Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

APLIKASI PEMANFAATAN ARANG DALAM MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP PERTUMBUHAN ROTIFERA Brachionus plicatilis Khaeriyah, Andi
Jurnal Harpodon Borneo Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.332 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v8i1.106

Abstract

Kendala yang sering dihadapi dalam mengkultur Rotifera adalah  kondisi bak kultur yang cepat kotor, sehingga frekuensi pencucian bak lebih tinggi.  Hal ini menjadi tidak efisien, karena untuk melakukan kembali kultur Rotifera hingga siap dipanen, memerlukan waktu yang tidak sebentar (biasanya 5-7 hari setelah kultur). Selain itu juga tenaga yang dikeluarkan untuk membersihkan bak kultur bertambah. Kondisi bak yang cepat kotor ini dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya karena faktor cuaca dan masukan air laut ke dalam bak kultur yang membawa berbagai partikel.Penelitian di laksanakan bulan Maret sampai Desember 2014 di Balai Budidaya Air Payau Takalar.  Metode penelitian adalah dengan cara mengkultur Rotifera dalam media yang telah diberi arang selama 7 hari yaitu paada saat sudah mencapai fase kematian.  Selama penelitian berlangsung perlakuan yang diberikan adalah pemberian arang dalam media kultur dengan dosis perlakuan masing-masing 3 gr arang/media, 4 gr arang/media, 5 gr arang/media dan tanpa arang (control) diberikan satu kali.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yaitu 4 perlakuan dan 3 ulangan dan apabila terjadi perbedaan perlakuan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil).  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang dalam media kultrur memberikan pengaruh sangat nyata (F hitung > F table 1%) terhadap pertumbuhan Branchionus plicatilis.  Hasil uji Beda Nyata terkecil (BNT) pertumbuhan Branchionus plicatilis pada akhir penelitian, menunjukkan bahwa pertumbuhan Branchionus plicatilis pada perlakuan C (dosis 5 gr)  dengan perlakuan D (kontrol) berbeda sangat nyata, demikian juga perlakuan  B (dosis 4 gr) dengan perlakuan A (dosis 3 gr) berbeda sangat nyata.Kata Kunci : Arang; Pertumbuhan; Rotifera Branchionus plicatilis.
APLIKASI PEMANFAATAN ARANG DALAM MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP PERTUMBUHAN ROTIFERA Brachionus plicatilis Andi Khaeriyah
Jurnal Harpodon Borneo Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.331 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v8i1.106

Abstract

Kendala yang sering dihadapi dalam mengkultur Rotifera adalah  kondisi bak kultur yang cepat kotor, sehingga frekuensi pencucian bak lebih tinggi.  Hal ini menjadi tidak efisien, karena untuk melakukan kembali kultur Rotifera hingga siap dipanen, memerlukan waktu yang tidak sebentar (biasanya 5-7 hari setelah kultur). Selain itu juga tenaga yang dikeluarkan untuk membersihkan bak kultur bertambah. Kondisi bak yang cepat kotor ini dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya karena faktor cuaca dan masukan air laut ke dalam bak kultur yang membawa berbagai partikel.Penelitian di laksanakan bulan Maret sampai Desember 2014 di Balai Budidaya Air Payau Takalar.  Metode penelitian adalah dengan cara mengkultur Rotifera dalam media yang telah diberi arang selama 7 hari yaitu paada saat sudah mencapai fase kematian.  Selama penelitian berlangsung perlakuan yang diberikan adalah pemberian arang dalam media kultur dengan dosis perlakuan masing-masing 3 gr arang/media, 4 gr arang/media, 5 gr arang/media dan tanpa arang (control) diberikan satu kali.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yaitu 4 perlakuan dan 3 ulangan dan apabila terjadi perbedaan perlakuan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil).  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang dalam media kultrur memberikan pengaruh sangat nyata (F hitung F table 1%) terhadap pertumbuhan Branchionus plicatilis.  Hasil uji Beda Nyata terkecil (BNT) pertumbuhan Branchionus plicatilis pada akhir penelitian, menunjukkan bahwa pertumbuhan Branchionus plicatilis pada perlakuan C (dosis 5 gr)  dengan perlakuan D (kontrol) berbeda sangat nyata, demikian juga perlakuan  B (dosis 4 gr) dengan perlakuan A (dosis 3 gr) berbeda sangat nyata.Kata Kunci : Arang; Pertumbuhan; Rotifera Branchionus plicatilis.
Meningkatkan Pemahamanan Pembuatan Pakan Ikan Pada Anggota Kelompok Jenber Sistem Keramba Jaring Apung di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kota Makassar Burhanuddin Burhanuddin; Asni Anwar; Andi Khaeriyah; Akmaluddin Akmaluddin; Sitti Arwati; Muhammad Ikbal; Hamsah Hamsah
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v4i1.434

