Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENENTU KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA NELAYAN DI DESA SENGKOL KABUPATEN LOMBOK TENGAH Dr. Ir. Suparmin, MP; Dr. Nurliah, SPi, MSi,; Ir. Syarif Husni, MSi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Secara rinci penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan pola distribusi dan alokasi waktu kerja, pola produksi dan pola konsumsi rumahtangga nelayan; 2) menguji pengaruh faktor determinan terhadap ketahanan pangan rumahtangga nelayan. Penelitian ini menngunakan metode deskriptif dan didesain dalam bentuk survey. Daerah penelitian adalah Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Dari 11 desa pesisir yang ada dipilih 1 desa yang berada di Kecamatan Pujut yaitu desa Sengkol. Penetapan desa tersebut secara sengaja berdasarkan daerah pesisir yang potensial untuk pengembangan rumput laut. Selanjutnya dilakukan pendataan terhadap rumahtangga nelayan. Rumahtangga nelayan yang menjadi sampel penelitian dipilih secara random sampling sebanyak 30 rumahtangga nelayan. Data yang telah dikumpulkan kemudian diklasifikasikan untuk dianalisis lebih lanjut: 1) Untuk mengetahui pola distribusi dan alokasi waktu kerja, pola produksi (pendapatan) dan pola konsumsi (pengeluaran) rumahtangga dianalisis secara deskriptif. 2) Untuk mengestimasi pengaruh variabel-variabel bebas terhadap ketahanan pangan rumahtangga nelayan dianalisis dengan regresi logit Terbatas pada data dasar yang telah digunakan dalam pembahasan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Pola distribusi waktu kerja Rumahtangga nelayan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan antara lain untuk mencari ikan di laut, bekerja sebagai pedagang, bekerja sebagai buruh atau jasa. Rata-rata waktu kerja yang dicurahkan selama satu tahun sebesar 1.348 jam atau 192,57 hari 3,69 jam per-hari Pola distribusi pendapatan rumahtangga nelayan bersumber dari kegiatan sebagai nelayan yaitu mencari ikan dilaut, dan kegiatan dari luar nelayan seperti berdagang , buruh atau jasa. Rata-rata pendapatan rumahtangga nelayan selama satu tahun sebesar Rp 212.533,33 Pola distribusi pengeluaran rumahtangga nelayan terbagi dalam pengeluaran untuk pangan dan non pangan. Rata-rata pengeluaran rumahtangga nelayan selama satu tahun sebesar Rp 663.700,00 Faktor penentu ketahanan pangan rumahtangga nelayan adalah pendapatan rumahtangga nelayan ABSTRACT In detail, this study aims to: 1) describe patterns of distribution and allocation of working time, patterns of production and consumption patterns of households of fishermen; 2) to test the effect of the determining factors of the household food security of fishermen. This research uses descriptive method and is designed in the form of survey. The study area is from 11 coastal villages there been one village in Sub Pujut ie Sengkol village. Determination of the village is deliberately based on coastal areas of potential for the development of seaweed. Households fishermen into the sample were selected by random sampling of 30 households of fishermen. The data have been collected and then classified for further analysis: 1) To determine the pattern of distribution and allocation of working time, patterns of production (income) and the pattern of consumption (expenditure) of households were analyzed descriptively. 2) To estimate the influence of the independent variables on household food security of fishermen analyzed by logit regression. The study concluded the following: 1) The distribution pattern of working time used for activities Household fishermen catch fish in the sea, as a trader, as labor or services. The average working time devoted during the year totaling 1,348 hours or days 192.57 3.69 hours per day. 2) The pattern of the distribution of household income derived from the activities of fishermen looking for fish in the sea, and trade, labor or services. The average household income of fishermen during the year amounted to Rp24.212.533,33. 3) The distribution pattern of household expenditure fishermen divided into expenditure on food and non-food. Average household expenditures during the year amounted fishermen Rp19.663.700,00. 4) Determinants of household food security is a household income of fishermen fisherman
ANALISIS FAKTOR PENENTU KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA NELAYAN DI DESA SENGKOL KABUPATEN LOMBOK TENGAH Dr. Ir. Suparmin, MP; ; Dr. Nurliah, SPi, MSi; Ir. Syarif Husni, MSi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.647 KB)

