Jerami padi diambil dari daerah Tampalla Kecamatan Bone-bone  Kabupaten Luwu Utara, Indonesia. Penelitian dilakukan dalam bentuk eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok, tiga kali ulangan dan tiga perlakuan. Perlakuan biodekomposer (B), terdiri dari Tanpa Biodekomposer (B0), Promi (B1) dan EM-4 (B3). Pengambilan contoh kompos pada akhir percobaan ketika kompos dianggap telah matang untuk analisis sifat kimia serta kandungan senyawa organik. Pemberian biodekomposer promi dan EM4 pada proses pengomposan limbah jerami padi dapat meningkatkan laju pengomposan. Hal ini dapat dilihat dari parameter penurunan suhu (proses pematangan) yang lebih cepat dibanding kontrol, rasio C/N yang memiliki nilai lebih rendah dibanding kontrol, dan kadar unsur hara lebih tinggi dibanding kontrol
PEMANFAATAN Hydrilla verticillata (L.f.) Royle SEBAGAI PUPUK HIJAU UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Marwan Marwan; Sitti Maryam Yasin; Naima Haruna
Journal TABARO Agriculture Science Vol 1, No 1: MEI 2017
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.189 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v1i1.14

Abstract

Hydrilla verticillata (L. f.) Royle adalah merupakan salah satu tumbuhan air yang banyak ditemukan tumbuh di perairan yang tergenang seperti sawah dan rawa-rawa. Keberadaan tanaman ini dalam jumlah banyak dapat menghalangi laju aliran air sehingga tumbuhan ini sering dicabut dan dibuang begitu saja. Tumbuhan hydrilla mengandung Nitrogen 1,37 % dan Karbon Organik 14,47% sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai pupuk hijau yang dapat diberikan pada tanaman baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian Hydrilla verticillata (L. f.) Royle sebagai pupuk hijau terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L). Penelitian dilaksanakan di Desa Bungadidi Kecamatan Tanalili Kabupaten Luwu Utara yang berlangsung pada bulan Juli-September 2016. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yaitu tanpa pemberian hydrilla (kontrol=P0), pemberian hydrilla segar 200 g/polybag (P1), 400 g/polybag (P2), dan 600 g/polybag (P3), pemberian hydrilla yang dikomposkan  200 g/polybag (P4), 400 g/polybag (P5), dan 600 g/polybag (P6).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hydrilla yang dikomposkan dengan dosis 600 g/polybag mengakibatkan pertumbuhan bibit kakao menjadi lebih baik yaitu jumlah daun lebih banyak (9,6 helai), bibit lebih tinggi (30,3 cm), diameter batang lebih besar (5,2 mm) dan volume akar lebih banyak (6,6 ml).
PEMANFAATAN PEKARANGAN MENJADI KEBUN SAYUR PRODUKTIF DI DAERAH PESISIR DI KECAMATAN WARA TIMUR Sitti Maryam Yasin; Niken Nur Kasim
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.061 KB) | DOI: 10.35914/tomaega.v1i1.67

