Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kelimpahan dan Sebaran Horizontal Phytoplankton bagi Peruntukan Budidaya Ikan ( Studi Kasus Waduk Bilibili Zona I ) Andi Khaeriyah
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 3, No 2 (2014): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.585 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v3i2.550

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelimpahan dan sebaran horizontal phytoplankton bagi peruntukan budidaya keramba jaring apung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2014, bertempat di Desa Bilibili Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel air danau atau waduk, kelimpahan dan sebaran horizontal fitoplankton dan selanjutnya di analisis atau di identifikasi lebih lanjut di laboratorium Kualitas Air Universitas Hasanuddin Makassar. Lokasi Penelitian ini dilakukan dengan 3 stasiun dengan metode pengambilan sampel fitoplankton secara horizontal, Berdasasarkan hasil yang diperoleh didapatkan di Perairan Waduk Bilibili apabila terlihat berdasarkan spesies dan jenis organismenya masih dikatakan memadai untuk melakukan budidaya Keramba Jaring ApungKata Kunci : Kelimpahan, Phytolplankton, Budidaya ikanThis study was conducted to identify and analyze the abundance and distribution of phytoplankton for allotment horizontal floating net cage aquaculture. This research was conducted in May and June 2014, housed in the Village Bilibili Bontomarannu District of Gowa. The material used in this study is a lake or reservoir water samples, the abundance and distribution of phytoplankton and further horizontal analysis or further identification in the laboratory of Water Quality Hasanuddin University, Makassar. Location This research was conducted with 3 stations with sampling methods phytoplankton horizontally, Berdasasarkan results obtained in the Water Reservoir Bilibili when seen by species and type of organism is said to be sufficient to make the cultivation Keramba cage.Keywords: Abundance, Phytolplankton, Raising fish
Optimasi Pemberian Kustar Telur dengan Dosis yang Berbeda terhadap Laju Pertumbuhan dan Sintasan Benih Udang Windu (Penaeus Monodon) Andi Khaeriyah
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 2 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.206 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i2.478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan virus WSSV, pada beberapa vektor virus di tambak dengan metode PCR. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2012 sampai bulan Maret 2012. Sampling dilakukan di tambak Kabupaten Takalar, hewan uji yang digunakan jenis krustasea liar berupa krustasea liar (Mesopodopsis sp, Scylla sp. dan udang liar). Ekstraksi DNA menggunakan Promega-kit. Konsentrasi PCR yang diperlukan yang dibutuhkan adalah 1 x Buffer PCR yang mengandung 0.65 µL dNTPs, 0.25 µL Taq Polymerase, 0.5 µL Primer F, 0.5 µL R, 2 µL Buffer S, 5 µL Template DNA (sampel) dan 16.1 µL ddH2O, dengan konsentrasi total yang dibuat menjadi 25 µL. Kondisi PCR : denaturasi awal 95°C 5’, diikuti dengan 35 siklus denaturasi 95°C 30’’, annealing 60°C 1’, ekstensi 72°C 1’ dan 72°C 5. Running Elektroforesis,selanjutnya divisualisasi pada UV Transiluminator. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jenis krustacea liar berupa Mesopodopsis sp. dan Scylla sp. berperan sebagai vektor yang membawa agen penyakit White Spot Syndrom Virus (WSSV) pada tambak udang windu (P. Monodon).Kata kunci: Udang windu, Vektor, WSSVThis study aims to detect the presence of WSSV virus, the viral vector in some ponds with PCR method. This research was conducted in January 2012 to March 2012. The sampling was conducted in ponds Takalar, test animals used types of wild crustaceans form wild crustaceans (Mesopodopsis sp, Scylla sp. And wild shrimp). DNA extraction using the Promega kit. The concentration of PCR required is needed is 1 x Buffer PCR containing 0.65 mL of dNTPs, 0:25 mL Taq Polymerase, 0.5 mL of Primer M, 0.5 mL R, 2 mL Buffer S, 5 mL of template DNA (sample) and 16.1 mL of ddH2O, with a concentration total were made to 25 uL. PCR conditions: initial denaturation 95 ° C 5 ', followed by 35 cycles of denaturation 95 ° C 30' ', 60 ° C annealing 1', extension 72 ° C 1 'and 72 ° C 5. Running Electrophoresis, then visualized on a UV Transiluminator , Based on the survey results revealed that the wild type form of Mesopodopsis crustaceans sp. and Scylla sp. act as vectors that carry disease agents White Spot Syndrome Virus (WSSV) in shrimp pond (P. Monodon).Keywords: Tiger shrimp, Vector, WSSV
POTENSI ZONA HAMBAT EKSTRAK Avicennia alba DENGAN PELARUT BERTINGKAT TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Vibrio alginolyticus PATHOGEN CRUSTACEA Burhanuddin Burhanuddin; Abdul Malik; Syawaluddin Sodiq; Andi Khaeriyah; Harnita Agusanty
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 10, No 2 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i2.7549