Abstract

ABSTRAK Secara rinci penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan pola distribusi dan alokasi waktu kerja, pola produksi dan pola konsumsi rumahtangga nelayan; 2) menguji pengaruh faktor determinan terhadap ketahanan pangan rumahtangga nelayan. Penelitian ini menngunakan metode deskriptif dan didesain dalam bentuk survey. Daerah penelitian adalah Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Dari 11 desa pesisir yang ada dipilih 1 desa yang berada di Kecamatan Pujut yaitu desa Sengkol. Penetapan desa tersebut secara sengaja berdasarkan daerah pesisir yang potensial untuk pengembangan rumput laut. Selanjutnya dilakukan pendataan terhadap rumahtangga nelayan. Rumahtangga nelayan yang menjadi sampel penelitian dipilih secara random sampling sebanyak 30 rumahtangga nelayan. Data yang telah dikumpulkan kemudian diklasifikasikan untuk dianalisis lebih lanjut: 1) Untuk mengetahui pola distribusi dan alokasi waktu kerja, pola produksi (pendapatan) dan pola konsumsi (pengeluaran) rumahtangga dianalisis secara deskriptif. 2) Untuk mengestimasi pengaruh variabel-variabel bebas terhadap ketahanan pangan rumahtangga nelayan dianalisis dengan regresi logit Terbatas pada data dasar yang telah digunakan dalam pembahasan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Pola distribusi waktu kerja Rumahtangga nelayan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan antara lain untuk mencari ikan di laut, bekerja sebagai pedagang, bekerja sebagai buruh atau jasa. Rata-rata waktu kerja yang dicurahkan selama satu tahun sebesar 1.348 jam atau 192,57 hari 3,69 jam per-hari Pola distribusi pendapatan rumahtangga nelayan bersumber dari kegiatan sebagai nelayan yaitu mencari ikan dilaut, dan kegiatan dari luar nelayan seperti berdagang , buruh atau jasa. Rata-rata pendapatan rumahtangga nelayan selama satu tahun sebesar Rp 212.533,33 Pola distribusi pengeluaran rumahtangga nelayan terbagi dalam pengeluaran untuk pangan dan non pangan. Rata-rata pengeluaran rumahtangga nelayan selama satu tahun sebesar Rp 663.700,00 Faktor penentu ketahanan pangan rumahtangga nelayan adalah pendapatan rumahtangga nelayan ABSTRACT In detail, this study aims to: 1) describe patterns of distribution and allocation of working time, patterns of production and consumption patterns of households of fishermen; 2) to test the effect of the determining factors of the household food security of fishermen. This research uses descriptive method and is designed in the form of survey. The study area is from 11 coastal villages there been one village in Sub Pujut ie Sengkol village. Determination of the village is deliberately based on coastal areas of potential for the development of seaweed. Households fishermen into the sample were selected by random sampling of 30 households of fishermen. The data have been collected and then classified for further analysis: 1) To determine the pattern of distribution and allocation of working time, patterns of production (income) and the pattern of consumption (expenditure) of households were analyzed descriptively. 2) To estimate the influence of the independent variables on household food security of fishermen analyzed by logit regression. The study concluded the following: 1) The distribution pattern of working time used for activities Household fishermen catch fish in the sea, as a trader, as labor or services. The average working time devoted during the year totaling 1,348 hours or days 192.57 3.69 hours per day. 2) The pattern of the distribution of household income derived from the activities of fishermen looking for fish in the sea, and trade, labor or services. The average household income of fishermen during the year amounted to Rp24.212.533,33. 3) The distribution pattern of household expenditure fishermen divided into expenditure on food and non-food. Average household expenditures during the year amounted fishermen Rp19.663.700,00. 4) Determinants of household food security is a household income of fishermen fisherman
Pendampingan Pemasaran Langsung Online Hasil Pertanian Sayuran Segar di Kecamatan Lingsar Tajidan Tajidan; Arifuddin Sahidu; Suparmin Suparmin; Halil Halil
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v4i2.247

Abstract

Income risk borne by farming households is a crucial issue. These problems are overcome by carrying out community service activities. The purpose of community service activities is so that farmer households are able to do direct marketing to consumers, are able to use cellphones as promotional media and communicate directly with customers. This goal is achieved through an adult education approach. The adult education approach is carried out using guidance and training methods for millennial farmer households and/or sons and daughters of farmers to conduct direct marketing and promotion to consumers. The results of community service show that half of the participants have used e-commerce in making sales, and only one of the 16 participants has used WhatsApp as a medium for direct online marketing promotion of fresh vegetable farms.
Analisis Kelayakan Usahatani Jagung Di Desa Bantulanteh Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa sri juliarti juliarti; Suparmin Suparmin; efendy efendy
JURNAL AGRIMANSION Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Agrimansion Agustus 2022
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v23i2.994