Abstract

Salah satu kecamatan pesisir laut di Kota Palopo adalah Kecamatan Wara Timur, Wilayahnya sebagian tambak dan masyarakat tinggal di rumah-rumah panggung yang dibawahnya terdapat air yang kadang pasang surut. Sebagian pekarangan cukup luas namun kondisi tanah yang berbatu dan berpasir tidak mampu dijadikan lahan yang subur, kondisi tanah yang salin tidak memungkinkan melakukan budidaya tanaman. Oleh karena itu, pemerintah dan perangkat desa setempat, warga, serta kaum ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok Wanita Tani Mattirosompe dan kelompok wanita tani Al, abrar di Kecamatan Wara Timur memikirkan program untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah agar lebih produktif untuk ditanami berbagai jenis sayuran.  Berdasarkan hal tersebut maka masyarakat perlu diberi pengetahuan dan keterampilan membudidayakan tanaman secara  vertikultur, yaitu model pertanaman vertikal dengan pot atau pipa, baik dengan menggunakan media tanah/konvensional atau dengan teknologi sistim  hidroponik yaitu menanam tanpa menggunakan tanahTujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat pesisir tentang budidaya tanaman secara vertikultur dan hidroponik. Kelurahan Ponjalae dapat memproduksi sendiri berbagai jenis sayuran dari halaman pekarangan rumahnya, minimal untuk kebutuhan konsumsi keluarga sendiri, atau minimal mengurangi pengeluaran rumah tangga warga nelayan untuk membeli sayuran.  Metode yang akan digunakan dalam budidaya tanaman secara vertikultur yang secara konvensional (menggunakan media tanah) dan sistem teknologi hidroponik dengan penyiraman dan hara otomatis.  Jenis-jenis tanaman yang akan ditanam adalah kelompok tanaman hortikultura yaitu tanaman sayuran dan buah. Sebelum membudidayakan tanaman secara vertikultur dan hidroponik terlebih dahulu masyarakat akan diberi pelatihan agar masyarakat dapat melakukan secara baik dan benar sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
PKM Pemanfaatan Limbah Sagu Pada Media Budidaya Jamur Tiram Kelompok Tani Serumpung Sagu Kec. Pekkajoang Kab. Malangke Barat Kab. Luwu Sitti Maryam Yasin; Rahmi Aziza; Mursida Mursida
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v2i2.239

Abstract

Malangke Barat adalah kecamatan penghasil sagu terbesar di Luwu Utara yang memiliki luas areal sagu sekitar 1.061 hektar dengan produksi 669 ton tepung sagu. Salah satu desa di Kecamata Malangke Barat yang merupakan sentra pengolahan dan penghasil sagu yaitu Desa Pengkajoang yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani sagu. Kelompok Tani serumpung sagu merupakan kelompok tani yang dibentuk oleh masyarakat kampung sagu dan dilegalkan oleh pemerintah Luwu Utara. Permasalahan mitra yaitu, kurangnya pengetahuan tentang  inovasi olahan limbah sagu menjadi media budidaya jamur tiram serta belum meiliki peralatan dan bahan budidaya jamur tiram, teknik pengolahan hasil, cara berwirausaha serta sistem-sistem pemasaran.Solusi yang ditawarkan yaitu Penyuluhan dan pelatihan teknologi inovasi olahan limbah menjadi media budidaya jamur tiram serta pengadaan alat dan bahan untuk budidaya jamur tiram, teknik pengolahan hasil jamur tiram, pelatihan pengelolaan manajemen usaha, pelatihan sistem pemasaran bagi wirausaha baru, pelatihan penggunaan media online sebagai media pemasaran bagi mitra dan juga alat pengemasan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program yaitu metode ceramah, demonstrasi dan pendampingan, serta pembantuan dalam pembuatan website. Luaran dari program ini yaitu produk jamur tiram, olahan jamur tiram dengan desain kemasan, website sebagai media pemasaran online.
Pembibitan Durian Unggul Lokal Palopo Sukriming Sapareng; Muh. Yusuf Idris; Intisari Intisari; St. Maryam Yasin; Rosnina Rosnina
DEDIKASI Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v21i1.9446

Abstract

The breeders of local superior durian seeds and other superior fruit plant nurseries have been researchedand produced by the Unanda Faculty of Agriculture at the Experimental Gardens and Agro technology Nurseries.The uniqueness of the nursery business is it has low competitors who make superior products based on local durianseed breeders. The annual outputs to be achieved by the PPUPIK Business Unit of Palopo Local Superior SuperiorDurian Seed Breeders were (1) the implementation of the neatly arranged PPUPIK Business Unit Business, (2) theavailability of a good governance system, namely database of superior research and technology, database of clientneeds, and client satisfaction index, (3) availability of PPUPIK unit activity guidelines and the creation of a workingmechanism for PPUPIK units, (4) guaranteed sources of broodstock that is produced by Unanda Palopo, and (5)generated a new entrepreneurship program from the students.
ANALISIS TINGKAT LITERASI KEUANGAN MASYARAKAT KABUPATEN POHUWATO STUDY PADA KAWASAN PERTAMBANGAN DI KECAMATAN BUNTULIA (2024) Yasin, Maryam; Pongoliu, Yayu Isyana; Hamin, Dewi Indrayani
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 8, No 2 (2025): JIMB - VOLUME 8 NOMOR 2 SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v8i2.34300

