Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS AKUISISI OLEH PT. JHONSON & JHONSON TERHADAP PT. PFIZER DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA KEUANGAN Wico Jontarudi Tarigan; Vitryani Tarigan; Djuli Sjafei Purba
Jurnal Widya Akuntansi dan Keuangan Vol 3 No 2 (2021): Widya Akuntansi dan Keuangan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyaakuntansi.v3i2.1736

Abstract

This study is about the accounting treatment of acquisitions and their impact on the company's financial performance. The purpose of this research is to look at the proper implementation of the acquisition as stipulated by the relevant statutory arrangements, accounting treatment according to accounting standards, and its impact on the financial performance of the acquiring company. The research technique used is a descriptive research method to obtain a systematic, actual, and accurate description of the accounting treatment in accordance with the validity and accounting principles in analyzing acquisition transactions carried out by the company. Also, this method can collect and examine fiscal statement information identified with acquisitions to survey company presentations. From the analysis and discussion, it is suspected that the implementation of the acquisition transaction has complied with the laws and regulations, and guidelines provided by the public authorities. Accounting treatment for procurement in accordance with accounting standards. However, based on the author's analysis, the acquisition of the parent company does not have any adverse consequences, especially a decrease in performance. This can be seen from the increase in the solvency ratio and the decrease in the ratio of activity and profitability from the year after the acquisition. The company has a very large liability in foreign currency and has to bear a very large interest expense
Analisis Tingkat Inflasi Indonesia Di Masa Pandemi Covid 19 Djuli Sjafei Purba; Vitryani Tarigan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Ekuilnomi Vol 3 No 1 Mei 2021
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.113 KB) | DOI: 10.36985/ekuilnomi.v3i1.115

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk melihat pengaruh dari indeks harga konsumen, nilai ekspor, nilai tukar dan jumlah uang beredar terhadap tingkat inflasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan populasi data bulan Maret tahun 2020 hingga Februari tahun 202. Pengujian penelitian ini menggunakan analisis regressi linear berganda. Hasil penelitian ini didapat Indeks Harga Konsumen (X1), Nilai Ekspor (X2), NilaiTukar (X3) dan Jumlah uang beredar (X4) secara simultan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Tingkat Inflasi (Y). Secara partial Indeks harga konsumen (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat inflasi. Nilai Ekspor (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat inflasi. Nilai tukar (X3) berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap tingkat inflasi. Jumlah uang beredar (X4) berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap tingkat inflasi. Dari hasil penelitian ini didapat persamaan regresi linear Y = -7,378 + 0,097X1 + 4.974E-011X2 - 7,605E-005X3 - 3,363E-016X4 + e
PENGARUH PELATIHAN DAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI KANTOR SATPOL PP KABUPATEN SIMALUNGUN Tumpak Mangoloi Saragih; Djuli Sjafei Purba
Jurnal Ilmiah Accusi Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Accusi Vol 1 No 1 2019
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.598 KB) | DOI: 10.36985/jia.v1i1.45

Abstract

Sumber daya manusia merupakan suatu aset yang sangat penting dimiliki oleh sebuah instansi atau organisasi. Hal ini karena faktor manusia yang berperan melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh instansi tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada kantor Satpol PP Kabupaten Simalungun bahwa Pelatihan Dan Pendidikan berpengaruh besar terhadap Prestasi Kerja pegawai. Ini terlihat dari teknik analisis yang telah dilakukan yaitu dengan menggunakan sampel 40 responden dengan metode skala likert, data yang didapat dianalisa dengan menggunakan data yaitu Uji Instrumen dengan menggunakan Uji Validitas dan Uji Reabilitas,Uji Hipotesis yaitu dengan Analisis Regresi Linear berganda, Uji T, Uji F dan Analisis Koefisien Determinasi (R2). Persamaan regresi yaitu Y=2,072+0,324 X1 + 0,558X2. Ini menunjukkan nilai koefisien variabel Pelatihan positif sebesar 0,324 dan variabel Pendidikan positif sebesar 0,558, maka dapat disimpulkan Nilai r adalah 0,975 menunujukkan bahwa hubungan koefisien anatara Pelatihan Dan Pendidikan sangat kuat bahwa Pelatihan Dan Pendidikan mempunyai pengaruh positif terhadap Prestasi Kerja.Determinasi (R2) adalah 0,938. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 93,8% Pelatihan Dan Pendidikan dapat dijelaskan oleh variabel Prestasi Kerja, sedangkan sisanya (100% - 93,8 %= 6,2%) dijelaskan atau dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. Uji t dilakukan untuk mengetahui variabel-variabel bebas (Pelatihan Dan Pendidikan) terhadap variabel terikat (Prestasi Kerja) pada Kantor Satpol PP Kabupaten Simalungun. Dari uji thitung X1 sebesar mempunyai thitung yakni 8,244 dengan ttabel=1,6877. Variabel X2 mempuyai thitung yakni 10,105 dengan ttabel= 2,431. Jadi thitung>ttabel artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap Prestasi Kerja
ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM DI SUMATERA UTARA Djuli Sjafei Purba
Jurnal Ilmiah Accusi Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Accusi Vol 2 No 1 2020
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.644 KB) | DOI: 10.36985/jia.v2i1.47

