Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Refleksi SDGs Kesetaraan Gender pada Buku Teks Bahasa Indonesia SMA/SMK Kurikulum Merdeka: Analisis Multimodal Annisa, Annisa; Fatin, Idhoofiyatul; Rachmawati, Dian Karina
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kesetaraan gender direpresentasikan dalam buku teks Bahasa Indonesia SMA/SMK Kurikulum Merdeka sebagai bentuk upaya pemerintah dalam mendukung program SDGs. Melalui pendekatan multimodal yang berfokus pada moda bahasa (linguistic mode) dan moda gambar (visual mode). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa buku teks Bahasa Indonesia SMA/SMK Kurikulum Merdeka terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data melalui teknik baca, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model dari Miles dan Huberman yang terdiri dari atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan moda bahasa yang diperoleh berupa kutipan cerpen, puisi, dan novel. Moda visual yang diperoleh berupa gambar sastrawan, pahlawan nasional, penggunaan gambar dan ilustrasi laki-laki dan perempuan. Kesetaraan gender yang direpresentasikan pada buku teks ini terletak pada bidang pekerjaan dan peran antara laki-laki dan perempuan. Selain merepresentasikan kesetaraan gender, terdapat tiga dari sepuluh data moda bahasa merepresentasikan ketidaksetaraan gender. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa buku teks tersebut telah merefleksikan kesetaraan gender dengan 20 data kesetaraan gender untuk menunjang SDGs.
Persepsi Pembelajaran Berbicara Elaborasi Kreatif Kritis Stimulasi Model Challenge Based Learning Kartika, Pheni; Rachmawati, Dian Karina; Ngatmain, Ngatmain
J-SES : Journal of Science, Education and Studies Vol 3 No 1 (2024): Jurnal J-SES Vol 3 No 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jses.v3i1.22672

Abstract

This study aims to analyze the implementation of creative, critical speaking skills learning with the Challenge Based Learning model, as well as evaluating student perceptions of speaking learning in speaking skills courses. This research uses qualitative approach with survey model. The subjects of this study were 40 2nd semester students consisting of Indonesian Language and Literature Education Study Program students and English Education students of FKIP UMSurabaya. The instruments used were observation, questionnaires with questions about critical creative speaking. The results of the analysis of the implementation of this activity show that student learning gained new knowledge about how to improve critical creative thinking skills through the Challenge Based Learning model. The results of the questionnaire provided obtained information that students gave a positive response (84%) and gave the opinion that the ability to speak critically creatively can be done at the level of students with any character, and is considered to improve the ability to think creatively. In addition, this activity with the elaboration of critical creative learning and challenge-based learning model produces creative speaking skills, which can then be implemented by students in teaching speaking to students when they become professional teachers.
Implementasi TikTok Sebagai Media Publikasi Menulis Puisi Siswa SMA Mawaddah, Nir; Sujinah, Sujinah; Rachmawati, Dian Karina
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 2 (2024): Kode: Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i2.59658

Abstract

Tujuan penelitian untuk membuktikan adanya pengaruh belajar siswa dalam penggunakan TikTok sebagai media publikasi menulis puisi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest postest. Sampel yang digunakan ialah siswa kelas XI-SMA Muhammadiyah 1 Surabaya tahun pelajaran 2022-2023. Proses analisis data dalam penelitian menggunakan SPSS statistik 24 dengan sig(2 tailed) sebesar 000<0,05. Hasil respon siswa setelah diberikannya perlakuan memperoleh nilai presentase 80,5% dengan pernyataan sangat baik. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam penggunaan TikTok sebagai media publikasi menulis puisi siswa SMA.
NILAI EDUKASI DALAM LIRIK TEMBANG DOLANAN DI SD MUHAMMADIYAH 26 SURABAYA Rachmawati, Dian Karina; Suryadi; Ayu Pramudya , Dwiki
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v8i2.20575

Abstract

Tembang dolanan is an oral literature or song intended for children as a game accompaniment. One example is the dolanan song Sunan Giri from East Java. This study aims to reveal the educational values ​​contained in the lyrics of the song. The theory used to analyze the value of education is a folklore study to find out the historical origins of the dolanan song brought by Sunan Giri at the time when it was used as a medium of da'wah for the people of Gresik. In addition, this Foklore uses the theory of Danandjaja (1991). This study uses a qualitative descriptive research design according to Faruk in (Rofifah, 2020), namely by identifying the lyrics of the Sunan Giri dolanan song and then describing them. The primary data used in this study is written data in the form of song lyrics, oral data in the form of the history of Sunan Giri from sources who are studied using deep metaphor theory (Rachmawati, 2017). The results of the study show that the lyrics of the dolanan song contain a lot of Islamic educational value. One of the concepts of deep educational value that is poured into the lyrics of dolanan songs, one example of Cublek – Cublek Suweng is the ideology of advice in finding treasure, Padhang Bulan contains the educational value of Islam as information, and Gambang Suling contains hegemonic tactics in balancing life. These meanings contained in the lyrics of the song dolanan are more comprehensive, easy to interpret and then applied to various aspects of life.
Kajian Sosiologi Sastra Menggali Identitas Budaya pada Legenda Gunung Kelud Mubarok, Insani Wahyu; Dini, Mayaza; Rachmawati, Dian Karina
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19 No 1 (2026):
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v19i1.29442