Abstract

AbstrakPemanfaatan aliran sungai menjadi lahan budidaya ikan air tawar  sangat digemari warga sekitar bantaran  sungai.  Masyarakat disekitar aliran sungai Je’neberang telah memanfaatkan aliran sungai menjadi lahan budidaya system keramba jaring apung (KJA) dengan membudidayakan ikan air tawar seperti ikan Lele, ikan Nila dan ikan Patin. Permintaan ikan Lele, Nila dan Patin sangat tinggi, namun dilapangan produksi ikan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Beberapa faktor penyebab rendahnya produksi adalah lambatnya pertumbuhan dan sintasan  akibat kurangnya nutrisi ikan budidaya  sebagai dampak dari meminimalisirkan penggunaan pakan komersial yang relatif mahal bagi pembudidaya.  Penggunaan pakan buatan yang berkualitas tinggi dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga  sangat membantu untuk menyelesaikan bebarapa permasalahan pembudidaya, khusunya pada kelompok pembudidaya ikan “Jenber” di Kota Makassar. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan diketahui bahwa tehnik budidaya ikan air tawar khususnya ikan Lele, Nila, dan Patin dilakukan masyarakat dengan memanfaatkan aliran sungai dengan cara yang sederhana tanpa pemanfaatan teknologi tepat guna.  Melalui kegiatan penyuluhan ini, kelompok mitra menjadi mengetahui tehnik pembuatan pakan dengan bahan dasar limbah rumah tangga yang tidak bernilai menjadi pakan ikan yang  bernilai tinggi serta ramah lingkungan. Saran yang  diberikan  untuk kegiatan selanjutnya adalah pendampingan yang intensif agar kelompok budidaya ikan  dapat konsisten menerapkan metode budidaya  ikan yang ramah lingkungan, murah dan efektif, seperti penggunaan pakan dari limbah limbah organik rumah tangga.Kata Kunci : Pakan ikan,ramah lingkungan, budidaya, sungai.AbstractThe Utilization of river flow into freshwater fish cultivation is very popular among residents around the riverbanks. Communities around the Je’ neberang river have used the river to become a floating net cage system (KJA) cultivation by cultivating freshwater fish such as Catfish, Tilapia and Silver Catfish. The demand for Catfish, Tilapia and Silver Catfish are very high, but the fish production field has not been able to meet the market needs. Some of the factors causing the low production are slow growth and low survival rate due to the lack of nutrition for cultured fish as a result of minimizing the use of commercial feed which is relatively expensive for farmers. The use of high-quality artificial feed by utilizing household organic waste is beneficial to solve some problems for farmers, especially in the “Jenber” fish farmer group in Makassar City. Based on the results of the activities carried out, it is known that freshwater fish cultivation techniques, especially Catfish, Tilapia, and Silver Catfish are carried out by the community by utilizing river flow efficiently without the use of appropriate technology. Through this outreach activity, the partner groups learned about the technique of making feed with non-valuable household waste as high value and environmentally friendly fish feed. Suggestions given for further activities are intensive assistance so that fish farming groups can consistently implement environmentally friendly, inexpensive and effective fish farming methods, such as the use of feed from household organic waste.Keyword : fish feed, environmentally friendly, cultivation, the river
Pelatihan Pengkayaan Pakan Pada Kelompok Pembudidaya Udang Sistem Backyard Di Kabupaten Barru Hamsah Hamsah; Asni Anwar; Murni Murni; Abdul Malik; Andi Khaeriyah; Muhammad Ikbal; Darmawati Darmawati
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v4i3.787

