Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Influence of Postpartum Exercise on Uterine Involution Speed in Postpartum Mothers Fatimah; Harahap, Maryam Latifah; Siregar, Rahmah Juliani; Suryani, Elvi
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.950

Abstract

The postpartum period begins a few hours after the birth of the placenta and continues until approximately 6 weeks after childbirth. According to the World Health Organization (WHO), an estimated 830 women die every day due to complications from pregnancy and childbirth. In 2015, approximately 303,000 women died during pregnancy, childbirth, or in the postpartum period. The theme of this study is to investigate the influence of postpartum exercise on the speed of uterine involution among postpartum mothers at BPM Mona Durryah Siregar, SKM in North Padangsidimpuan District. This study utilized a quasi-experimental design with a pretest-posttest only design. The research was conducted at BPM Mona Durryah Siregar, SKM in North Padangsidimpuan District. The population consisted of 10 postpartum mothers, with a sample size of 10. Data analysis included univariate and bivariate analyses. The results of the study showed a significant decrease in uterine fundus height among the 10 respondents, with a percentage of 2.70%. None of the respondents experienced subinvolution after the postpartum exercise intervention. However, 10 respondents faced challenges in decreasing uterine fundus height both before and after the intervention. The Wilcoxon ρ-value test of 0.004 indicates that postpartum exercise influences the speed of uterine involution among postpartum mothers. The implications of this study suggest that implementing postpartum exercise therapy can accelerate uterine involution among postpartum mothers. It is recommended that these findings be used to develop counseling programs related to postpartum exercise at BPM Mona Durryah Siregar, SKM.
PENYULUHAN TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA DALAM KEHAMILAN DI DESA PURBA TUA KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN TENGGARA TAHUN 2020 Harahap, Maryam Latifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 2 No. 3 (2020): Vol. 2 No. 3 Desember 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.444 KB)

Abstract

Failure in the breastfeeding process is often caused by the emergence of several problems, both in terms of problems for the mother and the baby. For some mothers who do not understand this problem, breastfeeding failure is often considered a problem for children only. One of the factors that cause the lack of breastfeeding is less milk production. Many factors that cause the smoothness of breastfeeding are less, namely problems for mothers and babies. Problems in the mother are inverted nipples, mastitis or breast abscess, swollen breasts, and sore nipples. In infants, it is generally an error in lactation management, which causes a decrease in milk production (lack of milk syndrome). Papaya leaves contain alkaloids that are useful for nursing mothers in facilitating breast milk. Because the content can stimulate the production of breast milk. This activity aims to provide knowledge to Breastfeeding Mothers in Purba Tua Village, Southeast Padangsidimpuan District, about the benefits of papaya leaves as a breast milk launcher, provide understanding of mothers in breastfeeding and provide training on making instant sweet papaya leaf powder as an effort to facilitate breastfeeding. This community service activity plan uses counseling methods to socialize the benefits of papaya leaves, then training on making papaya leaf sweet instant powder, as well as an evaluation stage regarding processing efficiency of papaya leaf sweet instant powder and sedu drinks.
PELATIHAN PEMBUATAN SERBUK INSTAN MANIS DAUN PEPAYA SEBAGAI UPAYA MEMPERLANCAR AIR SUSU IBU DI DESA PURBA TUA KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN TENGGARA TAHUN 2021: PEMBUATAN SERBUK INSTAN MANIS DAUN PEPAYA SEBAGAI UPAYA MEMPERLANCAR AIR SUSU IBUKegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya beberapa masalah, baik dalam masalah pada ibu maupun pada bayi. Pada sebagian ibu yang tidak paham masalah ini, kegagalan menyusui sering dianggap problem pada anak saja. Salah satu faktor yang m Harahap, Maryam Latifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.342 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i2.458

Abstract

Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya beberapa masalah, baik dalam masalah pada ibu maupun pada bayi. Pada sebagian ibu yang tidak paham masalah ini, kegagalan menyusui sering dianggap problem pada anak saja. Salah satu faktor yang menjadi penyebab kurangnya pemberian ASI yaitu produksi ASI kurang, Banyak faktor yang menyebabkan kelancaran ASI yang kurang yaitu masalah pada ibu dan bayi. Masalah Pada ibu yaitu puting susu terbenam, mastitis atau abses payudara, payudara bengkak, dan puting susu lecet. Pada bayi umumnya adalah kesalahan pada tatalaksana laktasi, yang menyebabkan penurunan produksi ASI (sindrom ASI kurang). Daun pepaya mengandung alkoloid yang berguna untuk ibu menyusui dalam memperlancar ASI. Karna kandungan tersebut dapat merangsang pengeluaran ASI. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada Ibu-ibu Menyusui di Desa Purba Tua Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, tentang manfaat daun pepaya sebagai pelancar ASI, memberikan pemahaman ibu dalam menyusui dan memberikan pelatihan pembuatan serbuk instan manis daun papaya sebagai upaya memperlancar ASI. Rencana kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan untuk sosialisasi manfaat daun papaya, kemudian pelatihan pembuatan serbuk instan manis daun pepaya, serta tahap evaluasi mengenai efisiensi pengolahan terhadap serbuk instan manis daun pepaya dan minuman sedu. Kata Kunci: Serbuk Instan manis, Daun Pepaya, memperlancar ASI
PENYULUHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL KEPADA MASYARAKAT DESA PURBA TUA KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN TENGGARA TAHUN 2021: PENYAKIT MENULAR SEKSUAL KEPADA MASYARAKAT Maryam Latifah Harahap, Elvi Suryani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.137 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i2.459

Abstract

Penyakit kelamin adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Cara hubungan kelamin tidak hanya terbatas secara genito-genital saja, tetapi dapat juga secara ora-genital, atau ano-genital, sehingga kelainan yang timbul akibat penyakit kelamin ini tidak terbatas hanya pada daerah genital saja, tetapi apat juga pada daerah – daerah ekstra genital. Ternyata pada akhir – akhir ini ditemukan berbagai penyakit lain yang juga dapat timbul akibat hubungan seksual dan penemuan ini antara lain disebakan oleh perbaikan sarana dan teknik laboratorium dan penemuan beberapa jenis penyaki secara epidemi seperti herpes genetalis dan hepatitis B. Oleh karena itu istilah V.D makin lama makin di tinggalkan dan di oerkenalkan istilah Sexually Transmitted Diseases (S.T.D) yang berarti penyakit – penyakit yang dapat di tularkan melalui hubungan kelamin, dan yang termasuk penyakit ini adalah kelima penyakit V.D. tersebut di tambah berbagai lain yang tidak masuk V.D istilah S.T.D. ini diindonesiakan menjadi P.M.S. (Penyakit Menular Seksual), ada pula yang menyebutnya P.H.S. (penyakit hubungan seksual). Sehubungan P.M.S ini sebagian besar di sebabkan oleh infeksi, maka kemudian istilah S.T.D telah di ganti menjadi S.T.I (Sexually Transmitted Infection). Kata Kunci: PMS (Penyakit Menular Seksual)