Abstract

This study aims to reveal the elements contained in the Legend of Mount Kelud, which reflect the cultural identity of the surrounding community. Through a sociological analysis of literature, this study examines the relationship between folklore and the daily lives of the community, as well as its role in preserving culture and morals. The method used in this study is a historical approach using normative and interpretative analysis. Data were collected through observation, recording, and analysis of documents sourced from books and articles related to the legend of Mount Kelud. The results of the study indicate that the legend of Mount Kelud has a strong relevance in the lives of the community, especially in traditional practices such as ruwatan (traditional rituals) and larung sesaji (offerings). This legend serves as a guardian of cultural identity, strengthens social solidarity, and teaches spiritual and moral values ​​related to the balance of nature. In addition, this legend also plays a role in introducing and preserving local culture, and is an important part of the oral tradition passed down from generation to generation. Sociology of literature, Cultural Identity, Mount Kelud
KETIDAKSETARAAN SOSIAL DALAM NOVEL RE: DAN PEREMPUAN KARYA MAMAN SUHERMAN Rika Apriliani; Insani Wahyu Mubarok; Dian Karina Rachmawati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/zbfka059

Abstract

Bentuk ketidaksetaraan sosial bisa muncul dalam kehidupan masyarakat dalam misalnya ketimpangan ekonomi, perbedaan kelas sosial. Ketidaksetaraan sosial merupakan isu yang kompleks dan terus berkembang, menyentuh berbagai lapisan dan kelompok dalam masyarakat, termasuk pekerja seks. Novel Re: dan Perempuan menggambarkan berbagai sisi kehidupan perempuan, termasuk kekerasan, diskriminasi, dan perjuangan mereka untuk mencapai keadilan serta martabat yang sering terabaikan. Kisah dalam novel ini menarik untuk diteliti dari segi ketidaksetaraan sosialnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana bentuk ketidaksetaraan sosial digambarkan dalam novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidaksetaraan sosial yang tecermin dalam novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman. Teori yang digunakan, yaitu marxisme tentang kelas-kelas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dijabarkan secara deskriptif. Data peneltian berupa cuplikan-cuplikan yang ada pada novel Re: dan Perempuan, teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode baca dan catat. Hasil penelitian ini, novel Re: dan Perempuan ditemukan empat karakteristik ketidaksetraan sosial, yaitu kapitalisme, eksploitasi, ketidaksetaraan kelas, kesadaran sosial. Penelitian ini dapat diterapkan dalam dunia pendidikan untuk membangun kesadaran kritis siswa terhadap ketidaksetaraan sosial melalui sastra. Selain itu, materi dari penelitian ini dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia, dan sosiologi guna menanamkan nilai-nilai sosial, pemikiran kritis, serta empati terhadap kelompok rentan.
AFIKSASI PADA LIRIK LAGU DALAM ALBUM MANUSIA KARYA TULUS (KAJIAN MORFOLOGI) Abdurrahman Nafis; Dian Karina Rachmawati; Suher
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 1 (2024): Proceeding Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.24061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan afiksasi yang ada pada lirik lagu dalam Album Manusia Karya Tulus, yaitu prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks. Banyak ditemui fenomena di masyarakat bahwa dalam melakukan percakapan sehari-hari sering mengalami kesalahan berbahasa, salah satunya yaitu dalam penggunaan afiksasi atau pembentukan kata. Selain itu, afiksasi ternyata tidak hanya terdapat pada sebuah karya sastra seperti Novel, Cerpen, Puisi, dan Komik saja, melainkan terdapat pada sebuah lagu juga. Data penelitian pada studi ini adalah deskriptif. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data didapatkan dari lirik lagu Album Manusia karya Tulus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca dan mencatat. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teori morfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling benyak afiksasi berupa prefiks pada judul lagu Kelana, Nala, Hati-hati di jalan, dan Satu Kali. Sedangkan sufiks paling banyak terdapat pada judul lagu Tujuh Belas, Remedy, Interaksi, Ingkar, Jatuh Suka, dan Diri. Konfiks merupakan afiksasi dengan jumlah paling sedikit yang terdapat pada lirik lagu Album Manusia. Sedangkan Infiks tidak ada sama sekali pada album tersebut.
KOHESI DAN KOHERENSI PADA BERITA POLITIK PILPRES 2024 DALAM BERITA ONLINE KAJIAN: ANALISIS WACANA Aulia Rahmah Sahputri; Dian Karina Rachmawati; Suher
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 1 (2024): Proceeding Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.24085

