Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA PETANI PESERTA UPSUS PADI DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Suparmin Suparmin; Bambang Dipokusumo; Anwar Anwar; Hirwan Hamidi
JURNAL AGRIMANSION Vol 19 No 2 (2018): JURNAL AGRIMANSION AGUSTUS 2018
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v19i2.240

Abstract

ABSTRAK Dalam jangka panjang penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya yang integratif guna mencari faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan dan kegagalan program-program ketahanan pangan serta bentuk-bentuk program peningkatan ketahanan pangan rumahtangga petani peserta Upsus Padi di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Untuk itu dirancang penelitian dengan desain Cross sectional study dengan metode survei. Data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan metode analisis data kualitatif dan kuantitatif. Secara umum analisis data kualitatif yang digunakan adalah analisis kebijakan (evaluasi program), analisis kelembagaan, analisis potensi dan penentuan prioritas masalah tingkat komunitas. Analisis data kualitatif dilakukan melalui proses penyaringan data, penggolongan/pengakategorian, penyimpulan serta uji ulang. Analisis data kuantitaif menggunakan model tingkat ketahanan pangan, kerawanan pangan dan regresi logistik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) pendapatan rata-rata per tahun rumah tangga petani sebesar Rp 22.410.023. Sementara itu pendapatan rata-rata dari luar usahatani sendiri sebesar Rp 7.086.667 atau 31,62 % dari total pendapatan rumahtangga, 2) Rata–rata pengeluaran rumahtangga petani sebesar Rp 15.045.167. Pengeluaran rumah tangga petani terbesar adalah untuk pangan yaitu Rp 11.572.400 per tahun atau 76,92 % dari total pengeluaran, 3) Ketahanan pangan rumahtangga petani tergolong tahan pangan, 4) Faktor yang mempengaruhi ketahanan rumahtangga petani adalah pendapatan rumahtangga petani. ABSTRACT In the long term this study aims to examine the integrative effort to find the factors that influence the success and failure of food security programs as well as the forms of programs to increase household food security of Upsus Rice farmers in Gerung District, West Lombok Regency. For this purpose, we designed a research with cross sectional design with survey method. The collected data will be analyzed using qualitative and quantitative data analysis methods. In general, the qualitative data analysis used is policy analysis (program evaluation), institutional analysis, potential analysis and prioritization of community level issues. Qualitative data analysis is done through data filtering process, classification / categorization, conclusion and retest. Quantitative data analysis used a model of food security, food insecurity and logistic regression. The result of the research concludes that 1) the average income per farm household per year is Rp 22,410,023, -. Meanwhile, the average income from outside the farming itself amounted to Rp 7,086,667, - or 31.62% of total household income, 2) Average household expenditure of farmers amounted to Rp 15,045,167. The largest household expenditure of farmers is for food that is Rp 11,572,400, - per year or 76.92% of total expenditure, 3) Household food security of farmers classified as food resistant, 4) Factors affecting the resilience of farm households is household income of farmers.
4. ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN DAN PEMASARAN IKAN LAUT DI KECAMATAN HU’U KABUPATEN DOMPU Riris Apryaningsih; Suparmin Suparmin; I Ketut Budastra
JURNAL AGRIMANSION Vol 19 No 3 (2018): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2018
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v19i3.250

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pendapatan nelayan di Kecamataan Hu’u; (2) Menganalisis saluran pemasaran ikan laut di Kecamatan Hu’u; (3) Menganalisis perilaku pasar ikan laut di Kecamatan Hu’u. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan penentuan daerah penelitian secara purposive samplingyaitu Desa Jala, Desa Hu’u dan Desa Cempi Jaya. Jumlah responden nelayan ditentukan secara quota sampling, yaitu sebanyak 30 orang. Penentuan responden pedagang dilakukan secara snowball sampling, sedangkan dalam pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis saluran pemasaran dan analisis perilaku pasar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Total pendapatan nelayan dari usaha penangkapan ikan per tahun sebesar Rp. 17.595.118,17, total pendapatan pada musim barat sebesar Rp. 6.001.626,92 dan pada musim timur sebesar Rp. 11.594.491,25. Sedangkan Total biaya sebesar Rp. 25.863.668,41 per tahun, dimana total biaya pada musim barat sebesar Rp. 8.781.913,37dan pada musim timur sebesar Rp. 17.486.215,04. (2) Saluran pemasaran ikan laut melalui tiga saluran, yaitu: a. Dari nelayan ke Pedagang Pengumpul Desa, ke Pedagang Pengumpul Kecamatan, ke Pedagang Antar Pulau. b. Dari nelayan ke Pedagang Pengumpul desa, ke Pedagang Pengecer, ke Komsumen Akhir. c. Dari nelayan ke Konsumen Akhir. (3). Perilaku pasar ikan laut di kecamatan hu’u kabupaten dompu, yaitu: a. Harga ditentukan oleh lembaga pemasaran yang dibayar secara tunai. b. kerjasama antar lembaga pemasaran dalam peminjaman modal. (4) fungsi pemasaran yang tidak dilakukan oleh nelayan adalah fungsi pembelian, penyimpanan, pengolahan, pengangkutan, standarisasi dan grading, dan informasi pasar, sedangkan fungsi pemasaran yang tidak dilakukan oleh lembaga pemasaran adalah pada PPD adalah fungsi penyimpanan dan pengolahan, pada PPKC pada fungsi pengolahan dan pengecer pada penyimpanan dan pengolahan. ABSTRACT This study aims to: (1) Analysis of fisherman income in Hu’u Distric; (2) Analysis channel marketing of marine in Hu’u Distric; (3) Analysis market behavior of marine in Hu’u Distric . This research uses descriptive method with the determination of the research are by Purposive Sampling, namely the village of Jala, village of Hu’u and village of Cempi Jaya. The number of fishermen respondents was determination by Quota Sampling, which was 30 people. Determination of trader’s respondents is done by Snowball Sampling, while data collection is done by surveying techniques. The analysis used is Descriptive Analysis, income analysis, marketing channel analysis and market behavior analysis. The results showed that: (1) the total income of fishermen from fishing business per year was Rp. 17,595,118.17, the total income in the west season is Rp. 6,001,626.92 and in the east season Rp. 11,594,491.25. While the total cost is Rp. 25,863,668.41 per year, where the total cost in the west season is Rp. 8,781,913.37 and in the east season Rp. 17,486,215.04. (2) Marine marketing channels through three channels, namely: a. From fishermen to Village Collectors, to Sub-district Collectors, to Inter-island Traders. b. From fishermen to village collectors, to retailers, to Komsumen Akhir. c. From fishermen to Final Consumers. (3). The behavior of the marine market in the huu district of dompu district, namely: a. Prices are determined by marketing agencies that are paid in cash. b. cooperation between marketing institutions in capital borrowing. (4) The marketing function that is not carried out by fishermen is the function of purchasing, storing, processing, transporting, standardizing and grading, and market information, while the marketing function that is not carried out by the marketing institution is PPD is a function of storage and processing, in PPKC on the function processing and retailers on storage and processing.