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh apakah aspek keuangan yang terdiri dari variable Return on equity, Ratio operasi, Ratio Kas, Efektivitas Penagihan, dan Solvabilitas, aspek pelayanan, yang terdiri dari variable yaitu cakupan pelayanan, pertumbuhan pelanggan, tingkat penyelesaian pengaduan, kualitas air pelanggan dan konsumsi air domestik, aspek operasional yang terdiri dari efesiensi produksi, tingkat kehilangan air, jam operasi layanan, tekanan sambungan pelanggan dan penggantian meter air, aspek sumber daya manusia variable yaitu ratio jumlah pegawai per 1000 pelanggan, ratio diklat pegawai per peningkatan kompetensi dan biaya diklat terhadap biaya pegawai. Penelitian ini menggunakan data populasi dari 18 PDAM yang ada di Sumatera Utara dengan menggunakan data time series tahun 2017 dan 2018.Data dianalisis dengan menggunakan analisa regressi linear berganda dan di dapat persamaan Y = 1.780 + 0,007X1 - 0,008X2 + 7,836E-6X3 + 0,007X4 + 1,098E-6X5 + 0,003X6 + 0,001X7 -0,002X8 + 0,002X9 + 0,016X10 + 0,008X11 – 0,016X12 + 0,019X13 + 0,004X14 + 0,020X15 - 0,071X16 - 0,001X17 + 0,109X18 + e. Secara simultan variabel bebas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja PDAM. Secara partial, Return on equity (X1), Efektivitas Penagihan(X4), Cakupan pelayanan (X6), Effesiensi produksi (X11), Tekanan sambungan pelanggan (X14) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja PDAM. Secara partial, Ratio kas(X3), Solvabilitas (X5), Pertumbuhan pelanggan (X7), Kualitas air pelanggan (X9), Konsumsi air domestik (X10), Jam operasi layanan (X13), Penggantian meter air (X15), Biaya diklat terhadap biaya pegawai (X18) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja PDAM. Secara partial Ratio operasi (X2), Tingkat kehilangan air (X12), Ratio jumlah pegawai per 1.000 pelanggan (X16) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja PDAM. Secara partial Tingkat penyelesaian pengaduan (X8), Ratio diklat pegawai per peningkatan kompetensi, (X17) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja PDAM
Pengaruh Likuiditas Terhadap Perubahan Struktur Modal Pada Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Wico J Tarigan; Djuli Sjafei Purba
Jurnal Ilmiah Accusi Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Accusi Vol 2 No 2 2020
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.483 KB) | DOI: 10.36985/jia.v2i2.56