Abstract

The aims of this study were: (1) to analyze the costs and income of corn farming in Bantulanteh Village, Tarano District, Sumbawa Regency (2) to analyze what factors affect corn farming production in Bantulanteh Village, Tarano District, Sumbawa Regency (3) to analyze the feasibility corn farming in Bantulanteh Village, Tarano District, Sumbawa Regency. This study uses a descriptive method with the unit of analysis is Corn Farming in Bantulanteh Village, Tarano District, Sumbawa Regency. The location of the research was determined purposively, namely in all hamlets in Bantulanteh Village. Determination of the number of respondents using the Slovin method as many as 42 respondents, while sampling by simple random sampling. The types of data are quantitative and qualitative data, while the data sources are primary and secondary. The data collection technique is survey technique. The results showed that (1) the average production cost of corn farming in Bantulanteh Village was Rp. 15,576,844/LLG or Rp. 16,753,583/Ha, while the average income was Rp. 22,579,585/LLG or Rp. 24,285,341/Ha. (2) Simultaneously the production factors that significantly affect the production of corn farming are seeds, urea fertilizer, Phonska NPK fertilizer, labor and pesticides. Partially, the production factors that significantly influence the production of corn farming are seeds, while other production factors (urea fertilizer, Phonska NPK fertilizer, labor and pesticides) have no significant effect on corn farming production. (3) Corn farming in Bantulanteh Village is feasible to cultivate, this can be seen from the R/C Ratio value of 2.45 which is greater than 1, meaning that if Rp. 1 costs for maize farming, the farmer receives Rp. 2.45 income. Keywords: Corn Farming, Production Factors, Feasibility
Pendampingan Product Mix Sebagai Strategi Menghasilkan Benih Ciplukan Pada Usahatani Sawi Caisim Sistem Seri Di Kecamatan Lingsar Jurnal Pepadu; Tajidan Tajidan; Arifuddin Sahidu; Lalu Wiresapta Karyadi; Suparmin Suparmin
Jurnal Pepadu Vol 2 No 1 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i1.2169

Abstract

ABSTRAKPenerapan sistem tanam monokultur pada budidaya tanaman sawi memiliki risiko produksi, resikoharga dan resiko penghasilan. Resiko tersebut dapat diatasi dengan penerapan teknologi tanaman seridan penerapan strategi produk campuran melalui diversifikasi tanaman dan sumber penghasilan. Tujuanyang hendak dicapai adalah menambah pengetahuan kelompok sasaran akan kandungan dan khasiatbuah ciplukan bagi pemeliharaan kesehatan tubuh; menambah mengetahui petani tentang nilai ekonomikomoditas buah ciplukan; dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang teknologibudidaya tanaman seri sebagai strategi menghasilkan buah dan benih ciplukan sebagai sumberpenghasilan baru (product mix). Agar tujuan tersebut dapat tercapai maka dilaksanakan pengabdiankepada masyarakat dengan menggunakan metode pendidikan orang dewasa (andragogy) yaitumelakukan pendampingan kepada anggota kelompok tani yang mengusahakan tanaman sawi caisim.Sebagai entry point pendampingan adalah mengintroduksikan teknologi budidaya tanaman sawi caisimsistem seri, dan penanaman tanaman ciplukan dengan teknik polibag dan/atau sebagai tanamanpenyangga tanaman sawi caisim sebagai upaya menghindari risiko produksi, resiko harga, dan resikopenghasilan. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah: pengetahuanpetani peserta pengabdian kepada masyarakat telah meningkat dari 61,9% menjadi 83,33% tentangpupuk dan teknik pemupukan tanaman sawi; dari 21 orang peserta yang hadir dalam kegiatanpengabdian kepada masyarakat diantaranya 30,16% telah mengetahui manfaat ekonomi dan teknologibudidaya sistem tanam seri sawi caisim; buah dan benih ciplukan dapat diperoleh dari hasil budidayamenggunakan polibag atau tanam langsung di tanah dengan memanfaatkan lahan pekarangan yangterbuka dan memperoleh penyinaran matahari langsung, atau melalui diversifikasi tanaman sawi caisimdengan tanaman ciplukan.
PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN PRODUK SAYURAN SEGAR SEMI ORGANIK DI KECAMATAN LINGSAR Tajidan Tajidan; Halil Halil; Suparmin Suparmin; Arifuddin Sahidu
Jurnal Pepadu Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i2.2313