6. STUDI KEBIJAKAN PRODUKSI PANGAN HUBUNGANYA DENGAN KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR (Kasus Rumahtangga Petani Konservasi Kecamatan Jerowaru) Bambang Dipokusumo; Anwar Anwar; Hirwan Hamidi; Suparmin Suparmin
JURNAL AGRIMANSION Vol 19 No 3 (2018): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2018
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v19i3.252

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu ; 1. Mengkaji kebijakan pemerintah dan bentuk implementasinya program yang berkaitan dengan peningkatan produksi pangan dan ketahanan pangan di Kecamatan Jerowaru, 2. Mengkaji ketahanan pangan rumahtangga petani konservasi di Kecamatan Jerowaru, dan 3. Mengkaji hubungan pendapatan dan ketersediaan pangan rumahtangga petani konservasi di Kecamatan Jerowaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi, desk study dan teknik survei. Lokasi penelitian ini adalah Desa Sekaroh dan Desa Pemongkong yang dipilih secara purposive sampling. Responden penelitian berjumlah 40 rumahtangga petani sampel yang dipilih secara quota sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara; 1) analisis isi, 2) analisis pendapatan dan pengeluaran rumahtangga petani, 3)pola konsumsi pangan rumahtangga petani serta 4) analisis ketahanan pangan rumahtangga serta analisis korelasi spearman. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: (1) kebijakan pemerintah dibidang produksi pangan memepengaruhi ketersediaan pangan dan ketahanan pangan rumahtangga petani konservasi, (2) tingkat ketahanan pangan rumahtangga petani konservasi adalah lemah ditunjukkan oleh sebagian besar rumahtangga berada pada tingkat rentan pangan, (3) pendapatan rumahtangga memiliki hubungan yang lemah dengan ketahanan pangan rumahtangga dengan nilai korelasi (r) yaitu 0,29. ABSTRACT The issue of food production policy is interested to be discussedtoday because it is relate to sustainable of production and farmer’s household wellfare and behind to increase food security until the household. So that, this research has several objectives are (1) to learn government policy that relate to food availability and food security at Jerowaru District; (2) to learn level of food security farmer’s household conservation at Jerowaru District; (3) to learn correlation of household farmer income with food security of conservation farmer household at Jerowaru District. Descriptive method was used with involved of observation technique, desk study and survey. Sekaroh and Pemongkong villages as sample areas was choosed by purposive sampling within 40 farmers to be the responden chossed by quota sampling. Deskriptive analysis, content analysis and consumption analysis and corelation analysis were involved in this research.The results showed: (1) The production policy were able to provide the food for farmer household, so influenced the food security of the farmers household conservation, (2) Levels of household food security atJerowaru District was still weak was 14 (35%), 4 (10%) was, vulnerable and 11 (27.5%) was strong. Futhermore, proportion of food expenditure (PFE) more than 60% and the rate of consumption of energy (RCE) less than 80% of the amount of nutritional adequacy (NA), (3) the food avaibility has a weak relationship to food household security with value of correlation (r) was 0.29.
PENGATURAN LUAS TANAM SEBAGAI INSTRUMEN KEBIJAKAN STABILISASI HARGA DAN PENDAPATAN PETANI: STUDI KASUS KOMODITI CABE DI PULAU LOMBOK, INDONESIA Anas Zaini; I Ketut Budastra; Muhammad Zubair; Suparmin Suparmin
JURNAL AGRIMANSION Vol 21 No 3 (2020): Jurnal Agrimansion Desember 2020
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v21i3.428

Abstract

Berbeda dengan strategi stabilisasi untuk komoditi biji-bijian yang dapat disimpan lama, kebijakan stabilisasi untuk cabe rawit dilakukan melalui pengaturan waktu dan luas tanam karena komoditi ini umumnya dikonsumsi dalam kondisi segar. Dengan menggunakan data harga di tingkat konsumen bulanan (2012-2016) dan dianalisis menggunakan model program linear untuk memaksimumkan penerimaan maka luas optimal penanaman cabe di musim kemarau adalah 1.418 hektar per bulan sementara di musim hujan adalah 1.786 hektar per bulan dengan nilai penerimaan 846.299.124.300 rupiah. Selain itu hasil penelitian mengindikasikan harga cabe pada musim kemarau sekitar Rp. 64.638 per kg di musim kemarau sementara di musim hujan Rp. 36.644 per kilogram. Menstabilkan harga pada nilai rata-ratanya dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat.