Abstract

AbstrakMasyarakat di wilayah pesisir Desa Madello Kecamatan Balusu Kabupaten Barru memanfaatkan pekarangan rumah sebagai tempat budidaya udang vaname skala pembenihan melalui sistem backyard.  Kendala utama yang sering dialami oleh kelompok pembudidaya udang “Pantai Palie” Desa Madello adalah rendahnya kelulushidupan udang yang umumnya terjadi pada fase mysis ke fase pascalarva, sehingga perlu penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan hasil panennya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menyikapi masalah tersebut adalah menerapkan penggunaan prebiotik mannanoligosakarida (Bio-MOS) pada pakan alami Artemia sp. sebagai pakan larva udang untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode diskusi, koordinasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kepada mitra. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kelompok pembudidaya udang “Pantai Palie” menjadi mengetahui dan terampil melakukan pengkayaan pakan alami Artemia sp. dengan Bio-MOS, sehingga dapat meningkatkan kelulushidupan udang pada stadia mysis ke pascalarva.  Saran yang diberikan dalam kegiatan ini adalah sebaiknya dilakukan pendampingan lanjutan terkait penggunaan Bio-MOS pada pakan Artemia sp. serta pelatihan manajemen usaha untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia sebagai pengelola pada usaha pembenihan sistem backyard di Desa Madello,Kabupaten Barru.Kata Kunci: udang vaname, backyard, Artemia sp., mannanoligosakarida (Bio-MOS).AbstractCommunities in the coastal area of Madella Village, Balusu District, Barru Regency use their home yards as a place for cultivation vanname shrimp on a hatchery scale through the backyard system.  The main obstacle that is often experienced by the "Palie Beach" shrimp farming group is the low survival rate of shrimp, which generally occurs from the mysis phase to the postlarva phase, so it is necessary to apply appropriate technology to increase crop yields. One of the efforts made to address this problem is to apply the use of prebiotic mannanoligosaccharides (Bio-MOS) in natural feed Artemia sp. as feed for shrimp larvae to increase the nutritional value of feed. The method of implementing the activities is carried out using the methods of discussion, coordination, counseling, training and mentoring to partners. Based on the results of community service activities, the "Palie Beach" shrimp farming group became aware of and skilled in enriching the natural feed of Artemia sp. with Bio-MOS, so that it can increase the survival of shrimp from the mysis stage to post-larvae. The advice given in this activity is that further assistance should be carried out regarding the use of MOS in Artemia sp feed as well as business management training to improve the quality of human resources as managers in a backyard hatchery business in Madello Village, Barru Regency.Key Word: vanname shrimp, backyard, Artemia sp., mannanoligosaccharides (Bio-MOS).
EVALUASI KANDUNGAN NUTRISI TEPUNG DAUN GAMAL HASIL FERMENTASI MENGGUNAKAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BONGGOL PISANG SEBAGAI PAKAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) Idham Wandi Syafaat; Asni Anwar; Abdul Haris; Andi Khaeriyah; Murni Murni
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 10, No 2 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i2.7543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi tepung daun gamal hasil fermentasi menggunakan mikroorganisme lokal (MOL) bonggol pisang sebagai pakan ikan mas. Penelitian ini dilakukan kurang lebih 2 bulan. Proses fermentasi dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar, Analisis kimia dilakukan di laboratorium terpadu bioteknologi Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, yaitu tepung daun gamal terfermentasi tidak menggunakan mol (A); tepung daun gamal terfermentasi mol 10 ml (B); tepung daun gamal terfermentasi mol 20 ml (C), dan tepung daun gamal terfermentasi mol 30 ml (D). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa belum didapatkan hasil yang optimal dalam penambahan dosis cairan mol bonggol pisang terhadap kandungan nutrisi tepung daun gamal yang akan dijadikan sebagai salah satu bahan baku pakan ikan mas.
OPTIMASI PEMBERIAN KEONG MAS PADA PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN GABUS (Channa striata) Andi Khaeriyah; Murni Murni; Saiful Saiful
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 8, No 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2486

