Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA MELALUI KETERAMPILAN HIDUP Ermayani, Tri
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 6, No. 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.8618

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persoalan remaja dengan berbagai tantangan yang dihadapinya serta upaya untuk mengatasinya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (li- brary research) dengan pendekatan psikologis analitik dan sosiologis. Sumber penelitian ini diambil dari kepustakaan sebagai sumber primer yang digali dari materi remaja dan perkembangannya, pen- didikan karakter remaja, dan program life skills bagi remaja akhir yang dilengkapi dengan sumber sekunder berupa literatur-literatur lain yang relevan dan menunjang penelitian ini baik berupa buku, jurnal, surat kabar, majalah, dan sebagainya, antara lain: Orang Tua sebagai Sahabat Remaja oleh BKKBN Pusat Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja harus dibekali dengan pendidik- an keterampilan hidup (life skills) yang cenderung membawa remaja pada pembentukan karakter yang menjadikan remaja semakin sehat dan bermartabat di masyarakat. Pendidikan keterampilan hi- dup (life skills) meliputi beberapa hal, antara lain: (1) keterampilan fisik yang intinya adalah bagaimana menyeimbangkan antara nutrisi, olah raga, dan istirahat; (2) keterampilan mental yang intinya adalah bagaimana berpikir secara positif; (3) keterampilan emosional yang intinya adalah bagaimana berkomunikasi dengan orang lain secara efektif; (4) keterampilan spiritual yang intinya adalah bagaimana bersyukur dan berdoa untuk memperoleh keridoan Allah Swt.; (5) keterampilan vokasional yang intinya adalah bagaimana menjadikan hobi dan bakat menjadi usaha untuk hidup mandiri; dan (6) keterampilan adversity yang intinya adalah bagaimana menghadapi kesulitan hidup dengan meng- ubah hambatan menjadi peluang. Kata Kunci: remaja, pembentukan karakter, dan keterampilan hidup JUVENILE CHARACTER BUILDING THROUGH LIFE SKILLS Abstract: This research aimed to describe the juvenile issues related to various challenges faced and efforts to overcome them. This was a library research study using analytic psychological and sociological approach. The research data were taken from the library as the primary source exploited from the materials on juveniles and their development, juveniles’ character education, and life skills programs for late juveniles coupled with secondary sources in the form of other relevant literatures such as: Orang Tua sebagai Sahabat Remaja by BKKBN Pusat Jakarta. The results show that the juveniles should be armed with life skills education which tends to lead them to the character shaping that makes them healthier and more prestigious in the community. Life skills education includes a number of aspects such as: (1) physical skills, of which the essence is how to balance between nutrition, sports, and resting; (2) mental skills, of which the essence is how to think positively; (3) emotional skills, of which the essence is how to communicate with others effectively; (4) spiritual skills, the essence of which is how to thank and pray to ask for Allah’s approval; (5) vocational skills, the essence of which is how to turn hobby and talent into an effort to live autonomously; and (6) adversity skills, of which the essence is how to face problems in life by changing constraints into opportunities. Keywords: juveniles, character shaping, and life skills
Model of School Management Based on Islamic Education Iyus Herdiana Saputra; Tri Ermayani; Edi Sunjayanto Masykuri
Scripta : English Department Journal Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Department of English Language Education, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/scripta.v7i2.830

Abstract

This research is revieweing the school management based on islamic education. It aims to obtain an overview of the implementation of Islamic boarding school education and a model for the development of education management at the Darul Hikmah Kutoarjo Islamic boarding school. This research problem will focus on how to plan, organize, coordinate, and control Islamic boarding schools. To answer the research problem, this type of qualitative research is used with a descriptive-analysis approach. The results of this study indicate that: a) The Darul Hikmah Islamic Boarding School Education Model is a pesantren education under the auspices of the Darul Hikmah Kutoarjo Foundation. The education pattern of Darul Hikmah Islamic boarding school isa boarding-based modern Islamic boarding school education pattern. In developing the management of the Darul Hikmah Islamic Boarding School, it uses the Target Based Management (MBS) or Management by Objective (MBO) model. The target to be achieved is to focus on education; c) To achieve this education, the management steps taken are: a) Planning. The planning model developed by the Darul Hikmah IslamicBoarding School is a strategic planning model consisting of planning, programming, and budgeting systems; b) Organizing. Organizing is carried out under a decentralized system in the division of powers and tasks and their development; 3) Coordination. Coordination is carried out in an effort to unify a series of activities in the organization of pesantren in order to increase cooperation and togetherness among organizational officials as much as possible; 4) Supervision. Supervision includes monitoring, supervision, evaluation, reporting, and follow-up of assessment results.
IJTIHAD SAHABAT DI TENGAH PERGUMULAN TRANSFORMASI PEMIKIRAN HUKUM Tri Ermayani
Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 6, No 1 (2006): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v6i1.3810