Abstract

Penyampaian informasi yang baik agar informasi dapat diterima oleh informan tentunya terdapat kesatuan dan kepaduan dalam wacana. Perkembangan teknologi membawa kemudahan dalam mengakses informasi berita berita online. Berita yang digunakan bertema politik pilpres 2024 edisi Desember 2023 sampai Januari 2024 yang berjumlah 6 berita. Penelitian ini meneliti berita dari media Detik.com dan CNN Indonesia dengan menganalisis kohesi menurut Sumarlam, koherensi menurut Nesi A. Sarwoyo dengan teori analisis wacana Sumarlam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualititif menurut Moloeng dengan teknik simak bebas libat cakap. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi data Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita politik dalam berita online Detik.com dan CNN Indonesia menggunakan kohesi dan koherensi. Kohesi gramatikal meliputi refrensi, subtitusi, elipsis, dan konjungsi. Kohesi leksikal meliputi repetisi, sinonim, antonim, hiponim, kolokasi, dan ekuivalen. Koherensi yang ditemukan meliputi koherensi berpenanda jenis kausalitas, kontras, aditif, temporal, kronologis, perurutan, dan intensitas. Koherensi tak berpenanda jenis perincian dan perian. Media Detik.com dominan kohesi gramatikal jenis referensi dan koherensi berpenanda jenis aditif. Media CNN Indonesia dominan kohesi gramatikal jenis referensi dan koherensi berpenanda jenis kausalitas.
Peningkatan Penggunaan Media Buku Kliping terhadap Kemampuan Materi Menulis Puisi di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya Langgeng Purwoaji; Dian Karina Rachmawati; Suhartini
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.28144

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti, pembelajaran menulis puisi masih cenderung meminimalkan keterlibatan peserta didik sehingga siswa tidak dapat memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru yang mengakibatkan siswa tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan dalam menuliskan puisi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil menulis puisi siswa sebelum dan setelah penggunaan media buku kliping, mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis puisi siswa setelah penggunaan media buku kliping. Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi keterlaksanaan, dan tes kemampuan menulis puisi siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil kemampuan menulis puisi siswa sebelum penerapan media buku kliping dikategorikan sangat rendah dan kemampuan hasil menulis puisi siswa setelah penerapan media buku kliping dikategorikan sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan, terdapat peningkatan kemampuan menulis puisi siswa setelah penggunaan media buku kliping siswa kelas VIII-B SMP Muhammadiyah 11 Surabaya.
DIAGNOSTIC ASSESSMENT AS AN EQUITY-ORIENTED PRACTICE: FICTION-BASED DEEP LEARNING FOR CULTURALLY AND SOCIALLY DIVERSE ELEMENTARY SCHOOL LEARNERS Sujinah Sujinah; Dian Karina Rachmawati; Henry Trias Puguh Jatmiko; Alvenita Putri Aulia; Mahesa Ishak Ramdhani; Bouchra Aboura
Jurnal Gramatika Vol 12, No 1 (2026): Spring Issue (April-September)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2026.v12i1.10641

Abstract

In classrooms characterized by cultural and social diversity, diagnostic assessment is essential for determining students' academic preparedness and influencing how learners' identities are acknowledged or overlooked in educational decision-making. This research investigates cognitive and non-cognitive diagnostic assessment as practices aimed at equity within fiction-based deep learning, rooted in culturally responsive teaching (CRT) at the elementary school level. Employing a sequential mixed-methods approach, the study included validation of the assessment tool by experts and teachers, followed by pilot testing with 25 fifth-grade students from diverse cultural backgrounds. The cognitive assessment focused on understanding fictional texts, while the non-cognitive assessment examined students' learning preferences to gain insights into differences in affective and engagement aspects. The findings indicate significant differences in students' cognitive profiles and non-cognitive inclinations, highlighting the dangers of standardized instruction that disregards cultural differences, experiences, and identities. By incorporating culturally relevant fictional texts, diagnostic tools can more accurately reflect students' meaning-making processes, especially for those whose cultural experiences are often underrepresented in standardized assessments. However, the results also highlight the limitations of the instruments in eliciting high-level, critical responses, suggesting a need for more open and reflective assessment formats. This study adds to the research on culturally responsive assessment by redefining diagnostic testing as a pedagogical tool for inclusion rather than mere categorization. It offers practical implications for creating fiction-based immersive learning experiences that affirm students' identities, support differentiated instruction, and reduce the marginalization of culturally minoritized students. Future research should build on this work by using longitudinal and participatory methods that emphasize students' voices and sociocultural context.