Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Desain Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament Dengan Media Physics Ludo Pada Materi Fisika Tentang Bunyi Sendy Ekawan; Marmi Sudarmi; Diane Noviandini
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode ceramah yang masih diterapkan beberapa guru di sekolah tidak mengajarkan siswa saling bekerja sama dalam belajar. Selain itu sekolah yang masih menerapkan sistem rangking mengakibatkan sifat individual pada siswa dan memunculkan persaingan tidak sehat, di mana siswa pandai tidak mau membagi pengetahuannya kepada siswa kurang pandai demi mendapatkan rangking tertinggi di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat desain pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kerja sama dan hasil belajar siswa dengan mengembangkan permainan ludo sebagai media turnamen dalam pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament. Metode penelitian yang dipakai adalah PTK yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap refleksi. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar observasi sikap kerja sama (afektif), soal evaluasi (kognitif), dan kuesioner. Sampel yang digunakan siswa SMP kelas VIII, dengan materi bunyi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Pada akhir pembelajaran, guru memberikan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa dan kuesioner untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap metode yang diberikan. Hasil penelitian yang didapatkan adalah 95% siswa mendapat nilai 70 untuk tes evaluasi. Pada aspek afektif kelas mencapai batas kriteria yang ditentukan yaitu 70% siswa melakukan kegiatan kerja sama dengan baik sehingga penggunaan permainan menciptakan suasana kompetisi yang sehat dan menyenangkan.
Desain Pembelajaran IPA Terpadu Pada Siswa SMP dengan Topik Pemanasan Global Martha Febryana; Marmi Sudarmi; Ferdy S. Rondonuwu
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan kurikulum yang berlaku saat ini, dalam KTSP pada jenjang SMP/MTs menuntut pembelajaran IPA (Fisika, Biologi dan, kimia) secara terintegrasi yang dikenal dengan nama IPA Terpadu. Namun penerapan pembelajaran IPA terpadu di SMP saat ini masih mengalami beberapa kendala seperti guru–guru IPA di SMP yang masih berlatar belakang pendidikan berbeda-beda yaitu Fisika, Biologi dan Kimia, sehingga masih banyak guru yang merasa kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran terpadu. Karena itu penelitian ini dibuat untuk melengkapi desain pembelajaran IPA terpadu yang telah ada, yang bertujuan untuk memberi contoh bagi para guru dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang detail agar mempermudah dalam melaksanakan pembelajaran khususnya pada materi pemanasan global. Jenis penelitian yang dikembangkan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran IPA terpadu dengan materi pemanasan global ini dapat membantu guru dalam memberikan pembelajaran yang lebih baik, serta dapat membantu siswa untuk memahami materi IPA secara menyeluruh. Desain pembelajaran IPA terpadu dengan materi pemanasan global ini dapat meningkatkan keterampilan kerja ilmiah siswa dan hasil belajar siswa secara efektif. Hal tersebut dapat dilihat dari pencapaian hasil belajar siswa yaitu sebanyak 94% siswa dapat memperoleh nilai tes 70. Dengan pembelajaran yang menyenangkan dan kreatif mampu menciptakan pembaharuan pendidikan ke arah yang lebih baik, meski hanya pembaharuan tingkat kelas atau sekolah.
Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Snowball Throwing Pada Materi Gelombang Transversal dan Gelombang Longitudinal Aldovina Kristin Muniarti; Ferdy S. Rondonuwu; Marmi Sudarmi
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi guru dalam membuat RPP dengan model Cooperative Learning sehingga dapat digunakan sebagai alat evaluasi dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi belajar yang akan meningkatkan motivasi belajar siswa, serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang berpengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian kelas VIII yang berjumlah 20 orang. Intrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi siswa, lembar quisioner dan tes tertulis, yang kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan 81% siswa aktif dalam kegiatan diskusi dan 85% siswa sudah mencapai tingkat ketuntasan belajar. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Snowball Throwing dapat diimplementasikan sebagai strategi pembelajaran dikelas.
Penggunaan Metode Fast Feedback Model Rainbow Card dalam Pembelajaran Fisika tentang Suhu dan Kalor Ni P.D Purnamasari; Debora Natalia Sudjito; Marmi Sudarmi
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi digunakan untuk mengetahui apakah siswa sudah paham akan suatu materi ajar yang sudah diajarkan. Namun yang terjadi guru-guru seringkali mengevaluasi siswa setelah 1 bab sampai 2 bab selesai dahulu. Sehingga kesalahan siswa terlambat untuk diketahui (slow feedback). Untuk itu perlu digunakan metode umpan balik cepat (fast feedback) yaitu metode koreksi cepat yang dapat membantu guru untuk mengoreksi dan mengetahui hasilnya saat itu juga. Metode fast feedback dapat dilakukan guru sesering mungkin dan tidak menghabiskan banyak waktu sehingga dapat dilakukan berkali-kali dalam satu pertemuan.Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh umpan balik (feedback) secara cepat dan mengembangkan model baru dari metode fast feedback model rainbow card dalam pembelajaran fisika tentang suhu dan kalor. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model guru sebagai peneliti. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa fisika berjumlah 32 mahasiswa. kartu tugas dikerjakan secara individu. Jika jumlah mahasiswa yang menjawab benar ≥70%, maka diberikan tugas baru. Jika jumlah mahasiswa yang menjawab benar <70% dilakukan pembelajaran. Demikian seterusnya sampai tugas selesai. Analisa dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan: diperlukan 1 siklus feedback pada setiap tahap pembelajaran. Waktu untuk melakukan 1 siklus feedback adalah <10menit. 80-100% mahasiswa aktif merespon tugas yang diberikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode fast feedback dengan model rainbow card efektif digunakan sebagai umpan balik cepat,
Pembuatan Komik Tentang Tekanan Hidrostatis sebagai Media Pembelajaran Fisika Eko Ermawati; Marmi Sudarmi; Diane Noviandini
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/radiasi.v4i1.392