Abstract

Ijtihad merupakan dasar hukum yang ketiga sesudah al-Qur’an dan as-Sunnah. Meski demikian kadang ada yang mempertanyakan atau bahkan mempertentangkan tentang nilai akurat dan validitasnya. Terlepas dari berbagai tanggapan atau argumen masing-masing para tokoh hukum Islam, ada baiknya kita menengok setting kehidupan para sahabat ketika mereka melakukan sesuatu hal yang berkaitan dengan legalitas ijtihad di tengah kebutuhan akan kepastian hukum atas sesuatu perkara yang muncul di setiap waktu dalam kehidupan yang sarat akan perkembangan dan perubahan. Sepeninggal Rasulullah berbagai perkembangan dan perubahan dalam kehidupan ini semakin mengisyaratkan perlunya ijtihad. Berbagai persoalan yang sangat kompleks bermunculan, sehingga memerlukan kepastian hukum, karena akan diterapkan untuk kehidupan ummat Islam yang sesuai dengan Syariat Islam. Oleh karena itu, perlu juga ummat Islam memahami hukum dari aspek historis. Ijtihad di zaman sahabat telah dicontohkan oleh para sahabat, seperti: Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, dan Ali bin Abi Thalib. Masing-masing sahabat pun memiliki kecenderungan maupun orientasi yang khas tentang pemikirannya. Hal tersebut dipengaruhi oleh sikap mental dan ketajaman pola pikir mereka. Namun demikian perbedaan tersebut tidaklah menjadi pertentangan, sebaliknya semua perbedaan itu justru dijadikan sebagai landasan untuk bersikap lebih arif. Rasulullah sesungguhnya telah mengisyaratkan tentang perbedaan di kalangan ummat Islam justru akan membawa rahmat.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU ISMUBA DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI SD MUHAMMADIYAH KUTOARJO) Iyus Herdiana Saputra; Tri Ermayani; Rofiq Nurhadi; Fina
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 3 (2025): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/muaddib.v7i3.1874

Abstract

The aim of this research is to describe strengthening the competence of ISMUBA teachers in learning the Koran. This research is a type of qualitative research with a case study method. To obtain research data, data collection techniques were carried out, where this technique has three stages, namely, observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, data analysis and data verification. The results of this research are that strengthening the competence of ISMUBA teachers in learning the Koran at SD Muhammadiyah Kutoarjo is carried out by (1) Organizing training and workshops (2) Carrying out ongoing mentoring and coaching (3) Collaborating with experts and educational institutions (4 ) Carrying out the empowerment of various learning resources and teaching methods (5) Increasing understanding of technology in learning (6) Carrying out evaluation and reflection on learning.
Adaptasi Teknologi Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 Sebagai Implementasi Program Kampus Mengajar Angkatan II di SD Negeri Pantirejo 1 Kabupaten Sragen Jayanti, Nur Sita Dwi; Nurrohmah, Anjar; Ermayani, Tri
Manggali Vol 2 No 1 (2022): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v2i1.2017

Abstract

Program Kampus Mengajar merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang berupa asistensi mengajar untuk memberdayakan mahasiswa dalam membantu proses pembelajaran di lingkungan Sekolah Dasar, salah satunya SD Negeri Pantirejo 1 yang beralamatkan di Kuyang, Pantirejo, Sudokodo, Sragen. Salah satu tujuan dari program Kampus Mengajar angkatan II yaitu membantu sekolah dalam hal adaptasi teknologi. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyajian materi, praktrek, dan pendampingan selama kegiatan. Hasil dari program ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan guru maupun siswa di SD Negeri Pantirejo 1 dalam hal adaptasi teknologi.
LGBT DALAM PERSPEKTIF ISLAM Ermayani, Tri
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v17i1.18569