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat literasi keuangan masyarakat dan menganalisis perbedaan tingkat literasi keuangan berdasarkan tingkat pendapatan, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel lemeshow yang melibatkan 96 responden, Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis deskriptif dan One Way Anova, Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di daerah pertambangan Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato memiliki tingkat literasi keuangan yang sedang, kemudian pada faktor pendapatan memiliki pengaruh signifikan terhadap literasi keuangan.
Respon Pertumbuhan dan Kemampuan Serapan Nikel Tanaman Jagung (Zea mays L.) dan Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) yang Ditanam pada Lahan Sekitar Area Tambang : Growth Response and Nickel Absorption Ability of Corn (Zea mays L.) and Soybeans (Glycine max (L.) Merr.) Planted on Land Around the Mining Area Naima Haruna; Rosnina Rosnina; Rahmi Azizah Mudaffar; Ratna Rahim; Sitti Maryam Yasin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 2 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/90b0zv17

Abstract

Penambangan nikel seringkali meninggalkan lahan terdegradasi dengan kandungan logam berat, termasuk nikel (Ni), yang dapat bersifat toksik bagi tanaman. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk percobaan di Nursery PT.Vale selama enam bulan (Desember 2023 sampai Mei 2024) Tujuan penelitian untuk menganalisis respon pertumbuhan serta kemampuan serapan nikel pada tanaman jagung dan kedelai yang dibudidayakan di lahan sekitar area tambang nikel. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering biomassa, produksi serta kadar nikel dalam jaringan tanaman menggunakan spektrofotometri serapan atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman jagung yang tumbuh pada media tanam dengan Ni rendah menghasilkan biomassa (bobot kering) dan produksi (biji) yang lebih banyak dibandingkan dengan yang ditanam pada media Ni tinggi, namun hasilnya masih sangat rendah dibandingkan pada kondisi media tanam Ni normal. Biji kedelai yang tumbuh pada media tanam dengan Ni tinggi mengandung logam Ni dalam jumlah lebih banyak yaitu 0.106 tan-1 melebihi nilai ambang batas logam Ni pada tanaman (Standar WHO) yaitu 10 µg g-1 berat kering sehingga tidak aman untuk dikonsumsi, sedang yang paling rendah adalah jagung yaitu 0.023 g kg-1.  Disimpulkan bahwa tanaman jagung dan kedelai tidak sesuai untuk dikembangkan di lahan pasca tambang karena produksi yang rendah. Nickel mining often leaves degraded land with heavy metal content, including nickel (Ni), which can be toxic to plants. This research was conducted in the form of an experiment at PT. Vale Nursery for six months (December 2023 to May 2024). The purpose of the study was to analyze the growth response and nickel absorption capacity of corn and soybean plants cultivated in the land around the nickel mining area. The parameters observed included plant height, number of leaves, dry weight of biomass, production and nickel levels in plant tissue using atomic absorption spectrophotometry (AAS). The results showed that corn plants grown in low Ni growing media produced more biomass (dry weight) and production (seeds) compared to those grown in high Ni media, but the results were still very low compared to normal Ni growing media conditions. Soybean seeds grown in high Ni growing media contained more Ni metal, namely 0.106 tan-1 exceeding the threshold value of Ni metal in plants (WHO Standard) which is 10 µg g-1 dry weight so it is not safe for consumption, while the lowest was corn, namely 0.023 g kg-1. It was concluded that corn and soybean plants were not suitable for development on post-mining land due to low production.