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui gambaran Likuiditas dan Struktur Modal pada Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 2) Dalam hal ini untuk menguji empiris apakah terdapat pengaruh likuiditas terhadap perubahan struktur modal di perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Objek dalam penelitian ini adalah Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 sampai dengan 2019 yang telah memenuhi kriteria yaitu sebanyak 28 perusahaan.Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana, koefisien korelasi, determinasi dan uji t. Pengelolaan data dilakukan dengan menggunakan bantuan software statistic SPSS 20. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: dari hasil analisis regresi linier sederhana diperoleh persamaan regresi DER = 1,299 - 0,211 CR + e. Artinya terdapat pengaruh negatif antara likuiditas terhadap struktur modal pada Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil uji korelasi sebesar 0,643, sehingga dapat disimpulkan korelasi cukup kuat. Hasil uji determinasi sebesar 41,3%, sisanya sebesar 58,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Dari hasil uji t diperoleh -thitung < - ttabel (-9,037 < -1,981), nilai probabilitas < 0,05 (0,000 < 0,05) sehingga disimpulkan bahwa likuiditas berpengaruh dan signifikan terhadap struktur modal. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki likuiditas yang tinggi akan lebih cenderung tidak menggunakan pembiayaan dari hutang
Pengaruh Biaya Produksi dan Beban Penjualan Terhadap Laba PT Kedaung Indah Can, Tbk Djuli Sjafei Purba; Vitryani Tarigan
Jurnal Ilmiah Accusi Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Accusi Vol 3 No 1 Mei 2021
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.876 KB) | DOI: 10.36985/jia.v3i1.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis pengaruh dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead dan beban penjualan terhadap laba. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan populasi Laporan Keuangan PT Kedaung Indah Can, Tbk tahun 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020. Analisa data dilakukan dengan menggunakan Regressi Linear Berganda. Hasil dari penelitian ini didapat Biaya bahan baku (X1), Biaya tenaga kerja langsung (X2), Biaya overhead (X3), dan Beban penjualan (X4) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Laba (Y). Secara partial Biaya bahan baku (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Laba (Y), Biaya tenaga kerja langsung (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Laba (Y), Biaya overhead (X3) berpengaruh negative dan signifikan terhadap Laba (Y), Beban penjualan (X4) berpengaruh postitif dan tidak signifikan terhadap Laba (Y). Dari hasil penelitian ini didapat persamaan regressi linear yaitu Y = -3.539.230.251,814 + 0,528X1 + 0,284X2 - 0,243X3+ 4,671X4 + e
Pengaruh Struktur Modal Dan Manajemen Laba Terhadap Pajak Penghasilan Badan Terhutang (Studi Empiris Perusahaan Sub Sektor Plastik Dan Kemasan Yang Terdaftar Di BEI Priode 2018 - 2020) Lisa Andriani; Djuli Sjafei Purba; Elfina Okto Posmaida Damanik
Jurnal Ilmiah Accusi Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Accusi Vol 3 No 2 Nov 2021
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.893 KB) | DOI: 10.36985/jia.v3i2.131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur modal dan manajemen laba terhadap PPh Badan Terhutang pada Perusahaan Sub Sektor Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2020. Data penelitian diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id dan www.sahamok.com) tentang struktur modal dan manajemen laba terhadap PPh Badan Terhutang pada Perusahaan Sub Sektor Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 8 perusahaan yang telah memenuhi kriteria. Data diolah dengan menggunakan SPSS V25, yaitu regresi linear berganda, hipotesis, uji t, uji F dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diperoleh persamaan linear berganda yaitu Y = 8.892.860.226 + 9,596.007 - 0,001. Berdasarkan persamaan ini Struktur Modal dan Manajemen Laba terhadap PPh Badan Terhutang, secara parsial masing-masing variabel Struktur Modal dan Manajemen Laba tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap PPh BadanTerhutang pada Perusahaan Sub Sektor Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Secara simultan Struktur Modal dan Manajemen Laba tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap PPh Badan Terhutang pada Perusahaan Sub Sektor Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Nilai R square sebesar 0,340% atau 3,4% yang berarti 3,4% PPh Badan Terhutang diperngaruhi oleh variabel Struktur Modal dan Manajemen Laba sedangkan sisanya sebesar 96,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas Dan Leverage Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Eefek Indonesia Periode 2018 - 2020) Irwan Marulitua Ambarita; Djuli Sjafei Purba; Mahaitin H Sinaga
Jurnal Ilmiah Accusi Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah AccUsi - Vol 4 No 1 Mei 2022
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.558 KB) | DOI: 10.36985/jia.v4i1.341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas dan leverage terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Jumlah perusahaan dalam penelitian ini sebanyak 49 perusahaan dengan tahun pengamatan selama 3 tahun berturut-turut sehingga diperolah jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 data keuangan perusahaan pertambangan dari tahun 2018-2020 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pemilihan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji hipotesis pada tingkat signifikansi 5% dan uji determinasi. Hasil pengujian dengan regresi linier berganda memperoleh persamaan regresi Y= -0,279 + 1,995X1 + 0,009X2 - 0,233X3 + e. Hasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Akan tetapi, tidak ditemukan bukti bahwa likuiditas dan leverage keuangan berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Sedangkan hasil uji hipotesis secara simultan menunjukkan bahwa profitabilitas, likuiditas dan leverage keuangan berpengaruh tidak signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Hasil uji determinasi menunjukkan bahwa ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan dipengaruhi oleh variabel profitabilitas, likuiditas dan leverege sebesar 14,7% dan sisanya 85,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini
Analisis Perbandingan Piutang Tidak Tertagih Pada CU. Bina Kasih Kota Pematangsiantar (Periode 2019 - 2020) Selama Pandemi Covid – 19 Mario Manullang; Djuli Sjafei Purba; Vitryani Tarigan
Jurnal Ilmiah Accusi Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah AccUsi - Vol 4 No 1 Mei 2022
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.692 KB) | DOI: 10.36985/jia.v4i1.346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor apa sajakah yang menyebabkan terjadinya piutang tidak tertagih pada CU. Bina Kasih selama masa pandemi covid 19 periode 2019 - 2020. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan lapangan. Populasi pada penelitian ini adalah laporan keuangan periode 2019 - 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Faktor internal antara lain adalah lemahnya sistem adminstrasi dan pengawasan kredit, hal ini terjadi pada tahun 2020 dengan total piutang sebesar Rp. 567.000.00,- lemahnya sistem informasi total piutang pada tahun 2019 dan 2020 sebanyak Rp. 4.780.000.00,-, kredit pihak kurang teliti dalam melakukan analisis sehingga kelayakan kredit yang diberikan CU. diberikan dan penyimpangan dalam pelaksanaan prosedur pembenaan kredit tidak tepat  diberikan koperasi kepada pihak debitur dengan total piutang pada tahun 2019 dan 2020 sebesar Rp. 2.970.000.00,-. Pada hal ini dapat disimpulkan bahwasanya faktor internal di CU. Bina Kasih di dominan pada indikator lemahnya sistem informasi di CU. Bina Kasih. Faktor eksternal yaitu penurunan kegiatan ekonorni karena nilai tingkat bunga naik sehingga debitur tidak mampu membayar cicilan pada hal ini piutang tak tertagih untuk CU Bina Kasih tahun 2019 dan 2020 sebesar Rp. 12.228.000.00,-. Kegagalan usaha debitur  untuk hal ini jumlah piutang tak tertagih CU. Bina Kasih pada tahun 2019 sebesar Rp. 9.164.000.00,- dan tahun 2020 sebesar Rp. 13.090.000.00,-, dan adanya debitur mengalami musibah terjadi dikarenakan pihak debitur tidak dapat mengelola usahanya dengan baik, sehingga mengakibatkan debitur tidak bisa membayar atau  melunasi kewajibannya untuk hal ini jumlah piutang tak tertagih CU. Bina Kasih pada tahun 2019 - 2020 sebesar Rp. 12.730.000.00,-. Dapat disimpulkan bahwa untuk faktor eksternal paling dominan adalah pada indikator kegagalan usaha debitur
Analisi Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Hotel Khas Parapat Selama Pandemic COVID-19 Handayani Pandiangan; Liharman Saragih; Djuli Sjafei Purba
Manajemen : Jurnal Ekonomi Vol. 3 No. 2 (2021): Manajemen : Jurnal Ekonomi Vol 3 No 2 2021
Publisher : Program Studi Ekonomi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.134 KB) | DOI: 10.36985/manajemen.v3i2.125