APLIKASI MODEL PRINCIPAL AGENT PADA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN WAJIB TANAM BAWANG PUTIH DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Anas Zaini; Anwar Anwar; Muhammad Zubair; ‪Dwi Praptomo Sudjatmiko; Suparmin Suparmin; Ni Made Wirastika Sari
JURNAL AGRIMANSION Vol 22 No 3 (2021): Jurnal Agrimansion Desember 2021
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v22i3.707

Abstract

Sebagai salah satu negara importir bawang putih terbesar di dunia, dimana lebih dari 95 persen kebutuhan domestik saat ini dipenuhi dari impor, pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri. Artikel ini membahas salah satu upaya peningkatan produksi bawang putih tersebut yaitu kebijakan wajib tanam bawang putih oleh importir yang bermitra dengan petani. Hubungan kemitraan tersebut kemudian dianalisis menggunakan Model Principal Agent, dimana hubungan kerja masing-masing komponen pendukung kebijakan didiskusikans dan dievaluasi secara kritis. Hak dan kewajiban para pihak (principal dan agent) dianalisis dan dievaluasi implementasinya berdasarkan kontrak Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani, serta peran dan fungsi koordinasi pemerintah melalui dinas terkait dievaluasi berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan wajib tanam oleh importir yang bermitra dengan petani bawang putih telah sesuai dengan PKS dan menguntungkan para pihak tanpa adanya moral hazard. Namun demikian peran koordinatif pemerintah sangat minimal terutama pada tahap monitoring dan pelaporan hasil.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA AGROINDUSTRI ROTI DI KOTA MATARAM Idiatul Fitri Danasari; Suparmin .; Abdullah Usman
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.739 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan sumberdaya manusia yang tepat merupakan kunci keberhasilan dari suatu perusahaan, artinya dalam mencapai tujuannya dipengaruhi oleh unsur manusianya. Hal ini berkaitan dengan produktivitas seseorang. Produktivitas tenaga kerja merupakan kemampuan seseorang dalam menghasilkan suatu barang dan jasa. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja pada agroindustri roti di Kota Mataram. Unit analisis dalam penelitian ini adalah agroindustri roti di Kota Mataram dengan jumlah responden sebanyak 42 tenaga kerja pada bagian pengolahan. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Untuk mengetahui faktor yang berpengaruh (tingkat pendidikan, upah, umur, pengalaman kerja, jenis kelamin dan teknologi) terhadap produktivitas tenaga kerja dilakukan analisis data menggunakan regresi berganda dengan software IBM SPSS 20. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu variabel yang berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja adalah tingkat pendidikan, upah, pengalaman kerja dan jenis kelamin. Saran pada penelitian ini, sebaiknya diterapkan sistem pengupahan yang intensif untuk meningkatkan motivasi pekerja, kemudian perlunya diadakan bagian quality control untuk menjaga mutu dan kualitas suatu agrindustri terhadap produk yang dihasilkan. ABSTRACT Proper utilization of human resources is the key to the success of a company, that means in achieving its goals is also influenced by the human element. This is related to a person’s productivity. Productivity is an ability to produce goods or do a service. The aims of this research were to found out the factors that influence labours productivity by bakerie’s labour in Mataram city. The analysis unit that being used in this research was bakery agroindustry in Mataram city, the number of responden include all labour in processing unit was 42 labours. The data sources were primer and secunder. To know the factor that influence (education level, fee, age, work experience, gender and technology) of labors productivity, data analysis was done using multiple regression analysis with IBM SPSS 20. In addition, descriptive method was also used to find out the problems of worker. Based on the result, the influence factor consist of education level, fee, work experience, and gender. The suggestion that can be given to the bakery owners is that they should increase its ability in marketing strategy, led the intensive work in order to motivated the labours and the last is to held a training for quality control staff in order to keep the good product quality.