Abstract

Buku teks fisika yang digunakan di sekolah-sekolah berupa tulisan-tulisan, rumus dan gambar. Hal ini yang menyebabkan siswa malas membaca dan memahami isi dari buku. Siswa lebih suka membaca komik karena komik berisi gambar yang menarik dan tulisannya singkat. Muncullah ide untuk membuat komik sebagai media pembelajaran dengan topik tekanan hidrostatis. Metode penelitiannya yaitu Penelitian Tindakan Kelas guru sebagai peneliti dengan sampel salah satu MTs di Kabupaten Semarang kelas VIII yang berjumlah 32 siswa. Pada peneltian ini menggunakan lembar observasi untuk mengetahui efektifitas komik dan pembelajarannya, nilai tes evaluasi untuk mengetahui pemahaman siswa dan lembar kuisioner untuk mengetahui ketertarikan siswa. Hasilnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan memperhatikan efektifitas komik, pemahaman, dan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran fisika. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa komik efektif dalam memotivasi siswa dan menambah minat siswa dalam belajar. Dan dari segi kognitif komik dapat membantu siswa dalam memahami materi fisika tentang tekanan hidrostatis.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dengan Media Physics Hearts Card pada Materi Momentum dan Impuls Lilis Sugiyarni; Marmi Sudarmi; Debora Natalia Sudjito
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/radiasi.v4i1.394