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemberian keong mas (Pomacea canalicul)  pada pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan gabus (Channa striata). Benih ikan gabus yang digunakan berukuran 4 cm dan dipelihara pada akuarium berkapasitas 50 liter sebanyak 12 buah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan  A : 0% tepung keong mas, 100% tepung ikan;  perlakua B: 25% tepung keong mas, 75% tepung ikan; perlakuan C : 50% tepung keong mas, 50% tepung ikan; dan perlakuan D: 75% tepung keong mas, 25% tepung ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan keong mas pada pakan benih ikan gabus memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan gabus. Pertumbuhan mutlak terbesar dicapai pada perlakuan C 50% keong mas yakni sebesar 4.44 g diikuti perlakuan B 25% keong mas sebesar 4.00 g; perlakuan D 75% keong mas sebesar 3.63 g; dan pertumbuhan mutlak terendah diperoleh pada perlakuan A (kontrol) sebesar 3.37 g. Sintasan benih ikan gabus terbesar juga diperoleh pada perlakuan C yaitu 93.33%; perlakuan B yaitu 90%; perlakuan D yaitu 83.33%; dan terendah pada perlakuan A (kontrol) yaitu 76.67%.
Pengaruh Peningkatan Konsentrasi Karbondioksida (CO2) terhadap Pertumbuhan Populasi dan Performansi Fitoplankton Adopsi (Emiliania Huxleyi Sp) Skala Laboratorium Sahabuddin Sahabuddin; Andi Khaeriyah; Agus Chadijah
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 3, No 2 (2014): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.098 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v3i2.552

Abstract

Emiliania huxleyi sp merupakan fitoplankton kosmopolit yang terdapat di seluruh dunia, Fitoplankton ini biasa juga disebut dengan coccolith, yang memiliki ciri-ciri umum mengandung kapur karbonat (calcareous). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh peningkatan konsentrasi karbondioksida (CO2) terhadap pertumbuhan populasi dan performansi fitoplankton adopsi Emiliania huxleyi skala laboratorium. Pada penelitian ini dipilih lima perlakuan dan tiga ulangan yaitu konsentrasi karbondioksida (CO2) 385 ppm, konsentrasi karbondioksida (CO2) 450 ppm, konsentrasi karbondioksida (CO2) 550 ppm, konsentrasi karbondioksida (CO2) 650 ppm dan konsentrasi karbondioksida (CO2) 750 ppm. Untuk analisis data kepadatan Emiliania huxleyi sp dilakukan dilaboratorium. Parameter yang diamati yaitu kepadatan pertumbuhan harian dengan menggunakan rumus kepadatan yang dihitung setiap hari bersama dengan pengukuran kualitas air yakni, suhu air, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut (DO) dan salinitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan Emiliania huxleyi sp dari dari semua perlakuan, kepadatan tertinggi didapatkan pada perlakuan konsentrasi (CO2) 385 ppm, Kedua yaitu konsentrasi (CO2) 450 ppm, ketiga konsentrasi (CO2) 550 ppm, keempat konsentrasi (CO2) 650 ppm dan paling terendah yaitu konsentrasi (CO2) 750 ppm.Kata Kunci : Fitoplankton, Karbondioksida (CO2)Emiliania huxleyi sp is phytoplankton, cosmopolitan with a presence throughout the world, this Phytoplankton also called coccolith, which have the general characteristics of carbonate containing lime (calcareous). This study aimed to determine the effects of increasing concentrations of carbon dioxide (CO2) on the growth of phytoplankton populations and performance Emiliania huxleyi laboratory scale adoption. In this study selected five treatments and three replications, namely the concentration of carbon dioxide (CO2) 385 ppm, the concentration of carbon dioxide (CO2) of 450 ppm, the concentration of carbon dioxide (CO2) 550 ppm, the concentration of carbon dioxide (CO2) of 650 ppm and the concentration of carbon dioxide (CO2) of 750 ppm. Emiliania density for data analysis conducted laboratory huxleyi sp. The parameters observed were daily growth density by using density formula is calculated each day along with the measurement of water quality, water temperature, acidity (pH), dissolved oxygen (DO) and salinity. The results showed that the density Emiliania huxleyi sp of all treatments, the highest density obtained at treatment concentration (CO2) 385 ppm, second is concentration (CO2) of 450 ppm, the third concentration (CO2) 550 ppm, a fourth concentration (CO2) of 650 ppm and ie the lowest concentration (CO2) of 750 ppm.Keywords: phytoplankton, carbon dioxide (CO2)
PENGARUH JENIS CAIRAN RUMEN BERBEDA DALAM FERMENTASI LIMBAH SAYUR SEBAGAI BAHAN PAKAN TERHADAP RETENSI PROTEIN DAN KADAR GLIKOGEN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) Murni Murni; Asni Anwar; Andi Khaeriyah; Abdul Salam Khuzaifah Boni
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 2 (2020): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7073