STUDI PROFITABILITAS USAHA DAN PEMASARAN WORTEL DI KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR Yadiansyah Yadiansyah; Bambang Dipokusumo; Suparmin Suparmin
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.96 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i3.627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur biaya, kesempatan kerja, profitabilitas, saluran pemasaran wortel di kecamatan sembalun kabupaten lombok timur. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sembalun. Jumlah responden ditentukan secara “quota sampling” sebanyak 30 petani responden. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis struktur pembiayaan, kesempatan kerja, profitabilitas, saluran pemasaran. Usahatani wortel dilakukan dengan penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan. Struktur biaya pada usahatani wortel, dimana biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani responden Kecamatan Sembalun sebesar Rp. 3.877.467/LLG atau Rp. 14. 761.929/Ha yang terdiri dari biaya variabel perLLG sebesar Rp. 3.613.000 atau Rp. 13.755.076/Ha Ha dan biaya tetap perLLG sebesar Rp. 264.467 atau Rp. 14.761.929/Ha. Sedangkan dari segi persentase biaya saprodi, tenaga kerja yaitu, biaya tenaga kerja jauh lebih besar (61,23%) dibanding biaya saprodi (31,78%). Total kesempatan kerja yang bisa diserap pada usahatani wortel disemua kegiatan sebesar 45,30 HKO/LLG atau 160,23 HKO/Ha. Penyerapan tenaga kerja terbesar yang tersedia pada usahatani wortel yaitu pada kegiatan pemeliharaan sebesar 11,76 HKO/LLG atau 39 HKO/Ha. Total keuntungan usahatani wortel sebesar Rp. 4.922.533/LLG (0,26 Ha) atau Rp. 18.740.608/Ha selama 3 bulan dan nilai profitabilitas usahatani wortel sebesar 126,95%. Artinya keuntungan usahatani wortel mampu membayar bunga bank sebesar 18%. Pemasaran wortel di Kecamatan Sembalun memiliki 2 saluran pemasaran yaitu : I : Produsen – PPD – Pedagang Pengecer – Konsumen Akhir, Saluran II : Produsen – PPD – Pedagang pengecer – Konsumen akhir.
ANALISIS KEBIJAKAN PROGRAM PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Suparmin .
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.72 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengkaji kebijakan, program dan pelaksanaan program ketahanan pangan yang sudah dan sedang berjalan, dan 2) Menganalisisis faktor-faktor determinan yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan program-program ketahanan pangan. Penelitian ini didesain sebagai Cross Sectional Study. Dipilih Kabupaten Lombok Tengah sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Lombok Tengah tergolong daerah rawan pangan dengan tipologi wilayah dataran rendah lahan kering. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel rumahtangga. Dipilih sebanyak 40 rumahtangga secara purposive dari dua desa terpilih. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis data kualitatif dan kuantitatif. Secara umum analisis data kualitatif yang digunakan adalah analisis deskripitif dan untuk menganalisis faktor-faktor penentu yang mempengaruhi ketahanan pangan digunakan model regresi logistik. Hasil penelitian ini menyimpulkan: 1) Dalam rangka peningkatan ketahanan pangan rumahtangga dan wilayah, pemerintah Kabupaten Lombok Tengah membuat kebijakan peningkatan produksi pangan melalui peningkatan luas areal tanam komoditi utama yaitu padi, jagung, kedele, ubi kayu, ubi jalar, 2) Program-program ketahanan pangan yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah adalah penyusunan Neraca Bahan Makanan, Pengembangan Desa Mandiri Pangan, Lumbung Pangan, Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi, Cadangan Pangan, Raskin, dan Penanganan Daerah Rawan Pangan, 3) Berdasarkan analisis data Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) dapat disimpulkan bahwa kondisi Kabupaten Lombok Tengah sejak bulan Januari hingga Agustus 2011 secara komposit (ketersediaan pangan, akses pangan dan pemanfaatan) dalam kondisi rawan. Namun sampai bulan Desember 2011 masih ada 5 desa dari 12 desa dalam kondisi rawan, 4) Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Lombok Tengah adalah pendapatan perkapita per bulan, pendidikan ibu rumah tangga, pendidikan kepala rumah tangga, dan keterlibatan rumahtangga dalam program ketahanan pangan. Abstract The purpose of this research is to 1) examines the policies, programs and the implementation of food security programmes which have been and are being run, and 2) Analysis the determinant factors affect the success and failure of food security programs. This study was designed as a Cross Sectional Study. Selected central Lombok Regency as a location for research with the consideration that the central Lombok Regency is a regional food insecurity with typology lowland dry land. The sample in this research is the household samples. Chosen