Abstract

Dalam kegiatan belajar mengajar, penggunaan metode ceramah di sekolah-sekolah saat ini masih mendominasi. Selain itu penerapan sistem rangking yang masih diterapkan disekolah memunculkan sikap individual dan kompetisi negatif diantara siswa tanpa adanya kerja sama. Mengingat pentingnya sikap kerja sama, menciptakan pembelajaran kreatif dan menyengankan maka dibutuhkan metode pembelajaran yang mencangkup hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menerapan Pembelajaran Kooperatif tipe TGT dengan media physics hearts card untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar siswa dengan mengembangkan permainan physics hearts card pada bagian konsolidasi. Metode penelitian yang dipakai adalah PTK. Sampel yang digunakan siswa SMA kelas XI, dengan materi momentum dan impuls. Penelitian ini diawali dengan pembelajaran sesuai RPP kemudian pada tahap konsolidasi siswa melakukan tournament menggunakan permainan physics hearts card. Dalam permainan semua siswa berpasangan mengerjakan soal dengan berdiskusi antar pasangana dan berdiskusi dengan pasangan lain saat membacakan jawabannya dalam satu tim. Pada akhir pembelajaran guru memberika tes evaluasi kepada semua siswa untuk mengetahui hasil belajar siswa dan kuisioner untuk mengetahui tanggapan siswa tentang metode pembelajaran yang diberikan. Hasil penelitian didapatkan 94 % siswa mendapat nilai 7 untuk post test. Selain itu pada aspek afektif kelas mencapai batas kriteria yang ditentukan yaitu 70% siswa melakukan kegiatan kerjasama dengan baik.
Pembuatan Komik Fisika sebagai Media Pembelajaran pada Topik Prinsip Kerja Kamera Retno Tiyas; Marmi Sudarmi; Diane Noviandini
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku teks fisika saat ini isinya didominasi dengan tulisan panjang, dan rumus. Mayoritas anak lebih suka membaca komik daripada buku pelajaran karena berisi banyak gambar, maka dibuatlah komik fisika. Komik yang memuat konsep fisika yang dikemas dengan bahasa sehari-hari. Penelitian ini bertujuan agar siswa lebih tertarik pada fisika dan membantu memahami materi yang disampaikan. Penelitian ini menggunakan Metode PTK guru sebagai peneliti. Sampel yang dipakai adalah 30 orang siswa MTS di Kabupaten Semarang. Data yang diperoleh dari pemebelajaran menggunakan komik fisika berupa lembar observasi untuk mengamati efektifitas komik dan pembelajaran secara keseluruhan, hasil tes tertulis siswa untuk mengetahui pemahaman materi, dan kuisioner untuk mengetahui minat siswa terhadap komik fisika. Dari hasil penelitian didapat bahwa komik sebagai media pembelajaran fisika efektif dalam memotivasi siswa dalam belajar. Komik juga memberi pengaruh positif berupa keberanian mengemukakan pendapat dan interaksi dalam pembelajaran, sedang dari segi kognitif komik dapat membantu memahami konsep prinsip kerja kamera.
Pengembangan Tes Diagnostik Multi Representasi Eksternal (MRE) untuk Mengetahui Profil Kemampuan Representasi Konsep Susanti Septrida Silaen; Debora Natalia Sudjito; Marmi Sudarmi
Publikasi Pendidikan Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v9i2.8477