Abstract

Konsumen rumah tangga semakin selektif dalam memenuhi kebutuhan pangan termasuk kebutuhan sayuran segar. Preferensi konsumen cenderung memilih produk sayuran yang terjamin bebas dari penggunaan pestisida kimia. Kecenderungan tersebut merupakan peluang sekaligus tantangan bagi petani agar memanfaatkan penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati sebagai wujud penerapan teknologi pertanian semi organik. Tujuan pengabdian ini supaya petani memiliki pengetahuan teknologi pertanian semi organik dalam upaya menghasilkan produk sayuran segar yang memenuhi persyaratan keamanan pangan. Tujuan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan metode pendidikan orang dewasa (andragogy) dan fasilitas pembelajaran demonstrasi plot (demplot) dan tutorial tatap muka, serta pengendalian kualitas produk sayuran segar melalui pengawasan proses produksi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa petani telah memiliki pengetahuan dan kemampuan praktek penerapan teknologi pertanian semi organik pada tanaman bayam cabut dan sawi caisim, namun baru 20 persen dari semua petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Embun Pagi telah menerapkan penggunaan pestisida nabati dan POC Urine, serta 100 persen telah menerapkan penggunaan pupuk organik kotoran ayam pedaging atau meningkat 50%.
Analisis Program Peningkatan Ketahanan Pangan Rumahtangga Petani Ikan Nila Di Kecamatan Pringgarata Suparmin Suparmin; Bambang Dipokusumo
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.443 KB) | DOI: 10.29303/jseh.v8i2.104

Abstract

This study aims to: 1) analyze the income sources of tilapia famer’s household , 2) describe the income distribution pattern of farmers' households, 3) describe the distribution pattern of farmer household expenditures, and 4) analyze the level of food security of farmer households. This research uses a descriptive method. Research with descriptive method designed in the form of survey research. Data was collected using triangulation techniques, namely by combining three research techniques together, namely: (1) interview techniques (interviews) with respondents; (2) field observations (field observations); and (3) literature study (desk study). The research area is Pringgarata District, Central Lombok Regency. From the 11 villages, a village was chosen, namely Pringgarata village. Furthermore, data collection on farmer households was carried out. The farmer households that became the research sample were selected by random sampling as many as 15 farmer households. Farmer households here are farmer households who have jobs as tilapia fish cultivators. The results of the study concluded that first, the sources of household income for tilapia fish cultivators in Pringgarata village varied. Likewise, the household expenditure of farmers also varies. Second, the distribution pattern of farmers' household income is sourced from tilapia cultivation and outside tilapia cultivation. Activities outside of tilapia cultivation such as farming (rice, secondary crops, vegetables), trading, workshops, labor. The average household income of farmers for one season or 6 months is IDR 28,548,000, -,. Third, the distribution pattern of farmer household expenditures in Pringgarata village is divided into food and non-food expenditures. The average household expenditure of farmers during one season is IDR 7,610,600, for food is IDR 3,683,100, and for non-food is IDR 7,610,600, - and fourth, household food security of tilapia fish cultivators in Pringgarata village. belong to food-secure households.
Pelatihan produksi pupuk organik cair menggunakan starter eco-farming pada kelompok tani Petung Makmur di Desa Sesaot Tajidan; Suparmin; Halil Hamzah; L. Sukardi; Taslim Sjah
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i1.90

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan fasilitas kepada petani agar bersedia belajar dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan memproduksi pupuk organik cair secara mandiri. Tujuan dicapai melalui pelatihan yang dihadiri oleh 30 orang petani dari kelompok tani Petung Makmur di desa Sesaot Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Pelatihan dilaksanakan dengan menerapkan metode pendidikan orang dewasa, yaitu metode peragaan dan penugasan sehingga petani mampu mempraktikkan teknis pembuatan pupuk organik cair menggunakan starter eco-farming. Strategi pelaksanaan pelatihan diwali pre-test, penjelasan atau uraian teknik produksi, peragaan pembuatan pupuk organik cair, penugasan praktik kepada peserta, dan menyampaikan resume proses produksi, dan pelaksanaan post-test. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan bahwa petani peserta pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan dari kurang baik menjadi sangat baik dengan rata-rata nilai dari 42 menjadi 96, serta peningkatan keterampilan dari kurang bisa menjadi sangat bisa.