Abstract

Tumbuhan Mangrove memiliki potensi sebagai antibiotik alami dan salah satunya adalah mangrove jenis Avicennia alba, karena mengandung senyawa antibakteri seperti alkaloid, saponin, flavonoid dan juga tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pathogen pada berbagai jenis Crustacea.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipotensi aktivitas antibakteri dari ekstrak buah mangrove Avicennia albadalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio alginolyticusdan menentukan seberapa besar diameter  zona hambat masing-masing ekstrak buah mangrove Avicennia alba dengan penggunaan pelarut bertingkat (n-heksana, kloroform, Metanol, Air).Penelitian dilaksanakan di laboratorium hama dan penyakit universitas hasanuddin makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi agar dengan menggunakan paper disk.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak buah mangrove (Avicennia alba) memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio alginolyticus berdasarkan uji zona hambat dan uji MIC, dimana zona hambat tertinggi diperoleh pada ekstrak kloroform pada bakteri V. alginolyticus dengan rata-rata zona hambat sebesar 21,09 mm pada bakteri V. alginolyticus, dan berbeda dengan ekstrak lainnya (N-hexan, Metanil dan Air). Dan nilai uji MIC ekstrak kloroform diperoleh pada konsetrasi 250 ug/mL.
Aplikasi Pemberian Alga Pasta Nannochloropsis Dengan Dosis yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Rotifera Brachionus Rotundiformis Skala Laboratorium Andi Khaeriyah
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 2, No 2 (2013): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.85 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v2i2.532

Abstract

Salah satu upaya agar pemberian alga pada kultur Brachionus rotundiformis menjadi lebih efektif dan efisien adalah dengan pemberian alga Nannochloropsis sp dalam bentuk pasta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis yang optimum terhadap pertumbuhan Rotifera jenis Brachionus rotundiformis skala Laboratorium dengan pemberian pakan alga pasta. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus- September 2013 di Balai Budidaya Air Payau Takalar. Wadah yang digunakan dalam penelitian ini adalah ember bervolume 15 liter sebanyak 9 buah yang diisi  air laut  sebanyak 10 liter. Bibit Rotifera yang sudah disiapkan dimasukkan ke dalam media pemeliharaan  dengan kepadatan 15 ekor/ml. Pada penelitian ini, pemberian pakan berupa Nannocloropsis sp.  Rancangan yang  digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan Data yang diperoleh berupa pertumbuhan B. rotundiformis, Nilai rata-rata pertumbuhan relative B. rotundiformis selama penelitian  menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan relative tertinggi pada perlakuan B ( 2 tetes) , kemudian perlakuan C (3 tetes) dan terendah pada perlakuan A (1 tetes). Hasil perhitungan pertumbuhan relatif B. rotundiformis selama penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan relatif dari setiap perlakuan berbeda-beda dan mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya lama pemeliharaan. Analisis sidik ragam rata-rata pertumbuhan relatif B. rotundiformis (ind/ml) selama penelitian menunjukkan bahwa pemberian Nannocloropsis sp. Dengan dosis yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan relatif B. rotundiformis.Kata kunci: Alga, rotifer, dan pertumbuhanOne of the efforts that the provision of algal cultures Brachionus rotundiformis become more effective and efficient is by giving Nannochloropsis sp algae in paste form. The purpose of this study was to determine the optimum dose of the growth Rotifera Brachionus types rotundiformis scale laboratory by feeding the algae paste. The research was conducted in August-September 2013 in Hall Takalar Brackish Water Aquaculture. The container used in this study is a 15 liter bucket volume as much as 9 units were filled with sea water as much as 10 liters. Rotifers prepared seedlings put into maintenance medium with a density of 15 fish / ml. In this study, feeding in the form of Nannocloropsis sp. The design used was completely randomized design (CRD) with three treatments and three replications Data obtained in the form of growth B. rotundiformis, average value B. rotundiformis relative growth during the study showed that on average the highest relative growth in treatment B (2 drops ), then C treatment (3 drops) and the lowest in the treatment of A (1 drop). The result of the calculation of the relative growth of B. rotundiformis during the study showed that the relative growth of each different treatment and decreased with the increase in the length of culture. Analysis of variance on average relative growth B. rotundiformis (ind / ml) during the study showed that giving Nannocloropsis sp. Different doses of the very significant effect on the relative growth B. rotundiformis.Keywords: algae, rotifers, and growth
KAJIAN DINAMIKA KELOMPOK DALAM PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KABUPATEN BONE: STUDY OF GROUP DYNAMICS IN DEVELOPMENT SEAWEED AQUACULTURE BUSINESS AT BONE REGENCY Harnita Agusanty; Muhammad Dalvi Mustafa; Andi Khaeriyah; andi Adri Arief
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.184 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v8i1.12652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor dinamika kelompok dan seberapa besar faktor-faktor dinamika kelompok dapat mempengaruhi perkembangan dan kemajuan usaha budidaya rumput laut di Kabupaten Bone.  Penelitian ini menggunakan metode survey.  Populasi penelitian adalah 10 kelompok pembudidaya rumput laut dengan keseluruhan anggota kelompok sebanyak 240 orang. Pengambilan sampel penelitian sebagai responden yaitu 15 % dari jumlah populasi, sehingga responden yang terpilih adalah 36 orang. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase.  Hasil penelitian memberikan hasil bahwa aspek dari fungsi tugas kelompok dan tekanan terhadap kelompok belum memberikan kontribusi yang tinggi terhadap dinamika kelompok pembudidaya rumput laut. Sementara aspek yang lain seperti tujuan kelompok, struktur, homogenitas, pemeliharaan dan pengembangan kelompok, kesatuan, suasana, efektivitas, serta kepemimpinan sudah berada pada kategori baik yang berarti mampu berkontribusi yang tinggi bagi dinamika kelompok yang berimplikasi terhadap pengembangan aktivitas usaha budidaya rumput laut di Kabupaten Bone.  Disarankan agar penyuluhan dan pelatihan mengenai kelompok terus diberikan kepada masyarakat, agar kesadaran akan keberdayaan dirinya dalam kelompok semakin meningkat.