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang teridentifikasi ialah kemampuan siswa dalam memahami konsep fisika yang beragam. Oleh karena itu tes diagnostik MRE dijadikan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui profil kemampuan representasi konsep siswa dengan melihat bentuk representasi apa saja yang dapat disajikan siswa dan bagaimana  kemampuan siswa dalam merepresentasikan konsep GLBB dalam format verbal, matematis, dan grafik di SMA Kristen Satya Wacana. Sampel penelitian adalah siswa kelas X yang berjumlah 25 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan instrumen yang digunakan berupa soal uraian sebanyak 15 butir soal. Data penelitian diperoleh berdasarkan jawaban siswa yang dinilai berdasarkan rubrik penilaian yang berpedoman pada rubrik multiple representation yang dikembangkan oleh The Rutgers Physics and Astronomy Education (PAER). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebesar 64% siswa mampu merepresentasikan konsep secara verbal dan matematis, sebesar 8% siswa mampu merepresentasikan konsep secara verbal dan grafik, dan sebesar 28% siswa mampu merepresentasikan konsep secara matematis, verbal, dan grafik Kata kunci: Tes Diagnostik, Multi Representasi Eksternal, Kemampuan Representasi Konsep  AbstractThe problem identified is the ability of students to understand diverse physics concepts. Therefore multiple external representation diagnostic test is used as an alternative to overcome this problem. The purpose of the research was to find out the profile of students 'representation ability by looking at what forms of representation students could give and how students' ability to represent the GLBB concept in verbal, mathematical, and graphic formats at Satya Wacana Christian High School. The research sample was 25 grade X students. The type of research used is qualitative research and the instruments used are in the form of a description of 15 items. The research data was obtained based on students' answers which were assessed based on the assessment rubric which was guided by the multiple representation rubric developed by The Rutgers Physics and Astronomy Education (PAER). The research showed that 64% of students were able to represent concepts verbally and mathematically, 8% of students were able to represent concepts verbally and graphically, and 28% of students were able to represent concepts mathematically, verbally, and graphically.Keywords: Diagnostic Test, Multiple External Representation, Concept Representation Ability
PEMANFAATAN FILM KARTUN “LARVA” SEBAGAI MEDIA BELAJAR LEWAT KESALAHAN UNTUK MENGAJARKAN HOTS KEPADA SISWA PADA MATERI DISPERSI CAHAYA Niky Ayu Sekar Arum; Marmi Sudarmi; Alvama Pattiserlihun
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 10, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v10i1.801

Abstract

Abstrak: Tujuan Penelitian ini untuk: (1) memanfaatkan film kartun “Larva” sebagai media belajar lewat kesalahan untuk mengajarkan siswa berpikir HOTS Khususnya ranah evaluasi dan analisis (2) memberi contoh RPP yang pembelajarannya mengajarkan siswa berpikir Higher Order Thinking Skills (HOTS). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK)  yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah RPP berbasis HOTS, soal evaluasi HOTS, lembar observasi dan kuesioner.  Hasil analisis lembar observasi 86,1% siswa menjawab dengan benar pertanyaan menggiring HOTS dan lembar kuesioner 96,6% siswa paham dan terbantu dengan pertanyaan menggiring. Hasil tes siswa menunjukkan 85% siswa mendapatkan nilai ≥  70. Penelitian ini telah berhasil dan memenuhi kriteria sehingga RPP ini dapat menjadi contoh RPP berbasis HOTS bagi guru untuk mengajarkan siswa berpikir HOTS.Abstract:  The purpose of this research: (1) to use Larva cartoons as a learning media through mistakes to teach students to think HOTS especially the domain of evaluation and analysis(2) give an example of lesson plans which teaches students to think of Higher Order Thinking Skills (HOTS). This type of research is classroom action research (CAR) which was analyzed qualitatively. Research Instrument used include lesson plans, observation sheet, and questionnaire sheets. The results of the observation sheet analysis of 86.1% of students answered correctly the questions led to HOTS and questionnaire sheets 96.6% of students understood and were helped with questions leading. Student test results show 85% of students get a score of more than 70. This research has succeeded and fulfilled the criteria so that this lesson plans can be an example of HOTS-based lesson plans for teachers to teach students to think HOTS.
Increasing Students’ Communication Skills Using Stimulant Question Model Eklesias Donesi Andresta; Marmi Sudarmi; Alvama Pattiserlihun
Journal of Science and Science Education Vol 2 No 2 (2018): JoSSE Vol. 2 No. 2 (November 2018)
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to make Lesson Plan using stimulant questions that emphasize the communication skills. This research uses CAR method of teacher type as researcher. Respondents from this study were 27 8th grade students of SMP in Salatiga. This research used 5 Lesson Plans with 5 materials. The results indicated that by giving stimulant questions, observers said that 89.22% students were more focused on learning indicated by active students who answered stimulant questions, supported by the results of the questionnaire where 89.34% students said that stimulant questions were in an order, logical, easy to understand, and can help them in solving various problems and the stimulant questions can improve their understanding of physics learning. In addition, the evaluation test results also indicated that 87.18% students understood the material. Therefore, stimulant questions can make students to be focused more and can make them understand the learning materials better.