by purposive household as much as 40 of the two selected villages. The data collected is analyzed using the methods of qualitative and quantitative data analysis. Qualitative data analysis in general use are deskripitif and analysis to factors the determinants that influence food security logistics regression model used. Results of this study conclude: 1) in order to increase household food security and territory, the Government's policy making central Lombok Regency increased food production through improved planting acreage area of main commodities are rice, corn, cassava, sweet potatoes, 2) food security programmes which the Government implemented central Lombok Regency is a compilation of the balance of food ingredients, Food Self-sufficient Village Development, Food Barn, Vigilance system for food and nutrition, Food Reserves, Raskin, and handling The food insecurity, 3) based on the data analysis system of food and nutrition Awareness it can be concluded that the condition of the central Lombok Regency since January to August 2011 in composite (food availability, access and utilization of food) in conditions of insecurity. But until December 2011 there are still 5 village from 12 villages in conditions of insecurity, 4) factors affecting the food security of households in central Lombok Regency is income per capita per month, education of housewives, head of household, education and household involvement in food security programmes.
EFISIENSI ALOKATIF AGROINDUSTRI GULA AREN DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Ir. Suparmin; fakultas pertanian
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.323 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produksi gula aren, untuk mengetahui efisiensi alokatif pada usaha gula aren. Metoda yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah metoda diskriptif dengan pengambilan secara proportional random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari responden produsen gula aren dan data sekunder dari Dinas Perindustrian Kabupaten Lombok Barat. Analisis yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Coob Douglas, dengan metode ordinary least squares. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa pertama, ada tiga faktor yang mempengaruhi produksi gula aren yaitu jumlah nira aren, jumlah kayu bakar, dan pengalaman berusaha. Kedua, Penggunaan faktor produksi variabel pada usaha gula aren belum efisien. ABTRACT The objective of research are to know factors influencing aren ( Arenga pinnata Merr ) sugar production, allovative efficiency on aren sugar production. The method of this research was descriptive by using a proportional random sampling. The data used are primary data from producer aren sugar, and secondary data from Industry Departement West Lombok. Cobb-Douglas production function, by Ordinary Least Squares method were used in analysis. The result of research show that firstly, there are three factors those influence aren sugar production are anhydrous, firewood, and experience of work, secondly, the use of variable production factors at aren sugar enterprises are not efficient.
ANALISIS STRUKTUR BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Nia Kurniawati; Suparmin Suparmin; Amiruddin Amiruddin
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.37 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i2.664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui struktur biaya dan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh petani pada usahatani jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru; (2) Untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru; (3) Untuk mengetahui efesiensi usahatani jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru; (4) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi petani dalam kegiatan usahatani jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Struktur biaya pada usahatani jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru yaitu biaya variabel 93,48% sebesar Rp 12.735.840,91/LLG atau Rp 7.578.807,14/Ha, dan biaya tetap 6,52% sebesar Rp 889.116,18/LLG atau Rp 529.092,67/Ha. Hal ini membuktikan bahwa pengeluaran petani di Kecamatan Jerowaru lebih besar pada biaya variabel; (2) Rata-rata penerimaan jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru sebesar Rp33.368.386,36/LLG atau Rp.9.856.762,24/ha dengan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp13.624.957,09/LLG atau Rp8.107.899,81/ha sehingga pendapatan yang diterima sebesar Rp19.743.417,91/LLG atau Rp11.748.855,67/ha; (3) Nilai rata-rata R/C sebesar 2,49, hal ini berarti bahwa untuk setiap Rp 1 yang dikeluarkan untuk usahatani jagung hibrida petani memperoleh penerimaan sebesar Rp 2,49. Maka usahatani jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru dinyatakan sudah efisien.