Abstract

Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan fenomena yangmerebak di era modern sebagai bentuk penyimpangan seks yang sangat dipengaruhi olehpola asuh yang salah, kurangnya peran seorang ayah, pendidikan agama Islam yang kurangmemadai, dan pornografi yang sangat mudah terakses semua kalangan.Pertumbuhan dan perkembangan anak mencakup aspek-aspek penting yang harusdiseimbangkan dan diarahkan secara proporsional. Aspek-aspek pertumbuhan danperkembangan anak meliputi: spiritualitas (keimanan), fisik (jasmani), kejiwaan (psikis),intelektual, emosi, moral, sosial, seksual, dan ekonomi. Jika orang tua dan guru mampumenyeimbangkan aspek-aspek pendidikan tersebut, maka akan tercapai pemahaman danpenyadaran tentang bahaya yang ditimbulkan perilaku LGBT. Oleh karena itu peranan orangtua dan guru dalam memahami bahaya LGBT bagi generasi muda.Penelitian ini dirancang untuk dapat memahamkan bahaya LGBT bagi orang tua danguru dalam pendidikan anak, dan dapat menjadi referensi bagi peneliti lain. Harapan peneliti,penelitian ini dapat memperkaya pemahaman tentang LGBT dalam perspektif Islam danbahaya yang ditimbulkan sehingga bermanfaat untuk generasi dalam bidang pendidikan dankehidupan sosial sehingga dapat ditemukan dan diterapkan beberapa strategi penangananLGBT mulai dari mencegah/ menghindari sampai mengobatidari sisi ilmu jiwa danpendidikan agama Islam. Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender (LGBT) is a phenomenon that has spread in themodern era as a form of sexual deviation that is strongly influenced by wrong parenting, lackof a father's role, inadequate Islamic religious education, and pornography that is easilyaccessible to all groups .Child growth and development includes important aspects that must be balanced and directedproportionally. Aspects of child growth and development include: spirituality (faith), physical(physical), psychological (psychological), intellectual, emotional, moral, social, sexual, andeconomic. If parents and teachers are able to balance these aspects of education,understanding and awareness of the dangers posed by LGBT behavior will be achieved.Therefore the role of parents and teachers in understanding the dangers of LGBT for theyounger generation.This research is designed to be able to understand the danger of LGBT for parents andteachers in children's education, and can be a reference for other researchers. The hope of theresearchers is that this research can enrich understanding of LGBT in an Islamic perspectiveand the dangers posed so that it is useful for generations in the field of education and sociallife so that strategies and handling of LGBT can be found starting from preventing / treatingpsychology and Islamic education.
Integration of Reproductive Health Values in Islamic Religious Education Learning for Upper Elementary School Students Tri Ermayani; Sukiman; Sigit Purnama; Sibawaihi; Norhapizah Mohd Burhan
Indonesian Values and Character Education Journal Vol. 8 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ivcej.v8i2.104346

Abstract

Reproductive health knowledge is a crucial element for improving individual quality of life and wellbeing, including among elementary school students. However, students’ understanding of this topic remains limited, putting them at risk of issues such as unintended pregnancy, sexually transmitted infections, and early marriage. This study aims to analyze strategies for integrating reproductive health values into Islamic Religious Education (IRE) learning for elementary school students. A descriptive-analytic qualitative method was employed, with data collected through interviews, observations, and document studies. Thematic analysis was conducted to identify patterns and integration strategies. The results indicate that integration is implemented through four main strategies: linking puberty with the concept of akil baligh, associating organ health with hifzh al-nafs, integrating risk behaviors with hifzh al-nasl and aurat, and connecting healthy communication with social etiquette. Effective learning methods include interactive lectures, storytelling, role play, and project based assignments. Challenges identified include limited teacher competence, lack of integrated teaching materials, and topic sensitivity. The study concludes that a systemic approach involving teacher training, module development, and parental involvement is essential. The implications suggest that integrating reproductive health values based on Islamic principles can enhance cognitive understanding, foster character development, strengthen healthy behaviors, and serve as a reference for the holistic development of Islamic Religious Education curricula.
Emotional Inteligence in The Qur’an: Study of The Story of The Prophet Musa and Khidr Ermayani, Tri
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of emotional intelligence was first proposed by Peter Salovey and John D. Mayer (1990) in their scientific article entitled "Emotional Intelligence." Some time later, the concept of emotional intelligence became widely known after the publication of Daniel Goleman's (1995) work, "Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ." In modern psychological discourse, emotional intelligence is understood as a person's competence in recognizing, interpreting, managing, and using emotions positively and productively. Although Goleman popularized the term emotional intelligence, this concept has actually been embedded in religious narratives long before the emergence of formal psychology. As a guide for the lives of Muslims, the Qur'an presents many stories that illustrate the principles of emotional intelligence through the dynamics of interactions between prophets and ordinary people, facing all their challenges. In QS Al-Kahfi [18]:60-82, especially the story of Prophet Musa and Prophet Khidr, offers a comprehensive case study of the dynamics of emotional intelligence in spiritual, moral, and interpersonal contexts. This study aims to explore how the Qur'an implicitly teaches emotional intelligence through an in-depth analysis of the dialogue, actions, and symbolism in the story.