Abstract

Pemanfaatan bahan pakan udang yang murah dan berkualitas perlu dilakukan untuk menekan biaya produksi pada usaha budidaya udang vaname. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis cairan rumen dalam fermentasi limbah sayur sebagai bahan pakan terhadap retensi protein dan kadar glikogen udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Cairan rumen yang digunakan adalah cairan rumen sapi dan kambing yang diperoleh dari RPH Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Cairan rumen diambil dari isi rumen dengan cara filtrasi (penyaringan dengan kain katun) kondisi suhu 4ºC. Limbah sayur (sawi, wortel, kol) dipotong-potong kecil kemudian dimasukan kedalam kantong pelastik masing-masing sebanyak 2 kg, lalu ditambahkan cairan rumen sapi  dan cairan rumen kambing masing-masing sebanyak 3% dari berat limbah sayur dan diinkubasi selama 4 hari. Limbah sayur yang sudah difermentasi, diblender dan diayak hingga menjadi tepung. Selanjutnya diformulasi dengan bahan lain hingga menjadi pakan (pellet) udang vaname. Udang vaname (PL32) dipelihara dalam akuarium ukuran 50 x 50 x 60 cm dengan kepadatan 40 ekor/wadah (1 ekor/L) dan diberi pakan uji sebanyak 5% dari biomassa selama 30 hari dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan A (pakan tanpa penambahan tepung limbah sayur), perlakuan B (pakan dengan tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen sapi), dan perlakuan C (pakan dengan tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen kambing). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan dengan tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen sapi (perlakuan B) mampu meningkatkan retensi protein dan kadar glikogen udang vannamei masing-masing sebesar 81.03% dan 30.50%.
PENGARUH MODEL PEMBUANGAN TERHADAP AKUMULASI BAHAN ORGANIK TAMBAK INTENSIF UDANG VANAME(LITOPENAEUS VANNAMEI) Jumraeni Jumraeni; Andi Khaeriyah; Burhanuddin Burhanuddin; Asni Anwar
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3996

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model buangan yang lebih efektif mengurangi akumulasi bahan organik pada tambak intensif udang Vaname. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2017 sampai Januari 2018 di Tambak Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar di Desa Manakku, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan dengan pengujian kualitas air di Kantor Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros, Sulawesi Selatan.Hasil penelitian Pengaruh Model Pembuangan Terhadap Akumulasi Bahan Organik pada Tambak Intensif  Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembuangan yang berbeda pada tambak intensif udang vaname terjadi penurunan dan peningkatan konsentrasi amonia, nitrit dan nitrat serta parameter peubah. Berdasarkan hasil maka model pembuangan tengah (central drain) lebih efektif mengurangi akumulasi bahan organik pada tambak intensif udang vaname.
STUDI KELIMPAHAN DAN SEBARAN PHYTOPLANKTON SECARA VERTIKAL DI PESISIR PERAIRAN KURICADDI ( UNTUK PERUNTUKAN BUDIDAYA IKAN DAN UDANG ) Andi Khaeriyah; Burhanuddin Burhanuddin
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 2 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.592 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i2.604

Abstract

Penelitian berlangsung pada bulan  Mei sampai Juni 2014  di Dusun Kuricaddi, Desa Nisambalia, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Dan analisis sampel phytoplankton di Laboratorium BPPBAP Maros untuk mendapatkan hasil kelimpahan dan sebaran phytoplankton. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi phytoplankton secara vertikal di pesisir perairan Kuricaddi terhadap peruntukan budidaya ikan dan udang. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata- rata kelimpahan phytoplankton berkisar antara 511,375 – 785,25 sel/L, indeks keanekaragaman (H') berkisar antara 0,630795 – 1,085564 sel/L, nilai keseragaman (E) berkisar antara 0,783268 – 0,88328 sel/L,  dan nilai indeks dominansi (D) berkisar antara 0,424544 – 0,604215 sel/L. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa perairan pesisir Kuricaddi termasuk dalam kategori perairan oligotrofik.