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan di hotel khas parapat. Teknik analisis yang digunakan adalah uji korelasi, uji hipotesis baik parsial maupun serempak (uji t dan F) dengan level signifikansi 5% dan data di uji secara uji validitas dan reabilitas. MSA sebuah Variabel kepemimpinan 0,862, budaya organisasi 0,841, motivasi kerja 0,866, kepuasan kerja 0,841, lingkungan kerja 0,839 dan disiplin kerja 0,826. Nilai MSA masing-masing variabel besarnya > 0,5 maka semua variabel dapat diproses lebih lanjut. Communalities, variabel Kepemimpinan besarnya 0,518. Hal ini berarti sekitar 51,8% varians dari variabel kepemimpinan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel budaya organisasi besarnya 0,785 hal ini berarti 78,5% varian dari budaya organisasi. Variabel motivasi kerja besarnya 0,676 hal ini berarti 67,6% varian dari motivasi kerja. Variabel Kepuasan kerja 0,651 hal ini berarti 65,1% varian dari kepuasan kerja. Variabel lingkungan kerja 0,772 hal ini berarti 77,2% varian dari lingkungan kerja. Variabel disiplin kerja 0,685 hal ini berarti 68,5% varian dari disiplin kerja. Semakin kecil nilai Communalities berarti semakin lemah hubungannya dengan faktor yang terbentuk. faktor baru yang terbentuk adalah 11,35% sedangkan sisanya 88,65% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti